cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2023): April 2023" : 10 Documents clear
Media Articulate Storyline 3 dalam Pembelajaran Guguritan Jakawali, Gifari; Nugraha, Haris Santosa
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.58933

Abstract

Di era digital, kegiatan pembelajaran diharapkan mampu menumbuhkan minat dan motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Terlebih materi yang diajarkan merupakan materi guguritan yang kini sudah jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan efektivitas media Articulate Storyline 3 dalam pembelajaran guguritan di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen murni. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes tulis kepada siswa kelas VIII SMPN 29 Bandung tahun ajaran 2020/2021. Sampel dipilih secara acak untuk memilih kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa media Articulate Storyline 3 sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa memahami pembelajaran guguritan di SMP. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan hasil akhir siswa, di mana 1) kemampuan siswa di kelas yang menggunakan media tergolong mampu; 2) kemampuan siswa di kelas yang tidak menggunakan media tergolong kurang mampu; dan 3) berdasarkan hasil uji statistik non parametris, menunjukkan Hₐ diterima dan H₀ ditolak, artinya terdapat perbedaan efektif antara kemampuan siswa di kelas eksperimen dan di kelas kontrol.
Budaya Sunda dan Budaya Korea: Studi Kasus Drama Korea Nur Alam, Fajar Sukma; Ratnawati, Ratnawati; Dewi, Nida Kania; Nur’aeni, Leni
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.52554

Abstract

Secara objektif perlu diakui bahwa strategi pemerintah Korea Selatan dalam melestarikan kebudayaan dapat dikatakan berhasil. Disinilah masyarakat Sunda dapat mencontoh dalam melestarikan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan budaya Korea berdasarkan gambaran dalam drama Korea, dan menyajikan persamaan kebudayaan Sunda dengan Korea agar menarik minat masyarakat dalam melestarikan budaya Sunda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sebagai sebuah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini berupa pemaparan budaya Korea yang tergambar dalam drama Korea dari tujuh unsur kebudayaan meliputi system religi, sistem organisasi, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian, dan sistem teknologi atau peralatan. Komparasi budaya Sunda dan Korea dalam drama korea memiliki beberapa macam persamaan dan perbedaan yang dapat dilihat dari tujuh unsur kebudayaan. Persamaan dan perbedaan tersebut dalam setiap unsurya dipaparkan sebagai pelestasrian budaya Sunda yang pada saat ini bagi kaum milenial sudah tak mengetahuinya lagi.
Hermeneutic Studies of Historical Romanticism of Pajajaran and Siliwangi in Mamaos Cianjuran Zainhani, Fadila Rahma
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.53752

Abstract

This study uses romantic hermeneutic studies to determine the historical value contained in Mamaos Cianjuran. Mamos Cianjuran about Pajajaran and Siliwangi is a literary work that contains high artistic and cultural value. By using the theory of Hermenautics, the essence of writing the work can be obtained.  The problems discussed in this study are studied through six methods, 1) place literary works as objects under study and position them as facts of ontology, 2) objectivize their structure, by analyzing the structural work of literature. 3) symbolization. 4) interpretation of symbols, associated with the process of creativity of literati in producing his work. 5) associating symbols with other disciplines to complement the interpretation. 6) the discovery of meaning or message that exists in the literary work. Based on the results of the study, Mamaos Cianjuran contains the author's fantasy about the heyday of Pajajaran and Siliwangi
Nilai Budaya dalam Kesenian Ronggeng Tayub Kaleran di Desa Mekarsari, Kabupaten Ciamis Saefurrohman, Aep
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.59846

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap kesenian ronggeng tayub kaleran yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) sejarah dan perkembangan kesenian ronggeng tayub kaleran; 2) proses pertunjukan kesenian ronggeng tayub kaleran; dan 3) nilai budaya yang terdapat dalam kesenian ronggeng tayub kaleran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta sumber data penelitian terdiri atas orang (person), tempat (place), dan kertas (paper). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasenian ronggeng tayub kaleran merupakan seni hiburan masyarakat yang hidup dan berkembang di Ciamis Utara, serta mempunyai ciri khas pola pertunjukan berupa gerakan pasangan antara ronggeng dan penari laki-laki. Proses pertunjukan terdiri atas tiga bagian, yaitu prapertunjukan (menyiapkan alat musik gamelan, menyediakan sesajian, kegiatan zikir, tatalu, dan sambutan), berlangsungnya pertunjukan (lagu pembuka, ibing lulugu, tayuban, ibing tambahan, dan lagu penutup), serta pascapertunjukan. Nilai budaya yang terdapat dalam kesenian ronggeng tayub kaleran, yaitu: 1) hakikat hidup yang mengajarkan agar senantiasa berusaha dan berikhtiar untuk kehidupan yang lebih baik; 2) hakikat karya yang menunjukan bahwa kesenian ronggeng tayub kaleran merupakan hasil karya masyarakat Ciamis Utara; 3) hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu yang menunjukkan bahwa kasenian ronggeng tayub kaleran dipergelarkan pada malam hari; 4) hakikat hubungan manusia dengan alam sekitarnya yang menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang lebih mulia daripada makhluk lainnya; serta 5) hakikat hubungan manusa dengan sesamanya, yang menunjukkan bahwa manusia saling membutuhkan dalam menjalankan kehidupannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai-nilai budaya yang terdapat dalam kesenian ronggeng tayub kaleran dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share terhadap Hasil Membaca Artikel Seni Budaya Sunda di SMP Kelas VIII Herlina, Herlina; Ropiah, Opah
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.55948

