cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015): JP3I" : 6 Documents clear
Analisis Struktur Faktor Variabel Trait Personality Lisda Murfanya
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9260

Abstract

Abstract Trait personality is a character consistently with individual behavior in every situation and stabil across time. Big Five Trait Personality is a psychological approach which has five trait personality, neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness, and conscientiousness that used to analyzing personality. Researcher used Big Five Inventory (BFI) to measure Big Five Personality and added 16 items to 44 items. So, this research has 60 items of BFI with five traits and each trait has six dimensions. This research aims to test structural factor model of trait personality with confirmatory factor analysis method. Data collected from 230 PT. Garuda Indonesia (persero), Tbk employees. Result showed that it’s true that trait personality has five dimensions and there’s error of measurement caused by multidimensional items.   Abstrak Kepribadian Trait merupakan sifat yang dinyatakan secara konsisten dalam perilaku individu di berbagai situasi berbeda yang stabil dari waktu ke waktu (Mischel, dkk; 2003). Big Five Trait Personality merupakan pendekatan psikologi yang memiliki lima trait kepribadian neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness, dan conscientiousness yang digunakan untuk menganalisis kepribadian seseorang. Alat ukur yang peneliti gunakan adalah BFI (Big Five Inventory). Awalnya skala ini terdiri dari 44 item, kemudian peneliti menambahkan 16 item. Hasilnya skala ini terdiri dari 60 item yang mewakili kelima trait, dimana setiap trait memiliki 6 sifat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model struktur faktor trait personality. Data dalam penelitian ini diperoleh dari 230 karyawan PT. Garuda Indonesia (persero), Tbk. Peneliti melakukan pengujian model struktur faktor instrumen pengukuran ini didasari oleh metode analisis faktor berupa confirmatory factor analysis (CFA). Hasil menunjukkan bahwa trait personality terdiri dari lima dimensi dan juga terdapat kesalahan pengukuran disebabkan item yang bersifat multidimensional.
Pengukuran Terhadap Intensi Berwirausaha Siswa SMK: Hasil Uji Validitas Konstruk Intensi Berwirausaha Niqo Ahmad
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9261

Abstract

Abstract Vocational School (SMK) is one of educational institution enterpreneurship based. Current research aims to show that enterpreneurship education indirectly increases enterpreneurial intention by renewing knowledge, regulating abilities, and strenghtening determination to be an enterpreneur (Guifang, et al., 2012). But in fact,  data from Central Statistics Agency (BPS) shows that the level of jobless related to educational level, especially among Vocational School graduates is in the highest level, 9,87%. From this fact, researches related to enterpreneurial intention among vocational student are important to do. In the psychological literature, intention is proven as the best predictor to describe future behavior (Ajzen, 1991).   Abstrak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis kewirausahaan. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan intensi berwirausaha secara tidak langsung dengan memperbarui pengetahuan, mengolah kemampuan, dan memperkuat tekad untuk berwirausaha (Guifang, et al., 2012), namun Badan Pusat Statistik (BPS) pada Berita Resmi Statistik (2012) pada bulan Agustus tahun 2012 menyatakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan menunjukkan SMK berada pada tingkat yang paling tinggi yaitu 9,87%. Hal tersebut membuat penelitian terkait intensi berwirausaha pada siswa SMK penting untuk dilakukan. Dalam literatur psikologi, intensi telah terbukti sebagai prediktor terbaik untuk menggambarkan perilaku yang akan datang (Ajzen, 1991).
Struktur Dan Pengukuran Terhadap Pembelian Impulsif: Uji Validitas Konstruk Neo Personality Inventory – Revised (NEO PI–R) Versi Bahasa Indonesia Ajeng Winarti
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9283

Abstract

AbstractPersonality of people who buy K-Pop concert ticket impulsively becomes something should be aware of. This is related to what type of personality predict impulse buying among who buy tK-Pop concert ticket.  Therefore, it is necessary to have an instrument to measure personality type toward impulsive buying of K-Pop concert ticket. Current research aimed to test construct validity of 44-items Indonesian version of Neo Personality Inventory-Revised (Neo PI–R) Scale, consists of five dimensions, Extraversion, Neurocitism, Agreeableness, Conscientiousness, and Openness. Data were collected from 215 participans. Confirmatory factor analysis method was used in this research. The result showed that 40-items are unidimentional.  It means that all items measures one factor only. Therefore, one factor model of Neo PI – R is accepted. AbstrakKepribadian seseorang mengenai pembelian impulsif tiket konser K-pop saat ini menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini terkait dengan tipe-tipe kepribadian apa saja yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pembelian impulsif tiket konser K-pop. Oleh sebab itu, diperlukan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur tipe kepribadian seseorang terhadap pembelian impulsif tiket konser Kpop. Penelitian ini menguji validitas konstruk dari skala baku yang telah banyak digunakan di negara lain yaitu Neo Personality Inventory–Revised (Neo PI–R). Dalam penelitian ini menggunakan lima dimensi dalam kepribadian yaitu Extraversion, Neuroticism, Agreeableness, Conscientiousness dan Openness dengan jumlah total 44 item. Pelaksanaan tes mengambil sampel sebesar 215 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 40 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh Neo Personality Inventory–Revised  dapat diterima.
Peran Pengukuran Dananalisis Statistika Dalam Penelitian Psikologi Jahja Umar
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9256

Abstract

Abstract At least, there are four source of error which cause research result invalidity, especially in data analysis using statistics, those are sampling error, measurement error, specification error, other sources of error that haven't been know and assumed as random error. In psychology research, impact of measurement error to research result validity more dominantly is caused by almost all variables in psychology that are latent. Impact of measurement error generally is in form of under-estimation to statistical coefficient such as correlation, regression, etc. But now, there are methods that can be used to correct all those negative impacts, such as confirmatory factor analysis which result true-score estimation to be used as data that will be analysed. There is also structural equation model analysis where error impact can corrected directly, thus pure correlation and regression coefficient obtained. This article illustrates how serious error that can happen without correction, using SEM approach   Abstrak Setidaknya ada empat sumber kesalahan yang dapat mengakibatkan tidak validnya hasil penelitian,terutamadalamanalisisdatastatistika,yaitu:(a)kesalahansampling,(b)kesalahanpengukuran,(c)kesalahanspesifikasi/teori ,dan(d)sumberkesalahanlainyangbelumdiketahuidandianggapbersifat random.Dalampenelitianpsikologidampak kesalahan pengukuran terhadap validitas hasil penelitian lebih dominankarenahampirsemuavariabelnya merupakan variabel laten. Dampak dari kesalahan pengukuran umumnyaberupaunder-estimasi terhadap koefisien statistik seperti korelasi, regresi, dan lain-lainnya.Namunpadasaatini,telah tersedia berbagai metode statistika yang dapat digunakan untuk mengoreksi dampak negatif tersebut, misalnya analisis faktor konfirmatorik yang dapatmenghasilkanestimate true-scoreuntukdigunakansebagaidatayang akandianalisis.Selanjutnyajugaterdapatanalisismodelpersamaanstrukturaldimana dampak kesalahan pengukuran dapat dikoreksi secara langsung sehingga diperoleh koefisien korelasidanregresiyangmurni.Dalamtulisaninidisajikan ilustrasi (dengan pendekatan SEM) betapa seriusnya kesalahan yang dapat terjadi jika tidak dilakukankoreksi.  
Struktur Dan Pengukuran Parenting Practices:Uji Validitas Konstruk Alabama Parenting Questionnaire (APQ) Ibadur Rahmi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9255

Abstract

Abstract Objective of this study is to determine validity of parenting practice instrument, Alabama Parenting Questionnaire (APQ). This instrument consists five subscales, those are involvement with children, positive parenting, monitoring parenting, consistency in the use of such discipline and corporal punishment, with 44 items in total. This instrument was tested to students of Cikarang Barat Public Vocational School. Number of sample was 339 students, chosen using probability sampling technique. Factor analysis method used in this study was Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL. Result of this study indicates that all subscales are fit to measure one factor model, but involvement with children subscale needed measurement model modification to get fit value.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dari alat ukur parenting practices, yaitu Alabama Parenting Quesrionnaire (APQ). Alat ukur ini terdiri dari lima subskala, yaitu keterlibatan dengan anak, pola asuh positif, pola asuh mengawasi, konsistensi dalam penggunaan disiplin dan,hukuman korporal, dengan jumlah total 44 item. Alat ukur ini diujikan kepada pelajar SMKN 1 Cikarang Barat dengan populasi berjumlah 1.773 siswa. Dari jumlah tersebut peneliti memilih 339 siswa sebagai sampel dengan menggunakan teknik sampling probabilitas. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor konfirmatorik dengan program Lisrel. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua subskala fit (sesuai) mengukur model satu faktor, namun untuk subskala keterlibatan dengan anak diperlukan modifikasi model pengukuran yang cukup mendalam untuk memperoleh nilai fit.
Uji Validitas Konstruk Beck Depression Inventory-II (BDI-II) Sorayah Sorayah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9259

Abstract

Abstract Depression causes someone to lost interest or pleasure, feeling guilty or inferiority, sleep problems or lost appetite, low energy and low concentration. The worst of depression also caused suicide. Depression often suffered along other diseases –as cancer, HIV, and cardiovascular-. Treat depression can help improved the result of healing disease. For that reason, research on depression often done. Beck Depression Inventory-II (BDI II) was one of popular measurement instrument and most used for detecting depression. Hence this study attempts to examined validity construct of BDI-II. Data used was the data from 124 cancer patients in Dharmais Hospital of Cancer, south Jakarta. Analysis method was used Confirmatory Factor Analysis (CFA) with Lisrel 8.7. Results showed that some item in BDI-II that measures more than one factor (multi-dimentional). Abstrak Depresi menyebabkan seseorang kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah atau rendah diri, tidur terganggu atau hilangnya nafsu makan, energi rendah serta menurunnya konsentrasi. Dan yang paling buruk, depresi juga dapat menyebabkan bunuh diri. Depresi sering diderita bersamaan dengan penyakit lainnya—seperti kanker, HIV dan kardiovaskular—. Mengobati depresi dapat membantu meningkatkan hasil penyembuhan penyakit. Untuk itu penelitian terhadap depresi sering dilakukan. Beck Depression Inventory-II (BDI-II) merupakan salah satu alat ukur yang populer dan paling banyak digunakan dalam mendeteksi depresi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk dari BDI-II. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari 124 pasien kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Selatan.Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Faktor Konfirmatorik (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.7. Hasil pengujian membuktikan bahwa terdapat beberapa item dalam BDI-II yang mengukur lebih dari satu faktor (multi-dimensional).

Page 1 of 1 | Total Record : 6