cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Neo Societal
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2017): Edisi April" : 8 Documents clear
IDENTIFIKASI PENYEBAB TERJADINYA TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK (STUDI DI KELURAHAN LAKORUA KECAMATAN MAWASANGKA TENGAH KABUPATEN BUTON TENGAH) Saleha, Hj. Suharty Roslan, Sarpin
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.74 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i2.9505

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk Mengidentifikasi Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Tindakan Kekerasan Seksual Pada Anak dan Untuk Menggambarkan Upaya Preventif Orang Tua Terhadap Tindakan Kekerasan Seksual Pada Anak. jenis data yang diambil dan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yakni sebuah tipe penelitian yang berusaha memberikan gambaran yang jelas seperti yang dimaksudkan dalam permasalahan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Data primer yaitu diperoleh langsung dari lapangan melalui metode observasi atau wawancara dengan 11 informan yakni masyarakat Kelurahan Lakorua diambil dalam penelitian ini, data sekunder berupa data yang diperoleh dari pemerintah, dokumen dan  laporan yang terkait dengan jumlah penduduk, tingkat pendidikan dan mata pencaharian. Hasil Penelitian Menunjukan Bahwa Faktor-faktor Penyebab terjadinya kekerasan seksual pada anak a).Lemahnya control sosial dalam masyarakat, yaitu hanya berupa nasehat-nasehat dan teguran pada pelaku kekerasan seksual pada anak. b). Penegakan hukum pada pelaku kekerasan Seks Pada anak masih Lemah karena masih menggunakan hukum adat atau dengan cara kekeluargaan. c). Keluarga Pecah, yaitu banyak orang tua anak yang melakukan perceraian sehingga anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang  dari kedua orang tuanya. d). Kurangnya pendidikan orang tua terhadap anak, sehingga kurang memperhatikan pentingnya pendidikan seks sejak dini pada anak.
NILAI ANAK PADA KELUARGA PETANI DI DESA LIABALANO KECAMATAN KONTUNAGA KABUPATEN MUNA Wa Haliati, Syaifudin S. Kasim, Bakri Yusuf
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.446 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i2.9510

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana nilai anak pada keluarga petani di Desa Liabalano Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. (2) Bagaimana Hubungan Anak dan Orang Tua Pada Keluarga Petani di Desa Liabalano Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. Tujuan pada penelitian ini adalah : untuk mengetahui nilai anak pada keluarga petani di Desa Liabalano Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. (2) Untuk mengetahui Hubungan Anak dan Orang Tua Pada Keluarga Petani di Desa Liabalano Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Anak pada keluarga petani terbagi menjadi tiga bagian  yaitu Nilai Psikologi, Nilai Ekonomi, dan Nilai Sosial. Nilai psikologi anak meliputi anak sebagai pemberi kebahagian, pemberi kasih sayang, penyejuk hati, Nilai Ekonomi anak bahwa masyarakat di Desa Liabalano dikenal dengan masyarakat yang perekonomiannya masih bergantung pada lahan pertanian, sehingga masyarakat ini dalam memenuhi kebutuhan hidup mengikut sertakan anak-anaknya, meliputi anak membantu orang tua dalam mencari nafkah, baik membantu dalam berkebun maupun membantu dalam mencari uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN TEMPAT HIBURAN MALAM (KAFE-KAFE TENDA) DI KENDARI BEACH Jamal Mirda, Muh. Arsyad, Jamaluddin Hos
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.028 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i2.9496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap keberadaan tempat hiburan malam (kafe-kafe tenda) di Kendari Beach Kelurahan Puunggaloba Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari. Tempat penelitian ini dilaksanakan di Kendari Beach Kelurahan Puunggaloba Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari. Jenis metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu memberikan gambaran dengan fakta, data, dan informasi guna menjelaskan penyelesaian masalah penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap keberadaan tempat hiburan malam (kafe-kafe tenda) di kendari beach. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1). Observasi 2). Wawancara 3). Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Data yang memberikan penjelasan dan uraian secara deskriptif berdasarkan hasil penelitian lapangan. Hasil penelitian: Penelitian ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat terhadap tempat hiburan malam (kafe-kafe tenda) di  Kendari Beach sangat beragam. Persepsi masyarakat sekitar yaitu mereka tidak setuju dengan adanya kafe-kafe tenda  di Kendari Beach karena bisa menyebabkan hama sosial bagi masyarakat umum maupun generasi muda. Persepsi pengunjung yaitu bahwa aktivitas di kafe-kafe tenda di kendari beach memiliki nilai positif sebagai sumber perekonomian penyewa stand dan pekerja. Persepsi pemerintah setempat yaitu Kepala kelurahan Puunggaloba menilai kafe-kafe tenda di kendari beach sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat Kota Kendari. 
BENTUK JARINGAN SOSIAL WANITA PEMECAH BATU (STUDI DI DESA MATA WAWATU KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN) Afrida, Syaifuddin Suhri Kasim, Hj. Ratna Supiyah
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.785 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i2.9506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk jaringan sosial wanita pemecah dan untuk mengetahui fungsi jaringan sosial bagi wanita pemecah batu di Desa Mata Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Jenis data yang diambil dan digunakan dalam penelitian yaitu penelitian deskriptif kualitatif yakni sebuah tipe penelitian yang berusaha memberikan gambaran dan pemaknaan yang jelas. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Data primer yaitu diperoleh langsung dari lapangan melalui metode observasi dan wawancara dengan 14 informan yakni wanita pemecah batu, pemilik lokasi,dan pembeli batu di lokasi penelitian. Data sekunder berupa data yang diperoleh dari pemerintah setempat, dokumen dan laporan yang terkait dengan bentuk jaringan sosial wanita pemecah batu. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa bentuk jaringan sosial wanita pemecah batu dibagi menjadi tiga bentuk jaringan yaitu jaringan kekuasaan (power) yang ditandai dengan dibatasinya jumlah wanita pemecah batu oleh pemilik lokasi batu. Kemudian jaringan perasaan (sentiment) terjadi dalam jaringan antara sesama wanita pemecah batu dan antara wanita pemecah batu dengan pemilik lokasi batu.
PARTISIPASI REMAJA DALAM MEMBANGUN DESA (Studi di Desa Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara) Mima Sumartin, Syaifudin S. Kasim, Muh. Rusli
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.021 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i2.9511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1). Bagaiman bentuk-bentuk partisipasi remaja dalam membangun desa di Desa langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara Dan (2). Faktor-faktor apa yang mempengaruhi remaja dalam berpartisipasi di Desa Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk partisipasi remaja dalam membangun desa di Desa Langere (1). Partisipasi buah pikiran remaja selalu berpartisipasi dengan menyumbangkan ide atau pemikiran dengan tujuan agar pembangunan yang dilakukan bisa berhasil. (2). Partisipasi tenaga seperti gotong royong dimana remaja Desa Langere lebih aktif dengan berpartisipasi membantu melaksanakan kegiatan pembangunan desa. (3). Partisipasi harta benda atau uang, remaja Desa Langere selalu berpartisipasi harta benda dan juga uang karena dana dari pemerintah tidak selalunya mencukupi untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan pada saat rehabilitas atau pembenahan. (4). Partisipasi keterampilan remaja Desa Langere masih kurang dengan berpartisipasi keahlian dalam membuat desain bangunan maupun kealian dalam mendorong atau memotivasi orang lain agar ikut malaksanakan kegiatan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP SUNAT TRADISIONAL (Studi di Desa Sainoa Indah Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan) Rahiudin, Syaifudin S. Kasim, Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.771 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i2.9507

Abstract

Penelitian ini bertujuan a) untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap sunat tradisional di Desa Sainoa Indah Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan?, b) Untuk mengetahui proses pelaksanaan sunat tradisional di Desa Sainoa Indah Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan?, c) Untuk mengtahui faktor-faktor yang menyebabkan eksistensi sunat tradisional di Desa Sainoa Indah Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan? Hasil penelitian menunjukkan bahwa a)persepsi masyarakat terhadap sunat tradisional adalah adanya keyakinan bahwa sunat tradisional adalah bagian ajaran agama yang harus dipatuhi, selain itu sunat tradisional juga dilatarbelakangi oleh adanya keyakinan bahwa sunat tradisional adalah tradisi leluhur yang harus dilestarikan, dan adanya kepercayaan “sani” tradisional menyimpan najis dan kotoran. b) merupakan sebuah tradisi yang ada di Desa Sainoa Indah, sehingga dalam pelaksanaannya dirayakan secara terbatas atau sederhana. Proses sunat tradisional berlangsung dalam 3 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap sesudah pelaksanaan sunat tradisional. Proses pelaksanaan sunat tradisional dilakukan oleh dukun atau Bisa. c) Faktor-faktor penyebab bertahannya sunat tradisional yaitu: 1) adanya keyakinan bahwa sunat tradisional adalah tradisi leluhur yang harus dilestarikan, 2) adanya kepercayaan membuang najis dan kotoran,  3), faktor kesakralan dari sunat tradisional, 4) faktor kewajiban sosial dari sunat tradisional, 5) faktor fungsional dari tradisi sunat tradisional.
KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA IBU RUMAH TANGGA PERANTAU Eti Maronta, Juhaepa, Dewi Anggraini
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.328 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i2.9508

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kondisi sosial ekonomi keluarga ibu rumah tangga perantau di Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah dan faktor-faktor apakah yang mendorong dan menarik para ibu rumah tangga merantau dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi keluarga ibu rumah tangga perantau di Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah .Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Lakudo Kacamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan yaitu observasi dan wawancara mendalam dengan informan 10 keluarga ibu rumah tangga perantau yang dipilih secara sengaja (purposive sampling) yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga ibu perantau di Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah dari segi sosial bahwa masyarakat Lakudo sudah menyadari bahwa pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan sehingga para ibu rumah tangga rela merantau demi menyekolahkan anak-anak mereka dan interaksi yang terjalin antara masyarakat Lakudo dan para ibu penrantau terjalin cukup baik. Dari segi ekonomi menujukan bahwa para ibu rumah tangga perantau ini dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam keluarganya melalui kiriman yang dikirimkan setiap bulannya dan dapat menyekolahkan anak-anak mereka melalu pendapat mereka di daerah rantau.
FENOMENA PEREMPUAN KAWIN CERAI LEBIH DARI SATU KALI: Studi Di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat Sitti Herlina Weti, Hj. Suharty Roslan, dan Sarpin
Jurnal Neo Societal Vol 2 (2017): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.38 KB) | DOI: 10.52423/jns.v2i2.9509

Abstract

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Alasan perempuan kawin cerai lebih dari satu kali di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. (2) Bagaimanakah tanggapan masyarakat mengenai perempuan  kawin cerai lebih dari satu kali di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Sedangkan Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung dan observasi atau pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa alasan perempuan melakukan kawin cerai karena, Faktor sosial ekonominya, seperti kebutuhan sosial ekonominya tidak terpenuhi maka mereka nekat melakukan kawin cerai. Faktor psikologis karena mereka sudah trauma terhadap para suami mereka sering melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sehingga mereka memutuskan untuk melakukan kawin cerai berulang kali dan Faktor kawin cerai sudah dianggap hal biasa dalam masyarakat karena perempuan yang melakukan kawin cerai sudah tidak dianggap lagi sebagai musibah atau memalukan. Dalam Fenomena perempuan kawin cerai lebih dari satu kali  masyarakat menanggapi Ada yang menilai kurang baik karena memiliki dampak negatif ada anak-anaknya dan ada juga masyarakat yang menanggapi baik karena mereka kawin cerai demi memperjuangkan kebutuhan hidup anak-anaknya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8