cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 3 (2012)" : 8 Documents clear
Studi Kelakuan Dinamis Struktur Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Akibat Beban Individual Manusia Bergerak Endah Wahyuni
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.1

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh beban manusia bergerak pada struktur JPO beton dan baja. Manusia sebagai beban dinamis sangat mempengaruhi dalam merencanakan jenis struktur tertentu, seperti stadion, lantai gedung olahraga, atau JPO. Apabila beban manusia tersebut tidak dipertimbangkan sebagai beban dinamis maka dapat menjadi penyebab kegagalan struktur. Dalam studi ini dilakukan pemilihan model beban akibat manusia bergerak dari literature yang ada. Dalam penelitian ini dibatasi hanya pada model beban manusia individu. Dengan menggunakan software SAP2000, pembebanan ini akan dihitung secara dinamis, sehingga akibat orang yang bergerak akan menghasilkan reaksi vertikal dan horisontal serta berubah terhadap waktu. Selanjutnya dilakukan pengujian nilai frequensi alami dari jembatan yaitu pada uji kasus dilakukan JPO beton dan JPO baja di Surabaya. Untuk mode pertama, bentuk getaran dari struktur JPO beton didominasi oleh arah horizontal dengan frekuensi alami 2.75 Hz. Sedangkan untuk struktur JPO baja didominasi oleh arah vertikal dengan frekuensi alami 7.675 Hz. Kedua struktur memiliki nilai frekuensi alami yang memenuhi ketentuan British Standard dan diketahui pula bahwa tidak terjadi resonansi pada struktur JPO akibat beban manusia berjalan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan kelakuan dinamis struktur jembatan penyeberangan orang akibat beban manusia yang bergerak bisa lebih dipahami.Abstract. This study aimed to investigate the effect of human-induced dynamic loads on steel and concrete footbridges. The dynamic loads would greatly affect to design of certain types of structures such as stadium, floor for dance or sport, or footbridge. If the kind of loads was not considered in the design as dynamic loads that could be the cause of structural failure. The model of the dynamic loads was found from the existing literature. The human loads were limited to individual model in this study. The dynamic responses of footbridge structures were investigated using SAP2000 and showed that the concrete bridge is less stiff than the steel bridge based on the natural frequencies. The results also showed that the first mode of the concrete footbridge was  dominated by horizontal direction with the natural frequency of 2.75 Hz. While the first mode of the steel footbridge was dominated by the vertical direction with natural frequency of 7.675 Hz. Both structures had the natural frequencies which complied with the British Standard and also found that there was no resonance on both footbridges due to human-induced dynamic loads. From the acquisition of some of the above conclusions, it was expected that the dynamic behavior of the footbridge due to the human dynamic loads could be better understood.
Studi Eksperimental Perilaku Hubungan Pelat-Kolom terhadap Kombinasi Beban Gravitasi dan Lateral Siklis Riawan Gunadi; Bambang Budiono; Iswandi Imran; Ananta Sofwan
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.2

Abstract

Abstrak. Struktur flat slab digunakan secara luas pada bangunan gedung karena beberapa kelebihan dalam aspek struktural maupun arsitektural. Disamping kelebihan tersebut, terdapat kelemahan yang mengakibatkan perilaku yang tidak ideal pada saat struktur menerima kombinasi beban gravitasi dan lateral. Kelemahan tersebut terdapat pada hubungan pelat-kolom, dimana tegangan lentur dan geser terakumulasi sebagai resultan dari beban gravitasi dan momen tak imbang yang disebabkan oleh beban lateral seperti halnya gempa. Untuk mengatasi masalah tersebut, terutama di daerah gempa potensial seperti halnya sebagian besar wilayah Indonesia, perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan perilaku hubungan pelat-kolom. Tulisan ini melaporkan hasil penelitian yang dilaksanakan dengan tiga benda uji berskala 1:2 dari model hubungan pelat-kolom interior yang dirancang dengan ukuran, material, dan detail yang sama, kecuali detail tulangan gesernya. Benda uji pertama, yang digunakan sebagai spesimen kontrol, menggunakan stud rail standar yang dirancang dengan mengacu standar ACI. Benda uji kedua dan ketiga menggunakan stud rail dengan modifikasi detail. Semua benda uji diujidengan beban gravitasi konstan yang dimodelkan dengan blok-blok beton dan simpangan lateral siklis yang mencakup respon elastis sampai inelastis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi stud rail secara signifikan meningkatkan perilaku hubungan pelat-kolom khususnya dalam hal kekakuan dan disipasi energi. Abstract. Flat slab structures are widely used for buildings because of its advantages both in structural and architectural aspects. Besides its advantages, there is a weakness leads to a poor structural behavior under combined gravity and lateral load. The weakness is concentrated in slab-column connections, where flexural and shear stresses are accumulated as a resultant of gravity load and unbalanced moment caused by lateral load such as earthquake. To solve the problem, especially in potential earthquake zone such as most of the Indonesia region, it is necessary to conduct researches to improve slab-column connections behavior. This paper reports the result of research conducted using three specimens of half scaled interior slab-column connection sub-assemblages designed using simillar dimensions, materials, and details, except the shear reinforcement details. The first specimen, constructed as a control specimen, used standard stud rails designed to comply with ACI codes. The second and third specimens used modified stud rail details. All specimens were subjected to a constant gravity load simulated by concrete blocks and cyclic lateral displacements ranging from elastic to inelastic responses. The experimental results show that modification of the stud rails significantly improves the specimen behavior especially the stiffness and energy dissipation.
Keruntuhan Jembatan Gantung Kartanegara Tragedi dalam Proses Rancang Bangun Infrastruktur Sindur P. Mangkoesoebroto
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.3

