cover
Contact Name
Edy Surya
Contact Email
karismatikajurnal@gmail.com
Phone
+6281375981535
Journal Mail Official
edysurya@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal KARISMATIKA
ISSN : 24430366     EISSN : 25280279     DOI : https://doi.org/10.24114/jmk.v613
KARISMATIKA: Kumpulan Artikel Ilmiah, Informatika, Statistik, Matematika dan Aplikasi/Terapan memuat tentang artikel ilmiah hasil penelitian dan kajian konseptual bidang informatika, statistik, matematika dan aplikasi atau terapan. Topik utama yang diterbitkan mencakup: 1. Informatika Meliputi Ilmu dan Teknologi Informasi, Sistem Multimedia, Kecerdasan Komputasi, dan lain-lain 2. Statistik Meliputi ilmu statistik dan terapan stistik pada kehidupan sehari-hari 3. Matematika Meliputi Analisis, aljabar, geometri, topologi, pendekatan simulasi numerik (analiss numerik, control optimal, masalah antrian, optimasi, matematika keuangan, biomatematika, matematika industry, dan lainnya. 4. Aplikasi atau Terapan Pendidikan Penelitian Pendidikan, penelitian Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi perhatian semua kehidupan manusia, termasuk dalam pendidikan. Ketika semua siswa menggunakan teknologi, pendidikan harus menjadi yang pertama untuk memanfaatkannya demi efektivitas dan daya tarik. 5. Ethnomatika Ethnomatika adalah studi tentang hubungan antara matematika dan budaya. Dalam pemahaman yang lebih dalam, ethnomathematics mengacu pada matematika yang dipraktikkan oleh anggota kelompok budaya yang berbagi pengalaman dan praktik yang sama dengan matematika yang bisa dalam bentuk yang unik. Budaya memberikan konteks yang beragam dan menarik dalam pembelajaran matematika untuk dibahas. Oleh karena itu, ruang lingkup etnomatematika adalah bagian penting dari fokus dan ruang lingkup jurnal. 7. Dan lain-lain (konseptual dan hasil Penelitian)
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019): Karismatika" : 6 Documents clear
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI PROGRAM LINEAR DI KELAS XI SMKN 1 MERANTI Raudah Ummu Fahda Damanik; KMS Muhammad Amin Fauzi
KARISMATIKA: Kumpulan Artikel Ilmiah, Informatika, Statistik, Matematika dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2019): Karismatika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmk.v5i2.23388

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dan dilakukan di SMKN 1 Meranti yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMKN 1 Meranti T.A 2017/2018. Sedangkan yang menjadi sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI TKJ-1 yang diajar dengan model pembelajaran PBL dan siswa kelas XI TKJ-2 yang diajar dengan model pembelajaran konvensional yang masing-masing kelas berjumlah 24 dan 27 orang. Rata-rata nilai pretest kelas XI TKJ-1 adalah 58,23 dan rata-rata nilai pretest kelas XI TKJ-2 adalah 57,59. Sedangkan rata-rata nilai postest kelas XI TKJ-1  adalah 87,92 dan nilai postest kelas XI TKJ-2 adalah 77,59. Kemudian rata-rata nilai selisih postest-pretest untuk kelas XI TKJ-1 adalah 29,69 sedangkan untuk kelas XI TKJ-2 adalah 20. Dari hasil analisis data selisih postest-pretest pada kedua kelas diperoleh nilai signifikansi (p value) pada tabel output SPSS sebesar 0,200 untuk kelas XI TKJ-1 dan untuk kelas XI TKJ-2. Karena data keseluruhannya memiliki nilai > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa data selisih posttest dengan pretest baik untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol berdistribusi normal. Sedangkan untuk uji homogenitas data, berdasarkan tabel output SPSS diperoleh nilai signifikansi (p value) pada data selisih posttest-pretest kelas eksperimen dan kontrol sebesar 0,449. Karena data tersebut memiliki nilai signifikansi > 0,05 maka dinyatakan homogen. Kemudian untuk uji hipotesis data, berdasarkan  tabel output SPSS didapat bahwasanya nilai signifikansi adalah 0,000. Karena nilai signifikansi < 0,05 sehingga disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh dari model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas XI SMKN 1 Meranti.  Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Model Pembelajaran, Problem Based Learning (PBL), Konvensional ABSTRACT This research is a quasi-experimental research and was conducted in SMKN 1 Meranti which aims to find out whether there is any influence of Problem Based Learning (PBL) model to improve students' mathematical problem solving abilities. Population in this research is all of the students of class XI SMKN 1 Meranti T.A 2017/2018. The sample of this study is the students of class XI TKJ-1 which were taught with PBL model and students of class XI TKJ-2 were taught with conventional model. Each class consisted of 24 and 27 students. The average pretest value of XI TKJ-1 is 58,23 and the average pretest value of XI TKJ-2 is 57,59. While the average posttest value of class XI TKJ-1 is 87,92 and the average posttest value of XI TKJ-2 is 77,59. And then the average value of posttest-pretest difference for class XI TKJ-1 is 29,69 whereas for class XI TKJ-2 is 20. From the result of data analysis in posttest-pretest difference in both classes, the value of significance (p value) then obtained in the output table of SPSS which is 0,200 for both class, class XI TKJ-1 and class XI TKJ-2. Because the overall data has the significance value > 0,05 so it can be stated that the posttest-pretest difference data for either the experimental class or the control class is normally distributed. While for the homogeneity test, based on SPSS output table it was obtained that the value of significance (p value) on posttest-pretest difference data of experiment and control class is 0,449. Because the data’s significance value > 0,05 then it was stated as homogeneous. And then to test the hypothesis of the data, based on SPSS output table it was obtained that the significance value is 0,000. Because the data’s significance value < 0,05 so it is then concluded that Ha is accepted and H0 is rejected which means there is influence of Problem Based Learning (PBL) model to improve students' mathematical problem solving abilities in class XI SMKN 1 Meranti.Keywords: Problem Solving Abilities, Learning Model, Problem Based Learning (PBL), Conventional
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING PADA MATERI SEGIEMPAT DI SMP YPK MEDAN Eka Pratama Sari; Yasifati Hia .
KARISMATIKA: Kumpulan Artikel Ilmiah, Informatika, Statistik, Matematika dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2019): Karismatika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmk.v5i2.24618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa dalam belajar matematika pada Materi Segiempat  setelah diterapkan model pembelajaran Mind Mapping. Subjek dalam penelitian ini adalah 29 siswa kelas VII C Smp YPK Medan dan objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis matematika siswa pada materi Segiempat di kelas VII C YPK Medan8. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dan setiap akhir siklus diberikan tes kemampuan berpikir kritis (TKBK) matematika . Tindakan yang diberikan pada siklus I yaitu, Guru membuat skenario pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran mind mapping, guru menyusun LAS sesuai dengan pokok bahasan segiempat, mempersiapkan instrumen penelitian, yaitu (1) TKBK I dan (2) lembar observasi untuk mengamati kegiatan pembelajaran di kelas. Hasil analisis data pada siklus I setelah menerapkan model pembelajaran mind mapping  menunjukkan banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 19 dari 29 siswa atau 65.52% dengan rata-rata kelas 6.72. Tindakan yang diberikan pada siklus II yaitu, kelompok yang ditentukan berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis I, perhatian guru lebih difokuskan kepada siswa yang memiliki kemampuan rendah dan siswa tersebutlah yang menuliskan hasil diskusi mereka ke depan kelas, kelompok yang akan menyajikan hasil diskusi ditunjuk berdasarkan undian, dan memberikan penghargaan pertambahan nilai kepada kelompok terbaik. Hasil analisis data akhir siklus II dengan pembelajaran yang sama diperoleh banyaknya siswa mencapai