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share terhadap hasil membaca artikel seni budaya Sunda di SMP kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, terutama untuk menghitung hasil membaca artikel dengan cara meneliti secara langsung sumber yang akan dijadikan isi dalam sebuah artikel. Hasilnya  bahwa membaca artikel budaya Sunda sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share pada pretest kelas eksperimen nilai terbesar adalah 41 sedangkan nilai terkecil adalah 22 dan nilai rata-ratanya adalah 30,54. Nilai pretest tertinggi kelas kontrol adalah 42 sedangkan nilai terendah adalah 25 dan nilai rata-rata kelas adalah 32,50. Hasil setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share nilai posttest kelas kontrol terbesar adalah 90 sedangkan yang terkecil adalah 55 dengan rata-rata nilai 73.35. Nilai posttest kelas eksperimen terbesar adalah 81 sedangkan nilai terkecil adalah 40 dan nilai rata-ratanya adalah 58,15. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,05. Diterima, artinya ada pengaruh penerapan model kooperatif Think-Pair-Share terhadap hasil membaca artikel budaya Sunda.
Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Cirebon dalam Leksikon Arsitektur Hijau Keraton Kasepuhan Menyikapi Isu SDGs Yuningsih, Epi; Isnendes, Retty; Kurniawan, Eri
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.53777

Abstract

Arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan bangunan yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal karena dalam pemilihan dan penggunaan materialnya mencerminkan sifat berkelanjutan yang selaras dengan alam. Oleh karena itu, bangunan tersebut dianggap sebagai bangunan yang mencerminkan konsep green architecture sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun, ada kekhawatiran bahwa pengetahuan yang menjadi kearifan lokal dalam bangunan tersebut akan tergerus oleh pengaruh globalisasi dan modernisasi, hal tersebut tentunya akan sangat berdampak pada terkikisnya perbendaharaan leksikon dan pengetahuan masyarakat akan nilai-nilai kearifan lokal dalam bangunan keraton. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap nilai kearifan lokal dan konsep green architecture yang terekam dalam leksikon etnoarsitektur Keraton Kasepuhan dengan menggunakan pendekatan teoritis berupa studi etnolinguistik yang mengkaji bahasa dan budaya sebagai suatu kesatuan yang utuh. Data bahasa berupa leksikon bersumber dari kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis berdasarkan bentuk lingualnya. Selanjutnya, data tersebut dikaitkan dengan konsep arsitektur hijau yang menjadi tujuan dari pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) serta nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah leksikon yang berkaitan dengan arsitektur untuk menyatakan jenis bangunan, bagian-bagian bangunan, alat dan bahan bangunan, proses pembuatan, perawatan bangunan, dan jenis ornamen. Leksikon tersebut mengandung nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Cirebon dan mencerminkan konsep green architecture karena telah memenuhi prinsip-prinsip arsitektur hijau berupa conserving energi, working with climate, respect for site, respect for use, limitting new resources, dan holistic. Penerapan prinsip tersebut menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, arsitektur Keraton Kasepuhan sudah mendukung arsitektur yang berkelanjutan sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Tata Aksara Pegon dalam Naskah Pupujian Nadhomul Mawalidi wal Mi’raj Apriyanto, Agung
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.59256

