cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Cancer
ISSN : 19783744     EISSN : 23556811     DOI : -
Core Subject : Health,
The Indonesian Journal of Cancer (official journal of the Dharmais Cancer Center Hospital) is a peer-reviewed, quarterly, open access journal. Submissions are reviewed under a broad scope of topics relevant to experimental and clinical cancer research. The journal publishes original research articles, case reports, systematic literature reviews, and letters to the editor under the following categories: Cancer prevention, diagnosis, surgery, systemic therapy, radiotherapy, paliative therapy, and molecular biology.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011" : 5 Documents clear
Terapi Hormonal Primer pada Penderita Kanker Prostat: Evaluasi Survival dan Faktor Prediksinya -, Johan; Mochtar, Chaidir Arif; Umbas, Rainy
Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.057 KB)

Abstract

Tujuan: Mengevaluasi efektivitas terapi hormonal secara orchidectomy dan medikamentosa sebagai pengobatan primer pada penderita kanker prostat dan faktor prediksi terhadap survival kedua modalitas pengobatan tersebut.Materi dan metode: Kami mengumpulkan seluruh data penderita kanker prostat yang mendapatkan terapi hormonal primer, baik berupa orchidectomy bilateral maupun medikamentosa di RSCM dan RSKD periode Januari 1995–Desember 2008. Follow up terakhir sampai Juni 2010. Data pra-terapi seperti usia, staging klinik, volume prostat, PSA, grading tumor dari WHO, serta metastasis tulang dianalisis sebagai faktor prediksi 5 tahun survival.Hasil: dalam periode empat belas tahun terdapat 693 penderita kanker prostat di RSCM dan RSKD. Sebanyak 465 di antaranya mendapatkan terapi hormonal primer, yang selanjutnya dibagi 2 kelompok, yaitu kelompok orchidectomydan medikamentosa yang berjumlah masing-masing 251 dan 214 penderita. Angka survival lima tahun secara keseluruhan adalah 51%, sedangkan pada kelompok orchidectomy dan medikamentosa masing-masing adalah 53,6% dan 48,7% (p=0,481). Faktor prediksi survival 5 tahun tidak ada yang bermakna pada kelompok orchidectomy, sedangkan pada kelompok medikamentosa PSA<20 dan grading tumor ? 2 memiliki angka survival 5 tahun lebih baik secara bermakna.Kesimpulan: angka survival lima tahun pada kelompok orchidectomy dan hormonal medikamentosa secara statistik tidak ada perbedaan yang bermakna. Pada kelompok orchidectomy, tidak ada parameter yang berhubungan secara bermakna dengan 5 tahun survival, sedangkan pada kelompok hormonal medikamentosa PSA saat diagnosis <20 ng/mL atau gradingtumor ? 2 akan mempunyai survival 5 tahun lebih baik.Katakunci: orchidectomy, hormonal medikamentosa, survival lima tahun, PSA, tumor grading.
Micro-RNA dan Implikasinya pada Kanker Kresno, Siti Boedina
Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.209 KB)

Abstract

MikroRNA (miRNA) merupakan keluarga RNA yang tidak menyandi (non-coding RNA) yang berfungsi mengatur ekspresi gen pada jalur transduksi sinyal seluler. Ia dapat bersifat onkogen atau gen supresor tumor, tergantung mRNA sasarannya dan berfungsi sebagai modulator translasi dan stabilitas mRNA serta berpotensi mempengaruhi berbagai jalur proliferasi, diferensiasi, dan apoptosis sel. Kelainan pada miRNA, baik ekspresi berlebihan maupun delesi, dapat berpengaruh pada berbagai proses seluler di atas dan berakibat transformasi ganas. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai jenis miRNA yang berperan pada keganasan telah dapat diidentifikasi, bahkan selain dalam jaringan tumor juga dapat diidentifikasi dan diukur kadarnya dalam serum dan cairan tubuh lain sebagai circulatingmiRNA, sehingga di kemudian hari dapat digunakan sebagai biomarker non-invasif untuk diagnosis maupun prognosis dan pemantauan kanker.Katakunci : micro-RNA, cell-free-miRNA, regulator pasca-transkripsi
Terapi Sistemik Terkini pada Karsinoma Sel Ginjal Metastatik Seno, Dodi Hami; Mochtar, Chaidir Arif; Umbas, Rainy
Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.73 KB)

Abstract

Kurang lebih sepertiga pasien dengan karsinoma sel ginjal (KSG) telah mengalami metastasis pada saat pertama kali didiagnosis dan 40-50% akan mengalami metastasis jauh setelah diagnosis awal. Karsinoma sel ginjal resistan terhadap sebagian besar kemoterapi dan obat sitotoksik konvensional. Namun demikian, selama beberapa tahun terakhir pengobatan kanker ini menunjukkan kemajuan yang spektakuler karena berkembangnya targeted therapybagi karsinoma sel ginjal metastatik (KSGm). Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menelaah tata laksana terkini KSGm. Hingga saat ini, terdapat enam obat yang telah disetujui oleh FDA dan beberapa asosiasi urologi internasional untuk digunakan sebagai terapi KSGm lini pertama dan kedua. Lini pertama terdiri dari sunitinib (progression-free survival, PFS, 11 bulan dibandingkan dengan 5 bulan pada IFN-?, dan overall survival, OS, 26,4 bulan dibandingkan dengan 21,8 bulan pada IFN-?), kombinasi bevacizumab dan IFN-? (PFS 10,2 bulan dibandingkan dengan 5,4 bulan pada kombinasi plasebo dan IFN-?, OS 23,3 bulan dibandingkan dengan 21,3 bulan pada kombinasi plasebo dan IFN- ?), pazopanib (PFS 9,2 bulan dibandingkan dengan 4,2 bulan pada plasebo), serta temsirolimus (OS 10,9 bulan dibandingkan dengan 7,3 bulan pada IFN-?), sedangkan lini kedua terdiri dari sorafenib (PFS 5,5 bulan dibandingkan dengan 2,8 bulan pada plasebo) dan everolimus (PFS 4,0 bulan dibandingkan dengan 1,9 bulan pada plasebo).Katakunci: Karsinoma sel ginjal metastatik terapi target, terapi sistemik
Non-Hodgkin’s Lymphoma in Jakarta Reksodiputro, Harryanto; Irawan, Cosphiadi; Hardjolukito, Endang
Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.379 KB)

Abstract

Tujuan: Melihat karakteristik pasien Limfoma Non Hodgkin di Jakarta. Metode: studi retrospektif. Sampel adalah pasien Limfoma Non Hodgkin yang berobat di RS Cipto Mangunkusumo dan RSK “Dharmais” antara tahun 2004-2005.Hasil: Tujuh puluh delapan persen pasien memiliki usia kurang dari 60 tahun dengan gambaran mayoritas jenis kelamin laki-laki, stadium awal (60,8%) dan status performans yang baik (ECOG 0-1; 86,67%). Berdasarkan evaluasi terhadap paparan, didapati delapan puluh persen pasien tidak diketahui paparannya.Dari 153 pasien, 94 pasien diobati dengan kemoterapi regimen CHOP, namun hanya 51 pasien yang menyelesaikan minimal 6 siklus kemoterapi. Dilaporkan juga respon terhadap terapi adalah: remisi komplit (52,38%), remisi parsial (26,19%) dan respon minimal (14,2%).Pada kelompok pasien yang diobati dengan regimen kemoterapi CHOP, dilaporkan bahwa delapan puluh persen pasien berusia di bawah 60 tahun, memiliki stadium awal (stadium I-II; 74,47%) dan status performmans yang baik (ECOG I-II; 93,3%). Juga dilaporkan bahwa sembilan puluh persen pasien memiliki ? 1 keterlibatan ekstranodal dan kadar LDH normal (60%). Berdasarkan hasil patologi, dilaporkan lima puluh persen pasien memiliki gambaran patologi DLBCL (Diffuse Large B Cell L).Kesimpulan: Sebagian besar pasien Limfoma Non Hodgkin di Jakarta memiliki karakteristik klinis: usia di bawah 60 tahun dengan jenis kelamin laki-laki, stadium awal dan status performans yang baik. Pada kelompok pasien yang menjalani kemoterapi regimen CHOP juga dilaporkan karakteristik klinis yang sama. Lima puluh persen pasien yang menjalani kemoterapi regimen CHOP mencapai respon komplit setelah menjalani minimal 6 siklus kemoterapi.Katakunci: Limfoma Non Hodgkin, Performa studi, remisi
Hubungan Antara Coping Style dan Anticipatory Grief pada Orangtua dari Anak Dengan Diagnosis Kanker di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” Rahmania, Qisthi; Tuheteru, Edi Setiawan
Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.576 KB)

Abstract

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi permasalahan, tidak terkecuali ancaman kematian. Kematian dapat terjadi secara tiba-tiba ataupun tidak. Cara penanganan pada kematian mendadak dan kematian yang telah dipersiapkan (misalnya: pasien penyakit kronis) tentu juga berbeda. Pasien penyakit kronis dan keluarga akan dihadapkan pada fenomena anticipatory grief. Terdapat tiga macam model dalam menghadapi permasalahan, yaitu problem-focused coping, emotion-focused coping, dan religious-focused coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara strategi coping dan anticipatory grief pada orangtua dari anak yang didiagnosis kanker sehingga diharapkan dapat menjadi pertimbangan pihak rumah sakit untuk menyediakan tenaga profesional yang secara khusus menangani mekanisme coping orangtua. Sampel penelitian ini berjumlah 55 orangtua yang memiliki anak dengan diagnosis kanker pada rentang usia tersebar antara 20-61 tahun. Sampel penelitian adalah orangtua dari anak dengan diagnosis kanker yang berada di ruang rawat inap Rumah Sakit Kanker “Dharmais”. Hasil yang didapat adalah adanya hubungan yang positif antara emotion focused coping (r= 0,347, p< 0,05) dan religious focused coping (r= 0,289, p< 0,05) dengan anticipatory grief, namun tidak terdapat hubungan pada problem-focused coping.Katakunci: coping, anticipatory grief, penyakit kronis

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 4 (2018): October-December Vol 12, No 3 (2018): July-September Vol 12, No 2 (2018): April-June Vol 12, No 1 (2018): Jan - Mar Vol 11, No 4 (2017): October- December 2017 Vol 11, No 3 (2017): July - September 2017 Vol 11, No 2 (2017): April - June Vol 11, No 1 (2017): Jan-Mar Vol 10, No 4 (2016): October - December 2016 Vol 10, No 3 (2016): July - September 2016 Vol 10, No 2 (2016): April - June 2016 Vol 10, No 1 (2016): Jan - Mar 2016 Vol 9, No 4 (2015): Okt - Des 2015 Vol 9, No 3 (2015): Jul - Sept 2015 Vol 9, No 2 (2015): April-Juni 2015 Vol 9, No 1 (2015): Jan - Mar 2015 Vol 8, No 4 (2014): Oct - Dec 2014 Vol 8, No 3 (2014): Jul - Sep 2014 Vol 8, No 2 (2014): April-Juni 2014 Vol 8, No 1 (2014): Jan - Mar 2014 Vol 7, No 4 (2013): Oct - Dec 2013 Vol 7, No 3 (2013): Jul - Sep 2013 Vol 7, No 2 (2013): Apr - Jun 2013 Vol 7, No 1 (2013): Jan - Mar 2013 Vol 6, No 4 (2012): Oct - Dec 2012 Vol 6, No 3 (2012): Jul - Sep 2012 Vol 6, No 2 (2012): Apr - Jun 2012 Vol 6, No 1 (2012): Jan - Mar 2012 Vol 5, No 4 (2011): Oct - Dec 2011 Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011 Vol 5, No 2 (2011): Apr - Jun 2011 Vol 5, No 1 (2011): Jan - Mar 2011 Vol 4, No 5 (2010): Workshops 2010 Vol 4, No 4 (2010): Oct - Dec 2010 Vol 4, No 3 (2010): Jul - Sep 2010 Vol 4, No 2 (2010): Apr - Jun 2010 Vol 4, No 1 (2010): Jan - Mar 2010 Vol 3, No 5 (2009): Workshops 2009 Vol 3, No 4 (2009): Oct - Dec 2009 Vol 3, No 3 (2009): Jul - Sep 2009 Vol 3, No 2 (2009): Apr - Jun 2009 Vol 3, No 1 (2009): Jan - Mar 2009 Vol 2, No 5 (2008): Workshop 2008 Vol 2, No 4 (2008): Oct - Dec 2008 Vol 2, No 3 (2008): Jul - Sep 2008 Vol 2, No 2 (2008): Apr - Jun 2008 Vol 2, No 1 (2008): Jan - Mar 2008 Vol 1, No 4 (2007): Oct - Dec 2007 Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007 Vol 1, No 2 (2007): Apr - Jun 2007 Vol 1, No 1 (2007): Jan - Mar 2007 More Issue