cover
Contact Name
ratri yuli lestari
Contact Email
ratri.y.lestari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jrihh.banjarbaru@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan
ISSN : 20861400     EISSN : 25030779     DOI : -
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan (JRIHH) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru. JRIHH terbit 2 (dua) kali setiap tahun pada bulan Juni dan Desember dengan E-ISSN: 2503-0779 dan P-ISSN : 2086-1400. JRIHH fokus pada isu-isu sektor industri yang berhubungan dengan: 1. Pengembangan Teknologi Pengolahan Kayu dari Hasil Hutan Alam, Hutan Tanaman Industri, dan Hasil Hutan Perkebunan. 2. Pengembangan Teknologi Pengolahan/ Pemanfaatan Limbah Industri Hasil Hutan Kayu (limbah padat dan cair). 3. Pengembangan Teknologi Pengolahan Hasil Hutan lainnya (Rotan, Bambu, dan Hasil Hutan sampingan termasuk pemanfaatan hasil limbahnya).
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2009)" : 12 Documents clear
PENGARUH PENGERINGAN ALAMI DAN BUATAN TERHADAP KUALITAS KAYU GALAM UNTUK BAHAN MEBEL Djoko Purwanto
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.43 KB) | DOI: 10.24111/jrihh.v1i1.859

Abstract

Proses pengeringan kayu galam dilaksanakan dengan tujuan untuk mengurangi kadar air, sehingga diperoleh kadar air sesuai yang dipersyaratkan untuk bahan mebel.  Penelitian dilakukan menggunakan 2 metoda yaitu pengeringan alami menggunakan ruang pengering dan pengeringan buatan menggunakan alat (temperatur humidity chamber). Kedua pengeringan dilakukan dalam kondisi suhu 34 0c - 35 0c dan kelembaban 45%-70%. Hasil penelitian menunjukkan pengeringan alami selama 14 hari pada suhu 340C – 42 0C dan kelembaban 69% - 47% diperoleh kadar air 9,10% - 14% (memenuhi syarat bahan mebel), penyusutan dimensi 1,9% - 10,45% dan jumlah cacat fisik lebih rendah daripada pengeringan menggunakan alat. Pengeringan buatan dengan menggunakan alat selama 21 hari pada suhu    35 0C – 45 0C  dan kelembaban 55% - 45% diperoleh kadar air 18,76% - 26,38% (belum memenuhi syarat bahan mebel), penyusutan 1,02% - 5,29% dan cacat fisik.
KAYU KARET SEBAGAI SUBSTITUSI KAYU HUTAN ALAM UNTUK INDUSTRI Effendi Arsad
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.882 KB) | DOI: 10.24111/jrihh.v1i1.871

Abstract

Kayu karet (Hevea brasiliensis, Muell Arg) memiliki potensi besar yang dapat memberikan nilai tambah terhadap pendapatan daerah di Kalimantan Selatan meningkatkan devisa Negara di sektor Industri, namun belum diupayakan secara maksimal untuk berbagai kepentingan industri.  Perkebunan karet di Kalimantan Selatan  pada tahun 2007 terdiri atas perkebunan rakyat 169.069 ha, perkebunan Negara seluas 13.879 ha dan perkebunan swasta  seluas 12.194 ha.  Pohon karet yang tidak produktif lagi kayunya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri, seperti pembuatan kayu lapis dan kayu gergajian sedangkan limbah pohon karet dapat digunakan untuk pembuatan papan semen,  papan partikel, papan serat dan pengolahan arang.  Kayu karet sangat rentan terhadap organisme perusak kayu terutama jamur biru sehingga dalam penggunaannya diperlukan pengawetan dan pengolahan yang tepat agar produk yang dihasilkan mutunya baik.

Page 2 of 2 | Total Record : 12