cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009" : 14 Documents clear
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STROKE DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG Sri Puguh Kristiyawati; Dewi Irawati -; Tutik Sri Hariyati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1668.014 KB)

Abstract

Stroke adalah suatu sindrom klinis akibat gangguan aliran darah menuju otak, timbul mendadak dan lebih banyak dialami penderita yang berusia 55 tahun. Menurut penyebabnya stroke dibagi dua yaitu stroke hemoragik akibat pecahnya pembuluh darah otak dan stroke iskemik (stroke non hemoragik) akibat adanya trombus atau embolus pada pembuluh darah otak. Stroke terjadi akibat ketidakmampuan penderita atau individu yang mempunyai faktor risiko menghindari atau mengendalikan faktor risiko. Secara umum faktor risiko dibagi dua yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain usia, jenis kelamin, ras atau etnik, riwayat keluarga (keturunan) dan faktor risiko yang dapat diubah antara lain hipertensi, merokok, diabetes melitus, kelainan jantung, dislipidemia, latihan fisik, pola diit dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke. Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang, dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian stroke dengan umur (p = 0.003), hipertensi (p = 0,007), dan diabetes melitus (p = 0,003). Hipenensi merupakan faktor risiko paling dominan yang berhubungan dengan kejadian stroke dengan OR = 22,767. Rckomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan mengembangkan variabel-varabel yang akan diteliti dikaitkan dengan perilaku yang mendukung terjadinya stroke.Kata kunci: stroke, faktor risiko yang tidak dapat diubah, faktor risiko yang dapat diubah
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN PADA PENDERITA KANKER YANG MENDAPAT KEMOTERAPI DENGAN KONSEP DIRI Sri Haryani Saraswati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.997 KB)

Abstract

Kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi merupakan reaksi yang ditunjukkan terhadap bahaya yang memperingatkan orang "dari dalam" —secara naluri- bahwa ada bahaya, tetapi tidak berakar pada situasi tertentu. Konsep diri merupakan cara seseorang melihat kepribadiannya dari sudut pandang diri sendiri, yang berpusat pada kesadaran diri yang penuh dalam mempersepsi dirinya sendiri, meskipun sangat subyektif sifatnya. Kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi dapat dihilangkan dengan suatu konsep diri yang positif. Dengan konsep diri yang positif, akan mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Akan tetapi, dengan konsep diri yang rendah kurang dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Berdasarkan hal tersebut permasalahan yang diteliti adalah, apakah ada hubungan antara kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi dengan konsep diri. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan korelasional. Responden yang menjadi subyek penelitian adalah pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi di ruang rawat inap RSUP Dr Kariadi Semarang dengan karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan dan berapa kali mendapatkan kemoterapi. Alat pengumpul data berupa kuesioner yang berisi tentang kecemasan dan konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi dengan konsep diri.Kata kunci : Kecemasan, Konsep Diri.
PENGARUH KOPING KLIEN DAN SUPPORT SISTEM KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KLIEN PRE OPERASI JANTUNG DI RS TELOGOREJO SEMARANG Anjas Surtiningrum -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1793.006 KB)

Abstract

Rasa camas muncul seiring dengan adanya tekanan luar yang mengakibatkan adanya gangguan-gangguan psikis maupun fisik. Pada klien penyakit jantung bahwa vonis tindakan operasi merupakan stresor yang kuat akan timbul kecemasan. Tanpa pengendalian diri atau koping klien yang konstruktif dan dukungan keluarga yang besar maka rasa kecemasan tersebut akan sangat sulit terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran faktor psikologis (mekanisme koping klien dan support system keluarga) yang mempengaruhi tingkat kecemasan klien yang akan menjalani operasi jantung. Untuk melihat sejauhmana koping klien dan support system keluarga berpengaruh terhadap tingkat kecemasan dilakukan analisa dengan pendekatan deskriptif korelasi, dengan responden sebanyak 15 klien yang akan menjalani operasi jantung di RS. Telogorejo Semarang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner dengan metoda pengambilan data teknik observasi dan wawancara mengenai kecemasan yang dialami, koping klien dan support system keluarga. Hasil studi diperoleh gambaran bahwa koping klien yang destruktif ada 2 orang dengan tingkat kecemasan ringan. Koping yang konstruktif terdapat 4 orang dengan tingkat kecemasan ringan dan 9 orang dengan kecemasan sedang. Dari support system keluarga diperoleh gambaran 100% mendukung dengan 6 orang mengalami cemas ringan dan 9 orang mengalami cemas sedang. Dilihat dari korelasi pearson diperoleh nilai korelasi koping klien adalah r = 0,3047 dan nilai korelasi pearson untuk support system terbesar r = 0,2015, sedangkan nilai meannya masing-masing 42,133 untuk koping klien dan support system adalah 40,66. Dari angka tersebut dapat dikatakan bahwa koping klien memiliki korelasi lebih tinggi dan nilai meannya dari support system keluarga. Dapat disimpulkan bahwa koping klien yang terjadi adalah cemas ringan sampai sedang dan support system keluarga adalah mendukung. Korelasi yang terjadi terhadap tingkat kecemasan adalah koping klien lebih besar pengaruhnya dibandingkan support system keluarga. Dari hasil studi dapat diperoleh pemahaman bahwa rasa cemas klien pre operasi dapat diturunkan namun tergantung pada pengalaman, pendidikan, koping klien terhadap masalah dan dukungan keluarga untuk menyelesaikan masalah klien (Taylor, 1988). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian ulang pada klien pre operasi jantung, khususnya mengenai koping klien secara mendalam, dengan mempergunakan intrumen penelitian yang lebih sahih dan realibel sehingga hasilnya lebih signifikan.Kata kunci: koping, support sistem keluarga, tingkat kecemasan, klien pre operasi jantung
TINDAKAN PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT HEPATITIS B YANG DILAKUKAN OLEH PERAWAT DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT TELOGOREJO SEMARANG Sri Hartini M.A
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.585 KB)

Abstract

Penyakit Hepatitis B adalah radang hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B, menimbulkan kerusakan pada sel parenkhim hati, dan dapat mengakibatkan nekrosis serta merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas yang serius. Manifestasinya berupa hepatitis Virus B akut dengan segala komplikasi dan lebih berbahaya adalah jika sebagai pengidap (karier) kronik HbsAg (Hepatitis B Surface Antigen) dapat merupakan sumber penularan bagi lingkungannya. Infeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan penyakit yang dapat ditemukan di seluruh dunia dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Akibat langsung yang fatal dari kejadian infeksi ini amat kecil, sehingga penyakit ini kurang mendapat perhatian serius. Seperti diketahui, infeksi virus Hepatitis B dapat mengakibatkan penyakit hati kronik seperti Sirosis Hepatitis dan Karsinoma Hepatoselular. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh gambaran tentang pemahaman dan tindakan pencegahan penularan penyakit Hepatitis B. Disain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Cara yang digunakan untuk mendapatkan informasi melalui wawancara dengan pertanyaan-pertanyaan pendukung (guide line) serta melakukan observasi langsung terhadap perawat yang sedang berdinas mengelola klien dengan hepatitis di unit rawat inap RS Telogorejo Semarang. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bersifat terbuka, tidak disediakan katagori jawaban sehingga informan dapat memberikan jawaban sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar informan memahami dan melaksanakan tindakan pencegahan penularan penyakit Hepatitis B pada perilaku tertentu yaitu : cuci tangan, pembuangan jarum suntik, pemisahan dan sterilisasi alat makan; namun demikian pada perilaku lainnya sebagian informan kurang memahami bahwa penularan penyakit hepatitis B dapat pula melalui: alat tenun yang terkontaminasi, termometer, cairan tubuh, alat mandi, dan kontak langsung dengan darah pada saat ada luka yang terbuka. Dengan semakin tingginya angka kesakitan pada penyakit Hepatitis B, maka tindakan pencegahan penularan di RS Telogorejo perlu ditingkatkan. Rekomendasi yang bisa diberikan yaitu perlunya diberikan pelatihan atau pengarahan tentang prinsip-prinsip pelaksanaan pencegahan penularan Hepatitis B kepada perawat dan seluruh personil kesehatan di RS Telogorejo Semarang pada khususnya dan rumah sakit-rumah sakit lain pada umumnya.
HUBUNGAN UMUR, PENGETAHUAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN STATUS EKONOMI DENGAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU (STUDI KASUS DI RW X KEL, GEMAH SEMARANG) Yuninda Asih Wilangsari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.943 KB)

Abstract

Di Jawa Tengah tahun 2006 terdapat 2.046 kasus balita dengan kematian 17 anak dan 1.108 anak dapat disembuhkan. Tahun 2007 di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon dari 5831 balita rata-rata kedatangan ke posyandu perbulannya 5023 balita (86,1 %). Sedangkan di kel. Gemah saja pada tahun 2007 tingkat kunjungan ke posyandu sebesar 83,1 % atau dari 998 balita yang aktif datang sebanyak 830 anak. Berdasarkan data tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan faktor umur, pengetahuan ibu tentang posyandu, tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap kunjungan balita ke posyandu di RW 10, kel. Gemah, kec. Pedurungan, Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan umur, pengetahuan ibu tentang posyandu, tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap keteraturan ibu membawa balitanya ke posyandu di RW 10 kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang. Metodologi penelitian dalam ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yang bertujuan menganalisa hubungan umur, pengetahuan tentang posyandu, tingkat pendidikan dan status ekonomi dengan kunjungan balita ke posyandu di RW X, Kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang. Sampel ditentukan melalui porposive sampling, dan data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner selanjutnya diolah menggunakan analisa statistik Chi Square melalui program SPSS. Hasil penelitian: ada hubungan yang signifikan antara usia ibu terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang dengan p = 0,004 (p < 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Semarang dengan p = 1 (p > 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Semarang dengan p = 0,554 (p > 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang posyandu terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang dengan p = 0,048 (p < 0,05).Kata kunci : Umur, pengetahuan, tingkat pendidikan, status ekonomi, perilaku.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF CARE MANAGEMENT PASIEN DIABETES MELLITUS DALAM KONTEKS ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG Ismonah -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.482 KB)

Abstract

Dewasa ini Indonesia menempati urutan keempat terbesar pasien DM. Kejadian komplikasi akibat DM adalah 57,9% atau dari lima orang yang menderita DM terdapat tiga orang yang mengalami komplikasi. Untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut perlu dilaksanakan self care management DM dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan self care management pasien DM di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang. Desain penelitian adalah cross sectional, jumlah sampel 135 responder dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan DM, keyakinan tentang kemampuan diri, dukungan keluarga dan lama sakit DM dengan self care management DM (p < 0,05). Faktor-faktor yang mempunyai hubungan paling signifikan adalah keyakinan tentang kemampuan diri dan dukungan keluarga dengan self care management DM. Responden yang mempunyai keyakinan tentang kemampuan diri berpeluang 20 kali untuk melaksanakan self care management DM baik dibanding dengan yang kurang mempunyai keyakinan tentang kemampuan diri (OR=20,12). Sedangkan responden yang mendapat dukungan keluarga baik berpeluang 10 kali untuk melaksanakan self care management DM baik dibanding yang tidak mendapat dukungun keluarga (OR=10,30). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar selalu meningkatkan pengetahuan DM, meningkatkan keyakinan tentang kemampuan diri dan pentingnya dukungan keluarga sehingga pasien mampu melakukan self care management DM dengan baik.Kata kunci : diabetes mellitus. self care management, pengetahuan, keyakinan tentang kemampuan diri, dukungan keluarga
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI RUMAH SAKIT TELOGOREJO Asti Nuraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.452 KB)

