cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TATANAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2015)" : 12 Documents clear
PENGALAMAN INDERA SEBAGAI PENDEKATAN PERANCANGAN Wijayaputri, Caecilia S.
TATANAN Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract            The architecture which surrounds us influences our thought, and subsequently our behavior. The understanding of the relationship between the environment and our mind is important, particularly for designers of built-environments. Our brain is not only hard-wired to interpret certain spatial characteristics in certain ways, but also plays a role in how we make environmental decisions. By designing with greater insight into how the human mind processes architecture, professional designers might be able to help occupants to live healthier, more meaningful and happier, as architectural qualities of an environment do trigger a wide variety of human response. The main idea is that our brain interprets architecture through our mind and plays a role in influencing our thoughts and subsequent behavior.             As architects, we should try to harness this understanding. The beautiful thing about architecture is that it can “tap into” an occupant’s past meaningful experiences through their senses and their emotion. Architecture also has the power set the stage for occupants to create new meaningful experiences -and memory plays a key role in helping to make all of this possible. Within architectural space it is important to establish a sense of place. This is true not only for the architecture to be good but also for our experience within that space to be memorable. In addition, architecture can be defined as a highly refined cultural statement.             Thus, this paper outlines a design thinking and design methods whose objectives are to develop a heightened understanding of the complex dialogue between behavior and architecture, and foster the type of analytical, critical, and creative abilities that are essential to addressing cultural diversity and change.  Key Words: sense of place, environmental behavior, design methods Abstrak            Arsitektur dalam kehidupan sehari-hari memberi pengaruh pada pikiran, dan secara tidak sadar kemudian mempengaruhi perilaku. Pemahaman akan hubungan antara lingkungan binaan dan pikiran manusia kemudian menjadi penting, terutama bagi perancang lingkungan binaan. Otak manusia tidak saja dapat menginterpretasi karakter spatial tertentu dengan cara tertentu, namun juga memiliki peran penting dalam cara manusia membuat keputusan desain. Melalui pemahaman yang lebih mendalam akan cara pikiran manusia memproses bentukan arsitektur, para perancang profesional dapat lebih mempengaruhi pengguna untuk hidup lebih sehat, lebih bermakna, dan lebih bahagia, karena kualitas arsitektur dalam lingkungan binaan secara nyata memicu keberagaman persepsi manusia. Ide utamanya adalah otak manusia menginterpretasi arsitektur melalui pikiran yang kemudian mempengaruhi perilaku.            Sebagai arsitek kita memiliki kewajiban untuk memahami hubungan ini, di mana arsitektur dapat masuk ke dalam pikiran manusia sebagai bagian dari memori yang memiliki makna tertentu, melalui indera dan emosi. Arsitektur juga dapat berperan sebagai panggung untuk mendapatkan pengalaman ruang yang bermakna dengan bantuan dari memori. Oleh sebab itu diperlukan adanya sebuah rasa kepekaan akan ruang tidak hanya untuk keindahan sebuah bentukan arsitektur namun juga sebagai pengkayaan pengalaman ruang. Arsitektur dapat juga disebut sebagai sebuah pernyataan budaya.            Penelitian ini kemudian membahas pemikiran desain dengan tujuan mengembangkan pemahaman akan hubungan perilaku dan arsitektur, secara analitis, kritis, dan kreatif untuk membawa kesadaran akan keragaman perseptual dan akhirnya perubahan pada metode perancangan. Kata Kunci: kepekaan ruang, perilaku lingkungan, metode perancangan
PENERAPAN SISTEM MODULAR PADA PERANCANGAN BANGUNAN MULTI-FUNGSI BERTINGKAT Maurina, Anastasia
TATANAN Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractVertical Multi-Use Building (called BMFB) is a single building with multiple functions therein are arranged vertically. BMFB has a high level of function complexity and the demands of change and development of each of these functions, so that it is necessary to have the design of functional space system with high flexibility. To obtain the building design with high flexibility, the functional space and the building structure system can not be seen separately, but must be designed in an integrated way. Modular building system can be a media to integrate the functional space and structure system to meet the demands of flexibility in the building. The building function on BMFB of this research is the function of parking, office functions and functions of residential and also the structure system is limited to the conventional structure system (rigid frame system and wall bearing system).Research is done in stages, starting from the analysis of basic grid module which integrating the dimensions of human activity module and the dimensions of building materials. Followed by the analysis of functional space planning grid module and analysis of structural grid module, it will be integrated into the design grid of BMFB. The result of the analysis is concluded in the form of the design guidelines of BMFB.Implementation of the modular system will facilitate and accelerate the design process to integrate the functional space system between function and to integrate the functional space system and structure system, so that it can produce a suitable design for each function in it so the design can fulfill the demands of change, development and integration of these functions. In addition, the implementation of this modular system has a positive impact on the construction process which can minimize the use of materials and can be integrated effectively with prefabrication system. Key Words: modular, grid, structure, spatial system, mixed used building                                                                                                  AbstrakBangunan Multi Fungsi Bertingkat (BMFB) adalah bangunan tunggal dengan beberapa fungsi di dalamnya yang disusun secara vertikal. BMFB memiliki tingkat kompleksitas fungsi yang tinggi serta tuntutan untuk dapat mengakomodasi perubahan dan perkembangan dari setiap fungsi tersebut, sehingga memerlukan rancangan sistem ruang dengan fleksibilitas tinggi. Untuk memperoleh rancangan bangunan dengan fleksibilitas tinggi, sistem ruang dan struktur bangunan tidak dapat dipandang secara terpisah, melainkan harus secara terpadu. Sistem bangunan modular dapat menjadi media untuk mengintegrasikan sistem ruang dan struktur dalam memenuhi tuntutan fleksibilitas pada BMFB. Fungsi yang diakomodasi BMFB pada penelitian ini adalah parkir, kantor, serta hunian. Sistem struktur dibatasi pada sistem struktur konvensional (rangka/dinding pemikul).Penelitian ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari analisis modul grid dasar yang mengintegrasikan modul dimensi aktivitas manusia dan dimensi material bangunan, dilanjutkan dengan analisis modul grid perencanaan fungsi ruang dan analisis modul grid struktural, kemudian diintegrasikan menjadi grid perancangan BMFB. Hasil analisis disimpulkan dalam bentuk pedoman perancangan BMFB.Penerapan sistem modular dalam perancangan akan mempermudah dan mempercepat proses perancangan dalam mengintegrasikan sistem ruang antar fungsi, serta sistem ruang dan sistem struktur sehingga dapat dihasilkan rancangan yang cocok untuk setiap fungsi (parkir, kantor dan hunian) dan dapat memenuhi tuntutan perubahan, pengembangan serta penggabungan dari fungsi-fungsi tersebut. Penerapan sistem modular berdampak positif terhadap proses pelaksanaan konstruksi, karena dapat mengefisienkan penggunaan material serta memungkinkan penerapan sistem prefabrikasi yang lebih efektif. Kata Kunci: sistem modular, grid, sistem struktur, sistem ruang, bangunan multi fungsi

Page 2 of 2 | Total Record : 12