cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
DeReMa (Development Research of Management) Jurnal Manajemen
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER" : 6 Documents clear
THE EFFECT OF ENTREPRENEURSHIP EDUCATION TO STUDENT’S ENTREPRENEURIAL INTENTION WITH SELF-EFFICACY AS MEDIATING VARIABLE [PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP NIAT KEWIRAUSAHAAN PADA MAHASISWA DENGAN VARIABEL EFIKASI DIRI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI] Elissa Lestari; Geofanny Teo Setiawan
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.3884

Abstract

Entrepreneurship holds a strategic role for national economic development by creating job opportunity. Unfortunately, Indonesia still has low number of entrepreneurs. Since entrepreneurship can be learned, then universities are seen as one of the potential sources of supply to create entrepreneurs through entrepreneurial education. Although Indonesian government and ministry of higher education give a strong support to stimulate entrepreneurship in higher education, in the reality, most of university graduates still hesitate to become entrepreneur. This study aims to see the effect of entrepreneurship education, entrepreneurial self-efficacy on student’s entrepreneurial intentions from four private universities located in Tangerang. The research was carried out using quantitative methods using non-probability sampling with judgmental sampling. The data were collected through online questionnaires using google forms with a sample target of 134 samples. The data analysis in this study using the SEM (Structural Equation Modeling) technique assisted by the SmartPLS 3.0 software. This study shows that entrepreneurship education has a significant effect on entrepreneurial self-efficacy and entrepreneurial intentions. And, Entrepreneurial Self-Efficacy positively affect entrepreneurial intention.  The study also found that entrepreneurial self-efficacy partially mediates the relationship between entrepreneurship education with Student's Entrepreneural IntentionAbstrak dalam Bahasa Indonesia. Kewirausahaan memegang peran strategis bagi pembangunan ekonomi nasional dengan menciptakan lapangan kerja. Sayangnya, jumlah wirausahawan di Indonesia masih rendah. Oleh karena kewirausahaan merupakan hal yang dapat dipelajari maka perguruan tinggi dipandang sebagai salah satu sumber pasokan potensial untuk menciptakan wirausahawan melalui pendidikan kewirausahaan. Meskipun pemerintah Indonesia dan kementerian pendidikan tinggi memberikan dukungan yang kuat untuk mendorong kewirausahaan di perguruan tinggi, pada kenyataannya, sebagian besar lulusan universitas masih ragu-ragu untuk menjadi pengusaha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan kewirausahaan, efikasi diri kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa dari empat perguruan tinggi swasta yang berada di Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan non-probability sampling dengan judgemental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online menggunakan google form dengan target sampel sebanyak 134 sampel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik SEM (Structural Equation Modeling) yang dibantu dengan software SmartPLS 3.0. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap efikasi diri kewirausahaan dan niat berwirausaha. Lebih lanjut, Entrepreneurial Self-Efficacy berpengaruh positif terhadap niat berwirausaha. Penelitian ini juga menemukan bahwa efikasi diri kewirausahaan secara parsial memediasi hubungan antara pendidikan kewirausahaan dengan Niat Berwirausaha Siswa. 
ANALISIS STRATEGI BERSAING BISNIS HOME INDUSTRY [ANALYSIS OF HOME INDUSTRY BUSINESS COMPETITIVE STRATEGY] Maria Rijanto
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.3989

Abstract

The Food Industry is one of industry currently surviving and promising in Indonesia. In 2019 the food and beverage industry in Indonesia increased by 6.77%, and contributed to the national GDP of 7.35% so that this industrial sector can be relied upon. The home industry is one of the business segments that does not require large capital and can absorb a lot of labors. In the city of Bekasi, the market snack industry is one of the industries that is in great demand so that it is growing. This research was conducted in one of the home industries in Harapan Indah, Bekasi. In Harapan Indah, traditional snack industry has tight market competition. Mayona is home industry of traditional snack that has been established since 2002, currently Mayona has the goal of maximizing revenue in order to remain competitive in the current market industry. This research is using qualitative method. the respondents in this study were selected using purposive sampling. Respondent of this research are Mayona owner, Mayona employees, Mayona reseller,owner of retail traditional snack, consumer of enduser Mayona, and consumers of retail traditional snack. This study aims to 1) find out the strengths and weaknesses that Mayona currently has using SWOT analysis, 2) find out what are the external challenges and opportunities of Mayona by using SWOT analysis and Porter's Five Force analysis in the Mayona environment, 3) Propose appropriate strategies to Mayonna is differentiation by creating a competitive advantage.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Salah satu industri yang saat ini dapat bertahan dan menjanjikan adalah industri makanan. Di tahun 2019 industri makanan dan minuman di Indonesia mengalami kenaikan 6,77%, dan memberi kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 7,35% sehingga sector industry ini dapat diandalkan. Home industry merupakan salah satu segmen usaha yang tidak membutuhkan modal besar dan dapat menyerap banyak tenaga kerja. Di kota Bekasi industri jajanan pasar termasuk industri yang banyak diminati sehingga mengalami pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan pada salah satu home industry yang ada di Perumahan Harapan Indah kota Bekasi. Di perumahan Harapan Indah industri jajanan pasar memiliki persaingan yang ketat. Mayona merupakan salah satu home industry jajanan pasar yang sudah berdiri sejak tahun 2002, saat ini Mayona memiliki tujuan yaitu memaksimalkan pendapatan agar dapat tetap bersaing didalam industri jajanan pasar saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, responden dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini terdiri dari pemilik Mayona, karyawan Mayona, resellser Mayona, pemilik tempat titip jual, konsumen enduser Mayona, dan konsumen di tempat titip jual. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keunggulan dan kelemahan yang dimiliki Mayona saat ini dengan menggunakan analisis SWOT, 2) mengetahui yang menjadi tantangan dan kesempatan Mayona dengan menggunakan analisis SWOT dan analisis Porter’s Five Force pada lingkungan eksternal Mayona, 3) Usulan strategi yang tepat untuk Mayona adalah diferensiasi dengan menciptakan keunggulan kompetitif.
PERBANDINGAN LATAR BELAKANG ORANGTUA DALAM ASPEK UTAMA PEMBENTUKAN KEINGINAN MAHASISWA UNTUK MENJADI SEORANG PENGUSAHA [PARENT'S BACKGROUND COMPARISON IN THE MAIN ASPECTS OF FORMING THE STUDENT'S INTENTION TO BECOME AN ENTREPRENEUR] Farrel Timothy Christianto; Prio Utomo
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.4161

Abstract

This research was conducted to understand the main aspects that drive students' interest in becoming entrepreneurs, and to develop an initial understanding of the role of family entrepreneurial background in the formation of student entrepreneurial behavior. Indonesia currently needs more entrepreneurs to be able to achieve high economic growth potential, by leveraging productive age labor of the young population who can contribute to development of entrepreneurship as young entrepreneurs. To understand this, the researcher used the theory of planned behavior framework. Researchers used a sample of 156 students from four leading private universities in South Tangerang which were processed using the Partial-Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM). The results shows that that only subjective norm is the main factors that provide a significant impetus to students' intention to become entrepreneurs.  Results shows the comparative analysis between students with or without family business backgrounds. Specifically, this study found no significant difference in the formation of the student desire to be an entrepreneur. Based on the existing theory, the author argues that an increase of family role in supporting and ensuring the student desire to become an entrepreneur is needed through prominent entrepreneurship references and model so that it can lead to student confidence and intention to become entrepreneurs.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk memahami aspek utama yang mendorong minat mahasiswa untuk menjadi seorang pengusaha, dan mengembangkan pemahaman awal mengenai peran latar belakang kewirausahaan keluarga dalam pembentukan perilaku kewirausahaan mahasiswa. Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk dapat mencapai potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan memanfaatkan tenaga kerja muda yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan bidang kewirausahaan sebagai pengusaha muda.  Untuk memahami hal ini, peneliti menggunakan kerangka teori perilaku terencana untuk memahami aspek-aspek penting pembentuk keinginan mahasiswa menjadi pengusaha.  Peneliti menggunakan sampel dari 156 mahasiswa dari empat universitas swasta terkemuka di Tangerang Selatan yang diolah dengan mempergunakan Partial-Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  norma subyektif merupakan faktor utama yang memberikan dorongan yang berarti terhadap keinginan mahasiswa untuk menjadi seorang pengusaha.  Secara spesifik, ditemukan juga bahwa tidak ada perbedaan sikap untuk berwirausaha antar mahasiswa yang berasal dari keluarga pengusaha dengan mahasiswa yang bukan berasal dari kalangan pengusaha. Berdasarkan perilaku terencana (TPB) penulis beragumen bahwa peningkatan peran keluarga dalam mendukung dan memastikan keinginan untuk menjadi pengusaha diperlukan acuan dan model kewirausahaan yang menonjol sehingga dapat menimbulkan keyakinan dan motivasi mahasiswa untuk menjadi pengusaha.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEREFLEKSIKAN SPIRIT INTRAPRENEURSHIP PADA MAHASISWA CORPORATE ENTREPRENEURSHIP UNIVERSITAS CIPUTRA [FACTORS REFLECTING THE INTRAPRENEURSHIP SPIRIT IN CORPORATE ENTREPRENEURSHIP STUDENTS AT CIPUTRA UNIVERSITY] Yensen Fernando Wijaya; Junko Alessandro Effendy; Metta Padmalia
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.3261

Abstract

Corporate entrepreneurship is a course provided by Ciputra University. The purpose of providing corporate entrepreneurship courses is to facilitate students who want to become professionals in a company. In order to become a professional, every study on corporate entrepreneurship aims to instill professional values or what is called Bintang Intrapreneur. The learning undertaken by students during the fourth semester includes ikigai, gallup and undergoing the hack-a-ton program. Learning during the fifth semester is more focused on formulating strategies after graduating from college where you will work, namely by compiling career pyramids and dream companies. This study aims to determine whether the instillation of professional values by corporate entrepreneurship during lectures is actually needed for corporate entrepreneurship students during internships and becomes worthy of being called Intrapreneur Bintang in a company. This research was conducted quantitatively by distributing questionnaires to corporate entrepreneurship students. The researcher uses non-probability purposive sampling as a method to ensure the accuracy of the factors that support the research variables. The results of this study are pro-active variables, opportunity recognition and networking can be reflected by students who have finished taking corporate entrepreneurship courses to become an intrapreneur.Abstrak dalam Bahasa Indonesia: Corporate entrepreneurship merupakan matakuliah yang disediakan oleh Universitas Ciputra. Tujuan disediakan matakuliah corporate entrepreneurship untuk memfasilitasi  mahasiswa yang ingin menjadi seorang profesional disebuah perusahaan. Agar bisa menjadi tenaga profesional maka disetiap pembelajaran corporate entrepreneurship bertujuan menanamkan nilai – nilai profesionalitas atau disebut Intrapreneur Bintang. Pembelajaran yang dijalani oleh mahasiswa selama semester empat meliputi ikigai, gallup dan menjalani program hack a ton.  Pembelajaran selama semester lima lebih mengarah pada penyusunan strategi setelah lulus kuliah akan bekerja dimana yaitu dengan menyusun piramida karir dan dream company. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penanaman nilai profesionalitas oleh corporate entrepreneurship selama di perkuliahan, secara nyata dibutuhkan bagi mahasiswa corporate entrepreneurship ketika magang dan menjadi layak disebut Intrapreneur Bintang disebuah perusahaan. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode membagi kuisioner kepada para mahasiswa corporate entrepreneurship. Peneliti menggunakan  ­non-probability purposive sampling sebagai metode untuk memastikan ketepatan faktor – faktor yang mendukung variabel penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah variabel pro-active, opportunity recognition dan networking mampu direfleksikan oleh mahasiswa yang telah selesai mengambil mata kuliah corporate entrepreneurship untuk menjadi seorang intrapreneur.
STRATEGI PENGUSAHA KONVEKSI DI TINGKIR LOR, SALATIGA MERESPON PANDEMI COVID-19 [STRATEGIES OF ENTREPRENEURS'S CONVECTION IN TINGKIR LOR, SALATIGA IN RESPONDING TO COVID-19 PANDEMIC] Sally Agustina Raung; Titi Susilowati Prabawa
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.4115