Abstract

Abstrak. Keruntuhan Jembatan Gantung Kartanegara "“ Tenggarong "“ Kalimantan Timur pada hari Sabtu 26 November 2011 sekira pukul 16:15 WITA telah banyak diulas. Pada makalah ini disampaikan suatu analisis keadaan jembatan menjelang keruntuhannya. Berdasarkan observasi lapangan, data primer dan sekunder, dibangun suatu hipotesa kegagalan yang realistis. Hipotesa tersebut diuji secara kuantitatif menggunakan solusi tertutup maupun metode elemen hingga. Pemodelan dilakukan dengan mempertimbangkan sifat nonlinier material dan geometri untuk perpindahan berhingga sesuai komponen struktur dan konfigurasi terpasang. Integrasi persamaan gerak dilakukan secara tahap-demi-tahap dan fenomena transien diantisipasi melalui step waktu yang cukup rapat. Kesimpulan adalah bahwa ada dua penyebab primer kegagalan jembatan secara berturutan sesuai tingkat keutamaannya yaitu keberadaan tower strap dan kegagalan pondasi blok angkur sisi Tenggarong. Kedua penyebab primer tersebut menunjukkan kelalaian pada tahapan perancangan dan pembangunan jembatan, dan telah menyebabkan tragedi yang dapat dihindarkan. Penyebab sekunder berupa tahanan rangka jembatan yang tidak direncanakan secara memadai menimbang keberadaan tower strap dan decambering rangka jembatan yang merupakan akibat dari salah satu atau kombinasi penyebab tersebut sebelumnya, juga telah menjadi penyebab keruntuhan jembatan.Abstract. The collapse of Kartanegara Suspension Bridge "“ Tenggarong "“ East Kalimantan on Saturday, November 26, 2011, at 16:15, was covered widely. The paper attempted to asses the condition of the bridge prior to the event. Based upon observation and primary as well as secondary data collected, a realistic hypothesis was developed. The hypothesis was exercised by means of closed form solution as well as the finite element method. A computer model was generated by considering both material and geometry nonlinearity for finite displacement based on the actual structural component and configuration. A nonlinear step-by-step direct integration of the equation of motion considering transient phenomena was carried out. The time step was maintained sufficiently fine. The  onclusions pointed out that there were two primary factors responsible for the bridge collapse, i.e. by the order of severity, the existence of tower strap and the creep due to foundation failure of the anchor block on Tenggarong side. The flaws originated during design and construction and had caused an avoidable tragedy. The strength inadequacy of the stiffening girder in the presence of tower straps and the decambering of stiffening girder, which also caused the collapse, was the result of one of the factors, or combination thereof.
Rasio Modulus Penampang Elastik Balok Kayu Laminasi-Baut Yosafat Aji Pranata; Bambang Suryoatmono; Johannes Adhijoso Tjondro
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.4

