cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2022)" : 8 Documents clear
Perencanaan Ulang Poros Propeller Shaft pada Mobil Toyota Avanza Tipe E 1300 CC Roby Muhammad Akbar; Iwan Nugraha; Bobie Suhendra
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i01.p01

Abstract

Poros propeller (profeller shaft) biasa juga ddisebut dengan poros kopel merupakan bagian penting pada kendaraan yang berfungsi sebagai pemindah tenaga. Terdapat pada 2 tipe kendaraan yaitu FR dan 4WD, Poros propeller bekerja untuk meneruskan daya putaran dari transmisi ke diferensial dalam keadaan tidak saling bersambungan. lalu putaran diteruskan dari transmisi ke poros propeller dan dari poros propeller ke diferensial melalui universal joint, universal joint berfungsi untuk meneruskan daya putaran yang dalam keadaan tidak satu garis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tegangan yang terjadi pada poros, umur nominal pada bearing, dan umur dari bearing itu sendiri. Material yang digunakan poros adalah baja ST 37 dengan kekuatan tarik sebesar ?b = 37 kg/ . Hasil dari perhitungan manual didapatkan tegangan sebesar 7,090 Kg/ lebih kecil dari tegangan geser yang sebenernya sebesar 17,5 Kg/ . Umur nominal pada bearing didapatkan 181 juta putaran. Umur bearing didapatkan dari perhitungan manual 942,7 jam. The propeller shaft, also known as the coupling shaft, is an important part of the vehicle that functions as a power transfer. There are 2 types of vehicles, namely FR and 4WD, the propeller shaft works to transmit rotational power from the transmission to the differential in a discontinuous state. then the rotation is passed from the transmission to the propeller shaft and from the propeller shaft to the differential through the universal joint, the universal joint serves to continue the rotational power that is not in one line. The purpose of this study was to determine the stress that occurs on the shaft, the nominal life of the bearing, and the life of the bearing itself. The material used for the shaft is ST 37 steel with a tensile strength of b = 37 kg/(mm)^2. The result of manual calculation shows that the stress is 7.090 Kg/(mm)^2 which is smaller than the actual shear stress of 17.5 Kg/(mm)^2. The nominal life of the bearing is 181 million revolutions. Bearing life is obtained from manual calculation of 942.7 hours.
Analisis Tingkat Keamanan pada Mesin Penghancur dan Penepung Sekam Padi Berskala Rumah Tangga Muhammad Raufan Mudhaffar; Iwan Nugraha Gusniar; Arifin Arifin
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i01.p06

Abstract

Beras merupakan salah satu sumber makanan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia, khususnya pada kawasan asia, produksi pada beras di dunia tahun 2010 sampai dengan 2011 mencapai 451 juta ton, sedangkan untuk konsumsi beras dunia sebesar 430 juta ton, dengan total stok beras di pasar dunia mencapai 95 juta ton. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komponen poros penghancur yang ada pada mesin yang akan dianalisis untuk mengetahui seberapa aman komponen poros untuk mesin penghancur yang digunakan dalam perancangan mesin penghancur padi dan penepung sekam padi berskala rumah tangga dengan material baja AISI 1020. Metode analisa yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan metode elemen hingga agar dapat diketahui nilai tegangan, displacement dan factor keamaan. Hasil dari simulasi tersebut didapat nilai tegangan pada kondisi satu, dua, dan tiga sebesar 6,123×105 N/m2, 7,668×105 N/m2, 9,218×105 N/m2. Displacement yang terjadi pada kondisi satu, dua, dan tiga adalah 2,630×10-4 mm, 2,673×10-4 mm, 2,736×10-4. Dimana dari hasil simulasi tersebut memiliki nilai lebih kecil dari tegangan izin material sebesar 294,8×106 N/m2, sehingga komponen tersebut dinyatakan aman. Rice is one of the staple food sources for most of the world's population, especially in the Asian region, world rice production from 2010 to 2011 reached 451 million tons, while world rice consumption was 430 million tons, with a total stock of rice in the world market reaching 95 million tons. The purpose of this study is to analyze the components of the crusher shaft on the machine to be analyzed to find out how safe the shaft component for the crusher is used in the design of household-scale rice crushing and rice husk flouring machines with AISI 1020 steel materials. The analytical method to be used in this study is a finite element method in order to know the value of stress, displacement, and safety factor. The results of the simulation show that the stress values ??in conditions one, two, and three are 6.123×105 N/m2, 7.668×105 N/m2, 9.218×105 N/m2. The displacements that occur in conditions one, two, and three are 2,630×10-4 mm, 2,673×10-4 mm, 2,736×10-4. Wherefrom the simulation results it has a value smaller than the material permit stress of 294.8×106 N/m2 so that the component is declared safe.
Pengujian Lapangan Bilah Airfoil Naca 5415 Dengan Turbin Angin The Sky Dancer 500 Watt Rizky Ramdhani; Oleh Oleh; Aripin Aripin
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i01.p02