Abstract

Aksara Pegon merupakan bagian dari kekayaan budaya Sunda. Keadaan ejaan bahasa Sunda dalam aksara Pegon adalah sistem tata tulis yang arbitrer. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang struktur ejaan berupa tata aksara Pegon yang digunakan untuk menuliskan bahasa Sunda. Sumber data yang digunakan adalah naskah pupujian yang berjudul Nadhomul Mawalidi wal Mi’raj. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa tata aksara Pegon yang terdapat dalam naskah tersebut memiliki aturan tertentu seperti penulisan (1) aksara konsonan, (2) vokalisasi, (3) tanda baca, (4) gugus konsonan, dan (5) gugus vokal. Aksara konsonan dalam naskah ini terdapat 31 bentuk: 25 aksara bisa disambung di tengah (80%) dan 6 aksara tidak bisa disambung di tengah (20%). Vokalisasi dalam aksara Pegon memiliki 8 jenis: 7 penanda vokal dan 1 tanda sukun sebagai penghilang vokal. Tanda baca yang ditemukan adalah angka 2 Hija’iyah untuk menunjukkan reduplikasi dwilingga murni. Gugus konsonan dalam naskah ditulis dengan sisipan vokalisasi. Adapun gugus vokal yang diperoleh terdiri atas 15 jenis dan dibangun oleh 5 huruf.
Analisis Percakapan dalam Jual Beli di Pasar Tonggeng, Baleendah, Bandung Khotimah, Anisah Husnul
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.60253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip kerjasama dan pola pasangan berdampingan dalam percakapan antara penjual dan pembeli di Pasar Tonggeng, Baleendah, Kabupaten Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah tuturan antara penjual dan pembeli di Pasar Tonggeng, Baleendah, Kabupaten Bandung. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode observasi dan sadap rekam, yang kemudian ditranskripsi dan dicatat menggunakan kartu data. Teknik pengolahan data menggunakan teknik analisis unsur langsung. Hasil penelitian ini: 1) ditemukan percakapan yang mematuhi serta melanggar prinsip kerjasama yang meliputi maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim cara, dan maksim relevansi; dan 2) ditemukan delapan pasangan berdampingan (adjacency pairs) dalam percakapan antara penjual dengan pembeli yang meliputi (1) pasangan penuduh dan persetujuan, (2) pasangan penuduh dan penolakan, (3) pasangan permohonan dan persetujuan, (4) pasangan permohonan dan penolakan, (5) pasangan pertanyaan dan jawaban, (6) pasangan penawaran dan penerimaan, (7) pasangan penawaran dan penolakan, dan (8) pasangan panggilan dan jawaban. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa percakapan yang efektif dalam kegiatan jual beli disebabkan oleh mematuhinya prinsip percakapan, dan sebaliknya percakapan dalam kegiatan jual beli dapat berlangsung tidak efektif apabila melanggar prinsip percakapan. Setiap percakapan antara penjual dengan pembeli membentuk pasangan berdampingan (adjacency pairs) yang berbeda sesuai dengan maksud tuturan. Pasangan berdekatan yang paling banyak ditemukan adalah pasangan pertanyaan dan jawaban.
Di Taman Larangan: Analisis Sruktur Lahir dan Struktur Batin Sridaryanti, Derizda
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.59998

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman masyarakat (pembaca awam) terhadap sajak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dalam memahami sajak dengan cara menganalisis struktur lahir dan struktur batinnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Teknik yang digunakan yaitu teknik studi pustaka dengan instrumen berupa kartu data. Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku kumpulan sajak Di Taman Larangan karya Surachman RM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kumpulan sajak tersebut terkandung struktur lahir sajak yang meliputi diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, dan purwakanti. Diksi yang digunakan banyak yang berkaitan dengan alam dan lingkungan sekitar. Imaji yang dominan berupa imaji penglihatan. Kata konkret yang digunakan banyak menggunakan kata-kata yang erat hubungannnya dengan lingkungan sekitar. Gaya bahasa yang paling banyak yaitu gaya bahasa personifikasi. Persajakan atau purwakanti yang paling banyak yaitu purwakanti maduswara. Adapun struktur batin dalam kumpulan sajak tersebut meliputi tema, rasa, nada, dan amanat. Tema yang banyak muncul yaitu tentang perjalanan, rasa yang banyak digunakan yaitu rasa sedih, dan nada yang dominan berupa nada lugas atau menceritakan sesuatu kepada pembaca, serta amanat yang diperoleh merupakan amanat yang bisa dijadikan pembelajaran untuk hidup ke depan. Simpulannya, kumpulan sajak ini memiliki struktur lahir dan struktur batin yang lengkap sehingga dapat memperkaya pengalaman batin pembaca.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Pelesir ka Basisir Karya Risnawati Febrianto, Erick Rizky
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.60206

Abstract

Salah satu cara untuk menanamkan karakter pada peserta didik yaitu melalui mata pelajaran, dan salah satunya melalui karya sastra. Itulah sebabnya kajian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan struktur cerita novel Pelesir ka Basisir karya Risnawati, dan (2) menganalisis nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel tersebut. Tehnik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. Landasan kajian ini meliputi struktur cerita novel yang terdiri atas tema, fakta cerita (alur, tokoh, latar), dan sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya bahasa), serta  nilai pendidikan karakter yang meliputi: 1) religius; 2) jujur; 3) toleransi; 4) disiplin; 5) kerja keras 6) kreatif; 7) mandiri 8) demokratis; 9) rasa ingin tahu; 10) semangat kebangsaan; 11) cinta tanah air; 12) menghargai prestasi 13) bersahabat/komunikatif; 14) cinta damai; 15) gemar membaca; 16) peduli lingkungan; 17) peduli sosial; dan 18) tanggung jawab. Hasilnya menunjukkan bahwa novel tersebut mengandung struktur cerita yang lengkap serta sangat sarat dengan nilai pendidikan karakter.

Page 1 of 1 | Total Record : 10