Abstract

Abstrak. Balok laminasi dapat menjadi alternatif pengganti kayu utuh, karena memberikan keuntungan yaitu dapat difabrikasi dengan bentang sesuai kebutuhan dan membuat penampang kayu yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah menemukan persamaan empiris rasio modulus penampang elastik balok kayu laminasi-baut. Rasio modulus penampang elastik yaitu rasio antara modulus penampang elastik balok laminasi terhadap balok utuh. Ruang lingkup penelitian yaitu sistem laminasi secara horisontal, kayu Indonesia dengan berat jenis berkisar 0,4-0,8 yaitu meranti merah (shorea spp), keruing (dipterocarpus spp), dan akasia mangium, penampang balok prismatis, penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dan numerikal metode elemen hingga nonlinier. Parameter yang dibahas adalah jenis kayu, ukuran baut, jumlah baris baut, dan jarak baut. Balok mempunyai bentang 3 meter dan disusun oleh 4 lamina. Model tegangan-regangan kayu untuk simulasi numerikal berdasarkan kriteria plastisitas Hill, model tegangan-regangan baut menggunakan model elastoplastik. Kesimpulan yang diperoleh yaitu tren kurva hubungan beban-lendutan balok kayu laminasi-baut adalah berbentuk bilinier, persamaan empiris rasio modulus penampang elastik merupakan fungsi dari jenis kayu, diameter baut, dan rasio jumlah baris terhadap jarak baut. Rasio modulus penampang elastik dapat digunakan untuk memprediksi kuat lentur balok laminasi pada beban batas proporsional. Abstract. Laminated beam can be an alternative for solid timber, because it provides the advantage that it can be fabricated with a needed-span and a bigger cross section. The purpose of this research is to obtain an empirical equation of the bolt-laminated timber beam elastic section modulus ratio. Elastic section modulus ratio is elastic section modulus ratio between laminated and solid beams. Scope of this research are horizontally laminated system, Indonesian timber with specific grafity ranged 0.4-0.8 which are red meranti (shorea spp), keruing (dipterocarpus spp), and acacia mangium, prismatic beam section, experimental test in laboratorium and numerical simulation using nonlinear finite element method. The parameters discussed are timber type, bolt diameter, number of row, and spacing. Beam has a 3-meter span and arranged by 4 laminae. Timber stress-strain model for numerical simulation based on Hill plasticity, bolt stress-strain model is elasto-plastic. Results obtained are beam load-displacement curve trend is bilinear, the elastic section modulus ratio equation are the fuction of timber type, bolt diameter, and number of row against bolt spacing ratio. The elastic section modulus ratio can be used to predict the bending strength at the proportional limit.
Kinerja Isolator Bola-Pegas pada Model Struktur Fleksibel Skala Kecil Benyamin Bontong; Harun Mallisa; Tan Suryani Sollu
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.5

Abstract

Abstrak. Keruntuhan gedung akibat gempa masih menjadi masalah yang perlu dipecahkan. Penelitian ini mempelajari kinerja isolator seismik bola-pegas pada model struktur fleksibel satu lantai skala kecil. Massa model pada level atas dan bawah masing-masing 30 kg. Bola isolator dipasang di antara model struktur dan landasan getar. Pegas dengan konstanta 500N/m dipasang untuk memulihkan model ke posisi semula pasca getaran. Satu ujung pegas diikat pada setiap sudut bawah model dan ujung lainnya diikat pada landasan getar. Kolom dari model dengan konstanta pegas 22117 N/m, dijepit pada ujung atas dan bawah. Getaran sinusoidal diaplikasikan pada landasan getar dengan frekuensi 10.6, 15.35 dan 20.44 rad/s serta amplitudo 5, 10, 15 dan 20mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons percepatan model as, meningkat secara linier terhadap peningkatan percepatan landasan am, sedangkan rasio respons percepatan model terhadap percepatan landasan (as/am) berkurang seiring dengan peningkatan percepatan landasan. Isolator bola-pegas sangat efektif mereduksi percepatan terutama pada percepatan landasan yang relatif tinggi. Pada percepatan landasan rendah (0.05g),rasio reduksi percepatan (am-as)/am, mencapai 39% pada level atas dan 45% pada level bawah, sedangkan pada percepatan landasan lebih dari 0.2g, rasio reduksi percepatan tersebut mencapai lebih dari 80% pada kedua level.Abstract. The collapse of buildings due to the earthquake is still an issue that needs to be solved. This research studied the performance of the ball-spring seismic isolator on a reduced scale, single-story, flexible structure model. Model's mass on each top and bottom level is 30 kgs. Ball isolator is mounted between the structure model and vibrating base. A spring constant support of 500N/m is installed to restore the model to its original position after the vibration. One end of the spring is tied to each bottom corner of the model and the other end is tied to the vibrating base. The column of the model with the spring constant of 22,117 N/m, are clamped at the lower and upper ends. Sinusoidal vibrations were applied on vibrating base with the frequencies of 10.6, 15.35 and 20.44 rad/s and the amplitudes of 5, 10, 15 and 20 mm. The results show that the model acceleration response rates (as) increase linearly to increasing the base acceleration rates (am), while the ratio of the acceleration responses model to the base acceleration (as/am) decreases with an increasing the base accelerations. Ball-spring isolators very effectively reduces acceleration especially at the level of high rates of the base acceleration. At the level of the lower base acceleration (0.05g), acceleration reduction ratios, (am - as)/am, reach 39% at the top level and 45% at the bottom level, while the base acceleration of more than 0.2g the acceleration reduction ratios reach more than 80% at the both level.
Settlement of a Full Scale Trial Embankment on Peat in Kalimantan: Field Measurements and Finite Element Simulations Endra Susila; Dayu Apoji
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.6