Abstract

Energi merupakan sektor primer untuk kebutuhan hidup manusia, namun ironi negeri ini sektor energi masih dipasok oleh waste energy, dimana negeri-negeri tetangga sudah mulai memanfaatkan green energy. Indonesia dilimpahkan sumber daya energi baru-terbarukan sangat berlimpah, mulai dari panas matahari, panas bumi, angin, air, gelombang laut. Namun, kita belum mampu untuk memaksimalkan potensi yang diberikan. Contohnya, kecepatan rata-rata angin di Indonesia berkisar 2 m/s sampai dengan 11 m/s. Masuk dalam kecepatan angin rendah. Hampir mustahil memanfaatkan energi angin ini untuk skala besar. Akan tetapi, potensi angin ini tersedia hampir sepanjang tahun, maka dari itu, pengembangan teknologi turbin angin ini memungkinkan untuk skala mikro. Terdapat berbagai opsi untuk memaksimalkan energi angin dalam kecepatan rendah. Ada banyak opsi untuk menggunakan airfoil, parameter yang dicari adalah nilai Cl/Cd yang tinggi untuk mengekstrak energi angin pada kecepatan 2 m/s sampai 11 m/s. Pada penelitian ini dilakukan 3 tahapan, tahapan pertama perhitungan untuk menentukan jari-jari, chord, dan twist pada bilah. Tahapan kedua menggunakan bantuan software Q-blade untuk mengetahui Coefficient Performance dari airfoil yang digunakan dan 3D CAD Modelling. Tahapan ketiga yaitu proses manufaktur dan pengujian lapangan. Berdasarkan hasil perancangan, bilah yang dipilih adalah airfoil NACA tipe 5415 jenis taperless dengan jari-jari 0.875 m. Energy is the primary sector for the needs of human life, but the irony of this country is that the energy sector is still supplied by waste energy, where neighboring countries have started to use green energy. Indonesia is bestowed with abundant new-renewable energy resources, ranging from solar heat, geothermal, wind, water, ocean waves. However, we have not been able to maximize the potential given. For example, the average wind speed in Indonesia ranges from 2 m/s to 11 m/s. Enter in low wind speed. It is almost impossible to harness this wind energy on a large scale. However, this wind potential is available almost all year round, therefore, the development of this wind turbine technology allows for micro-scale. There are various options for maximizing wind energy at low speeds. There are many options for using airfoils, the parameter to look for is a high Cl/Cd value to extract wind energy at speeds of 2 m/s to 11 m/s. In this study, 3 stages were carried out, the first stage was the calculation to determine the radius, chord, and twist on the blade. The second stage uses the help of Q-blade software to find out the Coefficient Performance of the airfoil used and 3D CAD Modeling. The third stage is the manufacturing process and field testing.
Kinerja Turbin Vortex dengan Sudu Semi Twisted Curve I Nyoman Mariawan; Made Sucipta; Made Suarda
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i01.p07

