cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2022): April 2022" : 11 Documents clear
Wisata Budaya Guar Bumi: Sebuah Strategi Pengembangan Literasi Budaya di Desa Gandu Kabupaten Majalengka Iffa Aeniah; Egy Herdiana; Haykal Kamil
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.44089

Abstract

Guar Bumi merupakan salah satu prosesi budaya Sunda yang ada di desa Gandu kabupaten Majalengka. Prosesi Guar Bumi dilaksanakan sebagai simbol akan dimulainya musim tanam yang biasa disebut juga dengan Hajat Bumi atau Sidekah Bumi. Dalam menjaga eksistensi budaya Guar Bumi tentu perlu adanya pengetahuan masyarakat akan budaya tersebut. Bagaimana masyarakat bisa mengetahui, memahami, menghargai, pengetahuan kebudayaannya sejalan dengan konsep literasi budaya. Penelitian ini didasari oleh keingintahuan tentang budaya Guar Bumi yang ada di desa Gandu kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara spesifik wisata budaya Guar Bumi dan seperti apa prosesinya serta perannya terhadap pengembangan literasi budaya di kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan teknik pemilihan narasumber menggunakan purposive sampling serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata budaya Guar Bumi yang saat ini menjadi titik fokus dapat secara langsung dan tidak langsung mengajak masyarakat melek budaya karena dengan adanya wisata budaya Guar Bumi menimbulkan kegiatan literasi budaya dengan cara yang lebih menyenangkan yakni berbasis wisata.
Mitos Komplek Percandian Batujaya Karawang: Satu Kajian Semiotik Roland Barthes Zakia Nurfitri Aulia; Dian Indira
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.30654

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis tanda dan makna di balik mitos komplek candi Batu Jaya yang sudah sejak lama hidup di lingkungan masyarakat Karawang, Jawa Barat. Data berupa kumpulan mitos mengenai komplek candi Batu Jaya yang dikumpulkan dengan teknik observasi, teknik wawancara, serta teknik catat dan rekam. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif berdasarkan teori semiotik Roland Barthes. Pemikiran semiologi Roland Barthes meliputi sistem tanda, mitos, dan juga ideologi. Mengenai sistem tanda Barthes menggunakan istilah expression (ekspresi) untuk signifiant dan content (isi) untuk signifie . Dalam hal ini, teorinya bertumpu pada relation (R) antara expression (E) dan content (C). Data apa adanya sesuai fakta di lapangan dikaji secara deskriptif hingga diperoleh suatu simpulan. Dalam penelitian ini ditemukan lima buah data mitos yang menjadi hasil dari penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, ditarik kesimpulan bahwa tanda verbal yang dimunculkan dalam setiap mitos di komplek candi Batu Jaya, Karawang mengandung pemaknaan denotatif yang berupa serangkaian komponen yang terdapat di lingkungan komplek Percandian Batu Jaya, seperti unur, parit, batu bata merah, dan pohon bondhi. Sedangkan pemaknaan konotasi yang terkandung dalam mitos di komplek candi Batu Jaya sangat erat hubungannya dengan kepercayaan masyarakat sekitar. Mitos  di komplek candi Batu Jaya meningterprestasikan himbauan dan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga cagar budaya
Nilai Moral dalam Tradisi Nganggung Masyarakat Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat Kepulauan Bangka Belitung Ayu Permatasari; Dessy Wardiah; Dian Nuzulia Armariena
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.29080

Abstract

Masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah bagai manakah nilai moral yang terkandung dalan tradisi nganggung masyarakat Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk dapat mengetahui dan mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam tradisi nganggung masyarakat Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber data sumber data adalah 5 orang informan. Teknik analisis data adalah dengan teknis observasi, rekam, wawancaradan catat dalam dalam mencari informasi mengenai tradisi nganggung. Hasil analisis yang didapatkan oleh peneliti pada aspek nilai moaral terhadap Allah terdapat 3 nilai, pada aspek nilai moral terhadap diri sendri terdapat 5 nilai, pada aspek nilai moral terhadap keluarga terdapat 4 nilai, dan pada aspek nilai moral terhadap masyarakat terdapat 7 nilai yang trdapat dalam tradisi nganggung. 
Interferensi Leksikal Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia Yang Digunakan Masyarakat Pada Grup Whatsapp Desa Karang Selvi Florenta
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.42535

