cover
Contact Name
Almubarak
Contact Email
almubarak_kimia@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
quantum@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Gedung Laboratorium PMIPA FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Jl. Brigjen. H. Hasan Basry Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains
ISSN : 20867328     EISSN : 25500716     DOI : https://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Science, Education,
Quantum is the Journal of Innovation Science Education, published by the Department of Chemistry Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lambung Mangkurat. The journal is published twice a year in April and October, contains articles in the form of a review, the results of complete research or critical analysis study of Science and Education Science (Chemistry, Biology, Physics, and Applied Science)
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2022): April 2022" : 12 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK KIMIA BERMUATAN LITERASI SAINS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK Nanda Naila; Atiek Winarti; Mahdian Mahdian
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.11817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan (validitas, kepraktisan, dan keefektifan) media pembelajaran komik kimia bermuatan literasi sains pada materi kesetimbangan ion dalam larutan garam yang dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan komunikasi. Penelitian merupakan penelitian R&D menggunakan model 4D dengan subjek uji keterbacaan perorangan 3 orang peserta didik, kelompok kecil 8 orang peserta didik, dan uji coba terbatas 34 orang peserta didik Kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik kimia yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) Valid, ditinjau dari nilai aspek isi sebesar 95.35 (sangat valid), aspek tampilan sebesar 92.91 (sangat valid), dan aspek literasi sains sebesar 93.46 (sangat valid). (2) Praktis, ditinjau dari hasil keterbacaan media komik kimia pada uji perorangan sebesar 3.77 (sangat baik) dan kelompok kecil sebesar 3.58 (sangat baik), dan respon peserta didik terhadap media komik kimia sebesar 3.46 (sangat baik). (3), Efektif, ditinjau dari N-gain pemahaman konsep sebesar 0.74 (tinggi), N-gain kemampuan komunikasi tulisan sebesar 0.77 (tinggi), dan komunikasi lisan sebesar 58.89% (cukup). Diperoleh simpulan bahwa media pembelajaran komik kimia bermuatan literasi sains layak digunakan dalam pembelajaran yang ditinjaau dari 3 aaspek sangat valid, sangat baik, dan N-gain tinggi sertaa cukup.
PENGEMBANGAN E-QUIZ PADA PEMBELAJARAN DARING MATERI EKOSISTEM KELAS VII SMP Ayu Amaliana Dewi; Sulasfiana Alfi Raida
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.12730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk E-Quiz yang digunakan sebagai instrumen penilaian dan mempermudah guru dalam proses penilaian selama pembelajaran daring.  Jenis penelitian yang digunakan adalah model pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi oleh peneliti dengan 8 langkah-langkah penelitian dan pengembangan yaitu Potensi dan masalah, Pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, dan uji operasional lapangan. Data dikumpulkan melalui teknik non-tes (Angket ahli media; angket respon guru dan angket respon siswa). Subjek uji coba dilakukan pada 31 siswa Kelas VII G di SMP 2 jekulo Kudus. Hasil penelitian menunjukkan (1) bahwa selama ini guru menggunakan Google Form sebagai media penilaian selama pembelajaran daring (2) Penelitian ini menghasilkan produk berupa E-Quiz yang digunakan sebagai instrumen penilaian yang layak untuk digunakan berdasarkan penilaian dari validator ahli media dengan persentase rata-rata sebesar 88% dengan kategori “Valid”.  (3) Respon guru dengan rata-rata persentase sebesar 85% dengan kategori “sangat praktis”, sedangkan rata-rata persentase yang diperoleh dari angket respon siswa sebesar 85% dengan kategori “sangat praktis”. Sehingga Instrumen penilaian E-Quiz yang dikembangkan pada penelitian ini telah layak digunakan dalam penilaian khususnya pembelajaran daring pada materi ekosistem karena telah memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN AWARENESS, REGULATION AND EVALUATION BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KOGNISI DAN KETERAMPILAN METAKOGNISI PESERTA DIDIK PADA KONSEP KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Syahmani Syahmani; Rusmansyah Rusmansyah; Dewi Kartika
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.11691

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menghasilkan perangkat pembelajaran ARE (awareness, regulation and evaluation) berbasis masalah kelarutan dan hasil kali kelarutan yang valid, praktis dan efektif. Model penelitian pengembangan yang digunakan adalah model Borg & Gall. Setelah divalidasi oleh 5 validator, dilakukanlah ujicoba perorangan, ujicoba kelompok kecil dan ujicoba lapangan pada kelas XI IPA 1 sebanyak 35 peserta didik dan XI IPA 4 sebanyak 35 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar validasi para ahli, angket respon, dan tes hasil belajar kognisi dan keterampilan metakognisi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas perangkat pembelajaran termasuk dalam kategori sangat valid. Kepraktisan perangkat pembelajaran dilihat dari hasil keterlaksanaan pembelajaran di kelas dan respon peserta didik yang memiliki kategori positif. Keefektifan dilihat dari hasil belajar kognisi dan keterampilan metakognisi pada kedua kelas dalam kategori sedang. Disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran kimia di sekolah.
EFEKTIFITAS MODUL ELEKTRONIK SOUTH KALIMANTAN FOODY DALAM MELATIHKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI HIDROLISIS GARAM Nita Maulida; Parham Saadi; Iriani Bakti
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.11538

Abstract

Kebermaknaan pembelajaran menjadi faktor utama dalam memperbaiki kemampuan literasi sains peserta didik, tetapi kenyataannya guru sulit menghubungkan pengetahuan di kehidupan sehari-hari dengan teori yang dipelajari di kelas. Modul Elektronik South Kalimantan Foody (E- Modul South Kalimantan Foody) berbasis Flip HTML 5 merupakan inovasi dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas E-Modul South Kalimantan Foody dalam melatihkan kemampuan literasi sains peserta didik. Penelitian berlandaskan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, dan Dissemination) yang dimodifikasi menjadi 3D (Define, Design, dan Development), dan metode eksperimen One Group Pretest Posttest. Pertemuan dilaksanakan 4 kali pertemuan di kelas XI MIPA 1 berjumlah 35 orang peserta didik. Pertemuan meliputi, 1 kali Pretest, 2 kali kegiatan pembelajaran yang berlandaskan Pendekatan Etnosains, dan 1 kali Posttest. Hasil penelitian memperoleh nilai N-Gain dari pengerjaan 20 soal tipe pilihan ganda dan 5 uraian bernilai 0,71 dengan kategori tinggi, dan persentase angket daya tarik sebesar 86,9% dengan kategori sangat tertarik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan E-Modul South Kalimantan Foody efektif digunakan dalam melatihkan kemampuan literasi sains peserta didik.
ANALISIS KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA MASA PANDEMI COVID-19 Dewi Satria Ahmar; Roy Kulyawan; Aan Febriawan
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.11574

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dari rumah (BDR) selama pandemi Covid-19 di SMP Negeri Satu Atap Sausu. Pembelajaran dari rumah yang dimaksud adalah pembelajaran yang dilakukan oleh siswa di rumah yang dilakukan secara daring dan luring (kunjungan guru ke rumah siswa). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari 40 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dipilih 30 orang. teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: angket, lembar observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keefektifan pembelajaran dari rumah selama pandemi covid-19 yang dilakukan secara daring adalah 59,17% dan yang dilaksanakan secara luring (kunjungan guru ke rumah siswa) adalah 78,80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang dilakukan secara luring (kunjungan guru ke rumah siswa) lebih efektif dilakukan dibandingkan dengan pembelajaran yang dilakukan secara daring.
EFEKTIVITAS MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DARING BERBANTUAN VIDEO CONFERENCE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF REGULATION PESERTA DIDIK PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT Mahdian Mahdian; Siti Patimah; Muhammad Kusasi
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.12082

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian yaitu untuk mengetahui keefektifan penerapan model discovery learning dalam pembelajaran daring berbantuan video conference yang dilihat dari (1) ketuntasan hasil belajar peserta didik, (2) N-gain kemampuan berpikir kreatif dan self regulation peserta didik, serta (3) respon peserta didik. Jenis penelitian ini termasuk pre-eksperimental design dengan metode penelitian adalah one grup pretest-posttest design, dilakukan dalam dua kali pertemuan. Populasi penelitian yakni peserta didik kelas X SMK Negeri 2 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling, adapun sampel yang diambil berjumlah 36 orang. Pengumpulan data melalui teknik tes berupa soal uraian/essai dan non-tes berupa angket. Teknik analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian membuktikan model discovery learning efektif digunakan pada pembelajaran daring yang dilihat dari pencapaian (1) hasil belajar peserta didik sebesar 0,59 dalam kategori sedang dengan ketuntasan klasikal sebesar 77,78%, (2) N-gain kemampuan berpikir kreatif dalam kategori sedang sebesar 0,52 dan self regulation dalam kategori sedang sebesar 0,31, serta (3) respon peserta didik positif.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES ESAI BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) TEMA GELOMBANG DAN BENCANA UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Trizi Gapiriana; Prasetya ningsih; Dwi Indah Suryani
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.11701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dengan berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran IPA SMP tema gelombang dan bencana. Kecakapan abad 21 menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D yang dimodifikasi dengan 3 tahap yaitu: define, design, dan development. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar wawancara dan angket validasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa instrumen tes yang dikembangkan termasuk ke dalam kategori Sangat Valid pada aspek materi sebesar 88%, konstruksi 83%, dan bahasa 92%. Pada aspek materi, perlu adanya analisis mengenai indikator berpikir kritis yang digunakan dalam menyusun setiap butir soal. Aspek konstruksi menunjukan bahwa harus terdapat keterangan yang membantu peserta didik memahami soal. Kalimat yang digunakan dalam instrumen tes sudah dibuat jelas sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda. Instrumen tes berbasis HOTS ini dapat menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR MATA KULIAH GIZI DAN KESEHATAN BERORIENTASI LAHAN BASAH Ratna Yulinda; Rizky Febriyani Putri
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.11918

