cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi)
ISSN : 2528021X     EISSN : 2528021X     DOI : -
Core Subject : Science,
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) is a journal of Library and Information Science published by the Library and Information Science Department of Social Sciences Faculty, State Islamic University of Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara) Medan. The journal covers all issues in librarianship and information studies. The coverage of the discussion in librarianship may be viewed from various perspectives of disciplines. JIPI is intended to be published twice a year in May and November. In addition to its electronic format, it is also published in a printed form.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
Koleksi Audio-Visual Sebagai Alat Promosi Budaya: Studi Kasus Perpustakaan Korean Culture Center Abdi Mubarak Syam
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.1

Abstract

This article discusses the collection of audio-visual as a tool of cultural promotion in Korean Culture Center (KCC) library. This tyoe of research is qualitative research using the case study method. The case study method is used to determine how the audio-visual collection becomes a tool of cultural promotion in KCC library. Audio-visual collections in library increased function not only as a conduit of information for teaching or research, but also a tool of cultural promotion. It happened in the library embassies in each country, such as in the KCC library in Jakarta. KCC library makes audio-visual collections as s tool of cultural promotion of their country through the collection of Korean drama or Korean music.
Information Literacy of Library Science Yusniah Yusniah
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.96

Abstract

Abstrak Literasi Informasi telah menjadi keterampilan penting pustakawan di era global saat ini. Informasi keaksaraan bagi pustakawan tidak hanya ditandai melek dan hanya untuk membacanya. Tetapi aplikasi mempunyai nilai lebih. Pustakawan harus menjadi manajer ilmu. Pustakawan harus bergerak sesuai dengan perubahan teknologi terus bergerak maju dan pustakawan harus mampu beradaptasi sebagai pencari dan pemberi informasi dalam bentuk apapun. Saat ini pustakawan dituntut tidak hanya perawatan terampil dari buku atau jenis media lainnya, tetapi juga untuk menguasai literasi informasi. Dengan demikian, pustakawan harus memiliki komitmen dan sadar untuk mengakses, memahami dan menggunakan informasi yang dikumpulkan untuk dikomunikasikan kepada orang yang membutuhkan.AbstractInformation Literacy has become important skill of librarians in today's global era. Information literacy for librarians not only marked a literate and just to read it. But the application is more. Librarians must be a manager of science. Responding to this, the librarian must be run in accordance with the changing technology continues to move forward and librarians should be able to adapt as a seeker and giver of information in any form. Nowadays librarians are required not only skilled care of a book or other media types, but also to master the required search information literacy. Thus, librarians should have commitment and conscious in order to access, understand and use the information gathered to be communicated to people in need.
Multitasking Librarian: Salah Satu Strategi Menghadapi Era MEA Zeni Istiqomah
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.112

Abstract

 AbstrakPersaingan di era MEA atau sering disebut dengan istilah EAC (Asian Economic Community) semakin ketat dan semakin terbuka, untuk itu masyarakat Indonesia dituntut dapat bersaing dalam skala internasional. Perpustakaan sebagai lembaga penyedia informasi harus bisa menyediakan sumber-sumber informasi yang aktual dan sesuai yang dibutuhkan oleh masyarakat pemustaka. Kualitas layanan dan kemampuan pustakawan harus lebih ditingkatkan, agar perannya tidak dapat digantikan oleh penyedia jasa lainnya. Kualitas layanan menjadi sebuah sorotan awal bagi setiap pemustaka, untuk itu layanan yang baik akan mencerminkan diri perpustakaan. Peningkatan kualitas layanan ada dua, yaitu functional quality dan technical quality. Functional quality berhubungan dengan kelengkapan koleksi, ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai. Technical qulity berhubungan dengan keahlian pustakawan yang dituntut harus multitasking. Kompetensi yang harus dimiliki oleh pustakawan yaitu soft skill yang baik, diantaranya memiliki interpersonal skill dan hospitality skill yang baik. Selain itu Kemampuan dalam hal keilmuan (technology skill, language skill, peran dalam dunia pendidikan) harus ditingkatkan, mengingat masyarakat pemustaka semakin ke sini semakin canggih.   AbstractCompetition in the era of MEA or AEC (Asian Economic Community) is getting tighter and more open, to the people of Indonesia are required to compete on international scale. Libraries as information providers must be able to provide sources of actual and appropriate information needed by the user community. The quality of service and the ability of librarians should be improved, so that its role can not be replaced by other service providers. Quality of service becomes an early spotlight for each user, for the service which will better reflect the library themselves. Improved quality of service there are two, namely functional quality and technical quality. Functional quality associated with the completeness of the collection, availability of facilities and adequate infrastructure. Technicalqulity expertiseassociated with librarians who are required to be multitasking. Competencies that must be owned by a librarian is soft a goodskills, which have interpersonal skills and hospitality skills are good. In addition to the ability in terms of science (technology skills, language skills, role in education) should be increased, given the growing user community here more sophisticated.
Kurasi Digital Untuk Pengarsipan Digital Anjas Alifah Bakry
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.100

Abstract

AbstrakKurasi digital adalah istilah yang sangat baru dan terkait dengan perkembangan preservasi digital dan pengarsipan digital. Ini adalah istilah yang relatif baru yang menggabungkan dua aspek konsep yang ada yaitu, "data kurasi" dan "pelestarian digital" terutama dipergunakan oleh bidang Perpustakaan dan Arsip. Penggunaannya dimaksudkan untuk membangun jembatan di antara keduanya yang mencerminkan pendekatan baru. Digital Curation Center (DCC) memberikan istilah kurasi digital dalam kaitan menjaga dan memberikan nilai tambah dalam informasi digital untuk digunakan saat ini dan masa depan.  Sedangkan Kurasi secara umum dipahami sebagai proses manajemen aktif dan penilaian data selama siklus hidup ilmiahnya. Meskipun tidak semua informasi digital dihasilkan akan memiliki nilai jangka panjang dan menjadi komponen yang penting. Nilai jangka panjang dan volume informasi akan bervariasi antara disiplin ilmu dan berbagai kategori bahan, konsekuensinya, diperlukan seleksi, kurasi dan pelestarian jangka panjang, sehingga dapat digunakan di masa depan.                                                AbstractDigital curation is very new term and associated with development of digital preservation and digital archiving. This is a relatively new term that combines two aspects of existing concepts "data curation" and "digital preservation", used primarily by Library and Archives. Its use is intended to build bridges between those that reflect a new approach. Digital Curation Center (DCC) gives the term digital curation to maintaining and provide added value in digital information for today and future use. Meanwhile, the general term of Curation is conceived as active management process and assessment activity of data during its scientific lifecycle. While not all digital information generated will have long-term value, and important components. Long-term value and information volume will vary between disciplines and various categories of materials, consequently, it is required selection, curation and long-term preservation, so it can be used in the future.
Standar Kompetensi Literasi Informasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Pada Perguruan Tinggi Agama Islam Muntashir Muntashir
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.194

Abstract

AbstrakDalam makalah ini mencoba untuk mengulas serta mengkelompokkan kompetensi praktis literasi informasi berdasarkan standar literasi informasi untuk mahasiswa ilmu perpustakaan khususnya yang berada dibawah naungan Perguruan Tinggi Agama Islam. Kompetensi standar mencakup 5 standar yang diadopsi dari Association of College & Research Libraries (ACRL). Standarnya adalah; (1) Menetapkan kebutuhan informasi yang dibutuhkan,(2) Menemukan informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efesien, (3) Mengevaluasi informasi dan sumber secara kritis dan menggabungkan beberapa informasi menjadi basis pengetahuan dan sistem nilai (4)Secara individu maupun berkelompok menggunakan informasi untuk mencapai tujuan tertentu (5) Menggunakan informasi dengan memahami isu terkait budaya, ekonomi, hukum dan sosial terkait penggunaan informasi. Kompetensi praktis yang dipaparkan terkait dengan pengetahuan, keterampilan, software yang harus dikuasai.AbstractIn this paper tries to review as well as groups of practical competence based information literacy information standards for library science students, especially under the auspices of College of Islamic Religion. Competency standard includes 5 standard adopted by the Association of College & Research Libraries (ACRL). Standart consists of ;(1)Determines the nature and extent of the information needed (2) Accesses needed information effectively and efficiently (3)evaluates information and its sources critically and incorporates selected information into his or her knowledge base and value system (4) Individually or as a member of a group, uses information effectively to accomplish a specific purpose (5)Understands many of the economic, legal, and social issues surrounding the use of information and accesses and uses information ethically and legally. Presented practical competence related to the knowledge, skills, software that must be owned.
Perbandingan Efektivitas Penelusuran Bidang Ilmu Perpustakaan Menggunakan Search Engine Google dan Search Engine Yahoo berdasarkan file pdf M. Syafii Nasution
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.99

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi pada Search Engine Google dan Yahoo, bertujuan untuk mengetahui efektivitas hasil temuan bidang Ilmu Perpustakaan dengan subjek yang diambil dari Library Of Congress Subject Heading (LCSH) 2009.Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan terhadap penelusuran informasi dokumen ilmiah bidang Ilmu Perpustakaan dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata nilai ketepatan dokumen ilmiah bidang Ilmu Perpustakaan yang ada di database Google (2,34) dan Yahoo (2,29) mendapatkan nilai ketepatan tinggi. Dapat diartikan bahwa dokumen ilmiah bidang Ilmu Perpustakaan yang ada di database Google dan Yahoo dapat dijadikan pilihan dalam menelusur dokumen ilmiah bidang Ilmu Perpustakaan dalam format pencarian file PDF.Nilai ketepatan sebesar 2,34 pada Search Engine Google dan nilai 2,29 pada Search Engine Yahoo dapat ditingkatkan lagi apabila jumlah dokumen-dokumen ilmiah bidang Ilmu Perpustakaan dan informasi yang ada di internet terus meningkat jumlahnya. Sehingga semakin tinggi nilai ketepatan dokumen ilmiah bidang ilmu perpustkaan maka semakin banyak pula referensi yang dapat digunakan dalam studi keilmuan bidang Ilmu Perpustakaan. Jika dilihat dari rata-rata nilai ketepatan dalam penelusuran bidang Ilmu Perpustakaan dengan menggunakan pencarian berdasarkan file PDF yaitu sebesar Google (2,34) dan Yahoo (2,29), maka Google dan Yahoo dapat dijadikan sebagai sebuah Search Engine untuk menelusur dokumen-dokumen ilmiah khususnya bidang Ilmu Perpustakaan.Nilai ketepatan yang diperoleh sebuah subjek dengan menggunakan subjek bidang Ilmu Perpustakaan adakalanya mendapatkan perolehan yang tinggi, tetapi adakalanya juga mendapatkan nilai ketepatan yang rendah. Secara keseluruhan dokumen-dokumen ilmiah bidang Ilmu Perpustakaan memiliki nilai ketepatan tinggi, penelusuran informasi ilmiah bidang Ilmu Perpustakaan mendapatkan nilai ketepatan tinggi yaitu sebesar 2,34 sedangkan pada Search Engine Yahoo mendapatkan nilai ketepatan tinggi yaitu sebesar 2,29.AbstractThis research was conducted with technical documentation on the search engine Google and Yahoo, aims to determine the effectiveness of the findings field of Library Science with subjects taken from the Library Of Congress Subject Headings (LCSH) in 2009.Based on the analysis of research has been done on the field of information retrieval scientific documents Library Science can be concluded that the average value of the accuracy of scientific documents Library Science in the Google database (2,34) and Yahoo (2.29) getting the value precision. It has been suggested that the scientific documents Library Science in the database Google and Yahoo may be an option in searching scientific documents in the field of Library Science PDF format file search.Accuracy value of 2.34 at the Search Engine Google and the value of 2.29 at the Search Engine Yahoo can be increased further if the number of documents the scientific field of Library Science and information available on the Internet continues to increase. The higher of the precision of scientific document of the library science, a growing number of references that can be used in the scientific study of the field of Library Science. If seen from the average value of precision in the field of Library Science search using a search based on Google's PDF file that is equal to (2.34) and Yahoo (2.29), then Google and Yahoo can be used as a Search Engine to search documents in particular scientific field of Library Science.Perbandingan Efektivitas Penelusuran Bidang Ilmu Perpustakaan50Values obtained accuracy of a subject using the subject field of Library Science occasionally get high returns, but sometimes also scores low precision. Overall scientific documents Science Library has a value higher accuracy, the scientific information retrieval field of Library Science scores high accuracy that is equal to 2.34, while the Search Engine Yahoo obtain high accuracy that is equal to the value of 2.29 
Strategi Pengelolaan Perpustakaan dalam Rangka Meningkatkan Minat Kunjung Siswa di MAN-1 Medan Fitri Hasanah Rangkuti
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.296

Abstract

AbstrakArtikel yang merupakan hasi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pengelolaan Perpustakaan Dalam Rangka Meningkatkan Minat Kunjung Siswa Di MAN 1 Medan dengan fokus: 1) Strategi pengelolaan perpustakaan di MAN-1 Medan, (2) Meningkatkan minat kunjung siswa di MAN-1 Medan, (3) Faktor pendukung pelaksanaan strategi pengelolaan perpustakaan dalam rangka meningkatkan minat kunjung siswa di MAN 1 Medan. (4) Faktor penghambat pelaksanaan strategi pengelolaan perpustakaan dalam rangka meningkatkan minat kunjung siswa di MAN 1 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naturalistik. Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan yaitu : (1) Strategi yang digunakan MAN-1 Medan  saat ini sudah cukup baik dalam pengelolaan perpustakaan. Hal ini bisa dilihat dari pelayanan yang diberikan SDM perpustakaan terhadap pengunjung perpustakaan. (2) Meningkatkan minat kunjung siswa adalah tugas bersama antara kepala madrasah, kepala perpustakaan, pustakawan dan para guru yang ada di dalamnya yaitu dengan melakukan pembinaan pada setiap tahun ajaran baru dengan memperkenalkan perpustakaan kepada siswa yang baru melalui kegiatan sosialisasi pada hari ketiga ta’aruf. (3) Faktor pendukung dalam melaksanakan setrategi pengelolaan perpustakaan untuk meningkatkan minat kunjung adalah sarana dan prasarana sudah cukup lengkap dan dengan menambah koleksi buku di dalam perpustakaan yang bersumber dari sumbangan alumni dan buku BOS. (4) Sedangkan faktor penghambatnya adalah dari segi dana, untuk menambah koleksi – koleksi tersebut. Karena biasanya perpustakaan sekolah kebanyakan menyediakan koleksi buku paket. yang minim dengan koleksi referensinya.AbstractThis article is based on research which aimed at finding out the strategy of library operation of MAN-1 Medan in improving students’ interest in visiting the library. The main focuses of this research are: 1) The strategy of library operation of MAN-1 Medan; 2) Improving students’ interest in visiting the library; 3) Supporting factors in carrying out the strategy; and, 4) Obstacles faced in carrying out the strategy. This naturalistic qualitative research found that: 1) The strategy used in library operation of MAN-1 Medan has been good. This can be identified from the service provided by the librarians to the students visiting the library. 2) The efforts to improve library visit by the students are shared responsibilities of the Headmaster, Chief Librarian, the librarians, and teachers in conducting library orientation for all new students. 3) The supporting factors in carrying out the strategy is by providing library facilities and acquiring more new book collection, either from the government or alumni. 4) The main obstacle faced in carrying out the strategy is lack of fund to acquire new collection.
Model-Model Perilaku Pencarian Informasi Muslih Faturrahman
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.101

Abstract

AbstrakDalam paradigma baru, perpustakaan merupakan sesuatu yang hidup, dinamis, segar menawarkan hal-hal yang baru, produk layanannya inovatif dan dikemas sedemikian rupa, sehingga apa pun yang ditawarkan oleh perpustakaan akan menjadi atraktif, interaktif, edukatif dan rekreatif bagi pengunjungnya. Di dunia perpustakaan, informasi menjadi garapan utama pengelolaannya untuk kepentingan peningkatan kualitas manusia pada umumnya. Dengan menggunakan metode penyebaran informasi, diharapkan masyarakat dapat mengakses secara terbuka sehingga pengetahuan masyarakat akan terus meningkat sejalan dengan penghidupannya. Untuk itu masyarakat yang mendapat kemudahan akses informasi akan mampu belajar lebih banyak, sebab dengan informasi yang diperolehnya akan menambah wawasan dan pengalaman. Kebutuhan informasi muncul akibat adanya kesenjangan pengetahuan yang ada dalam diri seseorang dengan kebutuhan informasi yang diperlukan. Dalam makalah ini terdapat lima (5) model-model prilaku yang dibahas yaitu: model Wilson, model Krikelas, model Johnson, model Leckie, dan model Ellis. AbstractIn a new paradigm, library is a growing organism; it is dynamic and always offer new endeavors. Its services have always been innovative and packaged in such a new way that it becomes attractive, interactive, educative, and re-creative for its users. In library context, information has been a core business to manage to improve the quality of human intellectual. By the dissemination of information, people are expected to have access to new knowledge to increase their life expectancy. Those who have access to more information will automatically learn more and knowledgeable more than those who are not. The need for information raises as there is a gap between their current knowledge and the demand of new knowledge. This article discusses 5 models of human behaviors including: Wilson, Krikelas, Johnson, Leckie, and Ellis.
Makerspace: Tren Baru Layanan di Perpustakaan Moh. Mursyid
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.97

Abstract

AbstrakDewasa ini, perkembangan perpustakaan telah memasuki era makerspace. Di era ini,perpustakaan tidak lagi dilihat sebagai ruang senyap, melainkan ruang berekspresi yangterbuka bagi pengembangan kreatifitas dan budaya knowledge sharing. Ruang koleksi fisikperpustakaan semakin berkurang beralih menuju ruang terbuka untuk berkumpul danberekspresi. Lebih lanjut, tulisan ini bertujuan untuk mengetahu fenomena makerspacesebagai tren baru layanan di perpustakaan. Metode yang digunakan adalah metodekualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Simpulan dari tulisan ini adalah: 1)makerspace merupakan cara dalam mewujudkan iklim pembelajaran yang kolaboratif daninovatif di perpustakaan; 2) Keberadaan makerspace kian menguatkan posisi perpustakaansebagai ruang publik (publik sphere) yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat(community center); 3) ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh pustakawan diera makerspace di perpustakaan, yaitu: a) kemampuan untuk belajar (to learn), b)kemampuan untuk berdaptasi pada perubahan situasi (to adapt to changing situations), c)kemampuan untuk berkolaborasi (to collaborate), d) kemampuan untuk mengadvokasipembelajaran (to advocate for the learning), e) kemampuan untuk melayani beragamorang. Selain itu, seorang pustakawan juga harus memiliki kompetensi khusus (soft skill)yang meliputi: a) kemampuan manajerial; b) pengembangan program; c) penggalangandana; d) literasi teknologi; dan e) fasilitasi pembelajaran berdasarkan teori dan perilakupengguna (masyarakat). AbstractNow, makerspace becomes a new era in the library development. Library is not seen as a quiet space,but the space of expression to the development of creativity and knowledge sharing culture. The librarycollection space physically decrease and move to open space for assembly and expression. This paperexplains about makerspace phenomenon as a new trend in library services. The kind of this paper is aliterature review and uses qualitative method. From this paper, the author is able to conclude that: 1)makerspace is the way in creating a collaborative learning environment and innovative in the library; 2)makerspace make a library as a public space (public sphere) and a center for the community; 3) thereare some competencies for librarians, namely: a) the ability to learn, b) the ability to adapt to thechanging situation, c) the ability to collaborate, d) the ability to advocate for the learning, e) the abilityto serve a variety of people. In addition, a librarian must have a special competence (soft skills) whichincludes: a) managerial ability; b) development program; c) fundraising; d) technological literacy; ande) the facilitation of learning based on theory and behavior of users (community).
Model-Model Evaluasi dalam Sistem Informasi Perpustakaan Habiburrahman Habiburrahman
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v1i1.111

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang berbagai model dalam mengevaluasi sistem informasi yang digunakan untuk mengelola dan memberi pelayanan pada perpustakaan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyajikan berbagai pilihan yang dapat digunakan oleh perpustakaan untuk mengevaluasi system yang digunakannya sesuai dengan karakteristik perpustakaannya. Secara ringkas penulis memaparkan bahwa ada empat model evaluasi system perpustakaan, yaitu: teknik evaluasi PIECES (Performance, Information, Economy, control, Eficiency, dan Service), End User Computing (EUC) Satisfaction, Tasks Technology Fit (TTF) Analysis, dan Human Organizing Technology (HOT) Fit Model. Tulisan ini diakhiri dengan pemaparan tentang tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan evaluasi dan manfaatnya terhadap peningkatan pelayanan kepada pengguna perpustakaan.    AbstractThis article describes various models used to evaluate the information system applied in library management and services. The purpose of this article is to present alternatives that can be used by the libraries to evaluate their information system according to heir library characteristics. In brief the author explains that there are four model in information system evaluation: PIECES (Performance, Information, Economy, control, Eficiency, dan Service), End User Computing (EUC) Satisfaction, Tasks Technology Fit (TTF) Analysis, dan Human Organizing Technology (HOT) Fit Model. This article is concluded with the presentation of the purposes that need to be achieved in evaluation process and the advantage of it to increase the quality of library services to end users.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10