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi leksikal bahasa jawa ke dalam bahasa indonesia dalam grub whatsapp desa Karang, menentuakan kategori kata setia bentuk interferensi leksikal bahasa jawa ke dalam bahasa indonesia dalam grub whatsapp desa karang, dan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya interferensi leksikal bahasa jawa ke dalam bahasa indonesia dalam grub whatsapp desa Karang. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa bentuk dasar bahasa jawa yang masuk ke dalam bahasa indonesia yang terdapat dalam obrolan whatsapp desa karang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat yaitu peneliti menyimak dan mencatat namun tidak ikut dalam percakapan tersebut.  Dari hasil penelitian tersebut per bulan juli hingga september ditemukan iterferensi leksikal sejumlah 30 yakni monggo, sampun, tindak, woro-woro, ojo sembrono, sinau, madang, persis, nampak, sae, amburadul, gampang, bingung, kagem, sik, ben, apik, bener, prigel, nulis, diceluk, njawab, ngelu, diwoco, ngerjakno, mulo, layang, sebalikke, ditunjuk dan sayange. Kata-kata tersebut ialah kata bahasa jawa yang masuk kedalam bahasa indonesia yakni interferensi leksikal.
Inventarisasi Nama-nama Raja dengan Penanda Khusus Varman Gelar Taufiq Kusumawardhana; Retty Isnendes; Ajid Thohir; Dadan Rusmana
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.49885

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelusuran pustaka atas nama raja-raja yang menggunakan penanda khusus varman yang dalam literasi Hindu atau bahasa Sanskrit sangat popular dan dianggap tua. Nama tersebut tersebar di dunia, termasuk di Nusantara. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan perspektif geografi, sejarah dan linguistik. Dengan korpus sejumlah nama varman akan dilacak keberadaannya mengenai: 1) arti dan makna kata varman, 2)  sebaran kata varman,3) prasasti-prasasti yang menuliskan nama varman.
Tradisi Baritan di Desa Sukadana Kecamatan Compreng Kabupaten Subang Untuk Bahan Pembelajaran Membaca Artikel Di SMA Kelas XII Ken Nilla Trah Qirana; Dede Kosasih; Yatun Romdonah Awaliah
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.49848

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa tradisi Sunda yang yang berkaitan dengan pencegahan penyakit (wabah), salah satunya tradisi baritan di Desa Sukadana, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan guna dan tujuan diadakannya tradisi tersebut, susunan acara yang dolaksanakan dalam tradisi baritan, tradisi baritan dalam menghadapi pandemi COVID-19, nilai-nilai yang terkadung pada tradisi baritan serta kaitan tradisi baritan untuk bahan ajar membaca artikel di SMA kelas XII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa maksud dan tujuan tradisi baritan adalah untuk menangkal musibah yang bisa menimpa para petani, susunan acara tradisi baritan yaitu pra tradisi baritan, prosesi baritan dan pasca tradisi baritan. Tradisi baritan dalam menghadapi pandemi COVID-19 berjalan seperti biasa pada waktu yang telah ditentukan yaitu menjelang musim panen. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi baritan di antaranya yaitu nilai religi, nilai sosial, nilai kesederhanaan, dan nilai kebudayaan. Penelitian mengenai tradisi baritan bisa dijadikan bahan pembelajaran membaca artikel di SMA kelas XII, karena mempunyai nilai-nilai penting dalam kehidupan dan sesuai dengan kriteria bahan ajar.
Pergeseran Bahasa Teochew Pada Remaja Tionghoa Teochew di Pontianak Lily Thamrin; Suhardi Suhardi; Tjen Veronica; Lusi Lusi
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.39464

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan maksud dan tujuannya kepada orang yang diajak untuk berkomunikasi. Bahasa ibu sebuah etnis tentulah sangat penting bagi penggunanya, seperti bahasa dialek Teochew di Pontianak, dikarenakan masyarakat Pontianak yang sebagian besar adalah masyarakat yang multilingual sehingga mengakibatkan bahasa dialek Teochew mengalami pergeseran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan 127 respoden pemuda Teochew Pontianak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat dua faktor terjadinya pergeseran bahasa dialek Teochew yaitu faktor internal yang melibatkan penggunakan bahasa di lingkungan keluarga baik dengan orang tua maupun dengan sanak saudaranya serta faktor eksternal seperti pasar, toko, tempat ibadah serta sekolah. Terdapat beberapa dampak pergeseran bahasa dialek Teochew yang dirasakan salah satunya adalah dampak positif, yaitu komunikasi dengan lebih mudah baik dengan sesama orang Tionghoa maupun dengan masyarakat etnis lainnya. Dampak positif yang dirasakan ternyata menjadi momok bagi bahasa dialek Teochew yang akhirnya tergantikan oleh bahasa lain yaitu bahasa Indonesia.
Media Wayang Golek Fabel Untuk Meningkatkan Kemampuan Mendongeng Malik Fajar; Dingding Haerudin; Haris Santosa Nugraha
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.49849

