cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi)
ISSN : 2528021X     EISSN : 2528021X     DOI : -
Core Subject : Science,
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) is a journal of Library and Information Science published by the Library and Information Science Department of Social Sciences Faculty, State Islamic University of Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara) Medan. The journal covers all issues in librarianship and information studies. The coverage of the discussion in librarianship may be viewed from various perspectives of disciplines. JIPI is intended to be published twice a year in May and November. In addition to its electronic format, it is also published in a printed form.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Gaya Kepemimpinan Perempuan Dalam Budaya Organisasi Khairin Nizomi
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i2.3885

Abstract

An element of leadership and leadership is one of the essentials of the organization after destinations, cooperation and division of labor. Leadership is an aspirational power, the power of the spirit, and the power to change attitudes, thus becoming a leader conforms desires. The leader is needed because the pluralism of the people that must be chosen requires the formation of mutualism, uniformity, unanimity, coordination, mutual compliance organization and confirms the identity of the organization. The purpose of this study identified how the leadership style of the head library on SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta. This study uses a qualitative research design with a type of case study research. Data collection method used in this research is using interview. The technique of presenting data carried out informally is in the form of narration. These results indicate that the leadership style adopted by the head library on SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta Depok is situational style. The implementation of situational leadership styles in the library on SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta can be said to run effectively, this is based on four dimensions, namely telling, selling, participating and delegating. Unsur pimpinan dan kepemimpianan merupakan salah satu hal penting dari organisasi setelah tujuan, kerjasama, dan pembagian kerja. Kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan untuk mengubah sikap, sehingga menjadi konfrom dengan keinginan pemimpin. Pemimpin diperlukan karena pluralisme orang banyak yang harus dipilih menuntut terbentuknya mutualisme, keseragaman, keserempakan, kordinasi, mutual compliance pengorganisasian dan menegaskan identitas organisasi. Tujuan dari Penelitian ini meindentifikasikan bagaimana gaya kepemimpinan kepala perpustakaan SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara. Teknik penyajian data yang dilakukan secara informal adalah berupa narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala perpustakaan SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta adalah gaya situasional. Pelaksanaan gaya kepemimpianan situasional pada perpustakaan SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta dapat dikatakan berjalan secara efektif, hal ini berdasarkan empat dimensi yaitu telling, selling, participating dan delegating.
KOMUNIKASI PERPUSDA BELITUNG TIMUR DALAM REVITALISASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL ., Budiman; Arif, Ernita; Roem, Elva Ronaning
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i2.4354

Abstract

Perpustakaan pada saat ini semakin memprihatinkan dan sepi pengunjungnya. UNESCO menyebutkan indeks minat baca masyarakat Indonesia 0,001%, artinya bahwa dari seribu orang hanya satu orang yang memiliki minat baca (Liputan6.com, 2017). Untuk mempertahankan eksistensinya, perpustakaan perlu melakukan berbagai inovasi sehingga minat baca masyarakat meningkat. Revitalisasi perpustakaan di era teknologi dan informasi menjadi keharusan sehingga perpustakaan tidak saja sebagai tempat membaca, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perubahan tatanan sistem sosial masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menggambarkan komunikasi perpusda dalam revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Belitung Timur. Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan desktiptif, peneliti berupaya menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta di lapangan, memakai informan sebagai sumber data. Perolehan data dengan wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa komunikasi perpusda dalam revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial mencakup lima hal yaitu: penelitian, perencanaan, pelaksanaan, pengukuran/evaluasi dan pelaporan, faktor pendorong revitalisasi yaitu dukungan pemerintah pusat. Sedangkan faktor penghambat yaitu masih rendahnya kepedulian masyarakat memanfaatkan layanan perpustakaan, sumberdaya manusia, dan anggaran. Sedangkan hasil komunikasi perpusda dalam revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial berdampak pada peningkatan kunjungan masyarakat. The library at this time is increasingly alarming and quiet visitors. UNESCO said that the index of reading interest in Indonesian society was 0.001%, meaning that from one thousand people only one person had an interest in reading (Liputan6.com, 2017). In order to maintain its existence, libraries need to carry out various innovations so that their reading interest in the community increases. Library revitalization in the era of technology and information is a necessity so that libraries are not only a place to read, but also contribute to changes in the social system of society. This research was conducted with the aim of knowing an d describing regional communication in the revitalization of social inclusion-based libraries in the East Belitung District Public Library. While the method used is a qualitative research method with a descriptive approach, the researcher attempts to describe the object of research based on the facts in the field, and uses the informant as a data source. Obtaining data by interview, observation, literature study and documentation. Based on the results of the study, it shows that regional communication in the revitalization of social inclusion-based libraries includes five things, namely research, planning, implementation, measurement/evaluation and reporting, the drivers of revitalization, namely the support of the central government. Whereas the inhibiting factor is the low awareness of the community to utilize library services, human resources, and budget. Whereas the results of regional communication in revitalizing social inclusion-based libraries have resulted in increased community visits
Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa di Youtube Channel Beauty Vlogger Dinar Anjani; Prijana .; Andri Yanto
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i2.4160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku pencarian informasi mahasiswa di Youtube channel beauty vlogger dan mengetahui hubungan motif dari perilaku pencarian informasi mahasiswa melalui penggunaan Youtube channel beauty vlogger. Berdasarkan teori perilaku pencarian informasi oleh Wilson, tindakan perilaku informasi dipengaruhi oleh kebutuhan pribadi  yang berkaitan dengan kebutuhan fisiologis, afektif, maupun kognitif. Kebutuhan ini terkait juga dengan peran seseorang di lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan uji statistik Pearson Product Moment. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa sarjana (S1) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dengan penarikan sampel  menggunakan tabel sampling error, ukuran sampel, dan proporsi binominal dengan 60/40 dan N sebanyak 150. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dalam melakukan pencarian informasi melalui situs Youtube.com menggunakan handphone kemudian menuliskan query nama dari beauty vlogger dan query tutorial make up di kolom search untuk mengakses tutorial make up. Lebih lanjut perilaku pencarian informasi mahasiswa memiliki hubungan yang tinggi dengan penggunaan Youtube channel beauty vlogger sedangkan motif individu memiliki hubungan yang moderat dengan penggunaan Youtube channel beauty vlogger, dan faktor lingkungan memiliki hubungan yang rendah dengan penggunaan Youtube channel beauty vlogger. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hubungan yang paling kuat dalam melakukan pencarian informasi dipengaruhi oleh motif individu mahasiswa.
Meningkatkan Pemberdayaan Perpustakaan Melalui User Education di SDI Darul Hikmah Atiqa Nur Latifa Hanum
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i2.4379

Abstract

Perpustakaan yang berfungsi sebagai sarana belajar nonformal bagi para siswa yang masih belum optimal diberdayagunakan. Permasalahan ada pada kurangnya sosialisasi maupun motivasi yang ditumbuhkan oleh para pendidik di lingkungan sekolah, sehingga siswa kurang menggemari aktivitas berkunjung dan memanfaatkan koleksi yang dimiliki sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informannya terdiri dari kepala sekolah, guru, maupun beberapa siswa yang dianggap representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa user education merupakan salah satu cara efektif untuk memperkenalkan siswa kepada perpustakaan dan membantu mereka menelusur bacaan yang sesuai dengan minat mereka. Perlunya dilakukan user education secara berkala terutama pada siswa baru dan siswa yang akan menghadapi ujian sekolah. The library as a non-formal education for students is not optimally function. The problem faced in the school were the lack of promotion and motivation by the teachers to the students, so the students were not interested in visiting and using the references in the library. It was qualitative research using descriptive method. The data was collected from the headmaster, the teachers, and the representative students. This research showed that user education was effective in intorducing the library to the students and assisting them in finding the references based on their interests. It is needed to introduce the user education especially for the new students and for the students who will do the final exam.
Tren Masif Internet of Things (IOT) di Perpustakaan Fitri Handayani
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i2.4381

Abstract

Topik paper ini adalah Internet of Things (IOT) khususnya di perpustakaan. Penulis menguraikan definisi dan konsep IOT, pentingnya IOT dari perpustakaan, dan aplikasi potensial dari IOT untuk perpustakaan. Sumber referensi yang digunakan oleh penulis adalah dari artikel jurnal, buku, materi presentasi, dan situs manajemen data laboratorium. IOT menjadi tren penting bagi perpustakaan karena dapat mempermudah peningkatan kualitas layanan, fasilitas, dan penghematan biaya untuk mengakses informasi secara online oleh pengguna dan pustakawan. Misalnya dalam penggunaan di museum luar negeri sebagai layanan online, kontrol lampu bangunan, smart campus dan penyimpanan cloud computing di Perpustakaan. The topic of this paper is the Internet of Things (IOT) especially in the library. The author outlines the definitions and concepts of IOT, the importance of IOT from libraries, and potential applications of IOT for libraries. The reference sources used by the author are from journal articles, books, presentation materials, and laboratory data management sites. IOT becomes an important trend for libraries because itcan facilitate the improvement of servicequality, facilities, and cost savings to access information online by users and librarians. For example in use in overseas museums as online services, building light controls and cloud computing storage in the Library

Page 1 of 1 | Total Record : 5