cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2023)" : 5 Documents clear
Desain Optimalisasi Peramalan Suku Cadang Berbasis Machine Learning I Dewa Made Wikananda Surya Kusuma; I Wayan Widhiada; Anak Agung Istri Agung Sri Komaladewi; I Gusti Ngurah Priambadi; Made Widiyarta; I Ketut Adi Atmika
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i02.p01

Abstract

Di era perkembangan revolusi industri 4.0 dan era digitalisasi saat ini, persaingan dunia bisnis kian sangat ketat dan sengit. Perusahaan mulai berlomba-lomba menciptakan strategi agar konsumen tidak berpindah ke kompetitor lain. Salah satu strategi agar konsumen tidak berpindah adalah dengan melakukan peramalan suku cadang, karena dengan adanya peramalan maka kegiatan produksi maupun jasa yang ada di perusahaan akan terus berjalan, sehingga berdampak kepada kepuasan pelanggan. Seiring dengan perkembangan zaman, untuk memenangkan persaingan, strategi yang dilakukan perusahaan juga bervariasi, seperti penerapan machine learning yang banyak dilakukan perusahaan besar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendesain optimalisasi model peramalan dengan menggunakan machine learning. Penelitian ini membandingkan enam jenis model peramalan dengan dataset yang sudah disediakan. Model peramalan dapat dikatakan terbaik, apabila memiliki nilai MAE (Mean Absolute Error) yang terendah. Hasil penelitian menunjukkan model peramalan yang terbaik adalah model hybrid, yaitu model Optimize Neural Network (Autoencoder + LSTM), yang memiliki nilai MAE 0,5528. In the era of the development of the Industrial Revolution 4.0 and the current era of digitalization, competition in the business world is becoming very tight and fierce. Companies started to compete to create strategies so that consumers do not move to other competitors. One of the strategies to keep consumers from moving is to forecast spare parts, because with forecasting, the production and service activities in the company will continue to run, which has an impact on customer satisfaction. Along with the times, to win the competition, the strategies carried out by companies also vary, such as the application of machine learning that many large companies do. This research aims to design a forecasting model optimization using machine learning. This research compares six types of forecasting models with the provided data set. The forecasting model can be said to be the best if it has the lowest MAE (Mean Absolute Error) value. The results show that the best forecasting model is a hybrid model, namely the Optimize Neural Network (Autoencoder + LSTM) model, which has an MAE value of 0.5528.
Pengukuran Kinerja pada Instansi XYZ dengan Metode Balanced Scorecard Ni Made Cyntia Utami; Dwi Satya Putra Kencana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i02.p02

Abstract

Era bisnis yang semakin terbuka dan persaingan global menjadi pemicu pengukuran kinerja tidak lagi relevan apabila dilakukan secara tradisional, yaitu yang hanya berfokus pada aspek keuangan. Pengukuran yang hanya mengandalkan aspek keuangan tersebut dianggap tidak lagi sesuai, seperti yang dilakukan oleh Instansi XYZ yang bergerak pada bidang pelayanan jasa. Instansi XYZ menyediakan layanan seperti penyusunan dan implementasi kebijakan, pengelolaan sumber daya, pemberdayaan dan kolaborasi, monitoring dan evaluasi. Penilaian kinerja perusahaan yang komprehensif perlu dilakukan oleh Intansi XYZ dengan metode Balanced Scorecard. Metode tersebut dinilai cocok karena Balanced Scorecard tidak hanya menekankan pada aspek kuantitatif-finansial dari segi produk yang dijual, tetapi juga pada aspek kualitatif dan non-finansial dari segi pelayanannya. Penelitian ini melakukan penilaian pada empat perspektif, antara lain perspektif keuangan, pelanggan, bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Berdasarkan penilaian keempat perspektif Balanced Scorecard, dapat disimpulkan bahwa lembaga memiliki total skor sebesar 24,88% dengan kategori B (Kurang Sehat). Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Instansi XYZ belum mencapai tingkat yang diharapkan atau belum optimal. Dengan demikian, instansi harus melakukan sebuah perbaikan dan melakukan perubahan yang lebih signifikan dalam proses peningkatan kinerjanya agar lebih baik lagi sehingga kedepannya mendapatkan hasil yang optimal. Abstract The increasingly open business environment and global competition have made traditional performance measurements, which solely focus on financial aspects, no longer relevant. Measurements relying solely on financial aspects are considered inadequate, as demonstrated by Institution XYZ, which operates in the field of service provision. Institution XYZ offers services such as policy development and implementation, resource management, empowerment and collaboration, monitoring, and evaluation. A comprehensive assessment of the company's performance is needed, and the Balanced Scorecard method is deemed suitable. This method is considered appropriate because the Balanced Scorecard emphasizes not only the quantitative financial aspects of the products sold but also the qualitative and non-financial aspects of the services provided. This research assesses four perspectives, including financial, customer, internal business, and learning and growth. Based on the evaluation of these four Balanced Scorecard perspectives, it can be concluded that the institution has a total score of 24.88% with a category of B (Less Healthy). This indicates that the performance of Institution XYZ has not reached the expected level or is not yet optimal. Therefore, the institution should make significant improvements and changes in its performance improvement processes to achieve better results in the future.
Pengaruh Parameter Mesin CNC Laser Cutting Pada Potongan SS304 0,8 mm Nurul Widadi; Mokh. Hairul Bahri; Ardhi Fathoni Syam PN; Asroful Abidin
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i02.p03

