cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agro Ekonomi
ISSN : 02158787     EISSN : 25411616     DOI : -
AE is a media for dissemination information of thinking and research from lecturers, researchers, students, and practitioners who are interest to produce the scientific work in the agricultural and natural resource policies, agribusiness and agricultural extension & communication sciences. The focus and scopes of the articles in this journal are : (1) The macro approach of agricultural socio economic as a system which comprehensive and integrated from subsystems up-stream, subsystems on-farm, subsystems down-stream, subsystems support and the impact of their interrelationships with government policy, international economics, agricultural marketing, environmental resources, agricultural extension and communication, agricultural sociology, farmer institutions, and community empowerment; (2) The micro approach includes the study in the development of agribusiness (finance, farm management, functional and technical aspects) and agricultural local institutional.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "No 3 (1978): 1978" : 7 Documents clear
DUALISME DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN INTI RAKYAT(PIR) LOKAL TEH DI JAWA Siti Hamidah; Sri Widodo
Agro Ekonomi No 3 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.519 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16783

Abstract

This research aimed to analyse dualism between plasm farmers and nucleus estate in the Tea Local Nucleus Estate Smallholder Scheme at Java. The study is conducted in West and Center of Java Provinces. Data of 330 household samples are analyzed by Proportion Test.Although most of plasm fanners have the technical cropping and the use of input and labour are lower than nucleus estate, but the gapa on productivity, product quality, income of tea farming, and fanning efficiency are small.There is still dualism in the Tea Local Nucleus Estate Smallholder Scheme at Java, but it tends to decline. This gap become smaller between Smallholder Scheme could make smaller distance between smallholder plantation and estate.
POLA UMUM PERTNAIAN DALAM KAITANNYA DENGAN PETANI DENGAN TANHA YANG SEMPIT Soedarsono Hadisapoetro
Agro Ekonomi No 3 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.187 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16880

Abstract

Pendahuluan1.Di dalam melaksanakan pembangunan, yang diarahkan untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, maka azas yang tercermin di da,- lam Trilogi Pembangunan, yang terdiri dari stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi danperataanhasil-hasil pembangunan, harus dapat terlaksana secara bersamadan seimbang.Disamping tetap berusaha mempertahankan stabilitas nasional seperti yang telah dicapai sampai sekarang dan tetap berusaha mempertinggi pertumbuhan ekonomi, maka Pemerintah berusaha dengan sekuat-tenaga untuk mengadakan perataan hasil-basilpembangunanbaik antar daerah maupun antar golongan masyarakat.Tugas tersebut merupakan tugas yang tidak mudah dan tidak dapat dicapai dalam waktu yang singkat.2.Perataan hasil-hasil pembangunan antar golongan masyarakat berarti member' kesempatandanmengikutsertakan golongan ekonomi lemah untuk secara aktif mengambil bagian di dalam pembangunan, agar dengan demikian mereka dapat memperoleh bagian dari hasil pembangunan dimana mereka turut serta melakukannya
TOTAL FACTOR PRODUCTIVITY AND FRONTIER PRODUCTION FUNCTION = PRODUKTIVITAS FAKTOR PRODUKSI TOTAL DAN FUNGSI PERODUKSI FRONTIER Sri Widodo
Agro Ekonomi No 3 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.745 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16909

Abstract

The total factor productivity became an interesting concept in the measurement of productivity growth. Productivity is a ratio of output to input. The most common measurement of productivity is single factor productivity or partial productivity such as of land, labor, or capital.A total (factor) productivity is a productivity of all factors of production where the factors are aggregated. In cross-sectional studies this total productivity is a ratio of actual to potential output where the potential output is estimated from ther frontier production function. One of the methods to estimate this frontier function is by using linear programming technique.The total productivity does not always coincide with a single factor productivity of land (yield), that in the study area the larger farms tend to have higher total productivity than yield
SUATU PENDEKATAN DALAM PENENTUAN LUAS USAHATANI YANG OPTIMUM UNTUK DAERAH TRASNMIGRASI Soemangat Soemangat; Tri Poerwadi
Agro Ekonomi No 3 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.698 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16881

