cover
Contact Name
Moh. Nur Ichwan, M.A., Ph.D.
Contact Email
-
Phone
+62274515856
Journal Mail Official
jurnal.dakwah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 14115905     EISSN : 26141418     DOI : https://doi.org/10.14421/jd
Jurnal Dakwah memuat berbagai artikel yang mendiskusikan tentang dakwah, baik secara normatif maupun historis. Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dua nomor setiap tahun. Redaksi menerima tulisan tentang berbagai persoalan yang terkait dengan dakwah dalam berbagai aspeknya. Isi tulisan yang dimuat tidak harus sejalan atau pun mencerminkan pandangan redaksi.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Polemik Penayangan Film Joker dalam Perspektif Kompas.com Chotijah Fanaqi; Anne Nurjihan; Shantia Artamevia
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202197

Abstract

Film Joker mengangkat kehidupan tokoh penjahat paling terkenal di dunia. Film ini sudah banyak menimbulkan banyak kontroversi bahkan sebelum pemutaran perdananya karena diklaim mempromosikan kekerasan. Kompas.com adalah salah satu pionir media online di Indonesia yang ikut memberitakan mengenai kontroversi atau polemik penayang film Joker ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi pemberitaan yang dilakukan Kompas.com dalam membingkai polemik penayangan film joker periode 29 Agustus sampai 08 Oktober 2019.Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dikarenakan peneliti ingin menganalisa fenomena media dalam mengkonstruksikan suatu kasus atau realita yang menjadi berita. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis teks media dengan metode analisis framing menggunakan pendekatan model framing Robert N. EntmanAdapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam define problem, ada tiga berita mengenai polemik penayangan film Joker yang dipublikasikan oleh Kompas.com periode 29 Agustus – 08 Oktober 2019. Ketiga berita tersebut mengandung unsur polemik atau pro dan kontra terhadap penayangan film Joker. Pada diagnose causes; banyak orang yang menganggap bahwa tayangan Film Joker. Joker menginspirasi orang dalam melakukan kekerasan. Pada make moral judgment, Kompas.com dalam pemberitaannya berusaha menyampaikan bahwa film Joker ini layak tayang, namun yang perlu digaris bawahi adalah film ini tidak untuk semua kalangan, melainkan hanya untuk dewasa. Pada treatment recommendation, Kompas.com berusaha menyampaikan bahwa film Joker tidak sepenuhnya mempromosikan tentang kekerasan atau memprovokasi seseorang untuk melakukan kejahatan. Film ini juga berusaha menyampaikan pesan bahwa setiap orang bisa saja menjadi jahat atau melakukan tindak kejahatan jika dirinya mengalami tekanan.
Nilai-Nilai Komunikasi Islam dalam Falsafah Hidup Masyarakat Lampung Abimanyu Satrio Prakoso
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202191

Abstract

Komunikasi merupakan aktifitas yang tidak jauh dari sendi-sendi kehidupan masyarakat lampung, yang kini menjadi alat sosial dalam pergaulan, Masyarakat lampung adalah masyarakat heterogen yang terdiri dari berbagai keberagaman agama, suku bangsa, etnik, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Komunikasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, individu, dan kelompok melakukan interaksi baik sesama etnik maupun dengan individu atau kelompok lain yang berbeda latar belakang budaya, di era saat ini komunikasi menjadi batu sandungan dikalangan masyarakat, yang mana perbedaan suku budaya dan bahasa menjadi permasalaan yang ada, sedangkan  masyrakat lampung sendiri memiliki tatanan moral (Piil pesenggiri), piil pesenggiri merupakan falsafah hidup masyarakat lampung pandangan hidup atau pedoman hidup. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pemaknaan falsafah hidup masyarakat lampung terhadap nilai-nilai komunikasi islam, terkait dengan bagaimana piil pesenggiri diolah sebagai nilai-nilai komunikasi dan strategi komunikasi didunia sosial masyarakat lampung. Piil pesenggiri saat ini menjadi terasingkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat lampung, studi ini menemukan fakta bahwa berbagai nilai dari filsafat hidup Piil Pesenggiri secara filosofis sesungguhnya koheren dengan nilai-nilai komunikasi.
Perempuan dan Gerakan Dakwah: Upaya IPPNU Lamongan Melawan Terorisme Zakiya Rahma
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202192

Abstract

Kabupaten Lamongan mempunyai riwayat sebagai kabupaten yang melahirkan tokoh-tokoh pelaku teror (terorisme) di Indonesia. Diantaranya adalah peristiwa bom Bali tahun 2002, bom bunuh diri di Polres Poso tahun 2013, bahkan beberapa alumni dan pengajar pondok Al-Islam bergabung dengan ISIS. Salah satu alumni pondok Al-Islam juga menjadi orang Indonesia pertama yang melakukan bom bunuh diri di Irak. Melihat riwayat tersebut diperlukan upaya melawan terorisme di Lamongan. Upaya tidak hanya dilakukan oleh Pemkab Lamongan namun juga dari Ormas Islam. IPPNU Lamongan sebagai organisasi perempuan yang bergerak di bidang pelajar dan perempuan selayaknya turut andil dalam melawan terorisme. Angota IPPNU Lamongan sendiri mencapai 13.000 pelajar yang sudah tersebar di seluruh desa dan kecamatan yang ada di kabupaten Lamongan. Karena itu lah penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya IPPNU dalam melawan terorisme di Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat upaya dakwah yang dilakukan oleh IPPNU Lamongan dalam melawan terorisme, diantaranya adalah: membumikan Aswaja sebagai landasan ber-Islam, menjaga tradisi shalawatan, memberdayakan perempuan melalui pemahaman fikih perempuan dan mengembangkan daiyah sebagai agen perubahan sosial. 
Analisis Pesan-Pesan Dakwah dalam Syi’ir K.H. Musfik Al-Karawi Ulfa Wulandari
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202194

Abstract

Ulfa WulandariMagister Komunikasi dan Penyiaran IslamUniversitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakartaemail: ulfaw974@gmail.comAbstrakSyi’ir merupakan media untuk menyampaikan dakwah. Sebagai salah satu media dakwah, Syi’ir disampaikan dengan bentuk lagu-lagu oleh seorang Da’i. Syi’ir sudah ada sejak zaman dulu pada masa jahiliyah. Pada zaman jahiliyah, syi’ir tidak berisi pesan atau ajaran-ajaran Islam. Akan tetapi setelah Islam datang, syi’ir yang dibacakan oleh tokoh ataupun ulama Islam sudah mengandung pesan-pesan ajaran Islam di dalamnya. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripdikan pesan-pesan dakwah dalam syi’ir kyai Musfik Al-karawi. Kyai Musfik adalah tokoh ulama di daerah Madura, beliau sangat masyhur dikalangan masyarkat Madura. Beliau juga dikenal sebagai sosok kyai yang disebut-sebut “ wali “ oleh masyarakat sekitar. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa syi’ir yang dibacakan oleh kyai Musfik mengandung banyak nilai-nilai ajaran Islam. Syi’ir ini menjadi sebuah metode kyai Musfik untuk berdakwah dan memperkuat ajaran-ajaran Islam. Syi’ir kyai Musfik tersebut sangat komplit sekali mengilustrasikan bagaimana hubungan kita kepada sesama serta bagaimana pula hubungan manusia kepada kepada penciptaNya.Syi'ir is a medium for delivering da'wah. As one of the dakwah media, Syi'ir is delivered in the form of songs by a Da'i. Syi'ir has existed since ancient times during the period of ignorance. In the days of ignorance, Syi'ir did not contain messages or teachings of Islam. But after Islam came, syi'ir which was read by Islamic figures or scholars already contained messages of Islamic teachings in it. This study intends to describe the messages of da'wah in the Syi'ir Kyai Musfiq Al-karawi. Kyai Musfik is a cleric in the Madura region, he is very famous among the Madura community. He is also known as a kyai figure who is called "guardian" by the surrounding community. The conclusion from this study, that the syi'ir recited by kyai Musfik contains many values of Islamic teachings. This syi'ir becomes a method of Kyai Musfik to preach and strengthen the teachings of Islam. Syiir Kyai Musfik is very complete at all illustrating how our relationship to others and how human relationships to the creator.          
Dakwah Digital Habib Husein Ja’far Al Hadar Masfupah, Ayun
Jurnal Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202195

Abstract

Makalah ini membahas tentang bagaimana pemanfaatan new media (media baru) sebagai sarana untuk berdakwah. Ketika zaman semakin maju dan teknologi semakin canggih tantangan seoranga da’i adalah memikirkan cara bagaimana ajaran agama yang ingin dibagikan bisa diakses oleh orang banyak. Maka penulis tertarik untuk meneliti tentang dakwah digital Habib Husein Ja’far Al Hadar, warga Indonesia keturunan Arab disela-sela kesibukan sebagai penulis membuat kanal youtube Jeda Nulis sebagai wadah dan alat untuk digunakan menyebarkan ajaran agama islam. Menghadirkan teman berdiskusi dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda. Penulis menemukan beberapa poin penting apa yang sudah disampaikan Habib Husein Ja’far Al Hadar selama setahun terakhir. Pertama, islam adalah agama untuk menyampaikan kabar gembira dan islam adalah agama cinta. Kedua, islam mengajarkan umatnya untuk bertoleransi kepada sesama manusia. Ketiga, menyampaikan kebenaran dengan akhlak yang baik. Keempat, jihad dimulai dari hal sederhana.Kata kunci: Dakwah Digital, Habib Husein Ja’far Al Hadar
Jejak Syiar Islam Muhammad Shalih As-Samarani dalam Melawan Kolonialisme Laili Zulfa
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202196

Abstract

Semarang is one of the cities included in the Dutch East Indies colonial list. The city is used as a trade center in the Java region. This is because the location of the city is very strategic with the Java sea coast. The arrival of the colonialists in Semarang put Islam under various pressures. Teaching and learning activities that have become routine community limited. Many boarding schools which incidentally serve as a forum for the formation of the character of Muslims in the future transferred to the suburbs. The colonials did their best to build modernitie which were then expected to develop rapidly. Departing from there, seeing the reality that exists, the scholars in the archipelago, especially in Semarang began to create a movement on the pretext that the existence of Islam itself remains. One of the scholars who had a great influence was Muhammad Shalih as-Samarani, a famous scholar and famous as his Imam Ghozali in the land of Java. Besides that, he is also well-known as a teacher of figures in the archipelago who are well known both in the national and international arena. Therefore, the author is interested in studying the traces of Islamic symbols carried out by him in the 19th century AD In this contexts, the author uses descriptive qualitative research methods, with library data as the main source of this research. The author in analys, using the historical study. One of them through oral history, is one source of information carried out by historians or other social historian scientists. The results of this study, the concept of preaching created by Muhammad Sholeh as-Samarani has a unique strategy and is a differentiator with the previous scholars. The strategy is in the form of written works using Javanese pegon script with a total of 14 works. This discourse caused by the first, as a form of resistance against the colonial. Second, in that century, many lay people did not know Arabic. Third, the style of thought that he has is able to see the social conditions of society in that century. As a public who was amazed, loved, and loved the teachings that he did, they formed the Kyai Sholeh Land Lover Commission (KOPISODA). Besides that, they made the Haul event a warning sign that he died.Abstrak- Semarang merupakan salah satu kota yang masuk dalam daftar penjajahan kolonial Hindia-Belanda. Kota yang dijadikan sebagai pusat perdagangan di wilayah Jawa. Hal ini dikarenakan letak kota tersebut sangat strategis dengan pesisir laut Jawa. Datangnya kaum kolonial di Semarang membuat Islam mendapat berbagai tekanan. kegiatan belajar mengajar yang sudah menjadi rutinitas masyarakat dibatasi. Banyak pesantren yang notabene dijadikan sebagai wadah pembentukan karakter kaum Islam dimasa mendatang dialihkan ke pinggiran kota. Kaum kolonial berupaya sekuat mungkin untuk membangun modernitas-modernitas yang kemudian diharapkan mampu berkembang pesat. berangkat dari situ, melihat realitas yang ada, para ulama di Nusantara, khususnya di Semarang mulai menciptakan suatu gerakan dengan dalih agar eksistensi Islam itu sendiri tetap ada. Salah satu ulama yang memiliki pengaruh besar ialah Muhammad Shalih as-Samarani, ulama termasyhur dan terkenal sebagai Imam Ghozalinya di tanah Jawa. disamping itu, beliau juga terkenal sebagai gurunya para tokoh ulama di Nusantara yang terkenal baik di kancah Nasional maupun internasional. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji jejak-jejak syiar Islam yang dilakukan oleh beliau di abad ke-19 M. Dalam konteks ini, Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan data pustaka sebagai sumber utama penelitian ini. Penulis dalam menganalisis menggunakan pendekatan studi sejarah untuk objek kajian tersebut. salah satunya melalui sejarah lisan, merupakan salah satu sumber informasi yang dilakukan oleh sejarawan atau para ilmuwan sejarawan sosial lain. Hasil penelitian ini adalah, konsep dakwah yang diciptakan oleh Muhammad Sholeh as-Samarani memiliki strategi yang unik dan menjadi pembeda dengan para ulama terdahulu. Strategi tersebut berupa karya tulis yang menggunakan bahasa aksara pegon Jawa dengan jumlah karya sebanyak 14 buah. Dalam diskursus ini disebabkan oleh pertama, merupakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kaum kolonial. Kedua, pada abad itu, banyak masyarakat awam yang belum mengenal bahasa Arab. Ketiga, corak pemikiran yang beliau miliki mampu melihat kondisi sosial masyarakat pada abad itu. Sebagai mayarakat yang kagum, gemar, dan cinta terhadap ajaran-ajaran yang beliau lakukan, mereka membentuk Komuntas Pecinta Kyai Sholeh Darat (KOPISODA). Disamping itu, mereka membuat acara Haul sebagai tanda peringatan beliau wafat. Keywords: Syiar, Muhammad Shalih, Pegon
Strategi Dakwah Mahbub Djunaedi di Bawah Politik Orde Baru Fariz Amrullah
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.JD202193

Abstract

Kajian ini menjelaskan strategi dakwah Mahbub Djunaidi (Sang Pendekar Pena) yaitu melalui tulisan. Penulis menggunakan metode telaah literature sejarah. Mahbub Djunaidi adalah tokoh yang sangat gigih dalam mengemukakan kebenaran. Pemerintahan Orde Baru tidak jarang menjadi sasaran kritik Mahbub Djunaidi. Sekalipun pemerintahan orde baru sangat membatasi warganya untuk bisa mengemukanan pendapat, namun Mahbub Djunaidi melakukan siasat menyampaikan kritik dan kebenaran melalui tulisan-tulisan salah satunya dengan gaya satire. Gaya yang digunakan Mahbub Djunaidi merupakan strategi mengemukakan kebenaran di bawah politik Orde Baru.

Page 1 of 1 | Total Record : 7