cover
Contact Name
Ni Putu Diantariani
Contact Email
jurnalkimia@unud.ac.id
Phone
+628123640424
Journal Mail Official
jurnalkimia@unud.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Jimbaran, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 19079850     EISSN : 25992740     DOI : 10.24843/JCHEM
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) publishes papers on all aspects of fundamental and applied chemistry. The journal is naturally broad in scope, welcomes submissions from across a range of disciplines, and reports both theoretical and experimental studies.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 14, No. 2 Juli 2020" : 16 Documents clear
FORMULASI TABLET UMBI BAWANG MERAH YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIA N. K. N. A. Ari; A. S. S. Nahak; I. G. A. G. C. A. Prabawa
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p15

Abstract

Umbi bawang merah (Allium cepa L.) dapat digunakan sebagai obat diabetes mellitus karena mengandung senyawa flavonoid yang bersifat hipoglikemia. Umbi bawang merah diformulasikan menjadi sediaan tablet untuk menghasilkan manfaat dari segi kepraktisan dan ketepatan dosis terapi. Bahan pengikat sangat berperan penting dalam mengikat partikel menjadi suatu granul dan granul nantinya menjadi suatu tablet yang kompak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi yang baik untuk tablet antidiabetes ekstrak umbi bawang merah. Ekstrak umbi bawang merah diperoleh dari proses maserasi dengan etanol 96% selama 3 hari, kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Sebelum diekstraksi dilakukan standarisasi simplisia yang meliputi penentuan susut pengeringan, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol. Ekstrak kemudian di standarisasi (kadar air, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam) serta dilakukan skrinning fitokimia yang menunjukan hasil positif (+) terhadap steroid dan triterpenoid, saponin, tannin, dan flavonoid. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dengan bahan pengikat PVP 3%, 4%, dan 5%. Sifat fisik granul yang diuji meliputi waktu alir, sudut diam, indeks kompresibilitas dan uji distribusi ukuran partikel. Tablet dianalisis sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, dan kerapuhan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi pengikat yang digunakan mempengaruhi sifat fisik dari tablet. formula yang memenuhi persyaratan uji sifat fisik tablet adalah PVP pada konsentrasi 5%. Kata kunci: Allium cepa L., bahan pengikat, PVP, ektrak umbi bawang merah, tablet
FORMULASI DAN UJI PELEPASAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI DENGAN POTENSI ANTIJERAWAT N. P. Y. A. Dewi; N. L. G. W. Pebriani; P. A. Duarsa; P. C. I. Warnaya; I. D. A. A. D. Candraningrat; C. I. S. Arisanti
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p03

Abstract

Guava leaves contain quercetin which can inhibit the growth of Propionibacterium acne. Thus, guava leaves have the potential to be anti-acne. Based on the benefits of guava leaves, it is necessary to formulate the ethanol extract of guava leaves in cream preparation and its characterization as well as to know the rate of releasing active substances. Preparation and standardization of guava leaf simplicia was carried out. After that, maceration, standardization and phytochemical screening of guava leaf ethanol extract were done. Positive extracts containing flavonoids were formulated into cream preparation. The concentration of stearic acid as emulgator of 14% and 18% was optimized. The formula was tested for physical and chemical properties such as organoleptic, spreadability, adhesion, viscosity and pH. The optimum formula was characterized using Franz diffusion test to determine the release of the active substance. The results showed that concentration of stearic acid as emulgator influenced the physical and chemical properties of the cream. Based on the results of this study it could be concluded that the optimum formula was stearic acid concentration of 14% with the release active substances for 3 hours of 2,5882 mg. Keywords: Guava leaves, acne, cream, stearic acid, diffusion
ESTERIFIKASI DAN DEASIDIFIKASI MINYAK JELANTAH PADA PEMBUATAN BIODIESEL MENGGUNAKAN KATALIS ABU TONGKOL JAGUNG R. E. Y. Adu
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p09

Abstract

Esterifikasi dan deasidifikasi minyak jelantah melalui netralisasi alkali sebelum pembuatan biodiesel menggunakan abu tongkol jagung sebagai alternatif katalis basa telah dilakukan untuk menurunkan kandungan asam lemak bebas hingga memenuhi kondisi transesterifikasi yang diinginkan. Esterifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak jelantah dan metanol dengan rasio volume tertentu dan katalis asam(H2SO4) pada suhu 50oC selama 4 jam. Deasidifikasi dilakukan dengan menambahkan larutan NaOH 0,5 N (alkali berlebih sebanyak 15%) pada suhu 60oC selama 30 menit.Esterifikasi minyak jelantah menggunakan katalis asam sebelum transesterifikasi dengan katalis abu tongkol jagung meningkatkan efisiensi konversi asam lemak bebas secara signifikan (92,69%) pada kondisi rasio volume metanol/minyak 25% dan konsentrasi katalis asam 0,5 % selama 4 jam reaksi. Deasidifikasi minyak hasil esterifikasi yang memiliki konten FFA 2,29 mg KOH/g minyak melalui netralisasi alkali pada suhu 55oC menggunakan konsentrasi alkali 0,8 N menurunkan konten asam lemak bebas hingga 0,47 mg KOH/g minyak. Hasil analisis terhadap hasil transesterifikasi menunjukkan bahwa komponen biodiesel dari minyak jelantah didominasi oleh asam lemak tak jenuk ganda (asam linoleat/ C18-2), asam lemak tak jenuh tunggal (asam palmitat/ C16-1 dan asam oleat/ C18-1) dan asam lemak jenuh (palmitat/ C16-0 dan asam stearat/ C18-0). Uji kualitas biodiesel dari minyak jelantah memenuhi standar kualitas biodiesel SNI 7182:2015 untuk parameter densitas, viskositas, angka asam, angka penyabunan, angka iodin dan setana. Tahapan esterifikasi dan netralisasi efektif dalam mereduksi konsentrasi asam lemak bebas minyak jelantah sebelum digunakan pada tahap transesterifikasi dengan katalis abu tongkol jagung. Kata kunci: esterifikasi, netralisasi, alkali, minyak jelantah, biodiesel, abu tongkol jagung
DETEKSI FORMALIN DAN LOGAM BERAT PADA IKAN SEGAR DI PASAR TRADISIONAL KOTA KUPANG A. T. Lema; J. M. Jacob
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p07

Abstract

Dewasa ini penggunaan formalin sebagai pengawet pada ikan sering dijumpai di masyarakat. Selain itu, konsumsi produk olahan ikan segar yang mengandung logam berat akan berpotensi menyebabkan timbulnya berbagai penyakit baik jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku masyarakat, mendeteksi adanya formalin serta menganalisis kadar Pb, Cd dan Hg pada ikan Belang Kuning, Tongkol dan Kembung. Metode deteksi kualitatif formalin menggunakan pereaksi Schiff berdasarkan reaksi perubahan warna sampel menjadi merah-keungunan, sedangkan secara kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri berdasarkan reaksi antara formaldehid dengan pereaksi Nash yang menghasilkansenyawa kompleksberwarna kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% masyarakat kota Kupang sebagai belum mengetahui tentang formalin dan ciri-ciri ikan yang berformalin. Uji kualitatif pada 9 sampel memberikan hasil positif formalin pada 2 sampel ikan, sedangkan 7 sampel lainnya memberikan hasil negatif. Sedangkan uji kuantitatif menunjukkan kadar formalin terbesar pada sampel ikan di pasar Oesapa sebesar 3,36 ppm pada ikan tongkol dan 1,26 ppm pada ikan kembung. Kandungan logam berat tertinggi yaitu Hg dengan range konsentrasi 1,00-1,60 ppm untuk semua jenis ikan dari 3 sumber pasar. Kata kunci: formalin, logam berat, ikan segar, pasar, Kota Kupang
AKTIVITAS EFFECTIVE MICROORGANISMS (EM) DALAM TANAH PERTANIAN ORGANIK YANG TERPAPAR KLORPIRIFOS D. Rizkiyanti; I N. Wirajana; I W. B. Suyasa
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p04

Abstract

Salah satu cara untuk mengembalikan kesuburan tanah yang terpapar pestisida, seperti klorpirifos adalah dengan bioremediasi menggunakan Effective Microorganisms (EM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan mikroba EM dan aktivitas enzim pendegradasi klorpirifos dalam sampel tanah pertanian organik.Tanah pertanian organik yang digunakan sebelumnya telah terpaparEM dalam jangka waktu yang lama. Sampel tanah ini dibagi menjadi dua perlakuan, yaitu disterilkan dengan autoklaf dan tidak disterilkan (agar mikroba indigenous tetap hidup). Kedua sampel tanah ini selanjutnya ada yang tidak dan ditambahkan EM dengan waktu inkubasi 3, 5, dan 7 hari. Mikroba EM dapat bertahan terhadap paparan klorpirifos sampai konsentrasi 56 ppm. Fenomena aktivitas enzim pendegradasi klorpirifos sebesar 0,017 U/mL selama waktu inkubasi 7 hari dengan penurunan kadar klorpirifos sebesar 16,65% ditemukan pada sampel tanah steril dengan penambahan EM. Aktivitas enzim pendegradasi klorpirofos tertinggi, yaitu sebesar 0,039 U/mL selama waktu inkubasi 3 hari, dengan penurunan kadar klorpirifos sebesar 74,11% ditemukan pada sampel tanah tidak steril. Penurunan kadar klorpirifos tertinggi terdapat pada sampel tanah tidak steril sebesar 80,04% dengan waktu inkubasi 5 hari. Kata Kunci: klorpirifos, bioremediasi, mikroba EM (Effective Microorganisms)
OPTIMASI PROPILENGLIKOL DALAM FORMULASI SIRUP EKSTRAK RIMPANG JAHE SEBAGAI OBAT BATUK A. I. Artania; I K. G. G. G. Harta; G. W. A. P. Pratama; N. P. A. S. Ayu; I. G. A. P. Sukmarani; C. I. S. Arisanti
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p12

Abstract

Ginger (Zingiber officinale) has a pharmacological effect to be an antitussive which has been proven empirically and through in vivo activity testing. The use of ginger directly has a spicy and bitter taste, so it is not very popular. Based on this, it is necessary to formulate it into syrup preparation which has met the physical stability test to obtain the best formula. In this study, ginger rhizome water extract that had been standardized and screened was formulated into syrup preparations. The formulation was carried out by optimizing the amount of propylene glycol as co-solvents and anti-cap locking which was 15, 20, and 25% of syrup preparation. The results showed that the concentration of propylene glycol in ginger rhizome extract syrup preparation affected the physical stability of the preparation. The three formulas obtained have not met the physical stability tests (pH and viscosity), but formula 3 with 25% of propylene glycol was the optimum formula of ginger rhizome syrup. Keywords: Antitussives, Ginger (Zingiber officinale), Syrup, Propylenglycol, Viscosity Rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki efek farmakologi sebagai antitusif yang telah dibuktikan secara empiris dan melalui uji aktivitas secara in vivo. Penggunaan jahe secara langsung memiliki rasa pedas dan getir sehingga tidak begitu disukai. Berdasarkan hal tersebut maka perlu diformulasikan ke dalam sediaan sirup yang telah memenuhi uji kestabilan fisik untuk memperoleh formula terbaik. Pada penelitian ini, ekstrak air rimpang jahe yang telah terstandar dan telah dilakukan skrining diformulasikan menjadi sediaan sirup. Formulasi dilakukan dengan optimasi jumlah propilen glikol yaitu 15, 20, dan 25% sebagai kosolven dan anti-caplocking terhadap sediaan sirup. Hasil yang diperoleh adalah konsentrasi propilenglikol dalam sediaan sirup ekstrak rimpang jahe berpengaruh terhadap stabilitas fisik sediaan. Tiga formula yang dikerjakan belum memenuhi persyaratan uji kestabilan fisik, namun formula 3 dengan 25% propilen glikol merupakan formula terbaik dari sirup rimpang jahe. Kata kunci: Antitusif, Rimpang jahe (Zingiber officinale), Sirup, Propilenglikol, Viskositas

Page 2 of 2 | Total Record : 16