Abstract

Abstract. This paper presents a study result of peat behaviors through numerical analysis using the finite element method verified by full scale field measurements. Site investigation, construction, instrumentation and monitoring of a trial embankment on very compressible fibrous tropical peat layers at Bereng Bengkel in Central Kalimantan have been conducted by the Agency of Research and Development, the Indonesia Ministry of Public Works. Settlement responses of the embankment have been investigated by a series of finite element simulations using two different soil constitutive models: elastic perfectly plastic model with the Mohr-Coulomb criteria and hyperbolic Hardening-Soil model. A half space finite element model has been developed using the effective stress approach. Analyses were performed with the coupled static/consolidation theory. The soil parameters, embankment geometry, construction sequence and consolidation time of peats and clays were modeled in accordance with actual field trial embankment conditions. Implementation of the numerical model and simulations has completely been performed by a computer program, PLAXIS 2D. For ground settlement behavior at center of embankment, this study result shows that both soil constitutive models have reasonably produced suitable deformation behaviors. However, the settlement behaviors at embankment toes are not as accurate as they are at center. Abstrak. Makalah ini menyajikan studi perilaku gambut melalui analisis numerik berdasarkan metode elemen hingga yang diverifikasi dengan pengukuran lapangan skala penuh. Investigasi lokasi, konstruksi, instrumentasi dan pengukuran timbunan di atas lapisan gambut tropis berserat yang sangat kompresibel di Bereng Bengkel, Kalimantan Tengah, telah dilakukan oleh Departemen Penelitian dan Pengembangan dari Departemen Pekerjaan Umum Indonesia. Respon penurunan timbinan ini telah dianalisis melalui serangkaian simulasi numerik elemen hingga menggunakan dua model konstitutif tanah: model elastis plastis sempurna dengan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb dan model hiperbolik Hardening-Soil. Model elemen hingga setengah ruang telah dibuat dengan pendekatan tegangan efektif. Seluruh tahapan simulasi telah diperhitungkan sebagai analisis statis/konsolidasi couple. Parameter tanah, geometri timbunan, tahapan konstruksi dan waktu konsolidasi gambut dan lempung dimodelkan sesuai dengan kondisi lapangan. Implementasi dari model dan simulasi numerik ini telah dilakukan menggunakan program komputer PLAXIS 2D. Untuk perilaku penurunan tanah di tengah timbunan, studi ini menunjukkan bahwa kedua model konstitutif tanah dapat menghasilkan perilaku deformasi yang cukup sesuai. Namun, prediksi perilaku penurunan tanah di kaki timbunan tidak seakurat prediksi perilaku di tengah timbunan.
Prosedur Kalibrasi dan Validasi Model SMAR untuk Mendeskripsikan Proses Hujan Aliran di Sub-DAS Rawatamtu Indarto Indarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.7

Abstract

Abstrak. Model SMAR (Soil Moisture Accounting Rainfall Model) merupakan salah satu model hidrologi pada RRL (Rainfall Runoff Library) yang dapat digunakan untuk menghitung aliran permukaan (Run Off) dari suatu DAS. Data masukan utama untuk model adalah data hujan dan evapotranspirasi. Artikel ini membahas prosedur kalibrasi dan validasi model untuk mendeskripsikan proses hujan - aliran pada skala harian. Artikel juga memaparkan tentang manfaat user-interface dan visualisasi yang ada pada software (model) tersebut. Model dikalibrasi menggunakan data debit yang diperoleh dari sub-DAS Rawatamtu (Jawa Timur). Kombinasi dua metode (generic dan manual) digunakan selama proses kalibrasi dan validasi. Kalibrasi dilakukan pada separuh periode rekaman yang tersedia, sedangkan validasi dilakukan pada separuh periode yang ke dua. Hasil kalibrasi dan validasi dievaluasi menggunakan kriteria: Koefisien Nash-Sutcliffe, Koefisien korelasi (correlation coefficient) danperbedaan Run Off (difference in Run Off). Kalibrasi dan validasi menggunakan metode generic maupun manual menunjukkan bahwa model mampu mereproduksi proses utama dari Hujan menjadi Aliran (debit terhitung) pada sub-DAS tersebut. Hasil juga menunjukkan bahwa performance model kurang optimal pada periode validasi, hal ini dikarenakan keterbatasan data yang digunakan. Data yang lebih lengkap diperlukan untuk mengevaluasi performance model.Abstract. The Soil Moisture Accounting Rainfall Model (SMAR) is one of Rainfall Runoff Library Models (RRL) used to calculate Run-Off from rainfall and evapotranspiration data. This article shows the procedure to calibrate the model. Furthermore, this article also show the benefit of software fitur and user interface. Model is calibrated and validated using discharge data otained from Rawatamtu sub-Watershed (East Java). Two methodes (generic and manual) were exploited for the calibration and validation procceses. The result was evaluated by using the criteria of: Nash-Sutcliffe Coefficient, Coefficient of Correlation and difference in run-off. Calibration is conducted at the first half of recording periods, while validation is conducted at the second half of recording periods. The result shows that both generic and manual method can describe Rainfall to Run-Off process of the watershed, during calibration periode. However, during validation period model performance is not satisfied, due to the limit of data used. More data is needed to evaluate the model performance.
Pengembangan Model Prediksi Kecelakaan Lalu Lintas pada Jalan Tol Purbaleunyi Lucky Aquita Rakhmat; Aine Kusumawati; Russ Bona Frazila; Sri Hendarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.8

Abstract

Abstrak. Kondisi keselamatan lalu lintas jalan di Indonesia masih belum baik, kecelakaan lalu lintas masih sering terjadi dan memakan banyak korban jiwa. Salah satu upaya mendasar yang diperlukan untuk meningkatkan kondisi keselamatan lalu lintas jalan adalah dengan cara mengembangkan model prediksi kecelakaan. Model ini menghubungkan frekuensi kecelakaan yang terjadi pada suatu entitas jalan dengan arus lalu lintas dan berbagai faktor lingkungan jalan yang berkontribusi pada terjadinya kecelakaan. Kegunaan model ini adalah untuk mengestimasi dan memprediksi keselamatan suatu entitas jalan, mengidentifikasi lokasi-lokasi jalan berbahaya, dan juga untuk mengevaluasi keefektifan penerapan program penanganan lokasi berbahaya. Makalah ini menyajikan model prediksi kecelakaan pada ruas jalan tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) yang dibangun dengan membandingkan kinerja statistik dari model regresi Poisson, Negatif Binomial (NB), Zero-Inflated Poisson (ZIP), dan Zero-Inflated Negative Binomial (ZINB). Hasil pemodelan mengindikasikan model regresi NB adalah model yang terbaik. Berdasarkan model yang dibangun, frekuensi kecelakaan berkorelasi positif dengan lintas harian rata-rata tahunan, derajat kelengkungan, dan keberadaan median yang tingginya kurang dari 1,75 m dan lebarnya kurang dari 2,5 m. Model yang dibangun kemudian diaplikasikan untuk melakukan identifikasi dan pemeringkatan segmen jalan berbahaya. Hasilnya menunjukkan bahwa KM 92-93 (arah Cileunyi) merupakan segmen yang paling berbahaya pada jalan tol Purbaleunyi. Abstract. Road traffic safety condition in Indonesia still needs improvement that road traffic accidents occur frequently and cause many people died. One way to improve road safety is by developing accident prediction model. The model relates accident frequencies with traffic flow and various roadway geometric/environment characteristics contributing to accident occurrences. The model is useful to estimate and predict safety of a road entity, identify hazardous road locations, and also to evaluate treatment effectiveness applied on hazardous road locations. This paper presents the accident prediction model for Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) toll road. The model was developed by comparing statistical performances of Poisson, Negatif Binomial (NB), Zero- Inflated Poisson (ZIP), dan Zero-Inflated Negative Binomial (ZINB) regression models. The modeling result indicates that the model which is developed using the NB regression model is the best. Based on the developed model, the accident frequency has positivie correlations with annual average daily traffic, degree of curvature, and presence of median with height less than 1.75 m and width less than 2.5 m. The developed model was subsequently applied to identify and rank hazardous road segments. The result shows that KM 92-93 (direction to Cileunyi) is the most hazardous segment at Purbaleunyi toll road.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue