cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Medicina
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 45 No 3 (2014): September 2014" : 13 Documents clear
EFIKASI DIRI BERPERAN MENURUNKAN STRES Rustika, I Made
Medicina Vol 45 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.326 KB)

Abstract

Perasaan  tertekan atau  stres  timbul dalam diri  seseorang pada waktu menghadapi permasalahanyang mengancam. Reaksi orang pada waktu mengalami stres sangat beragam, ada orang yang mampubereaksi dengan efektif sehingga mampu cepat menurunkan stres, tapi tidak sedikit juga  orang yangsulit menurunkan  stres  sehingga mengganggu  kesehatannya. Adanya  perbedaan  kemampuanmenurunkan stres sangat berkaitan dengan taraf efikasi diri. Orang yang mempunyai taraf efikasi diritinggi dapat mengelola kelemahan dan kekuatan diri  sehingga mampu mengatasi masalah  secaraefektif. Efikasi  diri merupakan  aspek mental  yang  terbentuk  dan  berkembang  karena  pengaruhlingkungan. Ada empat sumber informasi yang dapat meningkatkan efikasi diri, yaitu: pengalamanberhasil, kejadian yang dihayati sebagai pengalaman  langsung, persuasi verbal, keadaan  fisiologisdan suasana hati. Efikasi diri merupakan salah satu aspek mental yang penting dalam kehidupanmanusia karena aspek ini berkontribusi untuk menurunkan stres. [MEDICINA 2014;45:161-164].
ADENOKARSINOMA DUKTAL PANKREAS Widityasari, Diah; Dewi, IGA Sri Mahendra
Medicina Vol 45 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.253 KB)

Abstract

Kanker pankreas merupakan penyebab tersering keempat dari kematian akibat kanker dan mengenaiusia  dekade  enam  sampai  delapan  di negara maju,  tetapi  jarang  terjadi  di  Indonesia. Kasus  inidibahas karena mengenai usia lebih muda. Penderita laki-laki usia 37 tahun datang dengan keluhanmata berwarna kuning dan gatal-gatal seluruh tubuh. Pemeriksaan laboratorium didapatkan kadarbilirubin direct 12,51 mg/dL, bilirubin indirect 9,74 mg/dL, bilirubin total 22,25 mg/dL, SGOT 77,10 U/L, SGPT 115,40 U/L dan CA19-9 > 500.00 u/L. Ultrasonography dan computerized tomography scanningmenunjukkan pembesaran kaput pankreas, obstruksi intra dan ekstrahepatik. Pemeriksaan makros-kopis, berupa tumor kaput pankreas ukuran 3x2,5x1 cm, putih kekuningan, padat kenyal, batas tidaktegas, meluas ke duodenum. Mikroskopis, tumor terdiri dari struktur kelenjar dan glandular irregularinfiltratif di antara parenkim pankreas, produksi musin berkurang, inti pleomorfik sedang, anak intiprominen, mitosis  9/10LPB. Tampak  stroma  desmoplastik  dan  invasi  perineural. Pemeriksaanhistokimia PAS  dan  imunohistokimia CK7  dan CK19  positif. Pasien  didiagnosis  adenokarsinomaduktal grade II berdasarkan temuan klinis, laboratorium, radiologis, makroskopis, mikroskopis yangkhas serta pemeriksaan histokimia dan imunohistokimia. [MEDICINA 2014;45:188-192].
NYERI KEPALA PADA PERDARAHAN SUBARAKNOID Purwata, Thomas Eko
Medicina Vol 45 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.668 KB)

Abstract

Perdarahan subaraknoid (PSA) merupakan keadaan darurat medik neurologi dengan morbiditas danmortalitas yang sangat tinggi. Penyebab tersering non-traumatik PSA adalah pecahnya berry (saccular)aneurysms. Gejala  klasik   PSA    adalah nyeri  kepala  akut    yang  sangat hebat  seringkali  disertaidengan penurunan kesadaran. Nyeri kepala ini digambarkan pasien sebagai nyeri yang sangat hebatyang tidak pernah dirasakan sebelumnya, seringkali disertai mual, muntah, dan kejang. Patofisiologinyeri kepala pada PSA diduga karena pecahnya pembuluh darah menyebabkan ekstravasasi darah kedalam ruang subaraknoid dengan  tekanan yang  tinggi yang mengakibatkan peningkatan  tekananintrakranial, kerusakan langsung pada jaringan lokal dan  adanya efek toksik oksi-hemoglobin dapatmenimbulkan iritasi meningen, vasospasme, dan perubahan kesadaran. Luaran PSA dapat diperbaikisecara dramatis dengan penanganan dini yang agresif, tepat dan professional. Manajemen PSA denganpemberian obat-obatan dan tindakan pembedahan. Pencegahan PSA dengan mengendalikan faktorrisiko dan komplikasi lain yang sering menyertai PSA. [MEDICINA 2014;45:165-170].

Page 2 of 2 | Total Record : 13