cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2014)" : 3 Documents clear
PELESTARIAN SUMBER AIR SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MELALUI PETUAH PADA MASYARAKAT CIBIRU UTARA KOTA BANDUNG Suryadi, Edi
Jurnal Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sumber air di Kawasan Cibiru Utara Kota Bandung di tengah keterbatasan sumber air memperlihatkan kondisi yang masih terpelihara dengan baik, sehingga kondisi ini menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Penelitian bertujuan menggali bentuk kearifan lokal yang masih nampak dalam pelestarian sumber air di Kawasan Cibiru Utara Kota Bandung. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif-verifikatif dengan pendekatan fenomenologi berusaha mengungkap makna dibalik fakta. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk kearifan yang masih tersisa berupa nilai-nilai yang terdiri dari nilai adaptasi, nilai integrasi teknologi, nilai integrasi keruangan, nilai religi, nilai sosial budaya, nilai praktis, nilai keseimbangan lingkungan, dan nilai sustainability. Nilai-nilai tersebut memiliki makna yang sama dengan petuah dari karuhun (leluhur) orang Sunda. Fenomena bentuk kearifan lokal yang masih bisa ditelusuri sisanya terdapat 5 dari 12 kearifan yaitu Gawir awian, Cinyusu rumatan, Lebak Caian, Legok balongan, dan Lembur uruseun. Wujud kearifan inilah yang mempunyai fungsi perlindungan, pelestarian, pengendalian dan pengawetan sumber air bagi masyarakat. Langkah pemberdayaan kearifan lokal masyarakat dalam bentuk petuah dan tindakan mampu menjaga keselarasan interaksi manusia dengan lingkungannya dalam pelestarian sumber air. Maka fenomena ini menjadi hal yang penting untuk diinventarisasi dengan melibatkan peran serta pemerintah dan masyarakat setempat sehingga nilai-nilai kearifan lokal tesebut mampu diakses oleh masyarakat dan komponen lainnya. Kata Kunci: Pelestarian, Petuah, Local Wisdom, Sumber Air, Pembelajaran Geografi
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR Ramawati, Isye
Jurnal Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus pada penelitian ini adalah pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar efektif dan efisien untuk meningkatkan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPS. Melalui metode inkuiri peserta didik diharapkan mampu berpikir kritis yang di dalamnya terdapat indikator-indikator: orientasi pada masalah, belajar meneliti, pemecahan masalah, mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah dan menganalisa proses pemecahan masalah melalui proses pengamatan lingkungan yaitu Kawasan Punclut yang merupakan kawasan yang terletak di Bandung Utara, kawasan ini merupakan bagian dari cekungan Bandung yang memiliki kondisi alam dan keterkaitan ekosistem yang sangat penting untuk menjadi kawasan hutan lindung, dan sebagai salah satu generator iklim mikro serta entry point bagi penataan kawasan Bandung Utara, dimana indikator yang diteliti adalah vegetasi, kemiringan lereng, pola penggunaan lahan dan kedalaman air tanah (dilihat dari kedalaman sumur gali). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMPN 52 Bandung tahun ajaran 2012-2013. Metode penelitian yang dipakai adalah kuasi eksperimen dengan instrument penelitian berupa pedoman observasi lapangan, observasi kelas, tes berpikir kritis, dan wawancara guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest berpikir kritis pada kelas yang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri dengan yang tidak memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui metode ceramah. Hal ini terlihat dari uji t yang menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik yang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri dengan peserta didik yang tidak memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dengan menggunakan metode ceramah adalah berbeda secara signifikan. Dengan demikian, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan cara berpikir kritis peserta didik. Rekomendasi yang dapat disampaikan : 1) Dibutuhkan kepiawaian guru untuk merancang perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan lingkungan yang berada di sekitar sekolah. 2) Sebelum peserta didik memanfaatkan lingkungan sekitarnya, hendaknya mereka dibekali wawasan keilmuan dan hubungan sosial dengan masyarakat sebagai landasan dasar berpikir kritis. Kata Kunci : Pemanfaatan lingkungan, sumber belajar IPS, berpikir kritis, metode inkuiri
UPAYA PEMELIHARAAN LINGKUNGAN OLEH MASYARAKAT DI KAMPUNG SUKADAYA KABUPATEN SUBANG Taufiq, Ahmad
Jurnal Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan yang terpelihara baik di Kampung Sukadaya dapat memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup masyarakatnya. Untuk itu, diperlukan kajian upaya yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pemeliharaan lingkungan di Kampung Sukadaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan, nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat Kampung Sukadaya dapat menjadikan lingkungan alam Sukadaya tetap lestari. Nilai-nilai kearifan lokal pemeliharaan lingkungan di Kampung Sukadaya adalah nilai adaptasi lingkungan, nilai tanggung jawab, nilai kesadaran lingkungan, dan nilai kerja sama. Nilai-nilai kearifan lokal sebagai upaya pemeliharaan lingkungan di Kampung Sukadaya tercermin dari aktifitas warga dalam memelihara sumber mata air, memelihara kelestarian hutan rakyat, memelihara kebersihan lingkungan dan semangat gotong royong masyarakat.Kata Kunci: Pemeliharaan Lingkungan

Page 1 of 1 | Total Record : 3