Abstract

Turbin vortex adalah turbin yang beroperasi dengan memanfaatkan aliran vortex sebagai penggerak sudu-sudu turbin yang kemudian poros turbin dihubungkan ke generator untuk mengkonversi energi mekanis poros kedalam bentuk energi listrik. Salah satu parameter yang berpengaruh terhadap kinerja turbin vortex adalah bentuk sudu. Banyak penelitian tentang sudu turbin vortex yang telah dilakukan, seperti berbentuk profil 3D curve helix dan curved. Pada penelitian ini dilakukan pengujian secara eksperimental sistem turbin vortex menggunakan sudu semi twisted curve dengan sudut sudu 40°, 60° dan 80° diuji pada posisi runner turbin 0 cm atau sejajar dengan dasar saluran air menuju basin. Debit aliran air yang digunakan adalah 0,006 m3/dt. Hasil penelitian menunjukan daya dan efisiensi tertinggi dihasilkan turbin dengan sudu 60° yaitu 7,21 watt dan 28,47 % pada putaran 80 rpm.
Perancangan Peralatan Vakum Penggenggam Pelat Baja pada Trulaser 3030 dengan Motor Servo Ambrosius Vitoaji Kepra Wijaya; Melya Dyanasari; Priyono Atmadi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i01.p03

Abstract

Vakum penggenggam adalah suatu alat yang menggunakan vacuum cup sebagai alat penghisap dan penahan beban benda kerja sehingga benda kerja dapat melalui proses pemindahan dari pososi satu ke posisi lainnya. Pada penelitian ini, vakum penggenggam menjadi alat utama dalam mesin pemindah material pelat baja sehingga material dapat dengan mudah dipindahkan dari palet kayu ke meja mesin TruLaser 3030 Fiber. Proses pembuatan desain mesin ini membutuhkan penghitungan rumus yang teliti sehingga didapatkan komponen mesin yang sesuai untuk mengangkat bebanmaterial. Komponen yang dibutuhkan pada desain mesin ini antara lain vakum penggenggam, motor servo, poros penahan beban dan penggerak transmisi, transmisi roda gigi, dan rangka baja menggunakan Wide Flange Beam 300 x 300 sebagai penopang mesin keseluruhan. Material pelat baja yang digunakan sebagai beban adalah pelat baja material SS400 dengan ketebalan 15 mm dan dimensi luasan 2.44 m x 1.22 m. untuk itu diperlukan komponen yang kuat dan mampu untuk menahan beban vertikal dan horisontal dari pergerakan material dan beban material pelat baja itu sendiri. Disarankan menggunakan motor hisap pada vakum penggenggam dengan daya hisap 48 m3/jam dan daya listrik 1.3 kW. Selain itu motor servo yang digunakan harus dapat menahan beban sebesar 350 kg dengan daya rencana 171.7 watt dan torsi 93 Nm, dan roda gigi lurus dengan rasio 4 : 3. Vacuum gripper is a device that uses a vacuum cup as a suction device and holds the workpiece load so that the workpiece can go through the process of moving from one position to another. In this research, the gripping vacuum is the main tool in the sheet metal material transfer machine so that the material can be easily moved from the wooden pallet to the TruLaser 3030 Fiber machine table. The process of making this machine design requires careful calculation of the formula so that the appropriate machine components are obtained to lift material loads. The components needed in the design of this machine include a gripper vacuum, servo motor, load-bearing shaft and transmission drive, gear transmission, and a steel frame using a 300 x 300 Wide Flange Beam as a support for the whole machine. The sheet metal material used as the load is SS400 material sheet metal with a thickness of 15 mm and an area dimension of 2.44 m x 1.22 m. For this reason, strong components are needed and are able to withstand vertical and horizontal loads from the movement of materials and the load of the sheet metal material itself. It is recommended to use a suction motor on a gripping vacuum with a suction power of 48 m3/hour and an electric power of 1.3 kW. In addition, the servo motor used must be able to withstand a load of 350 kg with a design power of 171.7 watts and a torque of 93 Nm, and straight gears with ratio of 4: 3.
Optimasi Pengaruh Parameter Terhadap Sifat Mekanis pada Sambungan Similar Baja Tahan Karat AISI 304 I Putu Agus Tina; I Nyoman Budiarsa; I G usti Ngurah Nitya Santhiarsa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i01.p08

