cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2024)" : 5 Documents clear
Eksperimental Pemanfaatan Sumber Energi LPG pada Pengering Rotary Kapasitas 20 kg I Gede Bawa Susana; Ida Bagus Alit
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2024.v10.i01.p01

Abstract

Pengeringan metode berputar dengan sumber energi liquefied petroleum gas (LPG) digunakan untuk menggantikan pengeringan matahari. Hal ini sebagai alternatif untuk mengatasi kelemahan pengeringan matahari yang sangat bergantung terhadap cuaca, serta mengeringkan bahan pangan berupa biji-bijian. Selain itu, LPG untuk petani kecil yang memperoleh subsidi dari Negara memberikan kemudahan dan keuntungan secara ekonomis untuk petani kecil. Penelitian bertujuan melakukan pengujian pengering rotary energi LPG dengan mengeringkan jagung 20 kg untuk waktu 120 menit dari kadar air awal 18% menjadi maksimal 14% sesuai standar mutu dari Badan Standardisasi Nasional (BSN). Hasil pengujian menunjukkan dalam waktu 120 menit kadar air jagung mencapai 13,67%. Temperatur lingkungan mampu ditingkatkan sebesar 85,01% yaitu dari 30,37oC menjadi 56,19oC di dalam ruang pengering. Temperatur mempengaruhi perubahan kadar air, laju, dan efisiensi pengeringan. Laju pengeringan relatif lebih tinggi pada kandungan kadar air yang masih tinggi. Efisiensi pengeringan semakin menurun mengikuti penurunan kadar air jagung. Konsumsi LPG sebesar 0,3 kg dengan jumlah kalor yang digunakan selama proses pengeringan sebesar 14.136,24 kJ. Aplikasi pengering ini menguntungkan bagi petani kecil. Sehingga hasil penelitian dibutuhkan masyarakat di desa yang mayoritas petani dan membutuhkan teknologi terapan yang murah, mudah diaplikasikan, dan produk higinis. The rotary drying method with a liquefied petroleum gas (LPG) energy source replaces solar drying. This is an alternative to overcome the weaknesses of sun drying, which depends on the weather, as well as drying food in the form of grain. Apart from that, LPG for small farmers who receive subsidies from the State provides convenience and economic benefits for small farmers. The research aims to test the LPG energy rotary dryer by drying 20 kg of corn for 120 minutes from an initial moisture content of 18% to a maximum of 14% according to the National Standardization Agency (BSN) quality standards. The test results showed that within 120 minutes, the corn moisture content reached 13.67%. The environmental temperature was able to be increased by 85.01%, namely from 30.37oC to 56.19oC in the drying room. Temperature affects changes in moisture content, rate, and efficiency of drying. The drying rate is relatively higher when the water content is still high. Drying efficiency decreases following the decrease in corn moisture content. LPG consumption is 0.3 kg, and the amount of heat used during the drying process is 14,136.24 kJ. This drying application is profitable for small farmers. So, the research results are needed by people in villages who are predominantly farmers and need applied technology that is cheap, easy to apply, and hygienic products.
Variasi Equivalence Ratio Pada Gasifikasi Downdraft Berbahan Bakar RDF Sampah Kota I Made Dony Mei Hermawan; I Nyoman Suprapta Winaya; I Gede Putu Agus Suryawan; I Putu Angga Yuda Pratama
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2024.v10.i01.p02

Abstract

pengelolaan sampah padat kota (Municipal Solid Waste, MSW), dengan potensi menghasilkan gas yang dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar atau diolah menjadi bahan baku terbarukan untuk aplikasi skala kecil hingga besar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas MSW, khususnya nilai kalor dan kerapatan, dengan mengubahnya menjadi Refused Derived Fuel (RDF). Diketahui bahwa peningkatan kerapatan bahan bakar membutuhkan jumlah udara (oksigen) yang optimal untuk mencapai efisiensi gasifikasi maksimum. Metode eksperimental digunakan untuk menguji kinerja bahan bakar RDF dalam reaktor gasifikasi downdraft dengan memvariasikan konsumsi udara, yang diukur dalam equivalence ratio (ER), pada rentang 0.15, 0.20, 0.25, 0.30, dan 0.35. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi Fuel Conversion Rate pada RDF adalah 1,96 kg/jam pada ER 0.15, sementara Cold Gas Efficiency (CGE) tertinggi tercapai pada ER 0.30 sebesar 80.39%. Hal ini mengindikasikan bahwa penyesuaian ER berdampak signifikan terhadap kinerja gasifikasi, dengan peningkatan ER menyebabkan naiknya suhu gasifikasi dan pasokan udara yang lebih baik. Namun, ER yang terlalu rendah dapat menyebabkan proses gasifikasi menjadi lebih lama dan mengurangi laju aliran gas sintesis, dan sebaliknya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya pengaturan ER yang optimal dalam proses gasifikasi RDF untuk meningkatkan efisiensi energi dan pengelolaan MSW yang lebih berkelanjutan. Gasification has been proven as an effective method for managing municipal solid waste (MSW), with the potential to produce gas that can be directly used as fuel or processed into renewable raw materials for small to large-scale applications. This study aims to improve the quality of MSW, particularly its calorific value and density, by converting it into Refused Derived Fuel (RDF). It is known that increasing the fuel density requires an optimal amount of air (oxygen) to achieve maximum gasification efficiency. An experimental method was used to test the performance of RDF fuel in a downdraft gasification reactor by varying air consumption, measured in equivalence ratio (ER), within the range of 0.15, 0.20, 0.25, 0.30, and 0.35. The results showed that the highest Fuel Conversion Rate for RDF was 1.96 kg/hour at an ER of 0.15, while the highest Cold Gas Efficiency (CGE) was achieved at an ER of 0.30, amounting to 80.39%. This indicates that adjusting the ER significantly impacts gasification performance, with an increase in ER causing a rise in gasification temperature and better air supply. However, an ER that is too low can prolong the gasification process and reduce the flow rate of synthesis gas, and vice versa. This study provides insights into the importance of optimal ER setting in the RDF gasification process to enhance energy efficiency and promote more sustainable MSW management.
Analisis Pola Aliran dan Tekanan Udara Ruang Dengan Penambahan Sistem Ventilasi Mekanis – CFD dan Eksperimen I Putu Widiarta
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2024.v10.i01.p03

