cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
al-qardh@iain-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
Jalan G.Obos, Komplek Islamic Centre, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Provinsi kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Al-Qardh
ISSN : 23546034     EISSN : 25990187     DOI : 10.23971/jaq.v1i2.
Journal Alqardh published by Faculty of Islamic Economics and Business is aimed at being a medium for research results dissemination and scientific papers on the Indonesian economy and business among international academics, practitioners, regulators, and public. The Alqardh is issued two times annually, i.e., in July, and Desember. The Editor receives research manuscripts that not have been offered for publication elsewhere. Since its first issue published in 2016, the Journal Al-Qardh has more progress. Its commitment toward the development of education, especially in the realm of research, the aim Alqardh being a prestigious scholarly periodical in the world on the Indonesian economy and business
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): AL-QARDH" : 6 Documents clear
Pengelolaan dan Etika Bisnis Islam di Islamic Retail Store 212 Mart Cabang Dumai Mhd Erwin Munthe; Roviatul Fitriyah
AL-QARDH Vol 5, No 1 (2020): AL-QARDH
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jaq.v5i1.1914

Abstract

In Indonesia, the Islamic retail store that first appeared in 2017 was the Islamic Retail Store 212 Mart, which was spearheaded by the Sharia cooperative 212. The retail is also the only market in the city of Dumai whose forms of business management and business ethics based on the Qur'an and As-Sunnah. Although legally positive, this does not include sharia cooperatives because there is no Sharia supervisory board (DPS) in the retail. One of the drivers of this retail existence is due to the awareness of the majority of Muslims to use and utilize products (goods and services) that are both legal and ṭayyib. This research included in the type of field or empirical research. While the approach is qualitative descriptive, this study aims to find out how the forms of management and business ethics applied at the Islamic Retail Store 212 Mart Dumai branch. The results of his research are the Islamic Retail Store 212 Dumai branch Mart in its management practices, and business ethics are following Islamic principles or values. Business management includes aspects of taqwa, balance/fairness, deliberation. In contrast, business ethics include Siddiq (honest and sincere), Amanah (responsibility, trustworthy, credibility), Tabligh (openness or transparency in the communication), Fathonah (smart, talented, wise).Di Indonesia islamic retail store pertama kali muncul pada tahun 2017 adalah  Islamic Retail Store 212 Mart yang dipelopori oleh koperasi Syariah 212. Retail tersebut juga merupakan satu-satunya market di kota Dumai yang bentuk pengelolaan bisnis dan etika bisnisnya berlandaskan al-qur’an dan As-Sunnah. Meskipun secara hukum positif bukan termasuk koperasi syariah karena belum adanya dewan pengawas syariah (DPS) pada retail tersebut. Salah satu pendorong adanya retail ini adalah karena adanya kesadaran masyarakat yang mayoritas muslim untuk menggunakan dan memanfaatkan produk-produk (barang maupun jasa) yang ḥalal dan ṭayyib. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian lapangan atau empiris. Sedangkan pendekatannya adalah bersifat kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pengelolaan dan etika bisnis yang diterapkan di  Islamic Retail Store 212 Mart cabang Dumai. Hasil penelitiannya adalah Islamic Retail Store 212 Mart cabang Dumai dalam praktek pengelolaan dan etika bisnisnya sudah sesuai dengan prinsip atau nilai-nilai syariah. Pengelolaan bisnis tersebut meliputi aspek taqwa, keseimbangan/keadilan, musyawarah. Sedangkan etika bisnisnya meliputi Siddiq (jujur dan benar), Amanah (tanggung jawab, dapat dipercaya, memiliki kredibilitas), Tabligh (keterbukaan atau transparansi dalam berkomunikasi), Fathonah (cerdas, cerdik, bijaksana). 
Dampak Alih Fungsi Perkebunan Karet ke Kelapa Sawit Bagi Kesejahteraan Petani Desa Kebun Agung Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat Khabib Musthofa
AL-QARDH Vol 5, No 1 (2020): AL-QARDH
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jaq.v5i1.1909