Abstract

PendahuluanUsaha-usaha pemekaran daerah transmigrasi yang dalam kaitannya dengan program pengembangan wilayah dimana harus dipertahankan sumber kelestarian alam mempunyai sifat yang sangat komplek. Dalam proses pemekaran ini dikehendaki alokasi dana dan sumber daya secara optimal. Tenaga kerja yang tersedia di dalam masing-masing keluarga transmigran harus digunakan secara effisien. Demikian pula luas tanah yang diusahakan harus cukup untuk dapat menjamin kehidupan yang layak tetapi jangan sampai terjadi sebagian dart sumber daya dan dana yang sudah dialokasikanmenjadi terlantar.Dalam program pemekaran transmigrasi ini telah banyak diserahkan sumber dana dan daya. Suatu pertanyaan yang harus mampu kita jawab ialah berapakah kemampuan sebenarnya dart transmigran untuk mengerjakan tanahnya sehingga dari input daya dan tenaga dapat dicapai hasil yang maksimal. Kalau dia misalnya mampu mengerjakan seluas 0,7 Ha atau 2 Ha bahkan seluas 5 Ha maka dasar kriteria apa yang kita gunakan untuk menentukan ukuran ini. Hal ini merupakan suatu tantangan yang menarik bagi kita semua. Berbagai cara pendekatan telah digunakan sehingga timbul angka 2 Ha atau 5 Ha
ADO[PSI TEKNOLOGI BARU DI KALANGAN PETANI TANAMAN HIAS DI KELURAHAN SUKABUMI ILIR, JAKARTA BARAT Supriyanto Supriyanto
Agro Ekonomi No 3 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.165 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16882

Abstract

PendahuluanUsahatani tanaman bias merupakan salah sate jenis kegiatan di bidang pertanian di Wilayah DKI Jakarta. Bidang usaha ini merupakan salah satu sumber pendapatan yang penting/pokok bagi sebagian penduduk di wilayah-wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.Sebagai sumber pendapatan pokok, sudah barang tentu penduduk (selanjutnya disebut petani) akan berusaha untuk melaksanakan kegiatan usahatani tanaman bias dengan sebaik-baiknya, agar dapat memperoleh pendapatan secara lebih cepat dan lebih besar. Namun demikian, maksud tersebut di alias tidaklah secara mudah dapat dicapai oleh para petani tanaman hias. Berbagai masalah telah sering ditemui oleh mereka dalam usaha memperoleh penghasilan melalui kegiatan usahatani tanaman hias. Dewasa ini, ada dua masalah pokok yang dihadapi oleh para petani tanaman hias, yaitu (a) cara yang perlu ditempuh untuk meningkatkan jumlah dan mutu tanaman yang dihasilkan, dan (b) persaingan yang terja- di di antara mereka dalam pemasaran hasil
PERANAN PEKARANGAN DALAM USAHA MENINGKATKAN KETAHANAN NASIONAL RAKYAT Harjono Danoesastro
Agro Ekonomi No 3 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.614 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16878

Abstract

Peranan pekarangan dalam usaha meningkatkan ketahanan nasional rakyat pedesaan.
MASALAH PEMBINAAN BUUD Soedarsono Hadisapoetro
Agro Ekonomi No 3 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.124 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16879

Abstract

PendahuluanPertumbuhan dan perkembangan koperasiyangkecil-kecil di desa-desa ternyata kurang efisien. Oleh karena itu di dalam rangka memperlancar pelaksanaan pembangunan di daerah pedesaan, sejak tahun 1971 dikembangkan pola BUUD/KUD yang mempersatukan koperasikoperasi yang kecil menjadi lebih besar (amalgamasi) dengan daerah kerja satu kesatuan ekonomiyangmemung, kinkan berbagai kegiatan dapat dikembangkansecaralebih efisien dan efektip.Dengan perluasan wilayah kerjanya, maka diharapkan BUUD akan mempunyai volume pekerjaan yang lebih besar dan akan dapat memanfaatkan teknologi baru yang lebih menguntungkan, sehingga akan dapat meningkatkan jasa-jasanya kepada masyarakat pada umumnya dan kepada para anggota pada khususnya,•disamping akan dapat memperoleh pendapatan yang lebih besar, sehingga akan lebih mampu memperkuat managemen dan organisasinya. Dengan managemen dan organisasi yang lebih kuat itu, diharapkan BUUD dapat memperkembangkan usahanya lebih lanjut, sehingga dapat dicapai keadaan-"self propelling growth".2. BDUDACUD sebagai organisasi koperasiserba usaha merupakan organisasi ekonomi yang berwatak sosial dan bukan organisasi sosial. Sebagai organisasi eko nomi, maka koperasi harus bekerja atas dasar prinsipprinsip ekonomi menuju ke arah efisiensi dan efektivitas dengan maksud untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat dan Para anggotanya serta memperoleh keuntungan yang terutama akan dipergunakan untuk memperbesar permodalannya dan untuk membiayai kegiatan - kegiatan sosialnya.Kegiatan sosial dan efek sosial hanya akan ada jika koperasi dapat memperoleh keuntungan dan keuntungan baru dapat diperoleh jika koperasi dapat bekerja atas dasar prinsip-prinsip ekonomi.3. Atas dasar pertimbangan praktis dan psychologis, maka di dalam masa pembentukanBUUD/KUD (masa rehabilitasi), yang ditonjolkan pertama-tama adalah usaha ekonominya, yang diarahkan untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat. Untuk pertama kalinya jenis' usaha yang dilaksanakan oleh BUUD/KUD dipilihkan usaha yang kiranya akan memberi manfaat secara langsung kepada masyarakat, tetapi tidakbanyak.mengandung resiko dan sekalipun dapat menghasilkan keuntungan bagi BUUD/KUD.4. Jika di dalam masa rehabilitasi ins, BUUD/KUD berhasil untuk memperlihatkan eksistensinya dan manfaatnya kepada masyarakat, maka disamping meneruskan usaha ekonominya, BUUD/KUD mulai dengan mengkonsolidasikan dirt, dengan menyempurnakan organisasinya ke arah pelaksanaan prinsip-prinsip koperasi, sehingga partisipasi dan tanggung-jawab masyarakat di dalam pertumbuhan dan perkembangan koperasi menjadi meningkat (masa konsolidasi).Dengan demikian diharapkan BUUD/KUD akan menjadi organisasi dart rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat yang dapat memberikan akibat koperatifnya ("cooperative effect") dengan sebaik-baiknya,baikterhadapanggota maupun masyarakat sekitarnya.5. Jika masa konsolidasi tersebut dapat dilalul dengan balk, maka BUUD/KUD menjadi slap untukmemenuhi masa pengembangannya, dimana BUUD/KUD akan melaksanakan berbagai-bagai kegiatan ckonomi yang diperlukan oleh masyarakat di dalam Wilayah Unit Desa untuk membantu usaha,usahanya di dalam mengadakan pembangunan.Pada akhirnya BUUD/KUD diharapkan akan menjadi wadah pengembangan dan inti kegiatan ekonomi di pedesaan.6.Bagi bangsa Indonesia koperasi merupakan teknologi berorganisasi yang masih harus dipelajari, dihayati dan kemudian dilaksanakan bersama secara konsisten berdasarkan landasan mental : setia kawan dan kesadaran berpribadi yang isi mengisi dan memperkuat satu sama lain.Setia kawan telah ada dalam masyarakat Indonesia dan tampak keluar sebagai gotong royong. Akan tetapi landasan setia-kawan saja hanya dapat memelihara persekutuan dalam masyarakat yang statis dan karenanya tidak dapat mendorong kemajuan.Kesadaran berpribadi, keinsyafan akan harga dirt sendiri dan percaya pada diri sendiri pada umumnyamasih perlu dikembangkan.Dalam koperasi harus tergabung kedua landasan mental tersebut sebagai dua unsur yang dorong-mendorong, hidup menghidupi dan awas mengawasi.Jika kesadaran berpribadi itu belum berkembang, maka keberhasilan koperasi sangat dipengaruhi oleh sifat-sif at pemimpinnya. Kewibawaan, kejujuran, dedikasi dan pengetahuan serta ketrampilan di dalam usaha, merupakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin koperasi supaya koperasi itu dapat berhasil.Karena pemimpin yang demikian itu merupakan barang yang langka, maka koperasi harus bersedia untuk memberikan balas jasa yang banyak kepadanya untuk dapat memperolehnya.7.Di dalam kerangka prinsip prinsip pembinaan BUUD/KUD seperti digambarkan di atas,Pemerintandiharapkan dapat menciptakan iklim yang dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangannya, memperkuat permodalannya, memperbaiki organisasi dan managemennya serta menumbuhkan kesadaran berpribadi para anggotanya.Walaupun telah diperoleh kemajuan-kernajuan, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa di dalam perkembangan tersebut masih terdapat banyak masalah dan kelemahan yang perlu diatasi, balk dart segi organisasi, managemen dan usahanya maupun dart segi pembinaan ideologinya

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

1978 1978


Filter By Issues
All Issue Vol 36, No 1 (2025): JUNE 2025 Vol 36 (2025): ARTICLE IN PRESS Vol 35, No 2 (2024): DECEMBER 2024 Vol 35, No 1 (2024): JUNE 2024 Vol 34, No 2 (2023): DECEMBER 2023 Vol 34, No 1 (2023): JUNE 2023 Vol 33, No 2 (2022): DECEMBER 2022 Vol 33, No 1 (2022): JUNE 2022 Vol 32, No 2 (2021): DECEMBER 2021 Vol 32, No 1 (2021): JUNE 2021 Vol 31, No 2 (2020): DECEMBER 2020 Vol 31, No 1 (2020): JUNE 2020 Vol 30, No 2 (2019): DECEMBER 2019 Vol 30, No 1 (2019): JUNE 2019 Vol 29, No 2 (2018): DECEMBER 2018 Vol 29, No 1 (2018): JUNE 2018 Vol 28, No 2 (2017): DECEMBER 2017 Vol 28, No 1 (2017): JUNI 2017 Vol 27, No 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol 27, No 1 (2016): JUNI 2016 Vol 26, No 2 (2015): DESEMBER 2015 Vol 26, No 1 (2015): JUNI 2015 Vol 25, No 2 (2014): DESEMBER 2014 Vol 25, No 1 (2014): JUNI 2014 Vol 24, No 2 (2013): DESEMBER 2013 Vol 24, No 1 (2013): JUNI 2013 Vol 18, No 1 (2011): JUNI 2011 Vol 17, No 2 (2010): DESEMBER 2010 Vol 17, No 1 (2010): JUNI 2010 Vol 15, No 2 (2008): DESEMBER 2008 Vol 15, No 1 (2008): JUNI 2008 Vol 14, No 1 (2007): JUNI 2007 Vol 13, No 2 (2006): DESEMBER 2006 Vol 12, No 2 (2005): DESEMBER 2005 Vol 11, No 2 (2004): DESEMBER 2004 Vol 11, No 1 (2004): JUNI 2004 Vol 10, No 2 (2003): DESEMBER 2003 Vol 10, No 1 (2003): JUNI 2003 Vol 9, No 2 (2002): DESEMBER 2002 Vol 9, No 1 (2002): JUNI 2002 Vol 8, No 2 (2001): DESEMBER 2001 Vol 8, No 1 (2001): JUNI 2001 Vol 7, No 1 (2000): JUNI 2000 Vol 6, No 2 (1999): DESEMBER 1999 Vol 6, No 1 (1999): JUNI 1999 Vol 4, No 2 (1994): DESEMBER 1994 No 5 (1990): 1990 Vol 9, No 1 (1988) No 4 (1986): 1986 No 12 (1979): 1979 No 11 (1978): 1978 No 3 (1978): 1978 More Issue