cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Kajian Sifat Tarik Serat Pelepah Lontar dengan Singular Fiber Tensile Testing Methode Melsiani R F Saduk; Fransisko Piri Niron
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2018.v04.i01.p02

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai filler pada komposit mulai banyak digunakan. Salah satu yang memiliki prospek cukup baik adalah serat pelepah pohon lontar (Borassus Flabellifer), yang penggunaannya masih terbatas pada bahan bakar atau komponen tertentu dalam pembangunan rumah. Serat pelepah lontar yang dikombinasikan dengan polyester sebagai matriks dapat bermanfaat untuk alternatif pembuatan body kapal ikan. Akan tetapi data dan informasi ilmiah tentang sifat mekanis kekuatan tarik serat tunggal pelepah pohon lontar ini masih belum tersedia sehingga pemanfaatan serat pelepah lontar ini masih sangat terbatas khususnya dalam penggunaan sebagai penguat pada komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai kekuatan tarik yang dihasilkan serat pelepah lontar tanpa perlakuan alkali maupun melalui perlakuan alkali dengan menggunakan singular fiber tensile testing methode. Nilai kekuatan tarik yang dihasilkan serat lontar tanpa perlakuan alkali adalah 364,32 MPa, dan kekuatan tarik maksimal serat yang diberi perlakuan alkali adalah serat dengan waktu perlakuan 4 jam (240 menit) sebesar 496,75 MPa, The use of natural fiber as a filler of composite is commonly used. One of the natural fibers that has quite good prospect is the fiber from the midrib of palm tree (Borassus Flabellifer), which its usage is limited on fuel or certain components in constructing houses. Fiber from midrib of palm tree that combined with polyester as matrix can be beneficial to be an alternative in constructing the body of boat for fishing. However, data and scientific information about the mechanic system of the tensile strenght of the singular fiber of palm tree is very limited in particular in the utilization as strengthener on composite. This research is to find out how strong the tensile strenght created by palm fiber without treatment either with alkali or alkali with singular fiber tensile testing method. The value of tensile strenght generated by palm fiber without alkali treatment is 364.32 Mpa, and the maximum tensile strenght of the fiber with alkali treatment is the fiber with 4 hours (240 minutes) treatment amounts 496.74 Mpa.
Pengaruh Perlakuan Temperatur dan Media Pendinginan Terhadap Sifat Ketangguhan Baja AISI 3215 I Ketut Suarsana; IGN Nitya Santhiarsa; DNK Putra Negara
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2018.v04.i01.p04

Abstract

Perlakuan panas adalah pemanasan yang diikuti dengan penahanan dan pendinginan menggunakan media quenching. Pengerasan adalah pemanasan logam hingga suhu austenit, tahan pada suhu tersebut untuk sementara waktu dan kemudian didinginkan pada media pendinginan seperti air, minyak, udara, air garam. Untuk mengatasi perubahan sifat mekanik, perlu diberikan proses perlakuan panas. Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan stress internal dan mencegah terjadinya retak atau cacat. Sifat mekanis ketangguhan adalah kemampuan material untuk menyerap energi sesaat sebelum terjadi fraktur pada struktur itu. Penelitian ini membahas tentang prediksi ketangguhan properti mekanik dengan memberikan pemanasan pada temperatur 800, 850 dan 9000C dan masing-masing specimen diquenching dengan : air tawar, air laut dan minyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sifat ketangguhan dari efek temperatur dan media pendinginan yang digunakan. Data menunjukan pada 8000C dengan media quenching minyak nilai ketangguhan adalah 33,833 kg/cm2, serta suhu 9000C dengan quenching media air nilai ketangguhan adalah 40,8747 kg/cm2). Jadi semakin meningkat temperature perlakuan, berpengaruh terhadap sifat ketangguhan impak bahan. Heat treatment is carried out by heating followed by anchoring and using quenching medium as cooling. Hardening is metal heating to austenite temperature, hold it at a temporary temperature and then cooled to cooling media such as water, oil, air, brine. To overcome the change of mechanical properties, need to be given process of heat treatment. This is to remove internal stress and prevent the occurrence of cracks or defects. The mechanical properties of toughness are the ability of the material to absorb energy without fracturing the structure. This study discusses the prediction of toughness of mechanical properties by heating at temperatures of 800, 850 and 9000C and each specimen quenching with: freshwater, seawater and oil. The results showed that there was an increase in the toughness properties of the temperature effect and the cooling medium used. The data show on 8000C with medium quenching oil the toughness value is 33.833 kg/cm2, and the temperature of 9000C with quenching medium water toughness value is 40.8747 kg/cm2). So the increasing of treatment temperature has influence to the material toughness
Baja AISI 1006: Efek Suhu Pemanasan Terhadap Sifat Mekanik Dan Strukturmikro Nasmi Herlina Sari; Lalu Tumbuh Prasetya; Agus Dwi Catur
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2018.v04.i01.p01

Abstract

Penyelidikan sifat–sifat dari baja AISI 1006 menggunakan suhu pemanasan masih sangat menarik untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek suhu pemanasan dan tempering terhadap sifat mekanik dan struktur mikro baja AISI 1006. Variasi suhu pemanasan yang digunakan adalah 850oC, 900oC dan 950oC. Proses tempering dilakukan pada suhu 200oC. Spesimen dibentuk mengikuti standar internasional untuk pengujian impak, kekerasan dan struktur mikro. Energi serap dan kekuatan impak ditentukan dengan menggunakan mesin uji impak, dan kekerasan baja diukur mengunakan mesin uji kekerasan Vickers. Selain itu, strukturmikro dari baja juga telah dianalisa menggunakan mikroskop metalografi. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan suhu pemanasan dan tempering pada 200°C menurunkan nilai kekuatan impak dan penyerapan energi baja; sebaliknya, kekerasan baja meningkat; karena fase austenit berubah menjadi perlit dan sementit. Energi penyerapan dan kekuatan impak tertinggi diperoleh dari spesimen SRA. Sementara itu, nilai kekerasan tertinggi diperoleh dari spesimen TKC. Hasil ini diharapkan dapat memberikan data dan informasi bagi para peneliti dan industrialis dalam mengembangkan produk baja untuk berbagai aplikasi.
Analisa Unjuk Kerja Sistem PLTG di PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali Musa Aleksander Partogi; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; Ketut Astawa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2018.v04.i01.p03