Abstract

ABSTRACTThis research is a phenomenon of the function of rubber to oil palm plantations carried out by farmers in the village of Kebun Agung, Pangkalan Banteng District, Kotawaringin Barat Regency. The aims of this study how the background causes of rubber farmers to switch to being an oil palm farmer in Kebun Agung Village. Second, how is the impact on the welfare of rubber farmers after being converted into oil palm farmers in Kebun Agung Village. The purpose of this study is to find out the background that causes rubber farmers to convert their plantations into oil palms and the impact on the welfare of farmers. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The subject was focused on 9 farmers by sampling using purposive sampling techniques.The results of this study indicate that the background of the cause of rubber farmers to switch to being an oil palm farmer in Kebun Agung Village, Pangkalan Banteng District, Kotawaringin Barat Regency is work as a rubber farmer that is done every day while the price is cheap so that farmers' income is not enough to meet economic needs. Whereas palm oil works only once every two weeks are more expensive than rubber and are sufficient to meet daily needs. The impact of the welfare of the rubber farmer's family after being converted into an oil palm farmer in Kebun Agung Village, Pangkalan Banteng District, Kotawaringin Barat Regency is a positive impact for farmers, their income increases, their work is lighter, their assets are increased, and their families feel more prosperous than before.ABSTRAKPenelitian ini adalah fenomena alih fungsi perkebunan karet ke kelapa sawit yang dilakukan petani desa Kebun Agung Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat. Fokus masalah pada penelitian ini adalah bagaimana latar belakang  penyebab petani karet beralih fungsi menjadi petani kelapa sawit di Desa Kebun Agung. Kedua, bagaimana dampak bagi kesejahteraan petani karet setelah alih fungsi menjadi petani kelapa sawit Desa Kebun Agung.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang yang menyebabkan petani karet mengalihfungsikan kebunnya menjadi kelapa sawit dan dampak bagi kesejahteraan petani. penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjeknya difokuskan pada 9 petani dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang  penyebab petani karet beralih fungsi menjadi petani kelapa sawit di Desa Kebun Agung Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat adalah pekerjaan sebagai petani karet yang dilakukan setiap hari sedangkan harganya murah sehingga pendapatan petani tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sedangkan pekerjaan kelapa sawit hanya dua minggu sekali harganya lebih mahal dibandingkan karet dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampak kesejahteraan keluarga petani karet setelah alih fungsi menjadi petani kelapa sawit Desa Kebun Agung Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat adalah berdampak positif bagi petani, pendapatan mereka meningkat, pekerjaan lebih ringan,  adanya peningkatan aset yang dimiliki, dan keluarga lebih merasa sejahtera dari sebelumnya.
Penanganan Sengketa Ekonomi Syariah Perspektif Cita Hukum di Pengadilan Tinggi Agama Semarang Mohammad Jamaludin Jamaludin
AL-QARDH Vol 5, No 1 (2020): AL-QARDH
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jaq.v5i1.1882