ketuntasan belajar yaitu 25 dari 29 siswa atau 86.21% dengan rata-rata kelas 7.93. Ini berarti terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis  siswa dari siklus I hingga siklus II. Berdasarkan kriteria ketuntasan klasikal makatematika pembelajaran ini telah mencapai target ketuntasan klasikal. Hasil penelitian ini  ditemukan bahwa  penerapan model pembelajaran mind mapping  untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa pada pokok bahasan segiempat di kelas VII C SMP YPK Medan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa. ABSTRACTThis study aims to determine the improvement of students' critical thinking skills in mathematics in learning mathematics on quadrilateral after applying the Mind Mapping learning model. The subjects in this study were 29 students of class VII C SMP YPK Medan and the object of this research was the students' ability to think critically in mathematics on rectangular material in class VII C YPK Medan8. This research is a classroom action research (PTK) which consists of 2 cycles, each cycle consisting of 2 meetings and at the end of each cycle a mathematics critical thinking ability test (TKBK) is given. Actions given in cycle I, namely, the teacher makes learning scenarios by applying the mind mapping learning model, the teacher arranges LAS according to the subject of the quadrilateral, prepares research instruments, namely (1) TKBK I and (2) observation sheets to observe learning activities in class . The results of data analysis in the first cycle after applying the mind mapping learning model showed that the number of students who achieved learning completeness was 19 out of 29 students or 65.52% with a class average of 6.72. Actions given in cycle II, namely, the group determined based on the results of the critical thinking ability test I, the teacher's attention is more focused on students who have low ability and these students who write the results of their discussion to the front of the class, the group that will present the results of the discussion is appointed based on a lottery. , and give value added awards to the best groups. The results of data analysis at the end of cycle II with the same learning, it was found that the number of students achieved learning completeness, namely 25 out of 29 students or 86.21% with a class average of 7.93. This means that there is an increase in students' critical thinking skills from cycle I to cycle II. Based on the criteria for classical completeness, this learning mathematics has reached the target of classical completeness. The results of this study found that the application of the mind mapping learning model to improve students 'critical mathematical thinking skills on the subject of rectangles in class VII C SMP YPK Medan could improve students' critical thinking skills in mathematics.
OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI BERAS MISKIN (RASKIN) DENGAN MENGGUNAKAN METODE STEPPING STONE PADA PERUM BULOG SUB DIVRE MEDAN Roy Marthin Sianturi; Nerli Khairani .
KARISMATIKA: Kumpulan Artikel Ilmiah, Informatika, Statistik, Matematika dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2019): Karismatika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmk.v5i2.24511

Abstract

keunggulan kompetitif yang sangat penting bagi industri. Distribusi yang tidak tepat akan berdampak besar pada semua aspek dalam perusahaan. Jumlah yang sesuai dan waktu yang tepat merupakan titik krusial dalam distribusi. Perum BULOG Sub Divre Medan sebagai wakil pemerintah Sumatera Utara dalam melakukan pemerataan dan distribusi beras, tentunya harus memperhatikan pola distribusi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi biaya distribusi beras miskin (RASKIN) pada Perum BULOG Sub Divre Medan dengan menggunakan metode Stepping Stone dari lima gudang perusahaan menuju enam kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa penerapan metode transportasi dengan menggunakan metode Stepping Stone dapat menghemat biaya transportasi pada Perum BULOG Sub Divre Medan dari Rp 954.283.688,22 menjadi Rp 949.385.894,9 sehingga menghemat biaya sebesar Rp 4.897.793,32. Kata kunci: Metode Stepping Stone. ABSTRACT The ability to manage a good distribution network is very important for the industry. Improper distribution will have a big impact on all companies. The appropriate amount and the right time is a crucial point in distribution. Medan Sub Division of BULOG Sub Division as the representative of the North Sumatra government in the distribution and distribution of rice, in accordance with the optimal distribution pattern. This study aims to optimize the cost of distributing poor rice (RASKIN) in the Medan Sub Division of BULOG by using the Stepping Stone method from the five warehouse companies to six districts and cities in North Sumatra. Based on the results of this study, it was found that the method of transportation using the Stepping Stone method can save transportation costs in the Medan Sub-Division BULOG from Rp. 954,283,688.22 to Rp. 949,385,894.9, thus saving costs of Rp. 4,897,793.32. Keywords: Stepping Stone Method
PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN GROUP INVESTIGATION DENGAN BANTUAN MEDIA WINGEOM Ridwan . Mukhlis; Martua . Manullang
KARISMATIKA: Kumpulan Artikel Ilmiah, Informatika, Statistik, Matematika dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2019): Karismatika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmk.v5i2.23427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran Discovery Learning lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan model pembelajaran Group Investigation (GI) di kelas VIII SMP Negeri 38 Medan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Semester genap SMP Negeri 38 Medan dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 dan kelas VIII-10 sebanyak 74 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis dalam bentuk uraian. Dari hasil penelitian dimana kelas eksperimen I dengan model pembelajaran Discovery Learning dan kelas eksperimen II dengan model pembelajaran Group Investigation (GI) diperoleh nilai rata-rata selisih posttest-pretest kelas eksperimen I sebesar 19,2 dan nilai rata-rata selisih posttest-pretest kelas eksperimen II sebesar 15,22. Hasil uji t pihak kanan dengan dk = 72 dan  = 0,05, diperoleh thitung = 2,0089 dan ttabel = 1,668 sehingga thitung > ttabel yaitu 2,0089 > 1,668 maka Ha diterima, dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran Discovery Learning lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan model pembelajaran Group Investigation (GI) di SMP Negeri 38 Medan. Kata Kunci : Discovery Learning, Group Investigation, Penalaran MatematisAbstractThe purpose of this research is to know that reasoning mathematics ability student who are taught by Discovery Learning model is higher than student whoare taught by Group Investigation (GI) in grade VIII SMP Negeri 38 Medan. This is quasi eksperiment research. The population of this research is all students in Grade VIII even semester SMP Negeri 38 Medan and the sample are students in VIII-2 and students in VIII-10 as many as 74 students. The instrument used is a test of mathematical reasoning ability in the form of a description. From the result of the research where the experimental class I with the learning model of Discovery Learning and the second experiment class with Group Investigation study model (GI) obtained the average value of posttest-pretest experimental class I score of 19.2 and the mean posttest-pretest grade Experiment II of 15.22. The result of right side t test with dk = 72 and  = 0,05 obtained tcount = 2,0089 and ttable = 1,668 so thitung> ttable is 2,0089> 1,668 then Ha accepted, thus obtained conclusion that student's mathematical reasoning ability Taught by learning model Discovery Learning is higher than students who are taught by Group Investigation model (GI) in SMP Negeri 38 MedanKeywords: Discovery Learning, Group Investigation, reasoning mathematics
PELABELAN TOTAL SISI AJAIB PADA GRAF CYCLE Sonil Surya Hati Gultom; Mulyono . .
KARISMATIKA: Kumpulan Artikel Ilmiah, Informatika, Statistik, Matematika dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2019): Karismatika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmk.v5i2.24597

Abstract

Pelabelan total sisi ajaib pada sebuah graf  adalah pemetaan satu-satu dari ) ke bilangan asli  dimana | dan  sedemikian sehingga untuk setiap sisi  berlaku  untuk setiap konstanta ajaib . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pelabelan total sisi ajaib berlaku pada graf cycle, mengetahui bagaimana rentang nilai konstanta ajaib yang terbentuk dalam pelabelan total sisi ajaib pada graf cycle, dan mengetahui cara memberikan label sisi dan titik pada graf cycle untuk nilai konstanta ajaib . Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Penelitian yang dilakukan didalam Perpustakaan untuk mengumpulkan data dan informasi.Pengumpulan data dan informasi tersebut tersebut dilakukan dengan bantuan bermacam material yang terdapat diruang perpustakaan seperti buku-buku dan dokumen yang ada. Dari hasil penelitian ini diperoleh pelabelan total sisi ajaib pada graf cycle , melalui perhitungan dasar dengan mempertimbangkan struktur graf cycle diperoleh rentang nilai konstanta ajaib  yaitu untuk  ganjil adalah  dan untuk  genap adalah  .Kata kunci: Pelabelan total sisi ajaib, Graf cycle.Abstract Edges magic labeling on graph  is one-to-one mapping of  into the natural constant , where , where v = | G | and  such that for each edge  apply  for each magic constant . Purpose this study to find out if the total labeling edge of miraculous effect on cycle graph, knowing how a magic numbers of value range formed in the magic edge of the total labeling on  cycle graph, and know how to provide the label edge and a vertex on the graph cycle to magic constants . Research methods used are the ordinary method. Research conducted in the library to collect data and information. The information and data collection is done with the help of various kinds of materials contained in the room such as library books and documents. From the results of this research obtained the magic edge of the total labeling on cycle graph , through basic calculations taking into account the structure of the cycle graph obtained magic constant  range is for  odd is   and for n even is . Keyword: Total Magic Edge Labellings, Cycle Graph.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS ANTARA SISWA YANG BELAJAR MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DENGAN YANG BELAJAR MELALUI DISCOVERY LEARNING DI SMK NEGERI 2 MEDAN Unni Mora Marlini Lubis; Ani Minarni .
KARISMATIKA: Kumpulan Artikel Ilmiah, Informatika, Statistik, Matematika dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2019): Karismatika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmk.v5i2.24604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar melalui problem based learning lebih tinggi dari yang belajar melalui discovery learning di SMK Negeri 2 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 2 Medan dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TP 1 sebanyak 34 orang dan kelas XI LP 1 sebanyak 34 orang. Kelas XI TP 1 belajar melalui problem based learning dan kelas XI LP 1 belajar melalui discovery learning. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Dalam penelitian ini digunakan Teknik Statistik Deskriptif dan Inferensial. Teknik statistik deskriptif digunakan untuk mendeskriptifkan data hasil penelitian dengan menghitung nilai rata-rata skor, standar deviasi dan varians. Teknik statistika inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian, dimana teknik inferensial yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t. Hasil analisis data pada kelas eksperimen I diperoleh nilai rata-rata post-test 83,17, standar deviasi post-test 7,35 dan varians post-test 54,14. Pada kelas eksperimen II diperoleh rata-rata post-test 78,82, standar deviasi post-test 7,94 dan varians post-test 63,05. Dari analisis data post-test dengan menggunakan uji-t pada taraf = 0,05 diperoleh thitung = 1,858 > ttabel = 1,6693 berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar melalui problem based learning lebih tinggi dari yang belajar melalui discovery learing di SMK Negeri 2 Medan. AbstractThis research aimed to analyze whether the mathematical problem solving ability of students who learn through problem-based learning is higher than those who learn through discovery learning at SMK Negeri 2 Medan. The population in this research were all students of class XI SMK Negeri 2 Medan and sample in this research was class XI TP 1 involving 34 students and XI LP 1 involving 34 students. Class XI TP 1 learnt through problem based learning and class XI LP 1 learnt through discovery learning. This research was a quasi-experiment. In this research used a descriptive and inferential statistics technique. Descriptive statistical techniques are used to describe the research data by calculating the average score value, standard deviation and variance. Inferential statistical techniques are used to test hypotheses of the study, which the inferential techniques used in this study are the t-test. The results of the data analysis of the experimental class I obtained the post-test average value 83.17, post-test standard deviation 7.35 and a post-test variance 54.14. In the experimental class II gained the post-test average value 78.82, post-test standard deviation 7.94 and a post-test variance 63.05. From the post-test data analysis using t-test at the level off = 0.05 was obtained tcalculete = 1,858> ttable = 1.6693 means H0 rejected and Ha be accepted. It can be concluded that the mathematical problem solving ability of students who learn through problem-based learning is higher than those who learning through discovery learing at SMK Negeri 2 Medan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6