Abstract

Diare merupakan salah satu gejala dan sekumpulan penyakit yang mempunyai gejala utama sama, yaitu ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek sampai cair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dan biasanya, lazimnya tiga kali atau lebih dalam sehari. Indonesia mempunyai beban masalah penyakit menular yang begitu besar yaitu masih berjangkitnya penyakit menular seperti penyakit diare yang menjadi penyakit rakyat sebagai akibat dan kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat, menurunnya kualitas lingkungan hidup, rendahnya gizi masyarakat, pendidikan den keadaan sosial ekonomi. Sampai saat ini penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia baik ditinjau dan angka kesakitan atau angka kematian yang ditimbulkannya. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus segera ditanggulangi, karena angka kesakitan yang tinggi, menyebabkan banyak kematian dan kekurangan gizi serta beberapa etiologi dapat timbul sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (DepKes RI, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Telogorejo tahun 2008. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode pendekatan potong lintang (cross sectional). Pelaksanaan penelitian dimulai bulan September 2008 sampai dengan Oktober 2008, dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Hasil penelitian menunjukkan, proporsi kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Telogorejo tahun 2008 yaitu 84,2%; pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah balita dalam keluarga, jenis kelamin balita, dan jenis sumber air minum utama keluarga pada penelitian ini tidak terdapat adanya hubungan yang bermakna dengan kejadian diare pada balita; balita dengan status tidak dilakukan imunisasi campak lebih banyak terkena diare 90%, statistik ada hubungan yang bermakna antara status imunisasi campak dengan kejadian diare; balita dengan tidak diberikan ASI eksklusif terkena diare sebanyak 87,5%, secara statistik ada hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif pada balita dengan kejadian diare dengan nilai OR 0,037 (OR < 1). Rekomendasi yang dapat diberikan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui aspek lain yang belum diteliti yang kemungkinan berhubungan dengan kejadian diare pada balita serta menilai variabel apa yang dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita serta analisis penelitian yang lebih baik.Kata kunci: diare, faktor yang berhubungan dengan diare
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN PADA PENDERITA KANKER YANG MENDAPAT KEMOTERAPI DENGAN KONSEP DIRI Saraswati, Sri Haryani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi merupakan reaksi yang ditunjukkan terhadap bahaya yang memperingatkan orang "dari dalam" —secara naluri- bahwa ada bahaya, tetapi tidak berakar pada situasi tertentu. Konsep diri merupakan cara seseorang melihat kepribadiannya dari sudut pandang diri sendiri, yang berpusat pada kesadaran diri yang penuh dalam mempersepsi dirinya sendiri, meskipun sangat subyektif sifatnya. Kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi dapat dihilangkan dengan suatu konsep diri yang positif. Dengan konsep diri yang positif, akan mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Akan tetapi, dengan konsep diri yang rendah kurang dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Berdasarkan hal tersebut permasalahan yang diteliti adalah, apakah ada hubungan antara kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi dengan konsep diri. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan korelasional. Responden yang menjadi subyek penelitian adalah pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi di ruang rawat inap RSUP Dr Kariadi Semarang dengan karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan dan berapa kali mendapatkan kemoterapi. Alat pengumpul data berupa kuesioner yang berisi tentang kecemasan dan konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kecemasan pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi dengan konsep diri.Kata kunci : Kecemasan, Konsep Diri.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF CARE MANAGEMENT PASIEN DIABETES MELLITUS DALAM KONTEKS ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG -, Ismonah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini Indonesia menempati urutan keempat terbesar pasien DM. Kejadian komplikasi akibat DM adalah 57,9% atau dari lima orang yang menderita DM terdapat tiga orang yang mengalami komplikasi. Untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut perlu dilaksanakan self care management DM dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan self care management pasien DM di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang. Desain penelitian adalah cross sectional, jumlah sampel 135 responder dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan DM, keyakinan tentang kemampuan diri, dukungan keluarga dan lama sakit DM dengan self care management DM (p 0,05). Faktor-faktor yang mempunyai hubungan paling signifikan adalah keyakinan tentang kemampuan diri dan dukungan keluarga dengan self care management DM. Responden yang mempunyai keyakinan tentang kemampuan diri berpeluang 20 kali untuk melaksanakan self care management DM baik dibanding dengan yang kurang mempunyai keyakinan tentang kemampuan diri (OR=20,12). Sedangkan responden yang mendapat dukungan keluarga baik berpeluang 10 kali untuk melaksanakan self care management DM baik dibanding yang tidak mendapat dukungun keluarga (OR=10,30). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar selalu meningkatkan pengetahuan DM, meningkatkan keyakinan tentang kemampuan diri dan pentingnya dukungan keluarga sehingga pasien mampu melakukan self care management DM dengan baik.Kata kunci : diabetes mellitus. self care management, pengetahuan, keyakinan tentang kemampuan diri, dukungan keluarga
HUBUNGAN UMUR, PENGETAHUAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN STATUS EKONOMI DENGAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU (STUDI KASUS DI RW X KEL, GEMAH SEMARANG) Asih Wilangsari, Yuninda
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Jawa Tengah tahun 2006 terdapat 2.046 kasus balita dengan kematian 17 anak dan 1.108 anak dapat disembuhkan. Tahun 2007 di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon dari 5831 balita rata-rata kedatangan ke posyandu perbulannya 5023 balita (86,1 %). Sedangkan di kel. Gemah saja pada tahun 2007 tingkat kunjungan ke posyandu sebesar 83,1 % atau dari 998 balita yang aktif datang sebanyak 830 anak. Berdasarkan data tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan faktor umur, pengetahuan ibu tentang posyandu, tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap kunjungan balita ke posyandu di RW 10, kel. Gemah, kec. Pedurungan, Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan umur, pengetahuan ibu tentang posyandu, tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap keteraturan ibu membawa balitanya ke posyandu di RW 10 kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang. Metodologi penelitian dalam ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yang bertujuan menganalisa hubungan umur, pengetahuan tentang posyandu, tingkat pendidikan dan status ekonomi dengan kunjungan balita ke posyandu di RW X, Kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang. Sampel ditentukan melalui porposive sampling, dan data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner selanjutnya diolah menggunakan analisa statistik Chi Square melalui program SPSS. Hasil penelitian: ada hubungan yang signifikan antara usia ibu terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang dengan p = 0,004 (p 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Semarang dengan p = 1 (p 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Semarang dengan p = 0,554 (p 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang posyandu terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang dengan p = 0,048 (p 0,05).Kata kunci : Umur, pengetahuan, tingkat pendidikan, status ekonomi, perilaku.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue