cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 1 (2013)" : 8 Documents clear
Sodium sebagai Aktivator Fly Ash, Trass dan Lumpur Sidoarjo dalam Beton Geopolimer Januarti Jaya Ekaputri; Triwulan Triwulan
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.1.1

Abstract

Abstrak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton geopolimer sangat bergantung pada sifat material pozolan dan larutan aktivator yang digunakan pada campuran pastanya. Dalam paper ini disampaikan beberapa cara untuk memanfaatkan Lumpur Sidoarjo (Lusi) dan trass sebagai material substitusi fly ash di dalam campuran pasta untuk dianalisa sifat mekaniknya. Larutan NaOH yang dicampur dengan Na2SiO3 digunakan sebagai aktivator yang konsentrasinya divariasikan dari 8M sampai 14M. Perbandingan berat Na2SiO3 terhadap berat larutan NaOH juga bervariasi dari 0.5 sampai 2.5. Tes kuat tekan, tes belah dan tes porositas dilakukan untuk membandingkan setiap benda uji dari komposisi yang berbeda. Hasil studi menunjukkan bahwa kuat tekan beton dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH, perbandingan Na2SiO3 terhadap larutan NaOH dan penyusun material dasar bindernya. Abstract. Some previous studies showed that the compressive strength of geopolymer concrete was dependent on pozzolanic materials used and the concentration of activator solution in the mixture. The effort to use Sidoarjo Mud and trass as an additive material in the mixture was investigated in this study to analyze the mechanical properties of the concrete. NaOH solution mixed with Na2SiO3 was used as the activator solution varied from 8 M to 14 M. Ratio of Na2SiO3 to NaOH solution by mass were also varied from 0.5 to 2.5 Trass and Sidoarjo Mud were introduced as fly ash substitution in the mixture. Compressive strength test of cylindrical specimens, splitting test and porosity test were carried out comprehensively to compare the specimens from each composition. The results showed that the strength of geopolymer concrete was influenced by the concentration of NaOH solution and the ratio of Na2SiO3 to NaOH in the alkali solution and the composition of the binder.
Alat Pelesap Energi Gempa Uniaksial Sindur P. Mangkoesoebroto
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.1.2

Abstract

Abstrak. Suatu invensi berupa alat pelesap energi gempa uniaksial dikembangkan dan dibahas secara rinci. Alat tersebut dimaksudkan untuk melindungi struktur bangunan gedung dari kerusakan yang berlebih pada saat kejadian gempa. Energi gempa input pada struktur bangunan gedung direncanakan untuk dimusnahkan oleh alat yang merupakan bagian dari bresing tahan tekuk. Bresing tersebut dipasang pada portal yang merupakan bagian dari rangka pemikul beban gempa. Alat dapat dipasang pada struktur bangunan gedung baru ataupun eksisting, tanpa memerlukan modifikasi signifikan. Alat dibuat cukup ringkas demikian sehingga memudahkan perawatan, operasi, dan perbaikan bila diperlukan. Alat tersebut telah dipatenkan. Abstract. Invention of uniaxial seismic energy dissipater was developed and analyzed in detail. The device is intended to protect building structures from extensive damage during major earthquakes. The earthquake input energy is designed to be absorbed by the device which is part of a buckling resistant bracing. The bracings are constructed in the seismic resisting frames of building structures. The dissipater can be built in the newly constructed as well as existing building structures without major modification requirements. The design of the device is simple enough to facilitate easy maintenance, operation, and repair when needed. The apparatus was patented.
Model Jaringan Saraf Tiruan Kuat Tekan Beton Porus dengan Material Pengisi Pasir Ridho Bayuaji; Totok R. Biyanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.1.3

Abstract

Abstrak. Beton porus adalah salah satu beton ringan dan bentuk dasarnya merupakan perpaduan antara pasir, semen, air (campuran dasar) dan foam (biasanya 0,1-1,0 mm diameter). Penelitian ini difokuskan pada aplikasi jaringan saraf tiruan (JST) untuk memprediksi kuat tekan beton porus. Metode JST dapat menangkap interaksi yang kompleks antara variabel input/output dalam suatu sistem tanpa pengetahuan sebelumnya dari sifat interaksi dan tanpa harus secara eksplisit mengasumsikan bentuk model. Makalah ini menjelaskan data penelitian yang ada, seleksi data dan proses pelatihan model JST, dan validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton porus dapat diprediksi lebih akurat, mudah dan cepat dari densitas beton porus, rasio pasir dan semen dan distribusi ukuran partikel pasir.Abstract. Foamed concrete is one of light concrete and its basic form is a blend of sand, cement, water (the base mix) and a pre-formed foam (usually 0.1 to 1.0 mm in diameter). This research focus on application of artificial neural networks (ANN) to predict the compressive strength of foamed concrete mixtures. The ANN method can capture complex interactions among input/output variables in a system without any prior knowledge of the nature of these interactions and without having to explicitly assume a model form. Indeed, such a model form is generated by the data points themselves. This paper describes the database assembled, the selection and training process of the ANN model, and its validation. Results showed compressive strength of foamed concrete can be predicted much accurately, easy and fast from density of foamed concrete, sand and cement ratio and particle size distribution of sand.
Penelusuran Potensi Likuifaksi Pantai Padang Berdasarkan Gradasi Butiran dan Tahanan Penetrasi Standar Abdul Hakam; Helmy Darjanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.1.4

Abstract

Abstrak. Gempa Padang 30 September 2009 telah mengakibatkan terjadinya likuifaksi pada beberapa lokasi di kota Padang. Daerah-daerah yang terlikuifaksi berada di sekitar aliran sungai atau dekat tepi pantai. Untuk mendapatkan gambaran mengenai gradasi butiran tanah terlikuifaksi, telah dilakukan analisis saringan terhadap sampel tanah terlikuifaksi. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dan data pengeboran, dilakukan penelusuran kembali potensi likuifaksi untuk lapisan tanah disekitar Pantai Padang. Penyelidikan tanah dengan menggunakan mesin bor dan pengujian penetrasi standar hingga kedalaman tanah keras telah dilakukan pada lokasi tersebut. Selanjutnya gradasi butiran tanah pada kedalaman-kedalaman tertentu dianalisis dengan cara membandingkan kurva gradasi butiran tanah dengan kurva potensi likuifaksi. Hasil penelusuran potensi likuifaksi untuk daerah Pantai Padang menhasilkan bahwa gradasi butiran tanah dilokasi tersebut memiliki potensi likuifaksi. Hasil tersebut dikompilasikan dengan analisis potensi likuifaksi berdasarkan nilai pukulan penetrasi standar. Kedalaman tanah yang berpotensi terlikuifaksi untuk Pantai Padang berada pada lapisan dengan  kedalaman kurang dari 10m.Abstract. Padang 30 September 2009 earthquake had caused liquefaction at several locations in the city of Padang. Generally, liquefied areas were around the rivers or near the beach. In order to get the gradation of the liquefied soil, sieve analysis was conducted on soil samples. Based on those test result and drilling data, the assessment of liquefaction potential for soil layer around the coast of Padang is done. Soil investigation using deep drilling and standard penetration test to the hard layer has been done on the site. Furthermore, the soil gradations at certain depths were analyzed by comparing the gradation curve of the liquefied soil. Liquefaction potential assessment based on the soil gradation shows that the Padang Beach area has the liquefaction potential. The results are then compiled with the analysis of the liquefaction potential based on the standard penetration test. The depth of the soil layer that potentially to liquefy in Padang Beach is on the depth of less than 10m.
Pengaruh Fine Aggregate Angularity dan Persentase Pasir Terhadap Permeabilitas Tanah Residual Tropis yang Dipadatkan Erza Rismantojo; Reza Ismaniar
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.1.5

