cover
Contact Name
Muhamad Fitri
Contact Email
muhamad.fitri@mercubuana.ac.id
Phone
+6281266023970
Journal Mail Official
muhamad.fitri@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Mesin (JTM), Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana. Jl. Meruya Selatan No. 01, Kembangan, Jakarta Barat 11650, Indonesia. Email: mesin@mercubuana.ac.id, Telp.: 021-5840815/ 021-5840816 (Hunting), Fax.: 021-5871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20897235     EISSN : 25492888     DOI : https://doi.org/10.22441/jtm
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin (JTM) adalah Peer-reviewed Jurnal tentang hasil Penelitian, Karsa Cipta, Penerapan dan Kebijakan Teknologi. JTM tersedia dalam dua versi yaitu cetak (p-ISSN: 2089-7235) dan online (e-ISSN: 2549-2888), diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Focus and Scope: Acoustical engineering concerns the manipulation and control of vibration, especially vibration isolation and the reduction of unwanted sounds; Aerospace engineering, the application of engineering principles to aerospace systems such as aircraft and spacecraft; Automotive engineering, the design, manufacture, and operation of motorcycles, automobiles, buses, and trucks; Energy Engineering is a broad field of engineering dealing with energy efficiency, energy services, facility management, plant engineering, environmental compliance, and alternative energy technologies. Energy engineering is one of the more recent engineering disciplines to emerge. Energy engineering combines knowledge from the fields of physics, math, and chemistry with economic and environmental engineering practices; Manufacturing engineering concerns dealing with different manufacturing practices and the research and development of systems, processes, machines, tools, and equipment; Materials Science and Engineering, relate with biomaterials, computational materials, environment, and green materials, science and technology of polymers, sensors and bioelectronics materials, constructional and engineering materials, nanomaterials and nanotechnology, composite and ceramic materials, energy materials and harvesting, optical, electronic and magnetic materials, structure materials; Microscopy: applications of an electron, neutron, light, and scanning probe microscopy in biomedicine, biology, image analysis system, physics, the chemistry of materials, and Instrumentation. The conference will also present feature recent methodological developments in microscopy by scientists and equipment manufacturers; Power plant engineering, the field of engineering that designs, construct, and maintains different types of power plants. Serves as the prime mover to produce electricity, such as Geothermal power plants, Coal-fired power plants, Hydroelectric power plants, Diesel engine (ICE) power plants, Tidal power plants, Wind Turbine Power Plants, Solar power plants, Thermal engineering concerns heating or cooling of processes, equipment, or enclosed environments: Air Conditioning; Refrigeration; Heating, Ventilating, Air-Conditioning (HVAC) and Refrigerating; Vehicle engineering, the design, manufacture, and operation of the systems and equipment that propel and control vehicles.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021)" : 8 Documents clear
PERANCANGAN ALAT POTONG SETENGAH SILINDER SEBAGAI ALAT BANTU PEMOTONG SINGKONG UNTUK BAHAN BAKU PEMBUATAN KERIPIK MANGGLENG Ariviadi, Budiman
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v10i2.12056

Abstract

Abstrak – Keripik singkong adalah jenis camilan yang dikenal luas dimasyarakat. Setidaknya, ada dua jenis keripik singkong. Hal ini dapat dibedakan dari bentuk potongan dan berdasarkan tahapan proses pengolahannya. Yang pertama keripik singkong yang sudah sangat umum dikenal dimasyarakat, yang dibuat dengan cara memotong singkong mentah (yang telah dikupas dan dicuci) secara melintang sumbu singkong dengan hasil akhir potongan berbentuk lingkaran. Dan yang kedua, keripik singkong manggleng yang dibuat dengan cara memotong singkong yang telah dikukus dengan arah pemotongan sejajar dengan sumbu singkong. Hasil akhir pemotongannya berbentuk empat persegi panjang. Untuk proses pembuatan keripik singkong jenis yang pertama, telah banyak dibuat alat bantu/mesin untuk mempercepat proses pemotongannya. Sementara untuk jenis keripik singkong yang kedua, yaitu keripik manggleng, belum ada alat bantu/mesin untuk mempercepat atau mempermudah proses pemotongan keripik singkong jenis tersebut. Secara bentuk, singkong berbentuk mendekati silinder. Perancangan ini bertujuan untuk membuat rancangan konsep alat potong dengan objek potong berbentuk setengah silinder, dengan arah pemotongan sejajar dengan sumbu silinder. Tahapan perancangan alat ini diawali dengan menentukan spesifikasi bahan baku dan hasil potongan yang diinginkan yang meliputi ukuran dan ketebalan hasil potongan. Kemudian dilanjutkan dengan pencarian alternatif konsep pemotongan, pemilihan konsep dan perancangan alat, pembuatan dokumen rancangan (gambar 2D), hingga pembuatan modeling (gambar 3D). Kata kunci: Perancangan, keripik, singkong, manggleng, alat potong.  ABSTRACT - Cassava chips are a type of snack that is widely known in the community. There are at least two types of cassava chips. It can be distinguished from the shape of the pieces and based on the stages of the processing process. The first is cassava chips which are very commonly known in the community, which are made by cut raw cassava (that has been peeled and washed) across the axis of the cassava, with the end result being circular pieces. And the second, manggleng cassava chips which made by cut steaming cassava with the cutting direction parallel to the axis of the cassava. The final result is a rectangular cut. For the process of making the first type of cassava chips, tools/machines have been made to speed up the cutting process. Meanwhile, for the type of manggleng cassava chips, there are no tools/machines to speed up or simplify the process of cutting this types of cassava chips.In shape, cassava is shaped close to a cylinder. This design aims is to make a design concept of cutting tool with a half-cylindrical cutting object, with the cutting direction is parallel to the cylinder axis. The tool design stage begins with determining the specifications of the raw materials and the desired cutting results including the size and thickness of the cutting results. Then proceed with the search for alternative cutting concepts, concept selection and tool design, making design documents (2D drawing), and making models (3D drawing). Keywords: Design, chips, cassava, manggleng, cutting tools.
Pemodelan Kipas Angin Dengan Penggabungan Benda Geometri Ruang Hasil Deformasi Bola Dan Ruang Suprihatiningsih, Wiwit
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v10i2.6555

Abstract

Deformasi adalah perubahan bentuk atau ukuran dari sebuah objek. Hasil dari deformasi bola dan tabung akan menghasilkan berbagai bentuk bangun ruang yang dapat digunakan untuk mengkontruksi kipas angin. Di pasaran sudah banyak kipas angin yang bentuknya berasal dari benda-benda geometri ruang seperti tabung, bola, elips dan sebagainya. Penelitian ini mengkontruksi kipas angin yang ada dipasaran dengan menggabungkan benda-benda geometri ruang yaitu bola, tabung serta hasil deformasi bola dan tabung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkontruksi kipas angin dari hasil deformasi bola dan tabung. Penelitian ini menghasilkan kontruksi kipas angin dari berbagai deformasi bola dan tabung dengan 2 tahap yaitu (1) menentukan deformasi bola dan tabung dan (2) menggabungkan hasil deformasi bola dan tabung menjadi sebuah model kipas angin.
ANALISIS DATA INPUT FORCE PADA SHOCK ABSORBER DENGAN STRAIN GAUGE UNTUK MENGETAHUI PEMBEBANAN AKTUAL PADA MOBIL Khariri, Muhamad Ervin; Fitri, Muhamad
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v10i2.12207

Abstract

Dalam dunia desain otomotif, khusunya pada bagian bodi kendaraan, diperlukan struktur yang kuat guna menjamin desain yang akan dijual ke masyarakat akan kuat dan tahan lama terhadap berbagai macam medan jalanan [7]. Untuk mengetahui seberapa besar gaya yang terjadi pada bodi kendaraan, dilakukan pengukuran input force di jalan secara aktual untuk mengetahui beban aktual yang membebani bodi kendaraan mengunakan sensor strain gauge. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pembebanan aktual pada bodi mobil secara teoritis (simulasi) dan aktual (pengujian). Penelitian dilakukan dengan melakukan simulasi pembebanan pada mobil menggunakan software DCS-100A dan DAS 100-A kemudian juga dilakukan pengujian aktual yang timbul di jalan sehingga diperoleh data dari keduanya dan dilakukan analisis perbandingan. Dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh data besarnya gaya aktual yang timbul pada berbagai macam medan jalan. Untuk kemudian ini dijadikan target pengembangan produk.
PROSES PEMBUATAN MESIN TRIBOMETER TIPE PIN ON DISK TEST BERSTANDAR ASTM G 99 Sulistiono, Naufan Erzha
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v10i2.12271

Abstract

Keausan merupakan sebuah cabang ilmu teknik yang mengkaji hubungan antara dua permukaan yang saling bergesekan dan mengalami kontak. Dengan besarnya kerugian yang dapat ditimbulkan oleh keausan, maka diperlukan tindakan khusus untuk dapat memperhitungkan dan menganalisa terkait keausan yang terjadi. Menganalisa keausan diperlukan sebuah perangkat atau mesin yang dapat mensimulasikan nilai keausan, yaitu mesin tribometer pin on disk. Namun, tidak tersedianya mesin tribometer pin on disk dalam lingkungan Universitas Mercu Buana khususnya pada Laboratorium Teknik Mesin menjadi permasalahan dan hambatan mahasiswa atau dosen dalam mempelajari, memperhitungkan dan menganalisa keausan pada suatu material. Ketidaktersedian tersebut dikarenakan tingginya biaya pengadaan mesin tribometer pin on disk berkisar ₹ 800.000 – 900.000 (INR / Rupee India). Semetara di Indonesia mesin tribometer yang dikembangkan, masih memiliki kekurangan pada kecepatan rotasi disk, variasi putaran dan mobilitas mesin tribometer. Dalam hal ini dilakukan pembuatan mesin tribometer pin on disk bedasarkan hasil rancangan yang telah dibuat dan disetujui dengan biaya produksi lebih rendah serta beberapa keunggulan tersebut sesuai standar internasional. Bedasarkan hal ini, standar internasional terkait pengujian keausan dijadikan acuan dan pedoman untuk menghasilkan simulasi keausan dengan baik dan valid. Standar internasional yang diterapkan ialah ASTM G 99, ASTM G 99 merupakan jenis standarisasi yang diterbitkan oleh ASTM yang mengatur pengujian keausan dengan mesin tribometer tipe pin on disk.
ANALISIS PROPELLER AIR PADA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) AMPHI-FLY EVO 1.0 DWI SAPTO, AGUNG; NOVIANDI, MOCHAMMAD FIZACHRI
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v10i2.11640

Abstract

Unnmaned Aerial Vehicle (UAV) adalah salah satu jenis robot penjelajah udara tanpa awak, dalam hal ini dengan memodifikasi (UAV) untuk dapat bergerak pada tiga medan khususnya air. Salah satu penggerak air adalah propeller, propeller merupakan alat penggerak mekanik yang mempunyai fungsi untuk mendapatkan gaya dorong yang dihasilkan oleh baling-baling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pressure, velocity, thrust, koefisien baling-baling, dan efisiensi yang dihasilkan oleh kedua propeller yaitu berdaun dua dan berdaun tiga pada putar kecepatan motor dc maximum 3000 rpm, rata-rata 1700 rpm, dan minimum 1500 rpm dalam keadaan open water. Menganalisis kedua propeller air tersebut dengan menggunakan software serta membandingkan hasil simulasi yang ditunjang dengan perhitungan teoritis. Hasil penelitian pada propeller berdaun dua mendapatkan bahwa nilai velocity pada rpm maximum sebesar 22.685 m/s dengan pressure 2251080.19 Pa. Pada rpm rata-rata nilai velocity sebesar 12.118 m/s dengan pressure 714770.22 Pa. Pada rpm minimum nilai velocity sebesar 1.068 m/s dengan pressure 106058 Pa, sedangkan pada propeller berdaun tiga dengan nilai velocity pada rpm maximum sebesar 17.635 m/s dengan pressure 1252543.34 Pa. Pada rpm rata-rata nilai velocity sebesar 9.145 m/s dengan pressure 463135.25 Pa. pada rpm minimum nilai velocity sebesar 0.776 m/s dengan pressure 101420.51 Pa. Nilai thrust propeller berdaun dua pada rpm maximum sebesar 85.931 N, pada rpm rata-rata sebesar 24.976 N, dan pada rpm minimum sebesar 0.20 N. Nilai thrust propeller berdaun tiga pada rpm maximum sebesar 48.122 N, pada rpm rata-rata sebesar 12.833 N, dan pada rpm minimum sebesar 0.093 N. Semakin besar nilai rpm maka thrust yang dihasilkan akan semakin besar. Pada propeller berdaun dua yang memiliki nilai efisiensi optimal pada putaran 1500 rpm dengan nilai 45% keadaan open water, sedangkan propeller berdaun tiga yang memiliki nilai efisiensi optimal pada putaran 1700 rpm dengan nilai 51% keadaan open water.
ANALISA RANCANGAN DINDING MODULAR DENGAN SISTEM INTERLOCK SEBAGAI KONTRUKSI BANGUNAN BAJA SEMENTARA DI REMOTE AREA Putra, Dean Anggara
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v10i2.11464

Abstract

Pada ekonomi dunia yang kompetitif saat ini, operasi kontruksi bagunan harus bereaksi dengan cepat dan fleksibel untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan tetap mempertahankan atau meningkatkan daya saing berkaitan dengan biaya produksi mereka sendiri. Sementara itu, masih banyak pengerjaan kontruksi dilakukan di lokasi project tesebut sedangkan jika menggunakan system plug and play pengerjaan di lokasi project akan diminimalisir dengan proses pabrikasi terlebih dahulu kemudian pengerjaan dilapangan hanya sebatas peletakan saja.            Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini dibuat suatu rancangan modular dinding dengan sistem interlock pada bagunan sementara / mobile building. Yang dimaksud modular dinding dengan sistem interlock adalah modul-modul dinding standard yang dibuat saling mengikat satu dengan yang lainya sehingga mendapatkan kekuatan dengan pressure tertentu & pengaturan suhu ruang tertentu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dengan minimum index protection/IP44 – IP65 dengan menggunakan material plat baja dengan ketebalan 1.5mm tanpa pengerjaan pengelasan hanya dengan menggunakan sambungan antar dinding dengan menggunakan screw.            Berdasarkan hasil observasi dilapangan masih banyak ditemukan proses kontruksi bangunan sementara dilakukan dilapangan tentu saja ini memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit karena rata-rata project pembuatan bangunan sementara terdapat dilokasi yang terpencil, sehingga untuk transportasi, supply bahan baku dan biaya akomondasi untuk pekerja yang bekarja di area project tersebut menjadi sangat tinggi. Maka dari itu dengan proses pengerjaan kontruksi dilakukan secara pabrikasi terlebih dahulu diharapkan dapat menekan pembiayaan-pembiayaan diatas.
Numerical Study the Effect of Blade Number on Archimedes Screw Turbine Utilized in Pico-Hydro in Horizontal Position anggara, fajar
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v10i2.11505

Abstract

Application of Archimedes Screw Turbine (AST) on pico-hydro has been very popular due to its capability to has a high torque with small flow rate and environmentally friendly to biotic of vicinity. This study uses CFD to investigate AST performance when the number of blades is varied. Independency of mesh is conducted to find an efficient number of mesh and it is obtained at 80 thousand mesh. Variation A, B and C respectively has 4,6, and 9 blades varied to analyze the correspondence with torque, pressure loss and velocity contour. The results show that with a higher number of blades would make higher torque. This is because energy extraction from water would be more efficient at higher number blade. However, the side back at such number would arise such as the higher-pressure loss. This is corresponding to energy balance where a high delta pressure is proportional with a generated energy turbine. 
Analisis Kinerja Sistim Kompresor Udara di Jalur Produksi PT.X Melalui Audit Energi Permana, Dadang Suhendra
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v10i2.11893

Abstract

Analisis akan dilakukan untuk mengetahui kodisi kinerja kompresor, penurunan tekanan pada sistim pemipaan, kerugian akibat pressure band, serta estimasi kerugian financial akibat permasalahan tersebut. Diperlukan data premier, data sekunder dan data penunjang lainnya untuk menganalisisnya. Data-data diperoleh dari hasil pengukuran antara lain flow rate, tekanan, daya temperature dan dimensi pipa. Adapun data lainnya diperoleh dari kondisi aktual dilapangan dan informasi dari pengguna.            Hasil analisis memperlihatkan penurunan kinerja kompresor rata-rata antara 13% - 52%. Kompresor No. 4 paling rendah kinerjanya, karena perawatan general overhaul belum dilaksanakan. Kompresor ini direkomendasikan untuk berhenti beroperasian, karena menyebabkan kerugian biaya listrik sebesar Rp192.714.120/tahun. Ditemukan perbedaan tekanan antara supply dan demand yang sangat besar pada kompresor no. 5, yakni 2,5 bar dengan estimasi kerugian financial sebesar Rp 226.720.000/tahun. Melengkapi pengendalian kerja kompresor dengan inverter dan sistem pengontrol terpusat (central controller) akan dapat mengurangi kerugian biaya listrik sebesar Rp 94.640.000/tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 8