Abstract

Kekuatan sambungan dan sifat las titik dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketebalan pelat, ukuran strip, waktu pengelasan, tegangan dan beban yang diberikan selama proses las. Sambungan dalam hal ketebalan dan ukuran diameter kerucut dalam pembuatan nugget sangat penting saat menghubungkan panel saat merakitbodi sebagai bagian yang menentukan kelayakan dan keselamatan transportasi. Periksa sambungannya. Secara umum, banyak penelitian telah dilakukan pada pengelasan titik tentukan parameter yang dapat mempengaruhi hasil las. Pengujian tarikdan teknik pengelasan titik uji digunakan untuk menentukan kekuatan sambunganlembaran baja tahan karat. Optimasi Pengaruh Parameter Terhadap Sifat Mekanis Pada Sambungan Similar Baja Tahan Karat AISI 304. dimana pada spesimen 1.26V 4mm tegangan maksimum 119 MPa, spesimen 1.26V 5mm tegangan maksimum 76 MPa, spesimen 1.26V 6mm tegangan maksimum 131 MPa, spesimen 1.37V 4mm tegangan maksimum 215 MPa, spesimen 1.37V 5mm tegangan maksimum 122 MPa, spesimen 1.37V 6mm tegangan maksimum 71 MPa, spesimen 1.48V 4mm tegangan maksimum 104 MPa, spesimen 1.48V 5mm tegangan maksimum 76 MPa, spesimen 1.48V 6mm tegangan maksimum 49 MPa. Jadi dari hasil ke 9 pengujian dengan menggunakan voltase dan taper berbeda nilai tegangan maksimum yang tertinggi yaitu pada spesimen (137V,4mm) Hal ini karena sampel ujisampai benar-benar mengalami ekstraksi atau perpindahan yang maksimal dibandingkan sampel lainnya. The strength of the joint and the properties of the spot weld are affected by several factors such as plate thickness, strip size, welding time, stresses and loads applied during the welding process. The connection in terms of thickness and size of the cone diameter in the manufacture of nuggets is very important when connecting panels when assembling the body as a part that determines the feasibility and safety of transportation. Check the connection. In general, a lot of research has been carried out on point welding to determine the parameters that can affect the welding results. Tensile testing and test point welding techniques are used to determine the joint strength of stainless steel sheets. Optimizing the Effect of Parameters on Mechanical Properties at Similar Connections of AISI 304 Stainless Steel. Where in the specimen 1.26V 4mm maximum stress is 119 MPa, specimen 1.26V 5mm maximum stress is 76 MPa, specimen 1.26V 6mm maximum stress is 131 MPa, specimen 1.37V 4mm maximum stress 215 MPa, specimen 1.37V 5mm maximum voltage 122 MPa, specimen 1.37V 6mm maximum voltage 71 MPa, specimen 1.48V 4mm maximum voltage 104 MPa, specimen 1.48V 5mm maximum voltage 76 MPa, specimen 1.48V 6mm maximum voltage 49 MPa. So from the results of the 9 tests using different voltages and tapers, the highest maximum voltage value is in the specimen (137V,4mm). This is because the test sample actually experiences maximum extraction or displacement compared to other samples.
Rancang Bangun Mesin Tepung Terubuk Berpenggerak Motor DC 60 Watt Dengan Menggunakan Energi Surya Muhammad Nur Rizki; Ratna Dewi Anjani; Deri Teguh Santoso
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i01.p04

