cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
eksplorium@batan.go.id
Editorial Address
BULETIN PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN GALIAN NUKLIR Jl. Lebak Bulus Raya No. 9, Ps. Jumat, Jakarta 12440, Indonesia, Telp (021) 7691775, 7695394, 75912956 Fax (021)7691977
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir
ISSN : 08541418     EISSN : 2503426x     DOI : https://doi.org/10.17146/eksplorium
Core Subject : Social,
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir, adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN yang telah diakreditasi LIPI No.749/AU2/P2MI-LIPI/08/2016 dan menempati peringkat SINTA 2
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014" : 5 Documents clear
Profil Unsur Tanah Jarang Granitoid Klabat di Pulau Bangka dengan Analisis Aktivasi Neutron Kurnia Setiawan Widana; Bambang Priadi; Yustina Tri Handayani
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1487.264 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.1.1343

Abstract

Analisis Aktivasi Neutron (AAN) merupakan teknik analisis geokimia maju dengan kelebihan nondestruktif, multi unsur. AAN yang diaplikasikan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif pada granitoid Klabat yang tersebar sebagai penyusun geologi Pulau Bangka. Sejumlah 27 sampel dianalisis bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur tanah jarang, selanjutnya diharapkan dapat diaplikasikan dalam  petrotektonik Granit Klabat. Unsur tanah jarang yang dianalisis adalah La, Ce, Nd, Sm, Eu, Gd, Tb, Yb dan Lu. Seluruh sampel di iradiasi di Pusat Reaktor Serba Guna “Siwabessy”, BATAN-Serpong, kemudian dicacah dengan detektor High Purity Germanium (HPGe) untuk analisis kualitatif dan kuantitatif menyesuaikan waktu paruh dan unsur yang akan diketahui. Analisis kuantitatifnya dengan metode perbandingan menggunakan Standar Reference Material (SRM) no 2710a dan 2711a yang dipublikasikan oleh National Institute of Standard & Technology (NIST). Hasil yang diperoleh adalah pola diagram laba-laba yang telah dinormalisasi chondrite dengan karakter pengkayaan La-Sm sebagai unsur tanah jarang bersifat ringan dan sedikit penurunan Eu-Lu yang termasuk unsur tanah jarang berat, identik untuk batuan pluton yang terbentuk pada tektonik busur kerak benua. Neutron Activation Analysis (NAA) is a powerful geochemical analysis with advantages which are nondestructive and involves multi-elements. NAA technique applied for qualitative and quantitative analyses on Klabat granitic rocks that distributes and compose the geology of Bangka Island. There are 27 samples analyzed which aims to determine the content of rare earth elements, which will be applied in petrotectonic of Klabat granitoid. Rare Earth Elements (REE) which analyzed, namely La, Ce, Nd, Sm, E, Gd, Tb, Yb, and Lu. All of the samples irradiated in the Centre of Multipurpose Reactor "Siwabessy", BATAN - Serpong and subsequently counted with High Purity Germanium detector (HPGe) considering half-life and elements contents that will be concerned both qualitative and quantitative analysis. The comparative quantitative analysis method conducted using Standard Reference Material (SRM) 2710a and 2711a that published by the National Institute of Standards & Technology  (NIST). The result are the pattern of spider diagram with the chondrite normalized and showing the enrichment of La-Sm as light REE (LREE)  and Eu-Lu slight decreasing as heavy REE (HREE), as identify of plutonic rocks thar formed in the continental arc.
Studi Geologi Teknik Tapak Penyimpanan Akhir Limbah Radioaktif (LRA) Demo Plant Tipe NSD Kedalaman Menengah di Puspiptek, Serpong Heri Syaeful; Sucipta Sucipta; Imam Achmad Sadisun
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2717.799 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.1.1367

Abstract

Penyimpanan akhir limbah radioaktif bertujuan untuk menjaga agar zat radioaktif tidak terlepas ke lingkungan sampai aktivitas zat tersebut turun ke level yang aman. Konsep penyimpanan akhir limbah radioaktif (LRA) yang akan dikembangkan di area Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong adalah penyimpanan akhir limbah radioaktif dekat permukaan (near surface disposal - NSD). NSD berdasarkan kedalaman terbagi dua macam yaitu NSD dekat permukaan dan NSD kedalaman menengah. Konsep NSD pada penelitian ini adalah NSD kedalaman menengah, yaitu antara 30–300 meter. Pada saat konstruksi NSD di kedalaman menengah dibutuhkan pekerjaan ekskavasi bawah permukaan atau pembuatan terowongan. Analisis tegangan in-situ dan deformasi bawah permukaan dilakukan untuk mengetahui besaran dan distribusi tegangan yang terbentuk di dalam tanah/batuan serta deformasi yang terjadi pada saat dilakukan ekskavasi bawah permukaan. Berdasarkan analisis diketahui nilai tegangan dan sebaran tegangan tensional maupun kompresional berkisar antara -441 kPa sampai 4,028 kPa dengan nilai deformasi alami atau tanpa perkuatan antara 4,4 cm sampai 13,5 cm. Nilai deformasi yang cukup besar dimana mencapai 13,5 cm menunjukkan diperlukan rekayasa perkuatan pada saat ekskavasi. Desain rekayasa perkuatan pada setiap tahapan ekskavasi mengacu hasil pemodelan pola distribusi tegangan dan deformasi. Final disposal of radioactive waste intended to keep radioactive substances does not released to the environment until the substance activity decreased to the safe level. Storage concept of radioactive waste (RAW) final disposal that will be developed at the area of Puspiptek, Serpong is near surface disposal (NSD). Based on depth, NSD divided on two type, near surface NSD and medium depth NSD. Concept NSD in this research is medium depth NSD, which is between 30–300 meters. During NSD construction in medium-depth required the works of sub-surface excavation or tunneling. Analysis of in-situ stresses and sub-surface deformation performed to recognize the stress magnitude and its distribution that developed in soil/rock as well as the deformation occurred when sub-surface excavation takes place. Based on the analysis, acknowledged the magnitude of tensional and compression stress and its distribution that range from -441 kPa to 4.028 kPa with values of natural deformation or without reinforcement between 4.4 to 13.5 cm. A rather high deformation value which is achieved 13.5 cm leads to necessity of engineering reinforcement during excavation. The designs of engineering reinforcement on every excavation stage refer to the result of modeling analysis of stress and deformation distribution pattern.
Studi Awal Geologi di Wilayah Kabupaten Pamekasan untuk Mendukung Pemilihan Calon Tapak Instalasi Desalinasi Nuklir Ngadenin Ngadenin; Lilik Subiantoro; Kurnia Setiawan Widana
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3317.074 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.1.1828

Abstract

Daerah di sekitar pantai selatan  Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu alternatif lokasi calon tapak instalasi desalinasi nuklir. Gempa bumi tektonik berkekuatan 5 skala Richter pernah terjadi pada tahun 1949 di sekitar Sampang Madura, dengan pusat gempa di darat. Gempa bumi tersebut kemungkinan berhubungan dengan keberadaan sesar aktif di Pulau Madura. Lokasi calon tapak instalasi desalinasi nuklir harus bebas dari pengaruh sesar aktif. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi geologi dan mengetahui karakteristik tektonik  termasuk sesar aktif guna mendukung penelitian calon tapak instalasi desalinasi nuklir di Pulau Madura. Metode yang digunakan adalah dengan pemetaan geologi berskala 1 : 50.000. Litologi penyusun di wilayah sepanjang pantai selatan Kabupaten Pamekasan adalah aluvium berumur Holosen dan satuan konglomerat berumur Plistosen. Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya sesar aktif di wilayah tersebut. Calon tapak di lokasi ini secara geoteknik fondasi memiliki batuan dasar yang  cukup dalam, sehingga konstruksi bangunan akan memerlukan biaya mahal. The area around the southern coast Pamekasan is one of the candidates for the alternatives location of nuclear desalination plant site. In 1949 around Sampang Madura ever tectonic earthquake measuring 5 on the Richter scale with its epicenter on land. Tectonic earthquake with epicenter on land is likely related to the presence of active faults on the island of Madura. Location prospective nuclear desalination plant site should be away or free of active faults. Aim of this study is to obtain geological information and know the characteristics of tectonics including active fault to support site studies of nuclear desalination plant on the island of Madura. The method used is the geological mapping scale, 1 : 50,000. Lithology in the area along the south coast district Pamekasan is alluvium Holocene age and conglomerate units of Pleistocene age. There were no indications of active faults in the region. Candidates site at this location is less attractive in terms of geotechnical foundation as can be ascertained bedrock will be found sufficient in that building construction will require expensive.
Studi Kualitas dan Potensi Pemanfaatan Airtanah Dangkal di Pesisir Surabaya Timur Wahyudi Wahyudi; Arief Setiyono; Onie Wiwid Jayanthi
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3644.849 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.1.1837

Abstract

Bagian timur wilayah pesisir merupakan salah satu daerah perkotaan yang berkembang pesat di Surabaya. Peningkatan populasi dan pertumbuhan industri telah mendorong meningkatnya permintaan untuk sumber daya alam, terutama air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas air tanah pesisir melalui pengukuran insitu dan analisis laboratorium, dan untuk mengetahui potensinya untuk dimanfaatkan sebagai sumber air untuk budidaya pesisir. Sampel air tanah dari 70 sampel stasiun telah diambil dari wilayah pesisir timur Surabaya. Pengukuran suhu,  pH, dan oksigen terlarut sampel dilakukan langsung insitu, dan pengukuran konsentrasi nitrat, nitrit, amonia, sulfida, dan fosfat telah dilakukan di Laboratorium Lingkungan ITS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pesisir di bagian barat dari wilayah studi, hanya daerah yang sangat kecil, dapat digunakan sebagai air minum, dan di hampir semua daerah pesisir timur Surabaya tidak diizinkan. Di bagian tengah dan selatan dapat dimanfaatkan sebagai sumber dari budidaya pesisir, namun di bagian utara tidak potensial, di daerah sentral menengah, dan di bagian selatan dikategorikan sebagai potensi tinggi. The eastern part of coastal area is one of the fast growing urban area in Surabaya. Increasing in population and industrial growth have driven increasing demands for natural resources, particularly water. The objectives of this study are to identify the quality of the coastal groundwater through insitu measurement and laboratory analysis, and to find out its potential to be utilized as a source of water for coastal aquaculture. Groundwater samples from 70 sampling stasiun have been taken from east Surabaya coastal area. Measurements of the temperature, pH, and dissolved oxygen of the samples were carried out directly insitu, and measurements of concentration of nitrate, nitrit, ammonia, sulphide, and posphate conducted in the Environmental Laboratory of ITS. The results show that coastal groundwater in west part of the study area, in only very small area, can be used as a drinking water, and in almost all area of the east Surabaya coastal area is not permitted. In the central and south part can be utilized as a source of the coastal aquaculture, however in the north part is not potential, in the central area is medium, and in the south part is categorized as a high potential.
Identifikasi Daerah Interes Calon Tapak PLTN Kalimantan Barat Berdasarkan Kriteria Umum Hadi Suntoko
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5484.887 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.1.1839

Abstract

Identifikasi daerah interes untuk tapak PLTN secara umum telah dilakukan berdasarkan kondisi alam dan aktivitas manusia. Panduan/pedoman dari International Atomic Energy Agency (IAEA) Safety Guide NS-R-3, (2003) tentang Evaluasi Tapak, bahwa cakupan kajian meliputi regional/wilayah, wilayah dekat, sekitar tapak, area tapak, dan kajian yang dilakukan di Kalimantan Barat bersifat regional/wilayah meliputi Kota Singkawang, Bengkayang, Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Sanggau, Sekadau, Kubu Raya, Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang. Tujuan identifikasi adalah mendapatkan daerah-daerah interes sekitar wilayah pantai ± 3 km ke arah darat berdasarkan kondisi rawa, ketebalan gambut, industri kimia, pipa gas/minyak, pelabuhan laut, garis sempadan sungai, lokasi militer, cagar alam/budaya/suaka marga satwa, dan kepadatan penduduk. Metode yang dilakukan adalah deskripsi, identifikasi, interpretasi terhadap data sekunder dan konfirmasi lapangan terbatas yang dianalisis berdasarkan kriteria umum. Hasil identifikasi diperoleh daerah interes calon tapak PLTN meliputi Dekan Putih (Meliau-Sanggau), Kubu (Kubu Raya), Sukadana (Kayong Utara), Tempurukan (Ketapang). Identification of interesting areas for the nuclear power plant site in general based on natural conditions and human activities has been carried out. The guidelines of International Atomic Energy Agency (IAEA) safety guide NS-R-3,(2003) concerning Site Evaluation, that the scope of study includes a regional, near regional, site vicinit, site area and assessment in West Kalimantan is regionally, includes Singkawang City, Bengkayang, Pontianak City, Pontianak Regency, Sanggau, Sekadau, Kubu Raya, North Kayong and Ketapang. The purpose of identify is to obtain interesting areas around the coastal region ± 3km to landward based on swamp conditions, the thickness of the peat, chemical industry, gas pipeline/oil, sea ports, river demarcation line, military sites, nature reserves/cultural/wildlife refuges, and population density. The methods used are description, identification, interpretation of secondary data and confirmation of a finite field, analyzed based on general criteria. Identification results obtained interesting areas includes Dekan Putih (Meliau-Sanggau), Kubu (Kubu Raya), Sukadana (North Kayong), Tempurukan (Ketapang).

Page 1 of 1 | Total Record : 5