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan salah satu mesin pembangkit yang digunakan PT. Indonesia Power UP Bali dalam kegiatan industri pembangkit di Indonesia. Dalam pengoperasiannya mulai tahun 1994 hingga sekarang mesin PLTG masih menggunakan minyak solar/HSD sebagai bahan bakar pembangkit.Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa unjuk kerja sistem PLTG khususnya analisa keekonomian dengan membandingkan penggunaan bahan bakar minyak solar dan gas pada mesin pembangkit. Spesific Fuel Consumption (SFC) adalah rasio perbandingan total konsumsi bahan bakar terhadap daya listrik yang dibangkitkan, SFC digunakan sebagai salah satu cara untuk mengetahui seberapa efisien sebuah mesin pembangkit dan salah satu penentu biaya produksi khususnya biaya bahan bakar yang diperlukan dalam pembangkit.Berdasarkan hasil penelitian dengan harga minyak solar/HSD Rp 7300,- /liter dan gas US $ 11 /mmBTU, didapatkan biaya produksi listrik bahan bakar HSD secara aktual sebesar Rp 2541,86 /kWh, secara teoritis Rp 2336,00 /kWh dan gas secara teoritis Rp 1714,3 /kWh. Jika penjualan listrik Rp 1352,- /kWh, maka dengan menggunakan bahan bakar HSD akan berpotensi rugi sebesar Rp 1189,86 /kWh secara akutal, Rp 984,00 /kWh secara teoritis, dan Rp 362,00 /kWh dengan menggunakan bahan bakar gas. Gas Power Plant (PLTG) is one of the power plant used by PT. Indonesia Power UP Bali in the power plant industry in Indonesia. In operation from 1994 until now the PLTG engine is still using diesel oil / HSD as fuel generator. This research is intended to analyze the performance of PLTG system, especially economic analysis by comparing the use of diesel fuel and gas in generating machine. Specific Fuel Consumption (SFC) is the ratio of total fuel consumption to electric power generated, SFC is used as one way to find out how efficient a generating machine and one determinant of production cost, especially fuel cost required in generating. Based on research results with the price of diesel oil / HSD Rp 7300, - / liter and gas US $ 11 / mm BTU, the actual cost of producing HSD fuel electricity is Rp 2541,86 / kWh, theoretically Rp 2336,00 / kWh and gas theoretically Rp 1714.3 / kWh. If the sale of electricity is Rp 1352, - / kWh, then using HSD fuel will potentially loss as much as Rp 1189.86 / kWh on a theoretical basis, Rp 984.00 / kWh theoretically, and Rp 362.00 / kWh using gas fuel .
Analisa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas Dengan Menggunakan Bahan Bakar LNG Dan Minyak Solar Di PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali K G Trisna Upadana Putra; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; Made Sucipta
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2018.v04.i01.p05

Abstract

Permintaan energi listrik mengalami peningkatan, seiring peningkatan pertumbuhan populasi penduduk dan banyaknya industri. Tingginya permintaan energi listrik menjadi sebuah tantangan untuk produsen listrik, dalam memenuhi kebutuhan pelanggan akan energi listrik. Produsen listrik terbesar di Bali adalah PT. Indonesia Power UP Bali. Pembangkit yang dimiliki yaitu PLTDG dengan kapasitas produksi listrik 200 MW dioperasikan menggunakan bahan bakar gas LNG dan minyak solar (HSD/LFO). Dikarenakan penggunaan minyak solar dibatasi, maka PLTDG dioperasikan dengan gas LNG. Perbedaan bahan bakar yang digunakan mempengaruhi unjuk kerja dari pembangkit. Analisa unjuk kerja memberi gambaran dalam sisi keteknikan dan analisa BPP pembangkitan memberi gambaran dalam sisi keekonomian. Penelitaian ini dilakukan dengan cara perhitungan menggunakan persamaan-persamaan unjuk kerja mesin diesel, kemudian dibandingkan unjuk kerja PLTDG menggunakan bahan bakar LNG dan minyak solar dan dianalisa secara keekonomian. Hasil yang didapat yaitu unjuk kerja PLTDG menggunakan minyak solar lebih besar tetapi dari sisi keekonomian hasil BPP PLTDG menggunakan gas LNG lebih ekonomis. Demand for electric energy has increased, as population growth increases and the number of industries. The high demand for electrical energy becomes a challenge for electricity producers, in meeting the needs of customers for electrical energy. The largest power producer in Bali is PT. Indonesia Power UP Bali. The power plant owned by PLTDG with 200 MW electricity production capacity is operated using LNG gas and diesel fuel (HSD/LFO). Due to the use of diesel fuel is limited, the PLTDG is operated with LNG gas. The difference in fuel used affects the performance of the plant. Performance analysis gives an overview in terms of engineering and BPP analysis provides an overview of the economy side. This research is done by calculation using diesel engine performance equation, and then compared the performance of PLTDG using LNG and diesel fuel and analyzed economically. The results obtained are the performance of diesel powered PLTDG larger but in terms of economics of BPP PLTDG results using LNG gas is more economical.

Page 1 of 1 | Total Record : 5