cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
An - Nisa`
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 2 (2013)" : 10 Documents clear
Aktualisasi istri nabi saw dalam membumikan Bin Junaid, Junaid
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah membahas tentang aktualisasi istri Nabi saw. dalam membumikan hadis. Dalam pembahasannya penulis menggunakan metode library atau metode pustaka. Dengan bertujuan untuk mendapat-kan satu pemahaman tentang peranan istri Nabi saw. dan pengaruhnya terhadap perkembangan hadis. Dalam hal ini peranan mereka adalah sangatlah urgen dalam mengaktualisasikan hadis Nabi saw. dan ini juga mengindikasikan bahwa istri Nabi saw. tersebut memiliki peluang dan kesempatan untuk meriwayatkan dan menyebar-kan hadis kepada masyarakat secara umum dan utamanya kepada para sahabat Nabi.
Kontribusi ummu salamah dalam periwayatan hadis Alwi, Zulfahmi
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: As one af ummahat al-muminin, Ummu Salamah carried out the functionas a to the Messenger of Allah in carrying-prophetic messages and  provide a geat sharein the transmission of hadith. The position of Ummu salamah as the wife of Muhammad saw. made heras one of the primary resources regarding the personal life of the Prophet as well as his teachings and doctrines in Islam. Ummu Salamah has narrated not less than 809 hadith that could be found in al-kutub al- sittah. Based on that contribution, some expertsin hadith put Ummu Salamah as the most women narrators after Aisyah, that narrated hadith from Rasulullah. in terms of its content, the issues that raise din more of Ummu Salamah narrations wasaround the issuesof worship and morals ns well as muamalah.
Pekerja anak perempuan disektor formal Abidin, Kurniati
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mengkaji tentang faktor -faktor yang mendorong anak untuk bekerja dan kondisi kerja mereka. Faktor pendorong utama mereka bekerja ialah tekanan ekonomi atau kemiskinan. Ketidakmampuan ekonomi orang tua mereka, memaksa mereka untuk berhenti sekolah dan memaksakan diri untuk bekerja demi menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Penghasilan yang meraka terima menjadi kontribusi bagi keluarga yang sifatnya fungsional. Faktor lain yang turut mendukung keberadaan pekerja anak adalah faktor budaya lokal dan ekonomi pasar. Kondisi kerja buruh anak sangat memprihatinkan. Mereka diiksploitasi, baik dari sesi jam kerja maupun upah. Selain itu mereka juga seringkali mendapatkan pelecehan seksual, baik yang dilakukan oleh teman sekerja maupun oleh atasan.
Perspektif perempuan dalam mengelola manajemen Indah, Haslindah
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan utama penciptaan manusia di muka bumi adalah untuk menjadi khalifah dan memakmurkan alam tempat tinggalnya. Perempuan adalah asset yang sangat urgen dalam menata kehidupan ke-arah yang lebih baik. Salah satu keunggulan perempuan yang patut diapresiasi adalah kemampuan mereka dalam mengelola keuangan keluarga. Tulisan ini menggambarkan bagaimana perempuan mengelola keuangan keluarga dengan berbagai usaha seperti menjadi manajer atau pengusaha di ruang-ruang publik dengan kecakapan yang dimilikinya. Di samping itu, mereka bisa mengelola sumber daya alam di lingkungan mereka seperti berkebun, beternak, dan semacamnya yang memiliki nilai komensil yang tinggi.
Peran pendidikan dalam kemanusiaan perempuan Kalsum, Ummu
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perempuan adalah makhluk pedagogik yang mempunyai hak atas pendidikan yang selama ini masih menjadi suatu impian yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu di antara mereka. berbagai faktor pembatasan akses atas pendidikan bisa berupa ekonomi, waktu, tempat, ketabuan, dan semacamnya dijadikan alasan untuk menggiring mereka pada wilayah domestic sebatas sumur, dapur, dan kasur. dalam mengatasi ketidakadilan gender tersebut, pendidikan harus memanusiakan perempuan baik dalam posisi mereka sebagai obyek atau subyek pendidikan yang tentunya harus diawali dengan membuka akses yang luas bagi mereka atas pendidikan itu sendiri.
Model integrasi perempuan dalam dinamika Kehidupan: Antara Idealisme dan Realitas (Telaah Surah an-Nahl 97 dan Kaedah Nahwunya) Ulfa, Maria
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi: Dahulu, marginalisasi subordinasi dan diskriminasi terhadap perempuan sebuah fenomena umum di tengah masyarakat, Perempuan diasumsikan sebagai makhluk lemah emosional, mudah terpengaruh dan irasional. Tapi kini, terjadi perubahan cara pandang masyarakat terhadap perempuan. Peran dan posisi perempuan telah diakui publik sebagai aset yang tidak dapat dianggap sepele bagi keberhasilan pembangunan nasional. Mereka berlomba-lomba mengaktualisasikan diri sebagai bukti bahwa eksistensi mereka di tengah adalah sebuah kesungguhan. Perempuan dengan peran ganda (double burden) pun menjadi fenomena umum di tengah masyarakat modern, Sehubungan dengan itu, berkiblat dari telaah zurah an-Nahl ayat 97 ditinjau dari kaedah nahwu, tulisan ini akan menawarkan model integrasi perempuan menjalani peran ganda dalam dinamika kehidupan, agar antara idealisme dan realitas tidak menjadi sebuah dilema.