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya media pembelajaran inovatif dan kreatif agar bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa Sunda salahsatunya mendongeng. Karena adanya pandemic COVID-19, proses pembelajaran kali ini harus melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) di luar lingkungan sekolah. Wayang golek fabel sebagai sebuah media inovatif dan kreatif dapat dijadikan media pembelajaran yang mampu meningkatkan proses pembelajaran bhasa Sunda khususnya kemampuan mendongeng siswa sebelum, dan sesudah menggunakan media wayang golek fabel. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain One Group pre-test dan post-test. Teknik yang digunakan yaitu tes kemampuan mendongeng dengan sumber datanya siswa kelas VII-7 SMP Negeri 11 Depok Tahun Ajaran 2020/2021. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) kemampuan mendongeng siswa sebelum menggunakan media wayang golek fabel berkategori sedang, dengan rata-rata nilai 53,92, (2) kemampuan mendongeng siswa sesudah menggunakan media wayang golek fabel berkategori baik, dengan rata-rata nilai 70,4, (3) ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan mendongeng siswa sebelum dan sesudah menggunakan media wayang golek fabel. Berdasarkan hasil penelitian ini, bisa disimpulkan bahwa media wayang golek fabel bisa meningkatkna kemampuan mendongeng siswa di kelas VII-7 SMP Negeri 11 Depik Tahun Ajaran 2020/2021  
Bal-Balan Sega Bentuk Tradisi Slametan dan Ngalap Berkah Bulan Sya'ban Pada Masyarakat Ngawi Jawa Timur Riza Mar'atus Sholikhah; Kalpika Cahya Buana; Elen Inderasari
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.40439

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya bentuk slametan dan ngalap berkah yang terdapat dalam folklore “Bal-balan Sega” yang kemudian akan dikaji oleh peneliti dengan menggunakan kajian antropologi sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk slametan dan ngalap berkah dari tradisi “Bal-balan Sega” di Dusun Tambakselo, Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumentasi video dan seorang informan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancaramendalam, rekam, catat, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori antropologi sastra menurut Endraswara yang kemudian dikaitkan dengan analisis model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa “Bal-balan Sega” merupakan salah satu tradisi unik yang berasal dari Ngawi khususnya masyarakat Tambakselo. Tradisi ini berbeda dari tradisi pada umumnya karena memiliki prosesi khusus yaitu perang nasi yang menjadi perhatian orang-orang awam yang belum mengetahuinya.
Model Cooperative Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan Kreativitas Pembelajaran Pupujian Ai Nurhayati
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.51762

Abstract

Abstrak: Pupujian merupakan salah satu materi pembelajaran bahasa Sunda di jenjang SMP kelas tujuh. Dalam pembelarajaran siswa biasanya merasa tidak semangat untuk mempraktikan pupujian di depan kelas, karena dianggap membosankan. Untuk itu guru mencari cara agar keaktifan dan kreativitas siswa meningkat. Salah satu cara yaitu dengan menggunakan model cooferative learning. Tujuan penelitian ini yaitu dengan menggunakan model pembelajaaran cooferative learning siswa diharapkan lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran pupujian sehingga tidak membosankan. Penelitian ini menggunakan metode PTK. Tehnik yang digunakan yaitu tes kemampuan melantunkan pupujian dengan kreativitas dengan sumber datanya siswa kelas VII E SMPN 1 Sukalarang Tahun Ajaran 2016/2017. Hasil dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan model cooferative Learning pembelajaran pupujian di kelas VII SMPN 1 Sukalarang meningkat dari segi kreativitas dan semangat siswa.  Kata Kunci: aktif; kreatif; cooperative learning; pupujian

Page 1 of 2 | Total Record : 11