cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Magister Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 23020172     DOI : -
Core Subject : Economy,
Magister ilmu Ekonomi merupakan suatu bidang ilmu yang terus berkembang melalui proses pengkajian, pengujian dan perbaikan. Salah satu tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya terutama di bidang ilmu ekonomi adalah publikasi hasil penelitian dan penerapannya. Oleh karena itu, Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala (PPs-Unsyiah) menyediakan wadah publikasi segala bentuk hasil penelitian di bidang Ilmu Ekonomi melalui Jurnal Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Unsyiah. Jurnal ini dilahirkan untuk meningkatkan kompetensi para pelaku pendidikan. Untuk menambah meningkatkan mutu dan kwantitas informasi yang hendak disampaikan, jurnal ini terbuka untuk seluruh pelaku pendidikan. Jurnal ini diharapkan akan menyajikan perkembangan penelitian dan aplikasi dari ilmu Ekonomi yang up to date. Jurnal ini dikelola oleh Program Pascasarjana Unsyiah bagian (SJM) dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1: Februari 2014" : 10 Documents clear
KAJIAN ZAKAT DI PROPINSI ACEH Fatimah Zuhra, Abubakar Hamzah, Raja Masbar.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.079 KB)

Abstract

Abstract:: The research has purposes to know the influence of quantity muslim’s inhabitant, employees quantity, regional income toward to tithe’s potential in Aceh. In this research we use double linier analysis method. We use the quantity of muslim’s inhabitant, quantity employees, and regional income in Aceh. For analyse the hipothesis measurement a get the accumulations of secondary data from 1983-2010 years. The result of analyse is refers that each variable one by one upgrading (the quantity muslim’s inhabitant, the quantity of employees and regional income in Aceh). So, the quantity of tithes will be increase and bring a positive influence. According to the result of estimation, we get a formula Adj R2 is 0.6011. As mean the quantity of muslim’s inhabitant, the quantity of employees and regional income in Aceh have an influence the quantity of tithes as big as 60.11 %. Although the residue as big as 35 % is influenced by the variable excite a model. Keywords: The quantity of muslim’s, the quantity of employees, regional income, the quantity of tithes in Aceh province. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk muslim, jumlah pegawai negeri sipil, pendapatan perkapita terhadap zakat di Propinsi Aceh. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan adalah jumlah penduduk muslim, jumlah pegawai negeri sipil, pendapatan perkapita di Propinsi Aceh. Dalam rangka menguji hipotesis dilakukan pengumpulan data sekunder dari tahun 1983 sampai dengan 2010. Hasil analisis data menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dari masing-masing variabel ( jumlah penduduk muslim, jumlah pegawai negeri sipil, pendapatan perkapita di propinsi Aceh) maka jumlah zakat akan mengalami peningkatan dan berpengaruh positif. Berdasarkan hasil estimasi diperoleh nilai perhitungan Adj R2 sebesar 0.6011 artinya jumlah penduduk muslim, jumlah pegawai negeri sipil, dan pendapatan perkapita di Propinsi Aceh mempengaruhi jumlah zakat di propinsi Aceh sebesar 60.11 persen. Sedangkan sisanya sebesar 35.5 persen dipengaruhi oleh variabel yang tidak diikutsertakan pada penelitian ini atau variabel diluar model. Kata kunci : Jumlah penduduk muslim, jumlah pegawai negeri sipil, pendapatan perkapita, jumlah zakat di propinsi Aceh.
ANALISIS PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB) DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR (BBNKB) SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN PIDIE Rakhmad Rinaldi Wahfar, Abubakar Hamzah, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.848 KB)

Abstract

BBNKB) to local own source revenue (PAD) Pidie district. The scope of the study is limited to the motor vehicle tax (PKB) and the customs of vehicle (BBNKB). In this study conducted using Multiple Linear Regression Analysis. The results showed that the variables of PKB and BBNKB positive and significant impact on the PAD in Pidie district, with a correlation coefficient (R) of 0.881 and a coefficient of determination (R2) of 0.776. The government needs to socialize about tax policy organized by the Regional Regulation No. 1 Year 2011 on charges of PKB and BBNKB optimally, and by conducting strict law enforcement for the taxpayer is delinquent in paying taxes. Keywords : Vehicle Tax, Customs of Vehicle, local own source revenue Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pidie. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PKB dan BBNKB berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD di Kabupaten Pidie, dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,881 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,776. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi tentang kebijakan pajak yang diatur berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 tentang pungutan PKB dan BBNKB secara optimal, serta melakukan upaya penegakan hukum yang tegas bagi wajib pajak yang menunggak dalam membayar pajaknya. Kata Kunci : Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pendapatan Asli Daerah (PAD)
PENGARUH MODAL, TENAGA KERJA DAN BAHAN BAKU TERHADAP PRODUKSI SERTA EFEKTIVITAS PRODUKSI INDUSTRI KECIL DI KOTA LHOKSEUMAWE Dwi Fitriana, Mohd Nur Syechalad, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.345 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to determine the effect of the amount of capital, labor and raw materials for the production of small-scale industries in the city of Lhokseumawe and to determine the effectiveness of the industrial production of small industries in this city. Data used are secondary data from 2007-2011 with 170 samples of 34 types of industry. Model used in this study is multiple regressions with Fixed Effect Model approach (FEM). The result of this analysis have been tested by using multicollinearity, heterocedastisity test and autocorrelation test. Eviews 5.1 calculations indicate that the capital, labor, and raw materials variables have a significant positive effect on the production of small industries in the city of Lhokseumawe with the regression coefficient are 0,102875; 0,240757 and 0,489264 for each. The level of effectiveness of small industries is obtained by comparing the actual production of the industry with the target being set. From 48 types of industries, 66,67 percent categorized as effective industry, while the rest 33,33 percent are considered uneffective industry. From this study are expected government's role to provide aid for these industries in machinery and equipment, capital aid, education and training for workers, monitoring the availability of raw materials and to provide guidance and oversight on an ongoing basis. Keywords : capital, labor, raw materials, production, effectiveness Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah modal, jumlah tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku terhadap produksi industri kecil di Kota Lhokseumawe dan untuk mengetahui efektivitas produksi industri kecil di Kota Lhokseumawe. Data yang digunakan adalah data sekunder dari tahun 2007-2011 dengan 170 sampel dari 34 jenis industri. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis telah dilakukan uji Multikolinearitas, uji Heterokedastisitas dan uji Autokorelasi. Berdasarkan hasil perhitungan Eviews 5.1 yang menunjukan bahwa variabel modal, tenaga kerja dan bahan baku berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi industri kecil di Kota Lhokseumawe dengan masing-masing koefisien regresi sebesar 0,102875; 0,240757 dan 0,489264. Tingkat efektivitas industri kecil diperoleh dengan membandingkan realisasi produksi industri dengan target yang ditetapkan. Dari 48 jenis industri, 66,67 persen dikategorikan efektif, sisanya sebesar 33,33 persen dikategorikan tidak efekif. Dari penelitian ini diharapkan peran pemerintah daerah dalam pemberian bantuan mesin dan peralatan, bantuan modal usaha, pendidikan dan pelatihan bagi pelaku industri, monitoring ketersediaaan bahan baku serta melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkesinambungan. Kata kunci : modal, tenaga kerja, bahan baku, produksi, efektivitas.
PERAN SEKTOR KEUANGAN DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI INDONESIA Sovia Dewi, Aliasuddin, M. Shabri Abdul Majid.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.053 KB)

Abstract

Abstract: This study aims at analyzing the role of financial development on poverty alleviation in Indonesia using annual data for the period of 1980-2014. The ARDL approach to cointegration is used to empirically examine the existence of long run equilibrium between financial development and poverty reduction. Additionally the VECM Granger Causality approach is used to detect the direction of the causal relationship between financial development and poverty reduction. Meanwhile, to measure the duration and magnitude of poverty in response to the relative strength of the financial development shocks the impulse response Functions (IRFs) and Variance decompositions (VDCs) were used. Money supply and domestic credit to the private sector ratio were used as the indicators for financial development while poverty measured by household consumption expenditure per capita, and economic growth measured by Gross Domestic Product (GDP) per capita. Our findings showed that there was a long run relationship between financial development, economic growth and poverty reduction in Indonesia. Furthermore, our result showed that there was a bidirectional between financial development and poverty reduction. Money supply and the ratio of private credit in poverty reduction were positively contributed by the innovative shocks stemming in poverty reduction. Therefore, to accelerate poverty reduction, the goverment may adopt a policy requiring all commercial banks to provide a certain percentage of loans to the SMEs (Small and Medium sized Enterprises) that will be helpfull for reducing poverty throug creating employment opportunities to growth. Keywords : Financial Development, Poverty, Growth, ARDL, VECM, Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sektor keuangan terhadap pengentasan kemiskinan di Indonesia dengan menggunakan data tahunan untuk periode 1980-2014. Pendekatan ARDL untuk kointegrasi digunakan untuk membuktikan adanya keseimbangan jangka panjang antara sektor keuangan dengan pengentasan kemiskinan. Selain itu pendekatan VECM Kausalitas Granger digunakan untuk mendeteksi arah hubungan kausal antara sektor keuangan dan kemiskinan. Sementara itu, untuk mengukur jangka waktu dan besarnya kekuatan relatif kemiskinan dalam menanggapi guncangan yang dialami sektor keuangan digunakan Impulse Response Functions (IRFs) dan Variance Decompositions (VDCs). Jumlah uang beredar dan rasio kredit domestik untuk sektor swasta digunakan sebagai indikator pengembangan sektor keuangan, sementara itu kemiskinan diukur dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita dan pertumbuhan ekonomi diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan jangka panjang antara sektor keuangan, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Selanjutnya, hasil menunjukkan adanya hubungan kausalitas dua arah antara sektor keuangan dengan kemiskinan. Kontribusi jumlah uang beredar dan rasio kredit swasta adalah positif dalam merespon guncangan yang berasal dari kemiskinan. Oleh karena itu, untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk menuntut semua bank-bank komersial menyediakan fasilitas kemudahan akses pinjaman bagi kelompok miskin dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM). Melalui kebijakan tersebut akan membantu untuk mengurangi kemiskinan melalui penciptaan kesempatan kerja dan pada akhirnya akan mengarah kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kata kunci : Sektor Keuangan, Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, ARDL, VECM.
PENGARUH NILAI TUKAR DAN SUKU BUNGA TERHADAP INVESTASI DI PROVINSI ACEH Maria Ulfah, Mohd Nur Syechalad, Abubakar Hamzah.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.297 KB)

Abstract

Abstract : Investment is an important factor in a country or region in order to improve its economy. Investment will increase public spending which will result in far-reaching effects. Investment in Aceh province is the lowest level in Indonesia. Not only in small quantities, but also fluctuated over years. Especially, when it is compared to the national investment from 1984 to 2010. The average of Aceh investment province is only 2 % of the total Aceh GRDP. This study attempts to show the relationship and the effect of exchange rates and interest rates on investment in Aceh Province also the influence of the previous year's investment in current investments. Investigating the relationship and influence between the variables, the Ordinary Least Square (OLS) and autoregressive methods is used in this study. The study has shown that the exchange rates has a little effect on investment in Aceh Province, while interest rate has no effect on investment in Aceh Province. This situation occurs (especially in Aceh province) because of the ongoing conflict. It is expected that the study will be followed by a more focused research again to overcome the limitations of this study. Keyword : Investment, Exchange Rate, Interest Rate. Abstrak : Investasi adalah hal yang penting dalam rangka membangkitkan perekonomian disuatu negara atau wilayah . Investasi akan meningkatkan pengeluaran masyarakat yang akan menghasilkan efek yang luas . Investasi di provinsi Aceh berada di tingkat terendah . Tidak hanya dalam jumlah kecil , tetapi juga berfluktuasi selama bertahun-tahun. Apalagi jika dibandingkan dengan investasi nasional dari tahun 1984 sampai 2010 , investasi rata-rata provinsi Aceh hanya 2 % dari jumlah PDRB Aceh . Studi ini mencoba untuk menunjukkan hubungan dan pengaruh nilai tukar dan suku bunga terhadap investasi di Provinsi Aceh . Juga pengaruh investasi tahun sebelumnya pada investasi saat ini. Untuk menunjukkan hubungan dan pengaruh antara variabel , penelitian ini menggunakan Ordinary Least Square (OLS) dan Metode Autoregressive. Penelitian ini telah membuktikan bahwa nilai tukar dan suku bunga memiliki efek yang kecil atau korelasi antara variabel tidak signifikan di Provinsi Aceh . Situasi ini terjadi ( terutama di Provinsi Aceh ) karena adanya konflik yang berkelanjutan . Diharapkan penelitian ini akan diikuti dengan penelitian yang lebih terarah lagi untuk mengatasi keterbatasan penelitian ini. Kata kunci : Investasi, Nilai Tukar, Suku Bunga.
ANALISIS PENGARUH DANA PERIMBANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN PDRB DI PROVINSI ACEH Zulfa Eliza, Said Muhammad, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.692 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to examine the relationship of fiscal decentralization to economic growth in Indonesia during the years 2005-2009. The data used is panel data that includes data General Allocation Fund, Special Allocation Fund, and Revenue Sharing Fund as well as the data of Gross Regional Domestic Product (GRDP) with all regencies/cities in Aceh Province. Analysis model used is the method of panel data with four variables, they are: Gross Regional Domestic Product (GDP) as the dependent variable while the General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK) and Revenue Sharing Fund (DBH) as independent variables. Data are grouped into three areas, they are, (1). North-East, (2). Middle, and (3). West-South. The purpose of grouping is to see the difference in the results for the three regions. In general, the General Allocation Fund (DAU) and Revenue Sharing Fund have positive effect on GDP. While the Special Allocation Fund has no effect on GDP (the estimation is not significant). Based on these results, the provincial government needs to ensure the sustainability of fiscal transfers to regions that have been proven to encourage regions economic growth. For local governments need to maximize the use of the transfer by looking at the scale of development priorities that aim to accelerate the region's economic development can be realized. Keywords: General Allocation Fund, Special Allocation Fund, Revenue Sharing Fund, and Regional Gross Domestic Product. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan desentralisasi fiskal dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2005-2009. Data yang digunakan adalah data panel yang mencakup data Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi khusus, dan Dana Bagi Hasil serta data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) seluruh Kabupaten/Kota di provinsi Aceh. Model analisis yang digunakan adalah metode analisis data panel dengan empat variabel yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai variabel terikat (dependent variable) sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana BAgi Hasil (DBH) sebagai variabel bebas (independent variable). Data dikelompokkan atas tiga wilayah yaitu, (1). Timur-Utara, (2). Tengah dan (3). Barat-Selatan. Tujuan pengelompokkan ini adalah untuk melihat perbedaan hasil untuk tiga wilayah tersebut. Secara umum, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil berpengaruh positif terhadap PDRB. Sedangkan Dana Alokasi Khusus tidak berpengaruh terhadap PDRB (hasil estimasi tidak signifikan). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah provinsi perlu menjamin kelangsungan transfer fiskal ke daerah yang terbukti telah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. bagi pemerintah daerah perlu memaksimalkan penggunaan transfer ini dengan melihat skala prioritas pembangunan sehingga tujuan untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah dapat terwujud. Kata kunci: DAU, DAK, DBH dan PDRB.
TINGKAT KETERKAITAN ANTAR SEKTOR EKONOMI DI PROVINSI ACEH (PENDEKATAN MODEL INPUT-OUTPUT) Mira Abdullah, Abubakar Hamzah, Muhammad Nasir
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.989 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the level of inter-sectors linkage that occur in economy and to determine which economic sectors can be the leading sectors in Aceh Province. The hypothesis was tested by using data analysis which is the inverse matrix and the total degree of sensitivity models. The data used are the secondary data in the form of input-output tables of Aceh Province based on domestic transaction on the basis of producer prices in 2006. The data are obtained from the office of BPS and BAPPEDA Aceh Province. The results indicate the leading sectors in Aceh Province other than mining and oil and gas industries are coffee, paddy, livestock and it results, food, beverages and tobacco, urea fertilizer and basic chemical industries. These sectors have the highest power spread (forward linkage) and the degree of sensitivity (backward linkage) which positioned in quadrant I. Keywords : Leading Sectors, Power Spreading (forward linkage), Degree of Sensitivity (backward linkage). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterkaitan antar sektor yang terjadi dalam perekonomian dan menentukan sektor ekonomi mana saja yang dapat dijadikan sektor unggulan di Provinsi Aceh. Hipotesis diuji dengan menggunakan analisis data yaitu model matriks kebalikan dan total derajat kepekaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa tabel input-output Provinsi Aceh berdasarkan transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2006. Data tersebut diperoleh dari kantor BPS dan BAPPEDA Provinsi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan sektor unggulan di Provinsi Aceh selain sektor pertambangan dan industri migas adalah sektor kopi, padi, ternak dan hasilnya, industri makanan, minuman dan tembakau, industri pupuk urea dan kimia dasar. Sektor-sektor ini memiliki daya penyebaran (keterkaitan kedepan) dan derajat kepekaan (keterkaitan kebelakang) yang paling tinggi karena berada pada kuadran I. Kata kunci : Sektor Unggulan, Daya Penyebaran (Keterkaitan ke depan), Derajat Kepekaan (Keterkaitan ke belakang).
ANALISIS KESEDIAAN PENGUNJUNG UNTUK MEMBAYAR RETRIBUSI OBJEK WISATA DI KOTA BANDA ACEH Hisan, Mohd Nur Syechalad, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.052 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to analyze the willingness to pay retribution of the tourism destinations in Banda Aceh. The hypothesis was tested by using the Contingent Valuation Method, logistic regression binary and multiple regression. The data used in this study are the primary data collected through the interview using a questionnaire and the secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics in Banda Aceh, the Aceh Culture and Tourism office and the Department of Culture and Tourism of Banda Aceh. The results showed that 80 percent respondents are willing to pay the retribution of tourism destinations meanwhile 20 percent are not willing to pay. The variables gender, occupation and income are significantly influence the willingness to pay retribution of the tourism destinations. While the variables of age and education did not significantly affect the willingness to pay. The value of willingness to pay retribution of the tourism destinations in Banda Aceh is Rp.32.967,5, with the value of total willingness to pay is Rp. 825.922.249,9. Its significantly affected by the variables of gender, age and education. Variables that do not significantly affect the willingness to pay are occupation and income because these variables have degrees of significant more than 5 percent. The value of the average willingness to pay can be used as a reference in determining the price of the tourism destinantion’s retribution in Banda Aceh. Keyword : Willingness to Pay retribution, CVM, Logistic regression binary, Multiple regression, Tourism destination in Banda Aceh Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesediaan pengunjung untuk membayar retribusi objek wisata di Kota Banda Aceh. Hipotesis diuji dengan menggunakan regresi logistik biner, Contingent Valuation Method (CVM), dan regresi linear berganda. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara menggunakan questioner dan data sekunder yang diperoleh dari kantor BPS, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan responden yang menyatakan bersedia membayar retribusi objek wisata di Banda Aceh adalah sebanyak 80 persen sedangkan yang tidak bersedia membayar sebanyak 20 persen. Nilai kesediaan responden untuk retribusi objek wisata adalah sebesar Rp.32.967,5, dengan nilai total kesediaan membayar responden sebesar Rp 825.922.249,9. Dengan taraf signifikansi sebesar α = 0,05 variabel jenis kelamin (Gend), pekerjaan (Opp)dan Variabel rata-rata pendapatan (Inc) berpengaruh signifikan terhadap kesediaan responden untuk membayar retribusi objek wisata. Sedangkan variabel pendidikan (Educ) berpengaruh signifikan pada taraf α = 0,1 terhadap kesediaan responden untuk membayar retribusi objek wisata. Sementara variabel usia (Age) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesediaan responden dalam membayar retribusi. Secara signifikan besarnya nilai kesediaan membayar responden terhadap retribusi objek wisata dipengaruhi oleh variabel jenis kelamin (gender), umur responden (age) dan pendidikan (educ). Variabel-variabel yang tidak berpengaruh nyata terhadap kesediaan responden untuk membayar retribusi objek wisata adalah pekerjaan dan rata-rata pendapatan responden per bulan karena kedua variabel iini memiliki tingkat signifikansi lebih besar dari 5 persen. Besarnya nilai rataan kesediaan membayar responden dapat dijadikan acuan dalam penetapan harga retribusi objek wisata di Kota Banda Aceh. Kata Kunci : Kesediaan membayar retribusi, CVM, regresi logistik biner, regresi linear berganda.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUI PRODUKSI PADI DI PROVINSI ACEH Yasrizal, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.211 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the effect of land area irrigated, non-irrigated land and labor for rice production. Location of the study conducted in the province of Aceh, using secondary data obtained from the office of the Central Bureau of Statistics Aceh and the Department of Agriculture for 25 years from 1987 to 2011. For purposes of analysis used econometric modeling approaches Cobb-Douglas production function. The result showed that the production function simultaneously significantly affect rice production in the province of Aceh. Among the factors of production, the most influential is the area of land irrigated by the regression coefficient by 6.14 further non-irrigated land and labor by 5.5 by 0.9. Terminated coefficient calculation results (R2) of 0.835793 shows 83.58% related variables change can be explained by changes in the independent variable, while the rest can be explained by other variables outside of the analysis model. Keywords: Rice Production, Area Irrigated Land, Land Size Irrigation and Non Labor. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan beririgasi, luas lahan non irigasi dan tenaga kerja terhadap produksi padi. Lokasi penelitian dilakukan di Provinsi Aceh, dengan menggunakan data skunder yang diperoleh dari kantor Badan Pusat Statistik Aceh dan Dinas Pertanian selama 25 tahun dari 1987 sampai 2011. Untuk keperluan analisis digunakan pendekatan model ekonometrika fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian diperoleh bahwa fungsi produksi secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi padi di Provinsi Aceh. Di antara faktor-faktor produksi, yang paling berpengaruh adalah luas lahan irigasi dengan koefisien regresi sebesar 6,14 selanjutnya luas lahan non irigasi sebesar 5,5 dan tenaga kerja sebesar 0,9. Hasil perhitungan koefisien diterminasi (R2) sebesar 0,835793 menunjukkan 83,58 % perubahan variabel terkait dapat dijelaskan oleh perubahan variabel bebas, sedangkan selebihnya dapat dijelaskan oleh variabel lain di luar model analisis ini. Kata Kunci: Produksi Padi, Luas Lahan Beririgasi, Luas Lahan Non Irigasi dan Tenaga Kerja.
OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) TERHADAP PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS DALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ema Mawarni, Abubakar Hamzah, Indra.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.686 KB)

Abstract

Abstract : The research aimed to determine the effect of government policy through operational funds to the health of the Public Health Development efforts at health centers in Aceh Besar district. The research used secondary data from Panel Data obtained at 8 public health centers in Aceh Besar district. The analysis methods used were Paired t test and Regression test .The result of analysis using Paired t-test showed a significant difference level of achievement of program coverage that covers the Maternal and Child Health, immunization, nutrition, and environmental health before and after the BOK. Based on the results of regression analysis showed that the positive influence of the independent variables that include Maternal and Child Health coverage 0,825, immunization coverage 0,244 , nutrition 0,659 coverage of nutrition and health coverage environments 0f 0,863 which funded by the grant BOK with the dependent variable (health development ). Partially showed that every 1% increase in coverage of each of the independent variables (MCH, Immunization, Nutrition and Environmental health) then it will be positive and significant impact on health development at health centers in Aceh Besar district. For that is expected to healthcare institutions and health centers to perform innovative activities that have a high leverage so that the MDGs targets in reducing the Infant Mortality Rate (IMR), Maternal Mortality Rate (MMR), cases of infants with malnutrition and improving access to clean water can be achieved . Keywords : The Government policy, funding BOK, public health development. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kebijakan pemerintah melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) terhadap upaya Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas dalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel yang diperoleh dari 8 puskesmas di Kabupaten Aceh Besar. Metode Analisis yang digunakan adalah uji t Paired dan uji Regresi. Hasil analisis data menggunakan uji T Paired menunjukkan perbedaan yang signifikan tingkat ketercapaiaan program yang meliputi bidang Kesehatan Ibu dan Anak , Imunisasi, perbaikan gizi masyarakat, dan kesehatan lingkungan sebelum dan sesudah adanya BOK. Berdasarkan hasil analisis Regresi menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan dari variabel independen yang meliputi cakupan kesehatan ibu dan anak sebesar 0,825, cakupan imunisasi sebesar 0,244, cakupan perbaikan gizi masyarakat gizi sebesar 0,659 dan cakupan kesehatan lingkungan sebesar 0,863 yang dibiayai oleh dana BOK dengan variabel dependen (pembangunan Kesehatan). Secara parsial menunjukkan bahwa setiap peningkatan cakupan sebesar 1% dari masing-masing variabel independen (KIA, Imunisasi, Gizi dan Kesling) maka akan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan kesehatan di Puskesmas dalam Kabupaten Aceh Besar. Untuk itu diharapkan kepada instansi kesehatan dan puskesmas untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan inovatif yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap MDGs sehingga target dalam menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), kasus balita dengan gizi buruk dan peningkatan akses air bersih segera dapat tercapai. Kata Kunci : Kebijakan pemerintah, dana BOK, pembanguan kesehatan masyarakatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10