cover
Contact Name
NOOR HUBDRYAWATI
Contact Email
jurnalkimiaunmul@gmail.com
Phone
+6285246646998
Journal Mail Official
jurnalkimiaunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl.Barong Tongkok no.04 Kampus Gn.kelua Samarinda Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Kimia Mulawarman
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 16935616     EISSN : 24769258     DOI : DOI: https://doi.org/10.30872/jkm
Core Subject : Science,
Journal of Kimia Mulawarman is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry, including educational chemistry and applied chemistry.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2014)" : 9 Documents clear
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID DARI DAUN TUMBUHAN KEREHAU (Callicarpa longifolia Lam.) Subur P Pasaribu; Erwin -; Putri Istiyanti
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 11 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The flavonoid had been isolated from ethyl acetate extract of Kerehau leaf (Callicarpa longifolia Lam.). Extraction was done by maceration and fraction method. Isolation of pure compound was done by chromatographic flash coloumn. The resulted of isolated flavonoid was yellow greeness powder and 174-178°C melting point. Based on data IR can be conclude that isolated compound is flavonol group. Effect of toxicity from isolate identified with presentage of prawn larva (BSLT method) and counted by probit analysis (LC 50 ). The results of this test showed that the the isolate was very toxic with LC 50 value of 26,8824 ppm. Keywords: Kerehau (Callicarpa longifolia Lam.), Isolation, Flavonoid, BSLT
PEMANFAATAN INFUS KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L) DALAM FORMULA SEDIAAN PEWARNA RAMBUT Supomo -; Dedi Setiawan; Sarifah A
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 11 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sediaan pewarna rambut adalah kosmetika yang digunakan dalam tata rias rambut untuk mewarnai rambut, baik untuk mengembalikan warna rambut asli atau mengubah warna rambut asli menjadi warna baru. Salah satu bahan alam yang dicoba sebagai pewarna rambut adalah serbuk kayu secang (Caesalpinia sappan). Batang dan daun mengandung alkaloid, tanin, fitosterol dan zat warna brazilin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula yang terbaik pada sediaan pewarna rambut infus kayu secang (Caesalpinia sappan L.) Sampel yang digunakan adalah serbuk kayu secang yang didapat dari pasar tradisional Yogyakarta. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan eksperimental dengan variasi konsentrasi infus kayu secang serta variasi konsentrasi pirogalol dan tembaga (II) sulfat. Sediaan pewarna rambut dibuat dengan formula A1, A2, A3, B1, B2, B3, C1, C2, dan formula C3, dimanakonsentrasi masing-masing formula A, B, dan C terdiri dari pirogalol 0,5%, 1%, 1,5%, tembaga (II) sulfat 0,8%, 1,2%, 1,6%, dan infus kayu secang formula A1; A2; A3; B1; B2; B3; C1; C2; dan C3 dengan konsentrasi masing-masing 10%; 20%; 30% serta aquadest digunakan sebagai pelarut. Pewarnaan dilakukan dengan cara perendaman rambut uban selama 1-4 jam dan dicatat perubahan warna yang terjadi setiap 1 jam. Pewarnaan terbaik ditunjukkan dengan perubahan warna yang lebih jelas dari tiap jam perendaman. Evaluasi yang dilakukan meliputi pengamatan secara visual yaitu stabilitas warnaterhadap pencucian dan stabilitas warna terhadap sinar matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan warna sudah terlihat jelas pada formula B3 yang terdiri dari infus serbuka kayu secang 30%, pirogalol 1%, dan tembaga (II) sulfat 1,2%. Sediaan ini menghasilkan warna rambut dari cokelatpirang sampai coklat gelap. Pada uji stabilitas terhadap sinar matahari, hasilnya menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna menjadi lebih gelap, sedangkan uji stabilitas terhadap pencucian, tidak terjadi perubahan warna setelah 3 kali pencucian. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang dapat menghasilkan warna terbaik yaitu fomula B3 (konsentrasi infus kayu secang 30%, pirogalol 1%, tembaga (II) sulfat 1,2%), dan infus kayu secang dapat digunakan ke dalam sediaan pewarna rambut bentuk larutan dengan menghasilkan warna coklat gelap pada formula B selama 4 jam perendaman.Kata Kunci: Caesalpinia sappan L., Sediaan Pewarna Rambut, Larutan, Infus, Formula
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus Murr) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF ETHANOL EXTRACT FROM Durio zibethinus Murr SEEDS BY DPPH METHOD Farida Amir; Chairul Saleh
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 11 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian fruit already famous enough in Indonesian society. Not only the content of the fruit, but Durian also have many advantage for example the seed, leather, root and the leaves that useful for human healthy. Then, phytochemical screening test and antioxidant activity test. Antioxidant activity test use scavenging test to 2,2-diphenyl-1-picryhidrazil (DPPH) radical. On antioxidant activity test, mix of extract and DPPH are incubate for 30 minutes, then the absorbance is measured on λ = 514 nm using spectrophotometer. The absorbance from sample, blank, and negative control are converted as Antioxidant Activity Absorbance (AA%). Based on result of phytochemical ethanol extract, Durian steud contain of fenolic, flavonoid, alkaloid, and tryterpenoid. Based on antioxidant activity test with DPPH radical scavenging method by spectrophotometer. Ethanol extract of Durian has antioxidant activity about EC 50 23,10 μg/mL and Vitamin C as comparison has antioxidant about EC 50 3,76 μg/mL. Keywords: Durian seed, phytochemical, antioxidant activity, DPPH
STUDI KUANTUM FARMAKOLOGI SENYAWA TURUNAN SULFONAMIDA 2,4 DIAMINO 6 QUINAZOLINE SEBAGAI ANTIMALARIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE AB INITIO Boby Royan alfadlil; Saibun Sitorus; Rahmat Gunawan
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 11 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diterapkan metode berbasis Ab-Initio dalam suatu analisa QSAR (Quantum Structure Activity Relationship) untuk dapat membuktikan dimana letak pusat aktif senyawa sulfonamida yang telah diketahui nilai persen aktivitasnya secara eksperimen laboratorium. Terdapat tiga tahapan komputasi dalam penelitian ini. Pertama, komputasi struktur elektron semua senyawa yang terlibat dalam 16 substiuen senyawa beserta nilai R dari masing-masing senyawa dalamrangka memperoleh struktur optimum serta nila momen dwikutub dan muatan bersih senyawa-senyawa tersebut. Kedua, teknik analisa data dengan pembuatan model kuantum farmakologi dari kombinasi variabel atom-atom yang selalu terdapat pada 16 senyawa tersebut. Ketiga, analisa regresi multilinear dengan menggunakan beberapa parameter statistik seperti koefisien korelasi (r dan r 2 ) dan standar estimasi (SE). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Ab-Initio berhasil membuktikan daerah pusat aktif senyawa sulfonamida dengan n= 16, R= 0,99, dan nilai SE= 0,08 menunjukkan hubungan kuantitatif yang nyata terhadap antiplasmodial dengan model persamaan terbaik sebagai berikut : log A = 13,10(±0,04)qC1 – 193,21qC2 + 95,47C3 – 63,18qC4 – 2,54qC5 +151,38qC6 + 9,33(±0,02)qC7 + 30,32(±0,02)qC8 – 2,91qO1 – 0,04(±0,66)qO2 +72,37(±0,03)qN1 – 108,91(±0,03)qN1 + 2,96qS + 1,01(±0,04)? Kata kunci: Sulfonamida, Antimalaria, Qsar, Regressi, Ab-Initio
UJI BIOAKTIVITAS PADA EKSTRAK KASAR ETANOL, FRAKSI n-HEKSAN, ETIL ASETAT DAN ETANOL-AIR DARI DAUN ANDONG (Cordyline terminalis Kunth) Ritson Purba; Enos Tangke Arung; Teddy Tranoto
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 11 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phytochemical, brine shrimp lethality and antibacterial activity tests in each fraction from Andong leaves extract(Cordyline terminalis Kunth) that came fromUnmul Samarinda botanical garden, Kalimantan Timur has been carried out. The leaf was extracted with ethanol andconcentrated by using rotaryevaporator. The crudeethanol extract was fractioned with n-hexane, and ethyl acetate. Based on the secondary metabolites phytochemical test of the Cordyline terminalis Kunth leaves show that crudeethanol extract is contain phenol, saponin and steroid.n-hexane fraction iscontain steroid.Ethylacetate fraction is contain phenol and steroid. And ethanol-water fraction is contain phenol and saponin. Brine shrimp lethality test exhibit mortality rate of Artemiasalina (L) by Probit SAS analysis to determine lethal concentration 50% (LC 50 ) value. The test showed that the most active wascrudeethanol extract with LC 50 value of 26.8788 ppm. Antibacteria activity test of extracts for Bacillus cereus bacteria (positiveGram) andEscherichia coli (negativeGram) were carried out by paper disk method. The test showed that the most active were ethyl acetate extract with minimum inhibitor consentration of 2-10% which clear zone diameter was 6,4 mm on Bacillus cereus bacteria and 6 mm on Escherichia colibacteria.Keywords: Phytochemical, Antibacteria activity, LC 50
UJI AKTIVITAS PERASAN BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L) SEBAGAI BIOLARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti L Eka Siswanto Syamsul; Eka Novitasari Purwanto
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 11 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (Dengue Hemorragic Fever/DHF) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot, dan nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, dan trombositopenia. Penularan infeksi virus dengue terjadi melalui vektor nyamuk genus Aedes sp. Menurut penelitian yang dilakukan oleh laeliyatun dkk (2006) buah mentimun diduga mengandung senyawa saponin dan alkaloid sehingga dapat digunakan sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida perasan buah mentimun terhadap larva Aedes aegypti. Perasan buah mentimun dibuat dengan cara memeras sari buahnya. Konsentrasi sediaan uji yang digunakan yaitu 10, 20, 40, dan 80% (v/v). Pengujian larvasida dilakukan dengan cara memasukkan 10 ekor larva instar III dan IV awal ke dalam perasan buah mentimun, kontrol positif berupa abate konsentrasi 10, 20, 40, dan 60% (b/v) sebagai kontrol positif dan air PDAM adalah kontrol negatif. Perlakuan didiamkan selama 24 jam dan diamati jumlah larva yang mati kemudian dilakukan replikasi sebanyak 2 kali. Hasil perhitungan nilai LC50 dari perasan buah mentimun sebesar 43,06 dengan menggunakan metode analisis perhitungan Probit Miller - Tainner. Hal ini menunjukkan bahwa perasan buah mentimun memiliki aktivitas sebagai larvasida. Kata Kunci: Buah Mentimun, Biolarvasida, Larva Nyamuk Aedes aegypti L
PEMANFAATAN KARBON AKTIF DARI BATUBARA KOTOR (DIRTY COAL) SEBAGAI ADSORBEN ION LOGAM Cd 2+ DAN Pb 2+ DALAM LARUTAN Yogie Henry Payung; Saibun Sitorus; Alimuddin -
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 11 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research of activated carbon utilization of dirty coal as an adsorbent ion cadmium (Cd) and plumbum (Pb) has been done. In this research, the variations of solutions pH value (1, 2, 3, 4, 5 and 6), contact time (5, 10, 15, 30, 45, 60, 75 and 90 minutes), and the variation of concentration (20, 40, 60, 80 and 100 mg/L) were applied. The determination of cadmium and plumbum ion concentraction used an Atomic Absorption Specthrometer (AAS). The optimum condition cadmium ion on pH 4, than in the plumbum on pH 5 with optimum time contact is 15 minutes and the maximum adsorptive capacity cadmium ion in value is 2,90 mg/g, than on plumbum ion is 3,08 mg/g.Keywords: Adsorption, Activated Carbon, Dirty Coal, Cadmium, Plumbum, Ion, Solution
MENINGKATKAN KUALITAS REPEATABILITY DAN REPRODUCIBILITY SAMPEL LIQUID GAS DE-ETHANIZER DI PT. BADAK DENGAN MEMODIFIKASI ALAT PREPARASI PADA KROMATOGRAFI GAS Ardiansyah -; Chairul Saleh; Rahmat Gunawan
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 11 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modification has been done to the gas chromatograph by adding a de-ethanizer preparation tool that serves as the evaporation of liquid samples de-ethanizer gas from the LNG (Liquid Natural Gas) plant PT. Badak NGL Bontang, East Kalimantan. With the aim to obtain stable analysis results as required. From the results obtained for the repeatability value 0.104% methane component, 0.036% ethane component and 0.154% propane components and reproducibility values obtained for the methane component of 0.025%, 0.036% component ethane, and propane components 0.014%. Data analysis of the samples obtained test results are still below thelimit allowed by the method of GPA 2261-64 which found samples with good homogeneity so that the analysis becomes stable and the true value can be resposibility and laboratory as a Quality Control can keep reliability for LNG Plant. Keywords: liquid natural gas, de-ethanizer, gas chromatography, repeatability, reproducibility, GPA2261-64
ANALISA Pb 2+ PADA LOBSTER (Panulirus sp) DENGAN METODE ADISI STANDAR SPEKTROFOTOMETER UV-VIS MENGGUNAKAN PENGOMPLEKS DITIZON Bohari Yusuf; Alimuddin -; Siti Nurliana
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 11 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisa Pb(II) pada lobster (Panulirus sp) dengan metode adisi standar spektrofotometer UV-Vis menggunakan pengompleks ditizon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar ion logam Pb(II) pada lobster (Panulirus sp) dengan metode adisi standar menggunakan pengompleks ditizon. Analisa kadar ion.logam Pb(II) dengan pengompleks ditizon menggunakan spektrofotometer uv-vis sebelum menggunakan metode adisi standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar ion logam Pb(II) sebesar 0,215 ppm sedangkan pada penelitian menggunakan metode adisi standar kadar Pb(II) sebesar 1,210 ppm.Kata Kunci: Lobster, Adisi Standar, Ditizon, Ion logam Pb(II).

Page 1 of 1 | Total Record : 9