cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012): JP3I" : 5 Documents clear
Efek Sub-Sampel pada Deteksi Differential Item Functioning (DIF) dengan Metode Regresi Logistik Rahmawati Rahmawati
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 1 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i1.10686

Abstract

Salah satu langkah dalam melakukan studi mengenai differential item function (DIF) adalah menentukan peserta tes menjadi kelompok referensi (acuan) dan kelompok pembanding. Pada banyak kasus implementasi tes, jumlah sampel antara kelompok referensi dan kelompok pembanding berbeda secara ekstrim. Penelitian ini membandingkan efisiensi dua metode sampling dalam mendeteksi DIF: ukuran sampel setara dan tidak setara. Pada penelitian ini dilakukan studi empiris maupun simulasi. Pada studi empiris, 448 peserta di kelompok pembanding dibandingkan dengan kelompok referensi baik dengan jumlah setara ataupun tidak setara. Studi simulasi mencoba 18 kondisi: 2 ukuran sampel, 3 model DIF, dan 3 distribusi kemampuan. Dengan menggunakan ukuran sampel yang setara, studi empiris mendeteksi 4 dari 57 butir soal berpotensi DIF. Sedangkan perbandingan dengan ukuran sampel tidak setara, tidak mendeteksi adanya butir soal berpotensi DIF. Hasil serupa diperoleh dari studi simulasi. Dari studi ini disimpulkan bahwa melakukan sub sampel pada kelompok referensi merupakan metode yang lebih efisien untuk mendeteksi DIF; jika ukuran sampel berbeda secara ekstrim.
Peran Pengukuran dan Analisis Statistika dalam Penelitian Psikologi Jahja Umar
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 1 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i1.10688

Abstract

Setidaknya ada empat sumber kesalahan yang dapat mengakibatkan tidak validnya hasil penelitian, terutama sekali dalam analisis data dengan statistika, yaitu: (a) kesalahan sampling (sampling error), (b) kesalahan pengukuran (measurement error), (c) kesalahan spesifikasi/teori (specification error), dan (d) sumber kesalahan lain yang belum diketahui dan dianggap bersifat random (random error). Dalam penelitian psikologi khususnya dan ilmu sosial pada umumnya dampak dari kesalahan pengukuran terhadap validitas hasil penelitian adalah jauh lebih dominan dari pada jenis kesalahan lainnya karena hampir semua variabel psikologi merupakan variabel laten yang tak dapat diukur secara langsung. Dampak dari kesalahan pengukuran umumnya berupa atenuasi yaitu under-estimasi terhadap koefisien statistik seperti korelasi, regresi, muatan faktor, dan lain-lainnya. Secara tradisional peneliti di bidang psikologi diwajibkan untuk melaporkan validitas dan reliabilitas alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data agar pembaca hasil penelitian tersebut dapat memperkirakan dampak dari kesalahan pengukuran yang terjadi terhadap kesimpulan penelitian. Namun pada saat ini, telah tersedia berbagai metode statistika yang dapat digunakan untuk mengoreksi dampak negatif tersebut, misalnya item response theory (IRT) dan confirmatory factor analysis (CFA) yang dapat menghasilkan estimate dari true-score untuk kemudian digunakan sebagai data yang akan dianalisis. Selanjutnya juga terdapat analisis model persamaan struktural (SEM) dimana dampak kesalahan pengukuran dapat dikoreksi secara langsung sehingga diperoleh koefisien korelasi dan regresi yang murni (bebas dari kesalahan pengukuran). Dalam tulisan ini disajikan ilustrasi (dengan pendekatan SEM) betapa seriusnya kesalahan yang dapat terjadi jika tidak dilakukan koreksi
Studi Validitas Konstruk Subtes Digit Symbol dari Tes Inteligensi Multidimensional (TIM) Reza Inspirawan
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 1 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i1.10690

Abstract

Digit symbol (DS) merupakan salah satu bentuk tes yang banyak terdapat dalam tes inteligensi. Penelitian ini menguji validitas konstruk digit symbol yang terdapat pada Tes Inteligensi Multidimensional (TIM). Data yang digunakan adalah data mentah yang disediakan oleh lembaga asesmen di Indonesia dalam proses rekruitmen dan seleksi dari beberapa perusahaan nasional. Jumlah peserta sebanyak 2770 orang. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.7 dan Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan software SPSS 17. Hasil analisis menunjukan bahwa DS pada tes TIM tidak hanya mengukur satu faktor atau bersifat multidimensional.
Metode Alternatif untuk Mendeteksi Bias Respons Social Desirability pada Item-item Tes Kepribadian Bina Ciptadi; Jahja Umar
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 1 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i1.10683

Abstract

Penelitian ini membahas tentang metode untuk mendeteksi kerentanan item self-report inventory terhadap bias respons social desirability. Metode analisis faktor dengan pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA) diajukan sebagai salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi social desirability pada level item. Dalam pendekatan CFA, social desirability dimodelkan sebagai suatu faktor. Item-item yang dinilai rentan dari hasil rating dijadikan kriteria sebagai item yang bias dan apakah analisis model CFA mampu membuktikan bahwa item-item tersebut tergolong ke dalam satu faktor yang sama yaitu faktor social desirability. Dari contoh analisis yang dilakukan terhadap hasil pengukuran salah satu inventori kepribadian, metode CFA berhasil mendeteksi item-item yang rentan terhadap bias respons social desirability.
Uji Validitas Konstruk General Aptitude Test Battery (GATB) dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Afifah Afifah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 1 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i1.10684

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari General Aptitude Test Battery (GATB) yang sudah lama digunakan sebagai salah satu alat tes yang berhubungan dengan jabatan yang berorientasi pada beberapa tes bakat baterai yang mengukur sembilan bakat dalam delapan tes tulis serta empat perangkat tes. Dalam penelitian ini digunakan empat subtes dalam GATB yang mengukur bakat skolastik yaitu computation, three dimensional space, vocabulary, dan arithmetic reasoning dengan jumlah total 175 item. Data yang digunakan merupakan hasil dari rekruitmen sebuah perusahaan. Pelaksaan tes dilakukan pada tahun 2009 dan ditempuh oleh 3257 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan program lisrel 8.70. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua subtes fit (sesuai) mengukur model satu faktor, namun untuk subtes three dimensional space serta artihmetic reasoning diperlukan modifikasi model pengukuran untuk dapat memperoleh nilai fit. Hasil pengujian melalui analisis faktor dua tingkat (second order confirmatory factor analysis) menghasilkan bahwa terdapat tiga dari empat subtes GATB yang signifikan dalam mengukur inteligensi umum, yaitu subtes computation, three dimensional space, dan vocabulary.

Page 1 of 1 | Total Record : 5