Abstract

MSMEs play a significant role in development. However, the sustainability of MSMEs is often hampered by the limitation the posses and their survival ability of MSME entrepreneurs is increasingly being tested when a crisis occurs. Asset utilization is one of the strategies needed by MSME entrepreneurs to maintain the sustainability of their livelihoods. This paper uses a qualitative approach to elaborate the survival strategy of garment MSME entrepreneurs in Tingkir Lor, Salatiga City to face of the COVID-19 pandemic. The results of our study shows that the garment MSME entrepreneurs in Tingkir Lor being studied were able to survive by innovating products and marketing and operating the business as usual. Although the garment business conditions tend to be safe, given the characteristics of the pandemic, which is difficult to predict its end, the livelihoods of garment MSME entrepreneurs in Tingkir Lor remain in a vulnerable situation. Long-term Innovations are still needed by MSME entrepreneurs to be able to anticipate changes due to the pandemic.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. UMKM memainkan peranan yang cukup signifikan dalam pembangunan. Namun keberlanjutan UMKM sering terhambat oleh keterbatasan yang dimiliki dan kemampuan bertahan pengusaha UMKM semakin diuji ketika krisis terjadi. Pemanfaatan aset merupakan salah satu strategi yang dibutuhkan oleh pengusaha UMKM untuk mempertahankan keberlanjutan mata pencaharian mereka. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa strategi bertahan yang dilakukan oleh pengusaha konveksi menghadapi krisis di masa pandemi COVID-19. Pada tulisan ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif konstruktifis melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen untuk mengelaborasi strategi bertahan pengusaha  konveksi di Tingkir Lor, Kota Salatiga dalam menghadapi pandemi COVID-19. Data yang dikumpulkan dianalisa dengan analisa tematik melalui pengelompokan berdasarkan tema-tema yang kemudian dilakukan sintesa. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pengusaha konveksi di Tingkir Lor yang diteliti mampu bertahan, baik yang melakukan inovasi produk dan pemasaran ataupun yang tidak melakukan inovasi.  Walaupun kondisi usaha konveksi cenderung aman, melihat karakteristik pandemi yang sulit diprediksi kapan berakhirnya, keberlanjutan mata pencaharian pengusaha konveksi di Tingkir Lor tetap dalam situasi rentan. Inovasi-inovasi yang sifatnya jangka panjang tetap dibutuhkan oleh pengusaha UMKM untuk dapat  mengantisipasi perubahan-perubahan akibat pandemi.
SMALL BUSINESS ENTREPRENEURSHIP IN VIETNAM: THE CASE OF THE PUBLIC RELATIONS INDUSTRY [USAHA KECIL DI VIETNAM: KASUS PUBLIC RELATIONS INDUSTRI] Tuong-Minh Ly-Le
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 16, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v16i2.3760

Abstract

A better understanding of entrepreneurship in different sectors and its motivations, roles, and challenges offer new opportunities for entrepreneurs to start their business and participate in the national and global economy. This research studied the different entrepreneurial factors that influence the growth stage of public relations companies in Vietnam. In particular, the research examined how the founder's role shifted during the growth stage, and the motivations behind the founder's decision to retain or release their control in this stage. Using the inductive, grounded theory approach to explore the decision of a founder in Vietnam’s public relations industry during a company’s growth stage, this study found that public relations founders in Vietnam are generally driven by the accomplishments and challenges picked up from their entrepreneurial journey. Their journey mainly revolves around managerial experience, as the managerial tasks would be more complicated and require better managerial skills to address the challenges. They are also open to delegating their role to a professional manager, who already possesses the required management skills, to support the business.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Pemahaman yang lebih baik tentang kewirausahaan di berbagai sektor dan motivasi, peran, dan tantangannya menawarkan peluang baru bagi pengusaha untuk memulai bisnis mereka dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional dan global. Penelitian ini mempelajari faktor-faktor kewirausahaan yang mempengaruhi tahap pertumbuhan perusahaan Public Relation di Vietnam. Secara khusus, penelitian ini meneliti bagaimana bergesernya peran pendiri dalam beberapa tahap pertumbuhan, dan motivasi di balik keputusan pendiri untuk mempertahankan atau melepaskan pengaruh mereka pada tahap tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif, grounded theory untuk mengeksplorasi keputusan seorang pendiri pada industri Public Relation di Vietnam selama tahap pertumbuhan perusahaan, penelitian ini menemukan bahwa pendiri umumnya didorong oleh pencapaian dan tantangan yang diambil dari perjalanan kewirausahaan mereka. Perjalanan mereka terutama berkisar pada pengalaman manajerial,Tugas manajerial akan lebih rumit dan membutuhkan keterampilan manajerial yang lebih baik untuk mengatasi tantangan. Mereka juga terbuka untuk mendelegasikan peran mereka kepada manajer profesional, yang telah memiliki keterampilan manajemen yang dibutuhkan, untuk mendukung bisnis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6