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar mata kuliah Gizi dan Kesehatan berorientasi lahan basah. Analisis kebutuhan bahan ajar ini merupakan bagian dari tahapan pendefinisian (define) pada penelitian lain yang menggunakan pengembangan bahan ajar dengan model 4D (Define, Design, Develop, Dessiminate). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket melalui penyebaran googleform. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2021 di program studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan IPA yang telah menempuh mata kuliah gizi dan kesehatan. Jumlah partisipan sebanyak 91 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa membutuhkan bahan ajar berupa modul, buku ajar, Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) dan Hand Out dengan memuat kearifan lokal daerah Kalimantan Selatan. Kegiatan pembelajaran yang diharapkan adalah melalui kegiatan observasi (praktikum), ceramah, diskusi serta Tanya jawab. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa diperlukan bahan ajar yang berupa modul maupun buku ajar yang memuat kearifan lokal daerah Kalimantan Selatan, serta dosen pengampu mata kuliah merancang kegiatan pembelajaran yang disertai dengan observasi, ceramah, diskusi serta tanya jawab.
ANALISIS MISKONSEPSI LARUTAN PENYANGGA DENGAN TES PILIHAN GANDA EMPAT TINGKAT PADA SISWA Maimun Wahab; Ishak Isa; Lukman Abdul Rauf Laliyo
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.12263

Abstract

Miskonsepsi adalah konsepsi siswa yang rancu dalam memahami suatu materi. Salah satu materi pelajaran kimia yang mengalami miskonsepsi yaitu larutan penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan miskonsepsi larutan penyangga siswa di Gorontalo yang dikategorikan dalam lima aspek yaitu paham konsep, miskonsepsi false positive, miskonsepsi false negative, miskonsepsi keseluruhan dan tidak paham konsep. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif menggunakan tes pilihan ganda empat tingkat. Responden adalah siswa (N=203) kelas XI di salah satu sekolah unggulan di Gorontalo. Data dianalisis dengan tiga cara: (1) menganalisis data konsepsi siswa berdasarkan kategori, (2) mencari data konsepsi siswa berdasarkan pola jawaban siswa, (3) menganalisis pilihan jawaban siswa yang sulit dipahami. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) kategori miskonsepsi false positive 17,7 ditemukan pada konsep larutan penyangga, miskonsepsi false negative 10,3% ditemukan pada komponen larutan penyangga dan miskonsepsi keseluruhan ditemukan pada fungsi larutan penyangga 22,7%. (2) Berdasakan pola jawaban siswa miskonsepsi positif terdapat pada konsep larutan penyangga dan sifat larutan penyangga (soal nomor 1,5, dan 6), miskonsepsi false negative terdapat pada perhitungan pH larutan penyangga asam (soal nomor 4) dan miskonsepsi keseluruhan terdapat pada komponen larutan penyangga, sifat larutan penyangga, dan fungsi larutan penyangga (soal nomor 2,3,7,8,9 dan 10). (3) Berdasarkan persentase ditemukan pilihan jawaban yang sulit dipahami oleh siswa terdapat pada soal nomor 8 yaitu fungsi larutan penyangga dengan persentase 22,7%. Penelitian ini menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan pembelajaran remedial.
PENGGUNAAN TWO TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA Jesi Jecsen Pongkendek; Marantika Lia Kristyasari
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v13i1.12955

Abstract

Miskonsepsi adalah pemahaman konsep yang tidak sesuai dengan konsep yang sebenarnya. Miskonsepsi pada pembelajaran kimia oleh mahasiswa mengakibatkan hasil belajar kimia yang mereka peroleh rendah. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran miskonsepsi mahasiswa pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester 3, 5 dan 7 di Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Musamus berjumlah 24 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen TTMC yang terdiri dari 15 butir soal terdiri dari tier 1 dan tier 2. Dari 15 soal tersebut, memiliki 3 indikator konsep kesetimbangan kimia yang masing-masing terdiri dari 5 soal. Analisis miskonsepsi mahasiswa menggunakan metode GRM. Berdasarkan analisis dengan metode GRM diperoleh hasil sebagai berikut : (1) berdasarkan butir soal, ada 5 soal yang memiliki tingkat miskonsepsi lebih dari 20% yaitu soal 3 dan 4  (25%), soal 5 (29%), soal 14 (33%) dan soal 15 (33%); (2) berdasarkan indikator konsep kesetimbangan kimia, prosentase tingkat miskonsepsi terbesar terdapat pada indikator pertama dan ketiga yaitu 19% sedangkan indikator kedua hanya 3,2%. Melalui penelitian initerlihat bahwa miskonsepsi yang dimiliki oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia Universitas Musamus pada materi kesetimbangan kimia terbagi menjadi dua yaitu pada butir soal dan indikator konsep.

Page 1 of 2 | Total Record : 12