Abstract

Salah satu proses penting pembuatan sebuah produk yakni pada proses pemotongan plat, dimana teknologi pemotongan plat sudah beralih dari alat potong hidrolik ke CNC laser cutting. Namun pada hasil potongannya masih terdapat masalah, yakni adanya kekasaran permukaan yang cukup tinggi sehingga membutuhkan finishing lebih lanjut. Maka dibutuhkan kombinasi parameter yang sesuai untuk menghasilkan kekasaran permukaan yang rendah. Dari penelitian ini dilakukan sembilan perlakuan dengan tiga kali perulangan sehingga didapat 27 data, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan metode Taguchi dan didapat nilai optimalnya yakni cutting speed 13000 mm/min dan gas pressure sebesar 12 bar yang memiliki nilai kekasaran permukaan yang paling rendah yakni 0.791 µm, sehinga kombinasi parameter tersebut menjadi parameter yang optimal dalam pemotongan plat Stainless Steel 304 (SS304) tebal 0,8 mm. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi cutting speed dan gas pressure, maka semakin rendah nilai kekasaran permukaan. Dengan kombinasi variasi tersebut dapat meningkatkan kualitas suatu hasil potongan juga. One of the important processes for making a product is the plate cutting process, where plate cutting technology has shifted from hydraulic cutting tools to CNC laser cutting. However, there are still problems with the cut results, namely that the surface roughness is quite high and requires further finishing. So an appropriate combination of parameters is needed to produce low surface roughness. From this research, nine treatments were carried out with three repetitions so that 27 data were obtained, then the data was analyzed using the Taguchi method and the optimal values were obtained, namely cutting speed of 13,000 mm/min and gas pressure of 12 bar which had the lowest surface roughness value, namely 0.791 µm. , so that the combination of these parameters becomes the optimal parameters for cutting 0.8 mm thick Stainless Steel 304 (SS304) plate. It can be concluded that the higher the cutting speed and gas pressure, the lower the surface roughness value. This combination of variations can also improve the quality of a cut.
Variasi Equivalence Ratio Pada Reaktor Gasifikasi Downdraft Dengan Bahan Bakar Pelet Serbuk Kayu I Putu Angga Yuda Pratama
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i02.p04