Gender Dalam Prilaku Sosial Masyarakat Djamaluddin, Ahdar
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gender merupakan topik ulama yang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat luas. Tidak sedikit masyarakat yang mempunyai persepsi yang berbeda mengenai hal itu dan itulah yang menyebabkan adanya kontroversi di antara masyarakat. Hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan dapat dilihat dalam berbagai bidang kehidupan antara lain  dalam bidang politik, sosial, ekonomi, budaya, hukum dan sebagainya. Hubungan sosial tersebut pada umumnya menunjukkan bahwa kedudukan perempuan lebih kendati bila dibandingkan dengan kedudukan laki-laki. Berbagai macam bentuk ketidakadilan gender saat ini diantaranya marjinalisasi, penomorduaan, stereotype, isu gender dalam hukum adat, isu gender dalam perundang-undangan.
Humanizing foreign language teaching towards female students inner capacity development Said, Muis
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran bahasa asing perlu diorientasikan dalam mengembangkan inner capacity peserta didik perempuan yang memiliki karakter yang unik dan berbeda dari karakter yang dimiliki oleh peserta didik laki-laki, Dalam memaksimalkan upaya tersebut. enam komponen pembelajaran bahasa asing yang terdiri  tujuan pembelajaran, model silabus, kegiatan pembelajaran, peran dosen, peran peserta didik, dan peran bahan ajar harus diorientasikan pada tiga poin dari inner capacity yang terdiri dari: daya kalbu, daya pikir, dan daya hidup yang didukung oleh nilai-nilai pendidikan humanis.
Emansipasi Wanita Dalam Perspektif Hukum Islam Ani, Fitriyani
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Emansipasi wanita adalah prospek pelepasan wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah, serta pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan maju. Islam sangat memuliakan wanita. Al-quran dan sunnah memberikan perhatian yang sangat besar serta kedudukan yang terhormat kepada wanita, baik sebagai anak, istri, ibu, saudara maupun peran lainnya. Begitu pentingnya hal tersebut, Allah mewahyukan sebuah surah dalam al-Quran kepada Nabi Muhammad yaitu Surat An-Nisa yang sebagian besar ayat dalam surat ini membicarakan persoalan yang berhubungan dengan kedudukan, peranan dan perlindungan hukum terhadap hak-hak wanita. sesungguhnya Islam menempatkan wanita di tempat yang sesuai pada tiga bidang: Pertama, bidang kemanusiaan, Islam mengakui hak wanita sebagai manusia dengan sempurna sama dengan pria. Kedua, Bidang sosial, terbuka lebar bagi wanita di segala jenjang pendidikan, diantara mereka menempati jabatan-jabatan penting dan terhormat dalam masyarakat sesuai dengan tingkatan usianya, semakin bertambah pula hak-hak wanita, usia kanak-kanak; kemudian sebagai seorang istri, sampai menjadi seorang ibu yang menginjak lanjut usia (lansia), yang lebih membutuhkan cinta, kasih dan penghormatan. Ketiga, Bidang Hukum, Islam mempergunakannya tatkala sudah mencapai usia dewasa dan tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya baik ayah, suami atau kepala keluarga.
Nikah Lintas Agama Dan Riddah di Indonesia Sarjan, Andi
An - Nisa` Vol 6 No 2 (2013)
Publisher : PSW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi: Islam adalah agama yang menghargai perempuan melalui Iembaga perkawinan. Perkawinan adalah ajaran Islam yang prinsip, yang bertujuan terwujudnya kelanjutan generasi manusia dalam memakmurkan bumi. Perkawinan dalam Islam adalah perintah agama dan karenanya ia adalah sesuatu yang sakral. Sehubungan dengan itu, Islam telah penetapkan sejumlah ketentuan dalam pelaksanaanya di ataranya larangan kawin bagi umat Islam dengan orang-orang musyrik dan orang-orang kafir. Indonesia sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim telah membuat hukum perkawinan nasional. Hukum ini telah mengatur perkawinan lintas agama di mana laki-laki dan perempuan muslim dilarang keras kawin beda agama. Rumah tangga yang berlainan agama dapat terjadi karena riddah. Perkawinan beda agama, tidak sah menurut fikih Indonesia dan perundang-undangan (KHI).

Page 1 of 1 | Total Record : 10