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis mempunyai potensi energi surya yang tinggi dengan radiasi harian rata-rata (insolasi) sebesar 4,5 kWh/m2/hari. Potensi ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif tersedia sepanjang tahun. Energi surya banyak di terapkan di berbagai kegiatan industri dan kegiatan di masyarakat, dalam pennelitian ini kami mencoba mendesain mesin tepung terubuk yang di jalankan oleh energi surya ( solar cell ). Sehingga energi surya ( solar cell ) yang termasuk energi terbarukan akan terbiasa digunakan oleh masyarakat di daerah pedesaan maupun industri. Dalam proses pembuatan mesin penggiling terubuk untuk menghasilkan tepung maka dirancang suatu alat yang dapat menghancurkan terubuk menjadi berbentuk tepung yang halus, dan membuat bentuk dari mesin penggiling yang portabel. Metode yang digunakan adalah metode perancangan dan observasi. Hasil penelitian diperoleh desain mesin penggiling tepung terubuk dengan energi surya dengan spesifikasi rangka dengan panjang 552 mm, lebar 135 mm, tinggi 225 mm, dengan daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan electromotor DC 3000 rpm pada mesin penepung ini adalah sebesar 60 watt dan sumber daya yang dihasilkan berasal dari aki 12V 20 AH. daya modul solar cell yang dibutuhkan untuk menggerakan mesin penepung ini yaitu sebesar 100 wp. Indonesia as a tropical country has a high potential for solar energy with an average daily radiation (insolation) of 4.5 kWh/m2/day. This potential can be utilized as an alternative energy source available throughout the year. Solar energy is widely applied in various industrial activities and activities in the community, in this study we tried to design the ultimate flour machine that is run by solar energy (solar cell). So that solar energy (solar cell) which includes renewable energy will be used by people in rural and industrial areas. In the process of making the ultimate grinding machine to produce flour, a tool is designed that can crush the terubuk into a fine powder, and make the shape of a portable grinding machine. The method used is the observation design method. The results showed that the design of the terubuk flour milling machine with solar energy with a frame specification of 552 mm long, 135 mm wide, 225 mm high, with the power required to drive a 3000 rpm DC electromotor on this flour machine is 60 watts and the resulting power source comes from a 12V 20 AH battery. The power of the solar cell module needed to drive this flour machine is 100 wp.
Analisis Tegangan Von Mises pada Poros Mesin Penggiling Sekam Padi Menggunakan Software Ansys Muhammad Farhan Walidina; Kardiman Kardiman; Iwan Nugraha Gusniar
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i01.p05

Abstract

Poros adalah suatu bagian stasioner yang berputar, biasanya berpenampang bulat dimana berpasang elemen-elemen seperti puli, flywheel, engkol, dan elemen pemindah lainnya.. Poros bisa menerima beban-beban tarikan, tekan, lenturan atau puntiran yang bekerja sendiri-sendiri atau bergabungan satu dengan yang lainnya. Bila beban tersebut bergabung kita dapat mencari kekuatan statis dan dinamik. Salah satu mesin yang menggunakan poros dan sabuk puli sebagai transmisi yaitu mesin penggiling sekam padi menjadi bahan pakan ternak. Rancang bangun mesin penggiling sekam padi menjadi pakan ternak (dedak) perlu memperhatikan kinerja poros sebagai salah satu komponen utama dari proses penggilingan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis von mises stress, tegangan geser maksimum, dan safety factor dari desain poros mesin yang telah dibuat portabel dengan sistem simulasi menggunakan software ansys R3 2019. Permodelan tiga dimensi dan analisis poros menggunakan perangkat lunak (Ansys) dengan metode elemen hingga (finite element method). Dari hasil analisis, didapatkan nilai von mises stress pada poros minimum sebesar dan maksimal sebesar , tegangan maksimum dengan nilai minimum sebesar dan nilai maksimum sebesar , serta nilai safety factor minimum 0.093825 dan maksimum 0.056296. Berdasarkan hasil penelitian desain poros penggiling sekam padi yang telah dibuat dikategorikan aman secara teknis. The shaft is a stationary rotating part, usually round in cross section which is attached to elements such as pulleys, flywheels, crank, and other shifting element. Shaft can accept tensile, compressive, bending or twisting loads acting alone or in combination with one another. When these loads are combined we can find static and dynamic forces. One of the machines that uses a shaft and belt pulley as a transmission is a machine that drinds rice husk into animal feed ingredients. The design of the rice husk grinding machine into animal feed (bran) needs to pay attention to the shaft performance as one of the main components of the milling process. The purpose of this research is to portable analyze the von mises stress, maximum shear stress, and safety factor of the machine design that has been made with a simulation system using the ansys R3 2019 software. Three-dimensional modeling and shaft analysis using software (Ansys) with the finite element method. From the results of the analysis, the von mises stress value on the minimum shaft is 10000 and the maximum is 6666, the maximum stress with a minimum value of 7777 and a maximum value of 8888, and a minimym safety factor value of 0,093825 and a maximum of 0,056296. Result based on the research on the design of the rice husk grinding shaft that has been made technically bonded.

Page 1 of 1 | Total Record : 8