Abstract

Ventilasi merupakan suatu siklus pergantian udara didalam ruangan baik secara alami ataupun mekanis. Laju ventilasi di disebabkan oleh perbedaan tekanan yang terjadi, akibat dari peredaan tekanan menyebabkan udara mampu mengalir/bergerak kearah tertentu sesuai titik dari perbedaan tekanan. Ventilasi dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu ventilasi mekanis dan ventilasi alami. Fan dimanfaatkan untuk membuat peneomena perbedaan tekanan udara dengan demikian udara dapat bergerak masuk maupun keluar ruangan dan membentuk pola aliran udara. Untuk mengetahui pola aliran udara dilakukan dengan simulasi CFD dengan flow time yaitu transien, dan nilai distribusi tekanan diukur secara ekerimen menggunan pressure transducer. Penambahan venilasi mekanis menyebakan terjadi pertukaran udara dan terbentuknya fenomena superposition flow pada indoor ruangan. penurunan tekanan udra ruangan indoor air pressure akibat penambahan ventilasi mekanis dengan nilai ACH 6,7 tidak terlalu signiikan dan masih memenuhi standar kenyamanan manusia (occupant) untuk melakukan aktivitas pernafasan. Ventilation is a cycle of changing air in a room either naturally or mechanically. Ventilation rate caused by pressure different, as a result of pressure relief causing the air to be able flow or move in certain direction according to the point of pressure different. Ventilation can classification into 2 types, namely mechanical ventilation and natural ventilation. Addition of fan can create a difference in air pressure between indoor and outdoor rooms that the air can move in and out the room. The flowing air can shape a flow pattern, to determine the air flow pattern, a CFD simulation is carried out with flow time, which is transient, and the pressure distribution measured by experimental using a pressure transducer. The addition of mechanical ventilation causes air exchange and the formation of superposition flow phenomenon at indoor room. The decrease indoor air pressure due to addition of mechanical ventilation with an ACH value 6.7 is not too significant and steel meet human comfort standard for carrying out respiratory activities.
Perancangan Coal Gas Booster Untuk Kebutuhan Pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fajar Ramadhan; Tota Pirdo Kasih
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2024.v10.i01.p04

Abstract

Proyek Pabrik Pemurnian Alumina Smelter Grade (SGAR) yang dikembangkan oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) bertujuan untuk menghasilkan satu juta ton alumina dengan tingkat kemurnian lebih dari 98,6%. Pemurnian bauksit menjadi alumina dalam skala besar, terutama pada tahap kalsinasi yang memerlukan gas, merupakan tantangan utama dalam proyek ini. Solusi yang diadopsi adalah menggunakan gasifikasi batubara sebagai sumber gas, suatu pilihan yang tidak hanya lebih ekonomis dibandingkan dengan gas alam, tetapi juga menghasilkan emisi gas yang rendah [1]. Gasifikasi, sebagai proses yang kompleks, melibatkan parameter krusial seperti temperatur, tekanan, jenis bahan bakar, dan stoikiometri [2]. Hasil dari gasifikasi terdiri dari produk utama, yaitu gas sintesis, dan produk samping, yaitu fly ash dan bottom ash. Gas sintesis didominasi oleh komponen karbon dioksida (CO) dan hidrogen (H2), yang dapat meningkatkan kualitas bahan bakar padat [3]. Meskipun demikian, tantangan utama muncul dalam transportasi gas batubara untuk proses kalsinasi yang membutuhkan tekanan sebesar 0.025 MPa, debit gas sebesar 66.347 Nm3/jam, dan nilai kalor sekitar 5441.8 kJ/Nm3. Penelitian difokuskan pada pemilihan gas booster, dengan mempertimbangkan pressure drop dan rugi debit dalam sistem transportasi gas batubara. Booster krusial yang dipilih adalah C series Hubei Sangfeng Turbine Equipment dengan kapasitas 840 m3/menit dan daya motor penggerak sebesar 800 kW. Uji performa menunjukkan efisiensi sebesar 93%, vibrasi kurang dari 4 mm/s, dan temperatur bearing rata-rata di bawah 45?, menunjukkan kinerja yang optimal. Penerapan booster ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi tantangan transportasi gas batubara dalam proyek SGAR, dengan potensi meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proses produksi. The Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Project developed by PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) aims to produce one million tons of alumina with a purity level exceeding 98.6%. The refining of bauxite into alumina on a large scale, especially during the calcination stage that requires gas, poses a major challenge in this project. The adopted solution is to use coal gasification as a gas source, an option that is not only more economical than natural gas but also generates low gas emissions [1]. Gasification, as a complex process, involves crucial parameters such as temperature, pressure, fuel type, and stoichiometry [2]. The results of gasification consist of the main product, synthesis gas, and by-products, namely fly ash and bottom ash. Synthesis gas is dominated by carbon dioxide (CO) and hydrogen (H2) components, which can enhance the quality of solid fuel [3]. However, the main challenge arises in the transportation of coal gas for the calcination process, requiring a pressure of 0.025 MPa, a gas flow rate of 66,347 Nm3/hour, and a calorific value of approximately 5441.8 kJ/Nm3. The research focuses on the selection of a gas booster, considering pressure drop and flow loss in the coal gas transportation system. The crucial booster selected is the C series Hubei Sangfeng Turbine Equipment with a capacity of 840 m3/minute and a drive motor power of 800 kW. Performance tests show an efficiency of 93%, vibration less than 4 mm/s, and an average bearing temperature below 45°C, indicating optimal performance. The implementation of this booster is expected to be an effective solution to overcome the challenges of coal gas transportation in the SGAR project, with the potential to improve the efficiency and sustainability of the production process.
The Pengaruh Penambahan Karbon Aktif Cangkang Telur Terhadap Karakteristik Pembakaran Droplet Minyak Jarak I Kadek Dwi Sasmita; I Ketut Gede Wirawan; Si Putu Gede Gunawan Tista
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2024.v10.i01.p05

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk Indonesia menyebabkan peningkatan kebutuhan akan sumber energi. Kebutuhan energi yang semakin tinggi tidak sejalan dengan ketersediaan sumber energi yang ada. Sumber energi fosil yang ada memiliki ketersediaan yang terbatas, hal tersebut mendorong kita untuk mencari dan mengembangkan sumber – sumber energi terbarukan yang alami dan mudah didapatkan. Minyak jarak adalah salah satu sumber energi yang potensial digunakan dimasa mendatang, namun masih memerlukan pengembangan untuk memperbaiki karakteristik minyak jarak yang sulit terbakar. Katalis karbon aktif cangkang telur telah dikembangkan dalam beberapa penelitian sebelumnya yang berguna sebagai adsorben untuk memurnikan senyawa. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian terkait pengaruh penambahan karbon aktif cangkang telur terhadap pembakaran minyak jarak. Peranan karbon aktif dalam proses pembakaran minyak jarak dengan metode pembakaran droplet dapat mempengaruhi karakteristik pembakaran minyak jarak dalam berbagai variasi campuran (0 ppm, 100 ppm, 300 ppm, dan 500 ppm). Dengan penambahan karbon aktif dapat menurunkan nilai viskositas minyak jarak, semakin banyak konsentrasi karbon aktif semakin menurunkan viskositas minyak jarak. Selain itu dengan semakin meningkatnya konsentrasi karbon dapat mempengaruhi dimensi dan nyala api droplet minyak jarak yang menghasilkan fenomena microexplosion. The increasing population of Indonesia causes an increase in the need for energy sources. Increasing energy needs are not in line with the availability of existing energy sources. Existing fossil energy sources have limited availability, this encourages us to seek and develop renewable energy sources that are natural and easy to obtain. Castor oil is one of the energy sources that has the potential to be used in the future, but still requires development to improve the characteristics of castor oil which is difficult to burn. Egg shell activated carbon catalyst has been developed in several previous studies to be useful as an adsorbent for purifying compounds. Based on this, a study was conducted regarding the effect of adding eggshell activated carbon on the burning of castor oil. The role of activated carbon in the process of burning castor oil using the droplet combustion method can affect the burning characteristics of castor oil in various mixtures (0 ppm, 100 ppm, 300 ppm, and 500 ppm). The addition of activated carbon can reduce the viscosity of castor oil, the more active carbon concentration the lower the viscosity of castor oil. In addition, the increasing concentration of carbon can affect the dimensions and flame of castor oil droplets which results in a microexplosion phenomenon.

Page 1 of 1 | Total Record : 5