Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 1 (2016)"
:
10 Documents
clear
PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN TEPIAN AIR (WATERFRONT) KOTA BULUKUMBA KABUPATEN BULUKUMBA
Despry Nur Annisa
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.981
Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bulukumba Tahun 2012-2032 menetapkan bahwa Kawasan Strategis Kabupaten dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi diarahkan pada Kawasan Pengembangan Perkotaan Waterfront City. Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis merasa penting melakukan sebuah penelitian yang berjudul Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kawasan Tepian Air (Waterfront) Kota Bulukumba Kabupaten Bulukumba agar seiring dengan meningkatnya pendapatan ekonomi daerah akibat pembangunan kawasan tepian air (waterfront) Kota Bulukumba, aspek lingkungan dan aspek sosial juga turut meningkat secara bersamaan sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan peraturan zonasi (zoning regulation) sehingga metode analisis yang digunakan berupa analisis ketentuan kegiatan dan pemanfaatan ruang zonasi karena disesuaikan dengan variabel penelitian yang difokuskan pada ketentuan kegiatan dan pemanfaatan lahan. Hasil dari analisis ketentuan kegiatan dan pemanfaatan ruang tersebut berupa matriks ITBX yang didalamnya berupa kegiatan yang diizinkan (I), kegiatan yang diizinkan secara terbatas (T), kegiatan yang diizinkan secara bersyarat (B), dan kegiatan yang diberhentikan (X) pada kawasan tepian air (waterfront) Kota Bulukumba.
ANALISIS TINGKAT RESIKO BENCANA KEBAKARAN DI KECAMATAN MARISO KOTA MAKASSAR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEGRAFIS (SIG)
Bimo Aji Widiantoro
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.986
Bencana kebakaran merupakan salah satu masalah yang sering timbul di permukiman padat Kota Makassar. Kecamatan Mariso merupakan salah satu kecamatan di Kota Makassar yang memiliki peluang terjadinya kebakaran karena jumlah kepadatan penduduk yang tinggi dengan persentase kepadatan bangunan tertinggibyya yaitu ≥ 81 unit bangunan per hektare (BPS Kota Makassar, 2014). Peningkatan pertumbuhan penduduk memicu tingginya permintaan hunian yang tidak sebanding dengan penyediaan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, serta minimnya upaya mitigasi baik manajemen dan infrastruktur penanggulangan bencana kebakaran kota. Penelitian ini mengkaji tentang nilai tingkat resiko kebakaran di Kecamatan Mariso. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembobotan untuk mengidentifikasi nilai tingkat resiko bencana kebakaran berdasarkan variabel yang diberi bobot sesuai standar dan kondisi eksisting saat ini. Dari hasil analisis tersebut dapat diketahui zonasi daerah yang rawan terhadap kebakaran di Kecamatan Mariso yang terbagi menjadi tiga zona yaitu zona tingkat resiko tinggi, zona tingkat resiko sedang, dan zona tingkat resiko rendah. Sehingga dalam arahan mitigasi berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat berdasarkan pembagian zona tersebut.
PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PADA PERUMAHAN DI KELURAHAN GUNUNG SARI
Risma Handayani;
Laily Fitri Ramadhani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.982
Penelitian ini membahas tentang Perilaku Masyarakat dalam Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Permukiman (Studi Kasus: Perumahan di Kelurahan Gunung Sari). Permasalahan pokok yang dibahas adalah bagaimana perilaku masyarakat dalam mendukung penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) privat pada perumahan di Kelurahan Gunung Sari dan bagaimana upaya-upaya masyarakat meningkatkan penyediaan RTH privat di Kelurahan Gunung Sari. Atas dasar masalah tersebut, penulis mengadakan penelitian untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam mendukung penyediaan RTH privat dan mengetahui upaya-upaya untuk meningkatkan penyediaan RTH privat dalam pengembangan RTH privat di Kelurahan Gunung Sari. Pengolahan data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian disimpulkan bahwa perilaku masyarakat memiliki kesadaran kepentingan udara bersih dan lingkungan asri, mempunyai keinginan bersama dalam menciptakan penghijauan secara privat, serta memiliki kesediaan waktu memberi perhatian lebih terhadap tanaman bagi sebagian rumah tangga. Adapun upaya-upaya masyarakat untuk memaksimalkan program pemerintah dengan melakukan lebih banyak program-program untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, meningkatkan informasi terhadap program penghijauan dengan media tanam terhadap keterbatasan ruang lahan pekarangan, membentuk kelompok peduli lingkungan serta membuat program mengurangi satu hari dana pemakaian bahan bakar dengan membeli dan memelihara satu pohon untuk pengembangan RTH privat pada perumahan di Kelurahan Gunung Sari.