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mempelajari pengaruh Fine Aggregate Angularity (FAA) dan persentase komponen pasir pada permeabilitas arah vertikal campuran tanah lempung residual tropis dan pasir yang dipadatkan. FAA adalah nilai uncompacted void ratio pasir yang nilainya dipengaruhi oleh bentuk partikel dan tekstur permukaannya. Material yang digunakan adalah tanah merah residual tropis dari Jatigede dan tiga jenis pasir dari Galunggung, Growong, dan Cimalaka, Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode desain faktorial dengan dua faktor utama dan tiga level untuk masing-masing faktor. Dua faktor yang diteliti adalah persentase kandungan pasir (20, 40, dan 60%) dan nilai FAA pasir (47,67, 57,00, dan 62,89%). Benda uji dibuat dengan cara dipadatkan pada kadar air optimum dengan target berat isi kering maksimum sesuai dengan hasil uji Standard Proctor Compaction (ASTM D698). Pengukuran permeabilitas campuran tanah merah dengan pasir mengacu pada British Standard BS 1377: Part 8:1990. Hasil pengujian pemadatan memperlihatkan bahwa semakin bertambah nilai FAA pasir maka semakin berkurang berat isi kering tanah campuran dan semakin bertambah harga kadar air optimumnya. Hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa peningkatan tegangan sel, peningkatan nilai FAA, dan pengurangan persentase pasir pada umumnya menurunkan harga koefisien permeabilitas arah vertikal. Hasil analisis metode ANOVA menunjukkan bahwa pengaruh faktor persentase pasir lebih dominan dibandingkan pengaruh faktor FAA.Abstract. This reseach studied the effect of Fine Aggregate Angularity (FAA) and sand content on the vertical coefficient of permeability of compacted tropical residual soil and sand mixtures. FAA is the uncompacted void ratio of sand which is influenced by particle shape and texture. The material used in this study consisted of tropical residual red clay soil collected from a quary in Jatigede and three different sand types collected from Galunggung, Growong, and Cimalaka, all in West Java area. This experiment was conducted following a factorial design for two factors and three levels for each factor. The two factors are sand contents (20, 40, 60%) and FAA of sand (47.67, 57.00, 62.89%). The test speciments were compacted samples each prepared at the maximum dry densityand optimum water content of Standard Proctor Compaction Test (ASTM D698). The test specimens were subjected to British Standard BS 1337:Part 8:1990 for permeability determination. This study indicated that the tropical red soil-sand mixture with the highest FAA value has the minimum dry density and the maximum optimum water content. The results also show that increasing confining pressure, increasing FAA, and decreasing sandcontent will decrease the vertical coefficient of permeability. The results of statistical analysis of variance (ANOVA) show that the sand content has the more dominant effect than the FAA factor on the coefficient of permeability of the compacted tropical red soil and sand mixtures.
Observasi Garis Freatis pada Model Bendungan Berdasarkan Kepadatan Tanah Melalui Model Fisik Azmeri Azmeri; Maimun Rizalihadi; Irma Yanita
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.1.6

Abstract

Abstrak. Kestabilan tubuh bendung tergantung pada besar kecilnya rembesan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dan mengamati pola aliran garis freatis yang terjadi pada tubuh bendungan serta menghitung debit rembesan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan model tubuh bendungan yang terbuat dari tanah lempung kekuning-kuningan dengan memvariasikan tingkat kepadatan tanah sebesar 60%, 65%, dan 70%. Penelitian uji model menggunakan bejana kaca setebal 10 mm dengan panjang 180 cm, lebar 44 cm, dan tinggi 68 cm dengan skala 1 : 25 dari prototipenya. Penelitian ini memiliki 3 variasi tinggi air tampungan, yaitu 35 cm, 45 cm, dan 55 cm. Pola aliran rembesan ini dianalisis dengan menggunakan teori perhitungan aliran yaitu metode Dupuit, metode Schaffernak, dan metode Cassagrande. Pada penelitian ini, pada kondisi kepadatan tanah 60%, 65%, dan 70% hanya pada kondisi air tampungan 55 cm yang dapat memenuhi metode Cassagrande. Besar debit yang dihasilkan menurut perhitungan dan penelitian masing-masing untuk kepadatan 60%, 65%,70% adalah 6,015 x 10-6 cm3/det dan 8,07 x 10-6 cm3/det, 5,806 x 10-6 cm3/det dan 7,80 x 10-6 cm3/det, 5,372 x  10-6 cm3/det dan 7,21 x 10-6 cm3/det. Perbedaan debit dari hasil perhitungan dan penelitian menunjukkan kalibrasi pemodelan belum sempurna. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepadatan tanah pada tubuh bendungan maka semakin kecil debit rembesan yang dihasilkan. Abstract. Stability of dam depends on the size of the seepage that occurs. The purpose of this study was to see and observe flow pattern of phreatic line occurred on dam body and calculate the resulting seepage discharge. This study used a model dam body made of yellowish clay with varying soil density 60%, 65%, and 70%. Model test study used 10 mm thick glass vessel with a length of 180 cm, width of 44 cm, height of 68 cm with a 1:25 scale of prototype. This study had three height variations of water level, which is 35 cm, 45 cm, and 55 cm. Seepage flow pattern was analyzed by using flow computation theories, namely Dupuit, Schaffernak, and Cassagrande method. The discharge resulting from the calculation and physical modelling each soil density are for 60%, 65%, 70% was6,015 x 10-6 cm3/det and 8,07x10-6 cm3/det, 5,806 x 10-6 cm3/det and 7,80 x 10-6 cm3/det, 5,372 x 10-6 cm3/det and 7,21 x 10-6 cm3/det Differences in discharge from the calculation and studies indicated that the calibration models were not perfect. The results obtained show that the higher the density of the soil on the dam body, the smaller the resulting seepage discharges.
Hubungan Antara Variasi Tarif Tol dengan Pendapatan dan Tingkat Pelayanan Rudy Hermawan; Russ Bona Frazila; Aranda Awang; Jongga Jihanny
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.1.7

Abstract

Abstrak. Tol dikenakan karena adanya penghematan biaya operasi kendaraan dan waktu, kenyamanan serta fasilitas yang lebih baik, sehingga penetapan besarnya tarif tol harus memenuhi asas keuntungan atau manfaat bagi pengguna. Meningkatnya jumlah pengguna jalan dan pertumbuhan ekonomi, menyebabkan terjadinya kemacetan di ruasruas jalan tol, terutama saat jam puncak. Untuk itu diperlukan pertimbangan penentuan variasi tarif tol terkait dengan waktu penggunaannya untuk memberikan insentif dan disinsentif pemakaian jalan tol agar bisa terdistribusi sehingga tidak membuat kemacetan pada saat atau waktu tertentu. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi tarif tol apabila diberlakukan serta elastisitasnya. Sebagai studi kasus, kajian dilakukan di Jalan Tol Dalam Kota Jakarta (Jakarta Intra Urban Toll) dan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road). Pada kajian ini dilakukan survey Stated Preference, dan dilakukan beberapa simulasi arus lalu  lintas serta pendapatan operator jalan tol dan jaringan jalan dengan software SATURN. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenaikan tarif tol pada jam sibuk akan mengurangi volume lalu lintas jalan tol dan pendapatan. Namun, efek kenaikan harga tidak mengubah nilai Volume Capacity Ratio (VCR) dan Tingkat Pelayanan secara signifikan dikarenakan nilai waktu serta kebutuhan transportasi yang tinggi dan kapasitas jalan yang terbatas. Abstract. Toll is charged due to saving invehicle operating costs and time, comfort and better facilities, hence the amount of toll rates must satisfy the principle of profit or benefit to users. The increasing numbers of road users and economy growth lead to congestion at toll road sections, especially during peak hours. Thereforetoll rates variation associated with using time to provide incentives and disincentives in order to distribute toll road's use to prevent congestion occur at a specific time should be taken into consideration. This study was conducted to determine the effect of toll ratesvariationupon its application and its elasticity. Jakarta Intra Urban Toll (JIUT) and the Jakarta Outer Ring Road (JORR) were used as models. A Stated Preferencesurvey, and some simulation of traffic flow and toll roads operator's income and road networks using SATURN software were undertaken. This study showed that the increase in toll rates during peak hours would reduce the volume of highway traffic. However, the effect of increasing toll rates did not significantly change the value of Volume to Capacity Ratio (VCR), hence the Level of Service (LOS),due to time value, high transportation needs and limited road capacity.
Evaluasi Volumetrik Marshall Campuran AC-BC (Studi Kasus Material Agregat di Manado dan Minahasa) Joice Elfrida Waani
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.1.8

Abstract

Abstrak. Kondisi lapis perkerasan jalan yang ada di Manado dan Minahasa, pada umumnya mengalami kerusakan sebelum mencapai umur rencana. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kinerja perkerasan jalan, antara lain: proses pengerjaan, mutu material, beban lalu lintas dan kondisi lingkungan. Evaluasi terhadap mutu material agregat yang umum digunakan dalam campuran konstruksi perkerasan jalan yang ada di Manado dan Minahasa perlu dilakukan karena besarnya pengaruh sifat-sifat fisik agregat terhadap kinerja campuran lapis perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sifat-sifat fisik agregat yang membentuk campuran perkerasan jalan yaitu agregat yang berasal dari daerah Sawangan, Kakaskasen, dan Tateli yaitu material agregat yang umumnya digunakan pada jalan di Manado dan Minahasa. Untuk mengevaluasi kinerja agregat dalam campuran lapisan Aspal Beton (Laston) digunakan analisa Volumetrik. Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan melakukan pemeriksaan awal terhadap agregat, kemudian melakukan rekayasa gradasi berdasarkan spesifikasi yang dikeluarkan oleh Departemen Kimpraswil tahun 2003, sedangkan variasi kandungan aspal dalam campuran bervariasi antara 4,5% hingga 6,5%. Sifat-sifat fisik dan mekanik campuran diperoleh dengan pengujian Marshall. Hasil evaluasi volumetrik campuran AC-BC dengan menggunakan agregat asal ketiga daerah tersebut menunjukkan agregat asal Sawangan adalah yang terbaik untuk digunakan dalam campuran perkerasan jalan dibandingkan dengan agregat yang berasal dari Kakaskasen dan Tateli.Abstract. Condition of existing pavement layers in Manado and Minahasa, in general experience damage before reaching the design life. There are several factors that can affect the performance of pavement systems, among others: the workmanship, materials quality, traffic load and environmental conditions. Evaluation of the quality of aggregate materials commonly used in the mixture of existing pavement construction in Manado and Minahasa needs to be carried out because of the large effect of aggregate physical properties on the performance of pavement mixtures. This research was conducted to examine the physical properties of aggregates derived from Sawangan, Kakaskasen and Tateli. Volumetric analysis was used to evaluate the performance of these aggregates in asphalt concrete mixtures. The experiments were conducted in a laboratory by performing initial inspection on the aggregates and asphalt, then artificial grading based on engineering specification issued  by Department of Settlement and Regional Infrastructure in 2003. Asphalt content varied between 4.5% and 6.5%. Physical property and mechanical testing of mixtures were obtained by Marshall. Evaluation on AC-BC' volumetric results using the aggregates from the 3 locations indicated that aggregates from Sawangan is the best material for pavement mixtures compared with that derived from Tateli and Kakaskasen

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue