cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015): JP3I" : 6 Documents clear
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Counterproductive Work Behavior Checklist Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Nurul Nijar Anggraini
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9288

Abstract

AbstractCounterproductive work behavior is a harmful action or action with will to harm company/organization. For instance, violent behavior towards others, such as aggression (physical and verbal), doing work not properly in purpose, sabotage, theft, and withdrawal, such as absence, lateness, and turnover (Spector, 1997). Components of counterproductive work behavior are five dimensions, abuse, production deviance, sabotage, theft, withdrawal. Objective of this study is to test aforementioned instrument construct validity. Data in this study was obtained from 227 Civil Servants. Method used to test it is confirmatory factor analysis. The result showed that all items is unidimensional. It means that all items measures only one factor, thus one factor model which was theorized by Counterproductive Work Behavior Checklist can be accepted.AbstrakPerilaku kerja kontraproduktif adalah tindakan yang merugikan atau tindakan dengan niat untuk merugikan perusahaan/organisasi (misalnya, klien, rekan kerja, pelanggan, dan atasan). Contohnya yaitu, perilaku kasar terhadap orang lain, seperti agresi (baik fisik dan verbal), sengaja melakukan pekerjaan dengan tidak benar, sabotage, theft, dan withdrawal, misalnya, absensi, keterlambatan, dan turnover (Spector, 1997). Komponen perilaku kerja kontraproduktif meliputi lima dimensi yaitu abuse, production deviance, sabotage, theft, withdrawal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berjumlah 227 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item yang berjumlah 31 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh Counterproductive Work Behavior Checklist (CWB-C) dapat diterima.
Uji Validitas Konstruk Instrumen Health Professional Stress Inventory (HPSI) Sri Lita Susanti
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9289

Abstract

AbstractJob specific stressor is factors that cause specific stress to health worker in comparison to other factor that made them susceptible with burnout. Job specific stressor consist in four dimensions, those are job conditions, job uncertainty, lack of professional recognition and support, and interpersional conflict. Health Professional Stress Inventory (HPSI) is an measurement instrument that developed by Wolfgang (1988). The purpose of this research is to test the construct validity of the instrument. Data of this research was collected from nurses in one of the hospital in Banten and Jakarta. Respondent that became the respondent in this research is 123 nurses. Result showed that 5 of 8 items can measure job condition, 8 of 9 items can measure job uncertainty, all items in lack of professional recognition and support (11 items), and interpersonal conflict (3 items) can measure each dimensions well.AbstrakJob specific stressor adalah faktor-faktor yang menyebabkan stres pada pekerja kesehatan yang terjadi lebih spesifik dibandingkan beberapa faktor umum lainnya yang membuat mereka rentan terhadap burnout. Terdiri dari empat dimensi yaitu kondisi pekerjaan, ketidakpastian pekerjaan, kurangnya pengakuan dan dukungan secara professional, dan konflik interpersonal. Health Professional Stress Inventory (HPSI) merupakan instrumen pengukuran yang dikembangkan oleh Wolfgang (1988). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari perawat di salah satu rumah sakit umum daerah di Banten dan Jakarta. Sebanyak 123 perawat menjadi responden dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 5 dari 8 item dapat mengukur job condition, 8 dari 9 item dapat mengukur ketidakpastian pekerjaan, seluruh item kurangnya pengakuan dan dukungan secara profesional (11item), dan konflik interpersonal (3 item) dapat mengukur masing-masing dimensi dengan baik.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Academic Anxiety Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Firziani Puti Marsella
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9290

Abstract

AbstractAcademic anxiety is disturbed mind pattern, physical respond, and behavior in the implementation of academic tasks, that includes pattern of anxiety-engendering mental activity, misdirected attention, physiological distress, inappropriate behavior. The objective of the research is to test the construct validity of the instrument. The data in this research was collected from 265 islamic students of secondary school in Tangerang. Confirmatory factor analysis (CFA) method using LISREL 8.70 software was used. The results showed that all the items that consist of 22 items are unidimensional. That means, all the items only measure one factor model that theorized, so the factor can be accepted.  AbstrakKecemasan akademik adalah terganggunya pola pemikiran, respon fisik dan perilaku dalam pelaksanaan tugas akademik, yang meliputi memunculkan pola kecemasan aktivitas mental, perhatian yang salah, tekanan secara fisik, dan perilaku yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa salah satu MTsN di Tangerang dengan responden berjumlah 265 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 22 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan tersebut dapat diterima.
Uji Validitas Konstruk Instrumen Health Belief Model Dan Dukungan Sosial Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Ani Muflihah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9286

Abstract

AbstractHealth belief is a series of belief, contains people's perceptions that produce a health behavior. Health belief consists of six dimension, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy. Social support is a comfort, care, self-esteem, or a support available for a person from other people. Social support classified into four: emotional support, tangible support, informational support, and companionship support. Health belief model and social support are independent variables in research about patient obedience. Because dependent variable in this research is in category (obey and not obey), construct validity test was conducted on independent variable. Confirmatory factor analysis (CFA) using LISREL 8.70 was used. Result showed health belief model scale consist 28 unidimensional items of 30 items and social support consist 8 unidimensional items of 12 items. Of 18 items that the construct validity’s been tested, result showed that there are 17 unidimensional items.AbstrakHealth belief adalah serangkaian keyakinan yang berisi persepsi-persepsi seseorang yang menghasilkan perilaku sehat. Health belief terdiri dari enam dimensi, yaitu persepsi terhadap kerentanan, persepsi terhadap keparahan, persepsi terhadap manfaat, persepsi terhadap hambatan, isyarat untuk bertindak, dan percaya diri. Sedangkan dukungan sosial adalah kenyamanan, peduli, harga diri, atau bantuan yang tersedia untuk seseorang dari orang lain atau kelompok lainnya. Dukungan sosial diklasifikasikan menjadi empat, yaitu emotional support, tangible support, informational support, dan companionship support. Health belief model dan dukungan sosial merupakan variabel independen dalam penelitian tentang perilaku patuh berobat pasien tuberkulosis paru. Oleh karena variabel dependen penelitian ini kategorik, uji validitas konstruk hanya dilakukan pada variabel independen. Metode analisis yang digunakan untuk menguji konstruk ini adalah analisis faktor konfirmatorik dengan menggunakan LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa skala health belief model terdapat 28 item yang unidimensional dari 30 item dan pada skala dukungan sosial terdapat 8 item yang unidimensional dari 12 item.  Dari 18 item yang diuji validitas konstruknya, terdapat 17 item yang bersifat unidimensional
Uji Validitas Konstruk Psychological Well-Being Scale Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Fikri Mubarok
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9292

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to test the construct validity in psychological well-being scale. In this research, researchers tested six dimensions of psychological well-being from Ryff (1989), those are self-acceptance, positive relation with others, autonomy, environmental mastery, purpose of life, and personal growth consist of 42 items. The subjects of this research were 171 nurses in one of the hospital in Jakarta Cempaka Putih. Method that is used to analyse the data was confirmatory factor analysis using LISREL 8.70. According to CFA method, it can be concluded that all the dimensions needed a modification in measurement model to obtained fit score.  AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari psychological well-being scale.  Dalam  penelitian  ini peneliti  menguji enam dimensi psychological well-being dari Ryff (1989)  yaitu, self-acceptance, positive relation with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth dengan jumlah 42 item. Subjek penelitian adalah perawat pada salah satu Rumah Sakit di Jakarta Cempaka Putih  yang terdiri  dari 171 orang.  Metode  analisis  data yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software  Lisrel  8.70. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi pada model pengukuran untuk memperoleh nilai fit.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Social Skills Inventory Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Wisti Hasrikusuma Pramusita
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9287

Abstract

AbstractSocial skill is an ability to give, accept, and to control verbal and nonverbal information so that a positive social interactions created (Riggio, 1986). Social skill consist  six dimensions, those are emotional expressivity, emotional sensitivity, emotional control, social expressivity, social sensitivuty, and social support. Social skill inventory is an instrument of standard measurement that developed by Ronald E. Riggio (1989) to measure six dimension of social skill. This research goal is to test the construct validity of instrument. Data in this research is collected from 200 high school students in South Jakarta. Confirmatory factor analysis with LISREL 8.70 was used to test the construct validity. The result of this research showed that all items that consist 36 items is unidimensional. That means, all items just measure one factor so that one factor model can be accepted.AbstrakKeterampilan sosial adalah kemampuan dalam mengirimkan, menerima, dan mengontrol informasi verbal maupun nonverbal sehingga tercipta interaksi sosial yang positif (Riggio, 1986). Keterampilan sosial tersusun ke dalam enam dimensi yaitu ekspresivitas emosional, sensitifitas emosional, kontrol emosional, ekspresivitas sosial, sensitivitas sosial, dan kontrol sosial. Social Skills Inventory merupakan instrumen pengukuran baku yang dikembangkan oleh Ronald E. Riggio (1989) untuk mengukur enam dimensi keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa sekolah menengah atas di Jakarta Selatan yang berjumlah 200 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh item yang berjumlah 36 item bersifat unidimensional, artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor dapat diterima.

Page 1 of 1 | Total Record : 6