ANALISIS JASA LINGKUNGAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BUKITTINGGI SUMATERA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI
Wiwiek Dwi Serlan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.987
Perkembangan dan arah pembangunan ruang kota di Kota Bukitingi yang dikuti dengan peningkatan jumlah penduduk menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan. Akibatnya komposisi antara Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ruang terbangun menjadi tidak seimbang. Hal ini akan menggangu kestabilan ekosistem dan habitat alami. Konsep kota hijau yang berkelanjutan juga semakin sulit dimplmentasikan. Pada prinsipnya, RTH sebagai elemen penyusun kota memilki peranan penting dalam memberi jasa lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu melalui analisis ini, nilai jasa lingkungan dari keberadan RTH dapat dihitung secara rinci, sehinga kepekan masyarakat erhadap lingkungan dapat ditngkatkan. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah analisis spasial dengan pendekatan sistem informasi geografis (SIG) yang dikombinasi ekstensi model CITYgren. Hasil dari penelitan ini menunjukan manfat dan nilai ekonomi dari RTH dalam kemampuan penyimpanan karbon (carbon trade); daya serap polutan udara; dan kemampuan RTH dalam menyimpan air hujan. Pada daerah kajian studi yaitu Kota Bukitingi, berdasarkan perhitungan yang dilakukan diketahui, RTH kota memilki nilai manfat yang sangat besar secara ekonomi. Oleh karena itu, RTH eksisting sebaiknya dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas jasa lingkungan yang dapat diberikan. Salah salu langkah yang dapat dilakukan misalnya menambah ketersedian RTH dalam bentuk penatan jalur hijau jalan dan sempadan sungai, atau dalam bentuk taman public. Output penelitan juga diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemangku kebijakan dalam menentukan arah pengembangan di Kota Bukittingi.
KARST MAROS PANGKEP MENUJU GEOPARK DUNIA (Tinjauan dari Aspek Geologi Lingkungan)
Slamet Nuhung
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.977
Bentuk bentang alam (geomorfologi) kawasan kars Maros-Pangkep pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan sistem perguaan. Bukit-bukit kapur menjulang tegak dengan tebing-tebing yang menantang sebagai suatu fenomena geologi yang diakui oleh banyak pakar memiliki nilai yang sangat tinggi oleh ragam mega-biodiversity yang khas, unik dan endemik. Gua-gua kars menjadi habitat flora - fauna langka, juga menyimpan jejak-jejak kehidupan manusia prasejarah, hal ini menjadi situs purbakala yang masih asli. Keragaman kekayaan alami kawasan ini menjadikannya sebagai komoditi geowisata yang direkomendasikan sebagai salah satu situs warisan dunia (world heritage site) dan dinilai sangat layak untuk bergabung ke dalam Global Geopark Network (GGN) oleh UNESCO. “Geological Park” disingkat Geopark atau taman bumi merupakan konsep manajemen pengembangan kawasan secara berkelanjutan, yang disinergikan dengan tapak keragaman geologi (geodiversity), keragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity), yang terletak berdekatan di wilayah telah terbangun, dikelola dengan cara memadu-serasikan prinsip-prinsip konservasi terhadap ketiga keragaman tersebut dan terintegrasi dengan rencana tata ruang wilayah eksisting.Tujuan geopark adalah untuk pembangunan serta pengembangan ekonomi kerakyatan. Maka Penetapan kawasan geopark memiliki dampak yang sangat besar untuk geowisata dan konservasi alam yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat lokal (community development).
