cover
Contact Name
Danang Pramudita
Contact Email
danang.pramudita@apps.ipb.ac.id
Phone
+622518621834
Journal Mail Official
jaree@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Jalan Agatis Kampus IPB Darmaga Gd. Fakultas Ekonomi dan Manajemen W3 L2 Darmaga Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Pertanian, Sumberdaya dan Lingkungan
ISSN : 20889364     EISSN : 26848457     DOI : -
Jurnal Ekonomi Pertanian, Sumberdaya dan Lingkungan selanjutnya disebut sebagai JAREE berfokus pada tiga bidang kajian/keilmuan yang diampu oleh Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan - FEM IPB, yaitu Ekonomi Pertanian, Ekonomi Sumberdaya, dan Ekonomi Lingkungan.
Articles 25 Documents
DAMPAK KEBIJAKAN IMPOR DAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PRODUSEN DAN KONSUMEN BAWANG MERAH DI INDONESIA Ayu Fitriana, Bonar M. Sinaga, Hastuti
Journal of Agriculture, Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL EKONOMI PERTANIAN SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN
Publisher : Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.404 KB) | DOI: 10.29244/jaree.v2i1.25963

Abstract

Shallot is the main priority commodity in the development of lowland vegetable in Indonesia. Demand for shallot increases every year but domestic shallot production is unable to meet the demand. Therefore, import of shallot is needed to cover the gap. On the other hand, the import policy also has changed by government in accordance with the policy objectives. The research objectives are (1) to identify the factors that influence the production, demand, import, and price of shallot; (2) to analyze the impact of import tariff, import quota, and the external factor on supply, demand, and price of shallot; and (3) to analyze the impact of import tariff, import quota, and the external factor on shallot producers and consumers welfare in Indonesia. In order to address these objectives, a simultaneous equations model of Indonesian shallot trade was estimated by Two Stage Least Squares (2SLS) method. The shallot production is influenced by the real producer price of shallot, harvested area, and credit interest rates. This research indicates that the increase of shallot import tariff will increase the shallot prices, producers welfare, government revenues and net welfare, but it decrease supply, demand, import, and consumers welfare. To anticipate the decrease of world price of shallot (12 percent) and to increase the shallot producers and net welfare in Indonesia, government of Indonesia is suggested to restrict the shallot import by imposing import tariff (more than nine percent) or decrease import quota.
ANALISIS PENGELOLAAN AIR BERSIH BERKELANJUTAN DI KOTA BOGOR (STUDI KASUS: PDAM TIRTA PAKUAN) Dion Armadi; Aceng Hidayat; Sahat MH Simanjuntak
Journal of Agriculture, Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL EKONOMI PERTANIAN SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN
Publisher : Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.236 KB) | DOI: 10.29244/jaree.v2i1.25928

Abstract

Pertumbuhan populasi meningkatkan aktivitas ekonomi dan standar hidup yang menyebabkan peningkatan permintaan terhadap sumberdaya air bersih. Air disediakan oleh alam terbentuk melalui siklus hidrologi, sebuah sistem sirkulasi air yang terjadi terus-menerus. Pada proses ini, keberadaan pohon dan hutan memegang peranan yang penting. PDAM Tirta Pakuan sebagai satu-satunya penyedia air di Kota Bogor memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kondisi hulu dan hilir sumberdaya air dalam rangka melindungi masyarakat dari kelangkaan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan air di Kota Bogor dan mengestimasi persepsi pelanggan mengenai nilai dari air dengan menggunakan WTP (kemauan membayar), berdasarkan hasil penelitian ini, peran hutan sebagai daerah resapan air sangat penting karena kemampuan hutan dalam mengatur keseimbangan air, hasil WTP menunjukan berapa maksimum harga air yang boleh dan mampu untuk dibayar oleh pelanggan PDAM, dalam rangka melindungi Kota Bogor dari kelangkaan air.
KEBIJAKAN PENGELOLAAN RUANG DAN KEBERLANJUTAN KAWASAN KARST MAROS PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Fatinaware, Akhmad Fauzi, Setia Hadi
Journal of Agriculture, Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL EKONOMI PERTANIAN SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN
Publisher : Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.369 KB) | DOI: 10.29244/jaree.v2i1.25934

Abstract

Kawasan Karst Maros Pangkep dikenal dengan KKMP adalah ekosistem karst yang unik di Sulawesi Selatan. Bagian dari pegunungan Bulusaraung di Utara Maros dan bagian selatan Pangkep. 40.000 ha dari kawasan karstkaya akan flora dan fauna, yang bernilai ilmiah, sosial, budaya dan ekonomi. Kawasan tersebut berada dibawah tekanan dari persaingan penggunaan kegiatan ekonomi, seperti pertambangan untuk industri semen dan marmer. Tulisan ini mencoba untuk menilai kebijakan pengelolaan yang berkelanjutan bagi kawasan dengan menggunakan analisi multi kriteria OnBalance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Business as Usual dalam pengelolaan Kawasan Karst Maraos Pangkep tidak akan berkelanjutan dari dimensi Lingkungan, ataupun dimensi ekonomi, dan dimensi sosial budaya. Studi ini menawarkan pengelolaan KKMP dengan pendekatan konservasi dan ekowisata berbasis masyarakat.
DAMPAK KEBIJAKAN EKONOMI KOMODITAS TEPUNG TERIGU TERHADAP PERMINTAAN DAN PENAWARAN TEPUNG TERIGU DI INDONESIA Hastuti .
Journal of Agriculture, Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL EKONOMI PERTANIAN SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN
Publisher : Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.348 KB) | DOI: 10.29244/jaree.v2i1.25964

Abstract

Industri tepung terigu berperan dalam pengembangan industri lokal, penyerapan lapangan kerja dan menciptakan penerimaan pajak bagi pemerintah, namun industri ini menguras devisa karena bahan bakunya secara keseluruhan diperoleh dari impor. Untuk memenuhi kebutuhan tepung terigu di domestik selain mengimpor gandum, Indonesia juga mengimpor tepung terigu. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan tepung terigu di Indonesia; (2) Mengevaluasi kebijakan ekonomi terhadap penawaran dan permintaan tepung terigu di Indonesia; (3) Menganalisis dampak kebijakan ekonomi komoditas tepung terigu terhadap penawaran dan permintaan tepung terigu di Indonesia. Model ekonometrika dalam penelitian ini merupakan sistem persamaan simultan yang terdiri dari 8 yang terdiri dari 7 persamaan struktural dan 1 persamaan identitas. Metode estimasi model yang digunakan adalah 2SLS. Dalam penelitian ini terdapat 5 simulasi kebijakan ekonomi tepung terigu yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang meningkatan surplus produsen tepung terigu yaitu kebijakan penetapan tarif impor tepung terigu Indonesia sebesar 5 persen dan kebijakan peningkatan harga tepung terigu sebesar 10 persen. Terkait dengan pengeluaran devisa, kebijakan yang menyebabkan penurunan pengeluaran devisa adalah penetapan tarif impor tepung terigu Indonesia sebesar 5 persen, peningkatan harga tepung terigu sebesar 10 persen dan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar sebesar 10 persen
Analisis Kerugian Ekonomi Pada Lahan Gambut di Kecamatan Pusako, dan Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau Rizki Praba Nugraha
Journal of Agriculture, Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL EKONOMI PERTANIAN SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN
Publisher : Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jaree.v2i2.26072

Abstract

Kebakaran areal lahan gambut yang terjadi di Provinsi Riau dipicu oleh tindakan yang disengaja. Pembakaran lahan adalah cara yang mudah dan murah yang dilakukan masyarakat untuk mempersiapkan lahan yang akan dimanfaatkan. Penelitian ini ingin melihat dampak ekonomi akibat kebakaran pada areal lahan gambut dari sisi masyarakat, sebab masyarakat terkena dampak dan memiliki potensi sebagai pelaku pembakaran. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Pusako, dan Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengestimasi dampak ekonomi masyarakat akibat kebakaran lahan gambut; (2) Menganalisis faktor pendorong masyarakat melakukan kegiatan land clearing dengan cara membakar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Cost of Illness, Loss of Earnings, Preventive Expenditure, dan Analisis Deskriptif. Total kerugian ekonomi akibat kebakaran pada areal lahan gambut Tahun 2015 yang dialami oleh kepala keluarga di Kecamatan Dayun sebesar Rp. 31.393.786.212,00 atau sebesar Rp. 4.607.924,00/KK dengan jumlah kepala keluarga 6.813 KK dan luas lahan yang terbakar 742,5 ha. Total kerugian ekonomi di Kecamatan Pusako sebesar Rp. 4.330.577.040,00 atau sebesar Rp. 2.392.584,00/KK dengan jumlah kepala keluarga 1.810 KK dan luas lahan yang terbakar 199,5 ha. Faktor pendorong masyarakat melakukan kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar adalah faktor ekonomi dan social. Faktor ekonomi yaitu biaya pembukaan lahan yang murah, dan waktu pembukaan lahan yang cepat, sedangkan faktor sosial yaitu jenis pekerjaan masyarakat yang didominasi pada sektor perkebunan kelapa sawit, dan pengaruh dari konflik antar aktor, baik sesama masyarakat, masyarakat dengan perusahaan, maupun masyarakat dengan penegak hukum.Kata kunci: kebakaran lahan gambut, dampak kebakaran lahan gambut, faktor pemicu kebakaran, kerugian ekonomi

Page 3 of 3 | Total Record : 25