Abstract

Kebutuhan akan energi fosil dan dampak lingkungan yang diakibatkan merupakan masalah yang harus segera ditangani. Salah satu solusi terhadap masalah ini adalah penggunaan energi berkelanjutan dan teknologi yang ramah lingkungan. Gasifikasi merupakan teknologi yang sesuai karena menggunakan bahan baku yang terbaharukan dan menghasilkan energi berupa syn gas yang dapat digunakan untuk bahan bakar pembangkit yang ramah lingkungan. Biomassa pelet kayu merupakan bahan yang banyak terdapat di wilayah hutan seperti Indonesia dan tentunya memiliki nilai kalor yang tinggi sehingga layak digunakan sebagai bahan bakar gasifikasi. Gasifiksi reaktor tipe downdraft merupakan jenis gasifikasi yang paling optimal karena menghasilkan produk tar yang paling rendah dibandingkan jenis lainnya. Faktor penting yang mempengaruhi proses gasifikasi adalah Equivalence Ratio (ER). Pada penelitian ini, ER akan divariasikan sebesar 0,15; 0,20; 0,25; 0,30 sesuai dengan literatur yang didapat. Didapatkan hasil bahwa pada ER 0,30, nilai Fuel Conversion Rate (FCR) sebesar 3,62 kg/jam dan nilai Cold Gas Efficiency (CGE) sebesar 37,26 %. Produk syn gas terbaik juga didapat pada ER 0,30, dimana hal ini menunjukan bahwa peningkatan ER berpengaruh signifikan pada performa gasifikasi karena terjadi peningkatan temperatur gasifikasi dan suplai udara. Namun jika ER terlalu kecil, waktu gasifikasi akan menjadi lebih panjang dan flowrate syn gas akan semakin kecil. The need for fossil fuels and the environmental impact it causes is a problem that must be addressed promptly. One solution to this issue is the use of sustainable energy and environmentally friendly technology. Gasification is a suitable technology because it utilizes renewable raw materials and produces syngas as an environmentally friendly fuel for power generation. Wood pellet biomass is abundant in forested regions like Indonesia and has high calorific value, making it a viable choice for gasification feedstock. The downdraft gasification reactor is considered the most optimal type because it produces the lowest tar content compared to other types. An important factor influencing the gasification process is the Equivalence Ratio (ER). In this study, ER was varied by 0.15, 0.20, 0.25, and 0.30, as per the literature. The results showed that at an ER of 0.30, the Fuel Conversion Rate (FCR) was 3.62 kg/hour, and the Cold Gas Efficiency (CGE) was 37.26%. The best syngas product was also obtained at an ER of 0.30, indicating that an increase in ER significantly impacts gasification performance due to increased gasification temperature and air supply. However, if the ER is too low, the gasification time will be longer, and the syngas flow rate will be reduced.
Optimalisasi Sistem Air Bersih di Desa Joanyar Kecamatan Seririt Buleleng Jerry Antoline Clain; I Ketut Adi Atmika; I. D. G Ary Subagia; I Gusti Ketut Sukadana; I Putu Widiarta
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i02.p05

Abstract

Air bersih adalah salah satu jenis sumber daya alam berbasis air yang bermutu baik dan bisa dimanfaatkan manusia untuk dikonsumsi atau keperluan sehari-hari. Kelangkaan air bagi suatu kawasan dampaknya akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia . Jaringan distribusi memegang peran penting dalam kesejahteraan masyarakat. Desa Joanyar merupakan daerah tinggi yang terletak di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Sulitnya mendapat air dikarenakan perbedaan elevasi yang cukup tinggi. Untuk itu perlu adanya optimalisasi jaringan distribusi untuk menghasilkan jaringan distribusi yang optimal. Penelitian ini menggunakan analisis dan pengambilan data langsung berdasarkan survey lapangan. Dalam analisis jaringan distribusi menggunakan software Autodesk Inventor untuk mendesain jaringan existing, software EPANET 2.0 untuk melakukan simulasi jaringan pipa dan survey hasil ke lapangan. Hasil dari simulasi menunjukkan beberapa aliran didalam pipa tidak sesuai kriteria dikarenakan perbedaan elevasi yang tinggi. Optimalisasi yang dilakukan dengan menggunakan sistem zoning. Sistem zoning ini berfungsi sebagai penyimpan energi untuk membantu aliran air dari sumber menuju saluran rumah. Clean water is a type of water-based natural resource that is of good quality and can be used by humans for consumption or daily needs. Water scarcity for an area will affect various aspects of human life . The distribution network plays an important role in the welfare of society. Joanyar Village is a high area located in Seririt District, Buleleng Regency, Bali. It is difficult to get water due to the high elevation difference. For this reason, it is necessary to optimize the distribution network to produce an optimal distribution network. This research uses analysis and direct data collection based on field surveys. In the distribution network analysis using Autodesk Inventor software to design the existing network, EPANET 2.0 software to simulation pipeline network and survey results to the field. The results of the simulation show that some of the flows in the pipe does not meet the criteria due to the high elevation differences. Optimization is done by using the zoning system. This zoning system functions as an energy store to help the flow of water from the source to the pipeline.

Page 1 of 1 | Total Record : 5