BANGKITAN PERGERAKAN LALU LINTAS TERHADAP TATA BANGUNAN DAN TINGKAT PELAYANAN (LoS) DI RUAS JALAN ANDI MALLOMBASANG DAN JALAN USMAN SALENGKE SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA
Iyan Awaluddin
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.983
Kondisi kapasitas jalan yang cenderung tetap berbanding terbalik dengan tingkat pertumbuhan kendaraan yang terus bertambah setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) tingkat bangkitan lalu lintas yang ditimbulkan oleh tata bangunan di ruas Jalan A. Mallombasang dan Jalan Usman Salengke Sungguminasa, (2) tingkat pelayanan jalan (LoS) akibat tarikan dan bangkitan lalu lintas yang ditimbulkan oleh tata bangunan dan (3) beberapa alternatif penanganan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan tingkat pelayanan (LoS). Penelitian ini dilaksanakan di ruas Jalan A. Mallombasang dan Jalan Usman Salengke Sungguminasa Kabupaten Gowa Privinsi Sulawesi Selatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisa kuantitatif yang meliputi perkiraan trip attraction masing-masing guna lahan, identifikasi LoS dengan menghitung perkiraan peningkatan volume kendaraan dan volume per capacity ratio (VCR) tahun 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat bangkitan lalu lintas yang ditimbulkan oleh tata bangunan tidak berpengaruh signifikan terhadap volume kendaraan yaitu proporsi Traffic Through yang lebih tinggi daripada proporsi Trip Attraction dengan proporsi 78% dan 22% pada tahun 2013 serta 82% dan 18% pada tahun 2018. Tingkat pelayanan jalan (LoS) pada hari kerja rendah jika dibandingkan dengan tingkat pelayanan jalan pada hari libur. Alternatif penganan yang dapat dilakukan dan memberikan dampak siknifikan terhadap peningkatan tingkat pelayanan (LoS) yaitu melakukan pelebaran jalan sekaligus menghilangkan hambatan samping.
PENGEMBANGAN WILAYAH BERBASIS PENDEKATAN SOSIAL EKONOMI DI KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN
Andi Muliani Sultani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.978
Penelitian ini mencoba membangun sinergitas positif antara aspek aspek ekonomi dan strategi pembangunan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : menganalis perkembangan wilayah Kabupaten Barru berbasis ekonomi wilayah, dan menyusun strategi pengembangan wilayah Kabupaten Barru berbasis aspek sosial budaya dan ekonomi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, indeks entropy, indeks Williamson, indeks Theil, indeks Gini, analisis Skalogram, analisis Location Quotient, analisis Shift Share dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan; Perkembangan wilayah Kabupaten Barru perkembangan wilayah berbasis ekonomi memiliki proporsi keragaman sektor perekonomiaan di Kabupaten Barru cukup baik. Tingginya tingkat kesenjangan pemerataan pendapatan penduduk. Dari tiga tipologi wilayah yang menjadi wilayah penelitian, pegunungan yang tertinggi kesenjangan penduduknya, disusul dataran rendah dan kemudian pesisir. Sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan dan menjadi aktivitas perekonomian primer di Kabupaten Barru tidak diimbangi oleh aktivitas sektor industri pengolahan.
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN KECAMATAN PATTALASSANG KABUPATEN TAKALAR
Nur Afni
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.984
Pertambahan jumlah penduduk dengan aktifitasnya menyebabkan kebutuhan akan lahan serta peningkatan konsumsi sumber daya. Hal tersebut akan mempengaruhi daya dukung lingkungan suatu wilayah. Daya dukung lingkungan perlu diperhatikan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keterbatasan dari lingkungan. Hasil penentuan daya dukung lingkungan dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah yang berkelanjutan. Daerah studi kasus dalam penelitian ini adalah Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan lahan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang berupa kondisi fisik wilayah studi, jumlah penduduk, potensi wilayah dan penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Pattallassang. Dalam penelitian ini pun digunakan analisis yang berupa analisis proyeksi, VIS, daya dukung dan teknik ecological foodprint. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa status daya dukung lahan dinyatakan deficit atau terlampaui karena ketersediaan lahan kurang dari kebutuhan lahan (SL
KESESUAIAN LAHAN PENGEMBANGAN PERKOTAAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA
Asmirawati Asmirawati
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.979
Peningkatan kebutuhan lahan perkotaan dengan sisi lainnya terdapat keterbatasan ketersediaan dan kemampuan lahan, mengharuskan perencanaan pemanfaatan lahan dilakukan secara optimum. Kecamatan Kajang merupakan kawasan perkotaan penunjang di Kabupaten Bulukumba. Pesatnya kebutuhan lahan dan pemanfaatan sumberdaya lahan. Penelitian bertujuan untuk menilai tingkat daya dukung lahan dan memberikan informasi dalam pelestarian lingkungan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah deskriptif kuantitatif, terdiri dari tahap pengambilan dan pengolahan data. Pengambilan data dilakukan melalui studi literatur dari beberapa instansi terkait. Sementara analisis data spasial dilakukan dengan menggunakan software Sistem Informasi Geografi (GIS). Hasil yang diperoleh yaitu keseluruhan lahan di seluruh sub BWP berpotensi dilakukan kegiatan pembangunan atau kegiatan budidaya. Analisis Kesesuaian Lahan diperoleh kesesuaian lahan untuk permukiman dan penyangga. Kawasan permukiman (terbangun) mencapai 507,03 ha atau sekitar 90,12% dari luas total kawasan, sisanya sekitar 55,56 ha atau hanya mencapai 9,88% merupakan kawasan penyangga. Hal ini menunjukkan bahwa dominan BWP Kajang dapat dikembangkan sebagai kawasan terbangun, sehingga RTRW alokasi pemanfaatan lahan masih dapat memenuhi kebutuhan lahan pembangunan perkotaan.
PENGARUH BANJIR TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN TANASITOLO KABUPATEN WAJO
Muhammad Sukirman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i1.985
Kecamatan Tanasitolo ditetapkan sebagai produksi tanaman pangan dan holtikultura yang mempunyai luas pertanian 5.075 Ha dengan produktivitas pada tahun 2012 menghasilkan 50.20 ton/Ha. Potneis tersebut mengalami penurunan dengan kerawanan terhadap banjir karena sebagioan batas administrasinya berbatasan langsung dengan Danau Tempe.. Olehnya itu diadakan penelitian Pengaruh Banjir Terhadap Produksi Tanaman Pangan di Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo agar dapat dketahui seberapa kuat pengaruh banjir ini terhadap hasil pertanian sehingga dapat ditemukan sebuah solusi nantinya untuk meminimalisir bencana banjir yang sering terjadi di wilayah ini. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis overlay untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir yang terjadi dalam analisis korelasi untuk mengetahui seberapa kuat pengaruh debit banjir ini mempengaruhi produktivitas tanaman pangan di Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo. Hasil penelitian ini adalah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan banjir agak rawan memiliki nilai korelasi kuat terhada produksi tanaman pangan di Kecamatan Tanasitolo.wilayah yang memiliki nilai koifisien korelasi sedang terhadap tanaman pangan di Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo. Dan wilayah yangmemiliki tingkat kerawanan banjir rawan memiliki nilai koifisien korelasi kuat terhadap tanaman pangan di kecamatan Tanasitolo, dan wilayah yg memiliki tingkat kerawanan sangat kuat memiliki nilai koifisien korelasi sangat kuat terhadap tanaman pangan di Kecamatan Tanasitolo.