Abstract

This article examines the handling of sharia economic disputes from the perspective of the ideals of law in the Religion High Court of Semarang, considering that up to now many decisions of the Religious High Court have been pursued at the cassation level (Supreme Court). The focus of this research study is to answer a number of issues, namely: how is the mechanism for handling sharia economic disputes in the Religion High Court of Semarang, what is the legal basis used by judges in the process of examining sharia economic disputes, and how the review of legal ideals towards handling sharia economic disputes in the Religion High Court of Semarang.            Judging from the type, this article was categorized as field research with an empirical juridical approach. In analyzed the data, the writer used descriptive-analytical methods, by described primary data that the author has obtained in the Religion High Court of Semarang, supplemented with secondary data related to handling sharia economic disputes in the Religion High Court, then analyzed using the legal ideal theory which includes justice, legal certainty, and expediency.            Based on the results of the research conducted by the writer in the Religion High Court of Semarang, the writer can conclude that, the handling of sharia economic disputes in the Religion High Court of Semarang has not been fully implemented as it should. The handling of sharia economic disputes in the Religion High Court of Semarang is carried out by examining and adjudicate cases based on facts / sitting cases contained in the appeal case file sent by the religious court that has examined and decided the case at the first level, plus an additional examination if the judge consider there are things that require clarity or to add to the completeness of evidence. A review of the legal ideals for handling sharia economic disputes in the Religion High Court of Semarang include: in terms of the ideals of the law of justice, judges in realizing the ideals of the law of justice are still constrained by vague provisions in the laws and regulations in which regulate about the procedures for examining sharia economic disputes in the level of appeal, which makes the judge unable to realize the desired justice. Judging from the ideals of legal certainty, the obstacle in realizing this legal ideal is the absence of special provisions regulate about civil procedural law (procedures for examining cases), especially sharia economic disputes at the appellate court, additionally there are several Supreme Court jurisprudences that are conflicting/contradicting. While in terms of the legal ideal of expediency, some have fulfilled this legal ideal because it is in accordance with the provisions that regulate the costs of handling cases and the duration of handling cases. Artikel ini mengkaji tentang penanganan sengketa ekonomi syariah perspektif cita hukum di Pengadilan Tinggi Agama Semarang, mengingat hingga saat ini banyak putusan Pengadilan Tinggi Agama diupayakan hukum di tingkat kasasi. Fokus kajian penelitian ini adalah untuk menjawab beberapa persoalan, yaitu: bagaimana mekanisme penanganan sengketa ekonomi syariah di Pengadilan Tinggi Agama Semarang, apa dasar hukum yang digunakan hakim dalam proses pemeriksaan sengketa ekonomi syariah, dan bagaimana tinjauan cita hukum terhadap penanganan sengketa ekonomi syariah di Pengadilan Tinggi Agama Semarang..Dilihat dari jenisnya, artikel ini dikategorikan sebagai penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis, yaitu dengan menggambarkan data primer yang telah penulis dapatkan di Pengadilan Tinggi Agama Semarang, dilengkapi dengan data sekunder terkait penanganan sengketa ekonomi syariah di Pengadilann Tinggi Agama, selanjutnya dianalisis menggunakan teori cita hukum yang meliputi keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di Pengadilan Tinggi Agama Semarang, penulis dapat menyimpulkan bahwa, penanganan sengketa ekonomi syariah di Pengadilan Tinggi Agama Semarang belum sepenuhnya berjalan sebagaimana mestinya. Penganganan sengketa ekonomi syariah di Pengadilan Tinggi Agama Semarang dilaksanakan dengan cara memeriksa dan mengadili perkara secara ulang berdasarkan fakta/duduk perkara yang terdapat dalam berkas perkara banding yang dikirimkan oleh pengadilan agama yang telah memeriksa dan memutus perkara pada tingkat pertama, ditambah dengan pemeriksaan tambahan apabila hakim berpendapat ada hal-hal yang memerlukan kejelasan atau untuk menambah kesempurnaan pembuktian. Tinjauan cita hukum terhadap penanganan sengketa ekonomi syariah di Pengadilan Tinggi Agama Semarang di antaranya: ditinjau dari cita hukum keadilan, hakim dalam mewujudkan cita hukum keadilan masih terkendala dengan ketentuan yang samar dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang bagaimana tata cara pemeriksaan sengketa ekonomi syariah di tingkat banding, yang mana hal ini menjadikan hakim tidak dapat mewujudkan keadilan yang diinginkan. Ditinjau dari cita kepastian hukum, kendala dalam mewujudkan cita hukum ini adalah tidak adanya ketentuan khusus yang mengatur tentang hukum acara perdata (tata cara pemeriksaan perkara) khususnya sengketa ekonomi syariah pada peradilan tingkat banding, ditambah lagi terdapat beberapa yurisprudensi Mahkamah Agung yang saling bertolak belakang/bertentangan. Sedangkan ditinjau dari cita hukum kemanfaatan, sebagian telah memenuhi cita hukum ini karena telah sesuai dengan ketentuan yang mengatur tentang biaya penanganan perkara dan jangka waktu penanganan perkara. 
Perilaku Ibu Rumah Tangga Muslim dalam Mengkonsumsi Produk Makanan Halal di Desa Bandung Kabupaten Tulungagung Amalia Nuril Hidayati; Siti Kalimah
AL-QARDH Vol 5, No 1 (2020): AL-QARDH
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jaq.v5i1.1744

