cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agro Ekonomi
ISSN : 02158787     EISSN : 25411616     DOI : -
AE is a media for dissemination information of thinking and research from lecturers, researchers, students, and practitioners who are interest to produce the scientific work in the agricultural and natural resource policies, agribusiness and agricultural extension & communication sciences. The focus and scopes of the articles in this journal are : (1) The macro approach of agricultural socio economic as a system which comprehensive and integrated from subsystems up-stream, subsystems on-farm, subsystems down-stream, subsystems support and the impact of their interrelationships with government policy, international economics, agricultural marketing, environmental resources, agricultural extension and communication, agricultural sociology, farmer institutions, and community empowerment; (2) The micro approach includes the study in the development of agribusiness (finance, farm management, functional and technical aspects) and agricultural local institutional.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "No 4 (1986): 1986" : 7 Documents clear
KEMISKINAN DAN PEMERATAAN DI DAERAH PROYEK IRIGASI SEMARANG BARAT ( POVERTY AND EQUITY IN THE WEST SEMARANG IRRIGATION PROJECT AREA ) Roso Witjaksono
Agro Ekonomi No 4 (1986): 1986
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.631 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16905

Abstract

Proyek rehabilitasi jaringan pengairan terutama dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan sosial ekonomi masyarakat petani yang sebagian besar termasuk dalam lapisan bawah masyarakat. Dampak proyek ini dapat antara lain dilihat pada indikator tingkat kemiskinan dan pemerataan pendapatan petani di daerah proyek.Patokan yang digunakan untuk menentukan tingkat kemiskinan suatu masyarakat adalah garis kemiskinan yang dicetuskan oleh Sajogyo (1982), yang mendasarkan perhitungannya pada besarnya pengeluaran rumah tangga petani dalam bentuk setara beras.Pemerataan pendapatan petani ditentukan dengan cara pengukuran terhadap standar deviasi (S), koefisien variasi (Kv) dan Gini Ratio (GR), yang semuanya mendasarkan pada perhitungan besarnya pengeluaran rumah tangga petani sampel. Penggunaan tiga cara pengukuran tersebut secara bersama-sama akan dapat memberikan gambaran keadaan pemerataan yang lebih riil daripada hanya menggunakan salah satu cara pengukuran.Hasil analisis menunjukkan bahwa 63,4% anggota masyarakat petani di daerah proyek berada di atas garis kemiskinan. Di antara Lima kriteria daerah proyek (daerah Rehabilitasi Irigasi, daerah Banjir, daerah Tebu, daerah Tembakau dan daerah Tambak) ternyata keadaan pemerataan terbaik dijumpai di daerah Tebu dan keadaan pemerataan terburuk dijumpai di daerah Rehabilitasi Irigasi
PENYEMPURNAAN DAN PEMANTAPAN PELAKSANAAN SISTEM KERJA LAKU Ahmad Sutardi
Agro Ekonomi No 4 (1986): 1986
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.931 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16892

Abstract

PendahuluanSelama hampir 10 tahun sejak tahun 1976 penyuluhan pertanian di Indonesia menerapkan sistem kerja Latihan dan Kunjungan. Selama waktu tersebut telah banyak hasil yang dicapai khususnya dalam tujuan meningkatkan produksi tanaman pangan terutama padi dan palawija.Banyak negara yang sedang membangun melaksanakan penyuluhan pertanian dengan mengetrapkan sistem kerja LAKU, negara-negara tersebut tersebar dikawasan Asia, Afrika, Amerika Selatan dan Eropa. Direktorat Penyuluhan Tanaman Pangan nampaknya bertekad untuk menyempurnakan dan memantapkan sistem kerja LAKU agar sistem kerja LAKU yang sementara ini digunakan di Indonesia Iebih mampu memberikan daya guna dan hasil guna penyuluhan pertanian
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH DARI PERTANIAN KE NON-PERTANIAN DI PEDESAAN SEKITAR KOTA YOGYAKARTA Teguh Marwinto
Agro Ekonomi No 4 (1986): 1986
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.194 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16908

Abstract

Faktor-faktor yang memepngaruhi perubahan penggunaan tanah dari pertanian ke non-pertanian di pedesaan sekitar kota Yogyakarta
MASALAH PELAKSANAAN PERJANJIAN BAGI HASIL MENURUT UNDNAG-UNDNAG NO. 2 TAHUN 1960 DI KABUPATEN KUDUS Darsono Darsono
Agro Ekonomi No 4 (1986): 1986
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.877 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16893

Abstract

PendahuluanTanah adalah salah satu faktor produksi yang penting di antara faktorfaktor produksi yang lain. Bagi petani tanah adalah alat produksi, yang merupakan tumpuan harapan di mana kelangsungan hidup petani dan keluarganya digantungkan kepadanya. Tanah merupakan sumber harta kekayaan yang amat besar dan hampir tiada habisnya.Sehubungan dengan itu pula, manusia di dalam kehidupannya tidak bisa terlepas dari masalah tanah. Hai ini karena tanah menyangkut segala segi kehidupan manusia, balk itu sebagai tempat pemukiman, sebagai tempat kegiatan dalam bidang pertanian, bidang industri dan sebagainya.Bahwa begitu pentingnya tanah sebagai faktor produksi, dapat dibuktikan dari tinggi rendahnya balas jasa (sewa, bagi basil yang sesuai dengan permintaan dan penawaran tanah itu dalam masyarakat dan daerah tertentu (Mubyarto, 1977). Selanjutnya Mubyarto (1977), mengatakan bahwa dalam suatu daerah yang penduduknya sangat padat di mana jumlah petani penyakap yang memerlukan tanah garapan jauh lebih besar daripada persediaan tanah yang ada, maka pemilik tanah dapat meminta syarat-syarat yang lebih berat bila dibandingkan dengan daerah di mana persediaan tanah garapan masih luas. Di samping adanya kemungkinan pemilik tanah akan memilih menyakapkan tanahnya kepada petani yang sanggup menawarkan bagi hasil yang lebih menarik, maka pemilik dapat pula memilih petani penyakap yang lebih rajin dan lebih menunjukkan kesungguhan dalam mengerjakan tanah. Sehingga keadaan demikian ini yang menyebabkan penyakap akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan pemilik tanah supaya tanahnya tidak dicabut kembali oleh pemiiiknya
TOTAL FACTOR PRODUCTIVITY AND FRONTIER PRODUCTION FUNCTION = PRODUKTIVITAS FAKTOR PRODUKSI TOTAL DAN FUNGSI PERODUKSI FRONTIER Sri Widodo
Agro Ekonomi No 4 (1986): 1986
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.745 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16895

Abstract

The total factor productivity became an interesting concept in the measurement of productivity growth. Productivity is a ratio of output to input. The most common measurement of productivity is single factor productivity or partial productivity such as of land, labor, or capital.A total (factor) productivity is a productivity of all factors of production where the factors are aggregated. In cross-sectional studies this total productivity is a ratio of actual to potential output where the potential output is estimated from ther frontier production function. One of the methods to estimate this frontier function is by using linear programming technique.The total productivity does not always coincide with a single factor productivity of land (yield), that in the study area the larger farms tend to have higher total productivity than yield
RESPONSE PENAWARAN TEMBAKAU RAKYAT DI DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG TENGAH (SUPPLY RESPONSE OF FARM TOBACCO IN TEMANGGUNG, CENTRAL JAVA) Martoyo Martoyo; M. Soedjono; Sinarhadi Sinarhadi
Agro Ekonomi No 4 (1986): 1986
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.491 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16894

Abstract

PendahuluanKomoditi tembakau merupakan bahan utama untuk pembuatan rokok. Komoditi ini diutamakan dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan ekspor maupun kebutuhan industri rokok kretek dalam negeri.Dari pertanaman tembakau seluas ± 190.000 ha. sebagian besar diusahakan sebagai tanaman tembakau rakyat yaitu seluas ± 150.000 ha. atau sekitar 78,94 persenl). Tembakau rakyat mempunyai arti penting bagi perekonomian rakyat dan negara, yakni dalam usaha meningkatkan pendapatan petani disamping sebagai sumber cukai bagi pemerintah.Dengan berkembangnya industri rokok kretek dalam negeri yang makin balk yang disebabkan oleh tergesernya selera masyarakat dalam mengkonsumsikan rokok yaitu beralih untuk mengkonsumsikan rokok kretek2), disamping semakin banyaknya konsumen rokok kretek diluar negeri3). HaI ini menyebabkan kebutuhan tembakau sebagai bahan baku akan meningkat. Ini .ditunjukkan dengan semakin meningkatnya jumlah produksi dan tingkat konsumsi rokok kretek yang dapat dilihat pada tabel 1.Bertolak dari kebutuhan yang semakin meningkat, diduga untuk waktuwaktu mendatang akan terjadi peningkatan luas areal tanam yang merupakan petunjuk semakin meningkatnya jumlah penawaran pada perkebunan ternbakau rakyat
Ilmu Ekonomi Pertanian dan Pembangunan Sri Widodo
Agro Ekonomi No 4 (1986): 1986
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4030.978 KB) | DOI: 10.22146/jae.23681

Abstract

Pertanian memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi di negara-negara yang sedang berkembang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

1986 1986


Filter By Issues
All Issue Vol 36, No 2 (2025): DECEMBER 2025 Vol 36, No 1 (2025): JUNE 2025 Vol 36 (2025): ARTICLE IN PRESS Vol 35, No 2 (2024): DECEMBER 2024 Vol 35, No 1 (2024): JUNE 2024 Vol 34, No 2 (2023): DECEMBER 2023 Vol 34, No 1 (2023): JUNE 2023 Vol 33, No 2 (2022): DECEMBER 2022 Vol 33, No 1 (2022): JUNE 2022 Vol 32, No 2 (2021): DECEMBER 2021 Vol 32, No 1 (2021): JUNE 2021 Vol 31, No 2 (2020): DECEMBER 2020 Vol 31, No 1 (2020): JUNE 2020 Vol 30, No 2 (2019): DECEMBER 2019 Vol 30, No 1 (2019): JUNE 2019 Vol 29, No 2 (2018): DECEMBER 2018 Vol 29, No 1 (2018): JUNE 2018 Vol 28, No 2 (2017): DECEMBER 2017 Vol 28, No 1 (2017): JUNI 2017 Vol 27, No 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol 27, No 1 (2016): JUNI 2016 Vol 26, No 2 (2015): DESEMBER 2015 Vol 26, No 1 (2015): JUNI 2015 Vol 25, No 2 (2014): DESEMBER 2014 Vol 25, No 1 (2014): JUNI 2014 Vol 24, No 2 (2013): DESEMBER 2013 Vol 24, No 1 (2013): JUNI 2013 Vol 18, No 1 (2011): JUNI 2011 Vol 17, No 2 (2010): DESEMBER 2010 Vol 17, No 1 (2010): JUNI 2010 Vol 15, No 2 (2008): DESEMBER 2008 Vol 15, No 1 (2008): JUNI 2008 Vol 14, No 1 (2007): JUNI 2007 Vol 13, No 2 (2006): DESEMBER 2006 Vol 12, No 2 (2005): DESEMBER 2005 Vol 11, No 2 (2004): DESEMBER 2004 Vol 11, No 1 (2004): JUNI 2004 Vol 10, No 2 (2003): DESEMBER 2003 Vol 10, No 1 (2003): JUNI 2003 Vol 9, No 2 (2002): DESEMBER 2002 Vol 9, No 1 (2002): JUNI 2002 Vol 8, No 2 (2001): DESEMBER 2001 Vol 8, No 1 (2001): JUNI 2001 Vol 7, No 1 (2000): JUNI 2000 Vol 6, No 2 (1999): DESEMBER 1999 Vol 6, No 1 (1999): JUNI 1999 Vol 4, No 2 (1994): DESEMBER 1994 No 5 (1990): 1990 Vol 9, No 1 (1988) No 4 (1986): 1986 No 12 (1979): 1979 No 11 (1978): 1978 No 3 (1978): 1978 More Issue