cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
ISSN : 22523367     EISSN : 25025007     DOI : 10.24960
Core Subject : Engineering,
Jurnal Litbang Industri (JLI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. JLI memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil riset industri, olahan hasil pertanian, penanggulangan pencemaran industri. Semua naskah direview oleh mitra bestari. Jurnal Litbang Industri Padang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi industri Padang, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. p-ISSN: 2252-3367 e-ISSN: 2502-5007
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2015)" : 14 Documents clear
Degradasi Zat Warna Direct Red-23 dan Direct Violet Dengan Metode Ozonolisis, Fotolisis Dengan Sinar Uv dan Cahaya Matahari Menggunakan Katalis N-Doped TiO2 Safni Safni; Deby Anggraini; Diana Vanda Wellia; Khoiriah Khoiriah
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1259.876 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i2.675.123-130

Abstract

Direct red-23 and Direct violet are non-biodegradable compounds containing azo component and carcinogenic. Direct red-23 and Direct violet had been degraded by ozonolysis, photolysis with UV lamp and solar irradiation methods using N-doped TiO2 catalyst. UV/Vis Spectrophotometer at wavelength 300-800 nm was used to measure the absorption of sample solution. The optimum weight of N-doped TiO2 catalyst was 20 mg. From the three methods obtained that ozonolysis method was the faster degradation process than photolysis with UV and solar irradiation. Direct red-23 and Direct violet was degraded as much as 55 and 50% within 20 minutes by ozonolysis.ABSTRAKZat warna Direct red-23 dan Direct violet merupakan senyawa non-biodegradable yang mengandung senyawa azo dan bersifat karsinogen. Direct red-23 dan Direct violet didegradasi menggunakan metode ozonolisis, fotolisis dengan sinar UV dan dengan penyinaran matahari, tanpa dan dengan katalis N-doped TiO2. Hasil penelitian diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 300-800 nm. Berat optimum katalis N-doped TiO2 didapatkan 20 mg. Dari ketiga metode didapatkan bahwa proses degradasi pada metode ozonolisis paling cepat dibandingkan dengan fotolisis sinar UV dan cahaya matahari. Direct red-23 dan Direct violet dapat didegradasi sebanyak 55 dan 50% dalam waktu 20 menit.
Pengaruh Penggunaan Metanol Bekas Pakai Secara Berulang-Ulang Terhadap Rendemen dan Mutu Biodiesel dengan Bantuan Reaktor Kavitasi Hidrodinamik Mahlinda Mahlinda; Lancy Maurina
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.643 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i2.669.71-77

Abstract

Research on the using effect of repeatedly used methanol toward yield and quality of biodiesel assisted by hydrodinamic cavitation reactor had been done. The aim of this research was to study the effect of used methanol which is used repeatedly toward yield and quality of biodiesel products. The constant variable used in the transesterification process was the molar ratio of methanol and oil 4:1, KOH catalyst 1%, temperature 45oC and reaction time 60 minutes. The manipulated variable was the number of used methanol replications consisted of 4 replications (replication 1 using fresh methanol dan 3 replications using used methanol). The results of the research showed that biodiesel products couldn not be used directly in diesel engines because some parameters that were tested did not meet the requirements of SNI 04-7182:2006.ABSTRAKPenelitian tentang pengaruh penggunaan metanol bekas pakai secara berulang-ulang terhadap rendemen dan mutu biodiesel menggunakan reaktor kavitasi hidrodinamik telah dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan metanol bekas pakai yang dipakai secara berulang-ulang dengan mengamati rendemen dan mutu biodiesel yang dihasilkan. Variabel konstan yang digunakan pada proses transesterifikasi ini adalah rasio molar metanol dan minyak 4:1, katalis KOH 1%, temperatur 45 oC dan waktu reaksi 60 menit. Variabel berubah adalah jumlah ulangan penggunaan metanol terdiri dari 4 ulangan (ulangan 1 menggunakan metanol baru dan 3 ulangan mengggunakan metanol bekas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk biodiesel yang dihasilkan tidak dapat digunakan secara langsung di mesin diesel karena beberapa parameter yang diuji tidak memenuhi persyaratan SNI 04-7182:2006.
Pembuatan Bioplastik Dari Pati Ubi Kayu Berpenguat Nano Serat Jerami dan ZnO Chairul Amni; Marwan Marwan; Mariana Mariana
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.158 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i2.670.91-99

Abstract

Production of biodegradable plastic film had been done using cassava starch which serves as a main raw material, distilled water as a solvent, as well as nano fiber straw, ZnO, and a mixture of nano fiber straw and ZnO that function as a reinforcement of bioplastic. Cassava starch was chosen as the raw material for making plastics because of easy to obtain and inexpensive, moreover the use is still very low when compared to other plants that as staple food stuffs, such as rice, corn, potatoes, wheat, and so forth. This research was aimed to make plastics that can reduce the environmental impact by looking at the effect of reinforcing the concentration used for the mechanical properties of the film, water absorption, and the decomposition rate of the plastic. The reinforcer used was nano fibers straw, ZnO, and a mixture of both with a concentration of 1%, 3%, 6%, and 9% of each reinforcer. Testing of mechanical properties (tensile strength and elongation) used the Electronic System Universal Testing Machines, testing of water absorption was done by immersing the film in water for 24 hours, and testing of decomposition rate was done by burying the film into the ground. The results showed the highest tensile strength values was 0.32 kgf/mm2obtained at a concentration of 9% ZnO, whereas the highest percent elongation was 34% obtained at a concentration of 1% nano-fiber straw. The lowest water absorption was 16% obtained at a concentration of 9% ZnO. The highest absorption of water was 27.23% obtained at a concentration of 1% nano-fiber straw and the decomposition process occured for 18-27 days.ABSTRAKPembuatan film plastik biodegradable telah dilakukan dengan menggunakan pati ubi kayu  yang berfungsi sebagai bahan baku utama dan bahan-bahan lain yaitu aquades yang berfungsi sebagai pelarut, serta  nano serat jerami, ZnO dan campuran dari serat jerami dan ZnO yang berfungsi sebagai penguat bioplastik. Pati ubi kayu dipilih sebagai bahan baku pembuatan plastik karena selain mudah didapat dan harganya murah, penggunaannya juga masih sangat minim jika dibandingkan dengan tumbuhan lainnya yang merupakan bahan makanan pokok masyarakat, seperti beras, jagung, kentang, gandum, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat plastik yang dapat mengurangi dampak lingkungan dengan melihat pengaruh konsentrasi penguat yang digunakan terhadap sifat mekanik  film, daya serap air, dan laju penguraian dari plastik tersebut. Penguat  yang digunakan adalah serat jerami yang berukuran nano, ZnO dan campuran keduanya  dengan konsentrasi 1%, 3%, 6%, dan 9% dari masing-masing penguat. Pengujian sifat mekanik (kuat tarik dan elongasi) menggunakan Electronic System Universal Testing Machines, pengujian daya serap air dilakukan dengan cara merendam film tersebut di dalam air selama 24 jam, dan pengujian laju penguraian dilakukan dengan cara menguburkan film ke dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tarik tertinggi diperoleh pada konsentrasi 9% ZnO yaitu 0,32 kgf/mm2, sebaliknya persen elongasi tertinggi diperoleh  pada konsentrasi 1% nano serat jerami  yaitu 34%. Daya serap air terendah yaitu 16% diperoleh pada konsentrasi 9% ZnO. Penyerapan air paling tinggi adalah 27,23% pada konsentrasi nano serat jerami 1% dan proses penguraian terjadi selama 18-27 hari.
Studi Potensi Pembentukan Biogas Dari Sampah Makanan dan Ko-Substrat Feses Sapi Untuk Energi Listrik Alternatif: Studi Kasus Di Universitas Andalas Ardinal Ardinal; Rima Senditya Gewe; Slamet Raharjo; Iskandar R Iskandar R
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v5i2.673.101-111

Abstract

The potential raw materials for biogas formation through anaerobic treatments available on the campus of Andalas University (Unand) in Padang are the cafeteria’s food waste and cow feces. This study was aimed to look at the effect of cow feces in the formation of biogas from food waste that used a floating drum digester which was conditioned twice. Retention time was 20 days and the pH of packing material was conditioned by adding limestone. The ratio variation of packing materials composition such as food waste and cow feces were 100:0 (control digester), 75:25 (test 1 digester with a C/N ratio 30) and 50:50 (test 2 digester with a C/N ratio 25). The results showed that cumulative volume of biogas in control digester was 0.927 liters with methane gas estimated 591.885 mg/L and did not light when burned. The cumulative volume of biogas in test 1 digester was 13.715 liters with methane gas estimated was 15502.61 mg/L with the reddish color of blue flame. The cumulative volume of biogas in test 2 digester was 10.18 liters with concentration of methane gas was estimated 23297.59 mg/L and with blue color flame.ABSTRAKBahan baku potensial pembentukan biogas melalui pengolahan anaerobik yang tersedia di Kampus Universitas Andalas (Unand) Padang yakni sampah makanan kantin dan feses sapi. Studi ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan feses sapi dalam pembentukan biogas dari sampah makanan menggunakan floating drum digester yang dikondisikan duplo. Waktu retensi 20 hari dan pH bahan isian dikondisikan dengan menambahkan batu kapur. Variasi rasio komposisi bahan isian berupa sampah makanan dan feses sapi yakni 100:0 (digester kontrol), 75:25 (digester uji 1 dengan rasio C/N 30) dan 50:50 (digester uji 2 dengan rasio C/N 25). Hasil penelitian menunjukkan volume kumulatif biogas digester kontrol yakni 0,927 liter dengan estimasi gas metana 591,885 mg/L serta tidak menyala saat dibakar. Volume kumulatif biogas digester uji 1 yakni 13,715  liter dengan estimasi konsentrasi gas metana 15502,61 mg/L serta warna nyala biru kemerahan. Volume kumulatif biogas digester uji 2 yakni 10,18 liter dengan estimasi konsentrasi gas metana 23297,59 mg/L serta warna nyala biru.

Page 2 of 2 | Total Record : 14