Abstract

   The context of this service-based research program is the lack of knowledge and understanding related to halal products as evidenced by the consumption of several types of non-halal food. The information obtained encourages researchers to socialize awareness by providing awareness of the importance of halal products. The focus of this research is how the awareness of housewives in consuming halal food products in Bandung Village, Tulung Agung Regency. The strategy used is Community Organization and Community Development and uses the one-group pretest-posttest design experimental method, the design used by giving treatment for a certain period and measuring with tests before and after treatment. The results of this study indicate that at the pre-test mean halal awareness showed a value of 31.84 and post-test mean showed a value of 42.89, while the sig 2 value tailed 0,000 <0.05 then Ha was accepted and Ho was rejected, which means the average level of awareness mothers before and after socialization are different. In the pre-test questionnaire, the mean consumption behavior shows the value of 37.02 and the post-test mean shows the value of 43.45 While the sig 2 value of tailed is 0,000 <0.05 then Ha is accepted and Ho is rejected, which means the average level of consumption behavior before and after socialization is different, thus it can be stated that the presence of socialization affects the level of understanding of the awareness of consumption of halal products.Keywords: Consumption behavior, Housewife, Halal product. Konteks program penelitian berbasis pengabdian ini adalah kurangnya pengertahuan serta pemahaman terkait produk halal ini dibuktikan dengan  masih mengkonsumsinya beberapa jenis makanan non halal, Informasi yang didapatkan mendorong kesadaran peneliti untuk melakukan sosialisasi dengan memberikan penyadaran pentingnya produk halal. Fokus penelitian ini yaitu bagaimana upaya penyadaran Ibu rumah tangga dalam mengkonsumsi poduk makanan halal di Desa Bandung Kabupaten Tulungagung. Strategi yang digunakan adalah Community Organization dan Community Development  dan menggunakan metode eksperimen one grup pretest posttest design, yaitu rancangan yang digunakan dengan cara memberi perlakuan pada jangka waktu tertentu dan mengukur dengan tes sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Pada saat pre test kesadaran halal mean menunjukkan nilai 31,84 dan post test mean menunjukkan nilai 42,89, Sedangkan nilai sig 2 tailed 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya rata-rata tingkat kesadaran ibu-ibu sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi adalah berbeda. Pada angket pre test perilaku konsumsi  mean menunjukkan nilai 37,02 dan post test mean menunjukkan nilai 43,45 Sedangkan nilai sig 2 tailed 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya rata-rata tingkat perilaku konsumsi sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi adalah berbeda, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa adanya sosialisasi mempengaruhi tingkat pemahaman tentang kesadaran konsumsi produk halal
Peluang Pengusaha Mikro dan Kecil (UMK) Menggunakan Layanan Digital Lembaga Keuangan Mikro Syariah Chairia Lubis; Lucky Nugroho; Tettet Fitrijanti; Citra Sukmadilaga
AL-QARDH Vol 5, No 1 (2020): AL-QARDH
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jaq.v5i1.1769

Abstract

The purpose of this study was to find out the opportunities of digital services owned by Sharia Micro Finance Institutions (Baitul Mal Wa Tamwil-BMT) to reach Micro and Small (MSME) customers. Therefore the research question in this article is how the opportunities for the use of digital services by MSEs. This research method uses library research and interviews with BMT managers so that this research is qualitative. Following the results of the study, BMTs must collaborate with financial technology (fintech) companies to provide customer application. Furthermore,  the contribution of the applications that can provide added value for customers and are easy to use, which have an impact on the increasing competitiveness of BMTs with competitors in the financial industry.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peluang dari layanan digital yang dimiliki oleh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (Baitul Mal Wa Tamwil-BMT) untuk menjangkau nasabah Mikro dan Kecil (UMKO. Oleh karenanya pertanyaan penelitian pada artikel ini adalah bagaimana peluang penggunaan layanan digital oleh pelaku UMK. Metode penelitian ini menggunakan kajian pustaka atau library research dan wawancara dengan pengelola BMT sehingga penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sesuai dengan hasil penelitian, maka BMT harus berkolaborasi dengan perusahaan fintech, dan pemain di pasar lainnya sehingga mereka memiliki aplikasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah dan mudah digunakan yang berdampak terhadap meningkatnya kemampuan bersaing dari  BMT  dengan kompetitor di industri keuangan.  
Analisis Pengungkapan Informasi Akuntansi terhadap Bias Investor dalam Menafsirkan Akrual Norliyani Aulia
AL-QARDH Vol 5, No 1 (2020): AL-QARDH
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jaq.v5i1.2028

Abstract

In an investment activity can sometimes cause errors in the process of perceiving information related to investment. This is caused by bias so that it can cause market anomalies. Perception bias is a person’s a psychological condition that tends to be not objective in perceiving something. Someone who is a state of bias believe in its ability to accurately evaluate events, including making judgements about  the situation in terms of investment. In addressing the bias, accounting information disclosure needs to be done. This research uses descriptive research and documentation data collection techniques. In the delivery of accounting information must be high quality standards of accounting and finance and non-financial disclosures. Dalam suatu kegiatan investasi terkadang dapat menyebabkan kesalahan dalam proses mempersepsikan informasi terkait dengan investasi. Hal ini disebabkan oleh bias sehingga dapat menyebabkan anomali pasar. Bias persepsi adalah kondisi psikologis seseorang yang cenderung tidak objektif dalam memahami sesuatu. Seseorang yang memiliki bias percaya pada kemampuannya untuk mengevaluasi peristiwa secara akurat, termasuk membuat penilaian tentang situasi dalam hal investasi. Dalam mengatasi bias, pengungkapan informasi akuntansi perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan teknik pengumpulan data dokumentasi. Dalam penyampaian informasi akuntansi harus standar kualitas tinggi akuntansi dan keuangan dan pengungkapan non-keuangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6