cover
Contact Name
Muhammad Afief Ma'ruf
Contact Email
afief84@gmail.com
Phone
+6281803821373
Journal Mail Official
infoteknik.ftunlam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Jl. Ahmad Yani Km. 35 Banjarbaru Kalimantan Selatan Telp. (0511)-4773868 Fax. (0511)-4773868
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Info-Teknik
ISSN : 08532508     EISSN : 24599964     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Engineering,
Jurnal Info – Teknik menerbitkan artikel – artikel karya orisinil dan signifikan pada Bidang Rekayasa Teknik.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015" : 8 Documents clear
Pengaruh Kedalaman Tancap, Spasi, dan Jumlah Cerucuk dalam Peningkatan Tahanan Geser Tanah Lunak Berdasarkan Permodelan di Laboratorium Rusdiansyah Rusdiansyah; Indrasurya B. Mochtar; Noor Endah Mochtar
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3038

Abstract

Belakangan ini pemakaian cerucuk cukup efektif sebagai metode alternatif perkuatan stabilitas lereng maupun perkuatan embankment jalan. Pada embankment jalan, cerucuk  digunakan sebagai bahan yang kaku berfungsi untuk menaikkan stabilitas tanah. Sebagai perkuatan lereng, cerucuk sangat efektif berfungsi sebagai pasak/tulangan yang dapat memotong bidang kelongsoran lereng. Sehingga cerucuk dapat memberikan tambahan gaya geser pada lereng yang mampu melawan gaya geser longsoran yang terjadi. Tambahan gaya geser yang dihasilkan oleh cerucuk tersebut dapat meningkatkan angka keamanan (safety factor) stabilitas lereng.Akhir-akhir ini pengembangan teori tentang konstruksi perkuatancerucuk padastabilitas lereng tanah lunak guna menambah kekuatan gesernya(yang mendekati kondisi di lapangan) masih sedikit dan belum memadai.Hanya saja untuk pengembangannya tersebut sangat diperlukan informasi yang rinci dan jelas tentang interaksi antara tanah lunak dengancerucuk. Informasi tersebut dapat diperoleh salah satunya dari penelitian skala laboratorium yang dibuat mendekati kondisi lapangan.                Tujuan penelitian ini untuk menjawab bagaimana pengaruh panjang tancapan (rasio tancap) dan pengaruh jarak (spasi) antar cerucuk terhadap penambahan tahanan geser dari stabilitas lereng tanah lunak. Penelitian ini dilaksanakan melalui salah satu cara pendekatan model skala laboratorium, namun perilakunya dibuat mendekati perilaku sebenarnya di lapangan. Bidang kelongsoran lereng yang terjadi di lapangan didekati dengan bidang geser yang sengaja dibuat di laboratorium dengan menggeser contoh tanah (Plab) yang terdapat dalam kotak geser hasil modifikasi yang berukuran relatif besar pada alat geser langsung. Cerucuk yang akan digunakan berupa cerucuk kayu mini dan ditanamkan pada contoh tanah tadi.Variasi rasio tancap (L/D) yang diterapkan sebesar 5, 10, 15, dan 20.Sedangkaan variasi spasi cerucuk yang digunakan sebesar 3D, 5D, dan 8D.Sedangkan untuk variasi jumlah cerucuk yang dipasang yaitu 1 batang, 2 batang, 4 batang, dan 6 batang.Diharapkan dari perilaku skala kecil tersebut dihasilkan tambahan teori mengenai perkuatan lereng dengan cerucuk yang mendekati kondisi sebenarnya di lapangan.Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa semakin besar rasio tancap yang digunakan cerucuk maka semakin meningkatkan tahanan geser tanah lunak.Selain itu tahanan geser tanah lunak juga meningkat apabila spasi antar cerucuk yang digunakan sebesar 3D sampai 5D.Akan tetapi penurunan tahanan geser tanah lunak terjadi apabila spasi antar cerucuk yang digunakan adalah lebih besar dari 5D.Selain itu bahwa tahanan geser tanah menjadi meningkat seiring dengan adanya penambahan jumlah cerucuk. Kelompok cerucuk yang menerima gaya geser horisontal pada arah sejajar terhadap baris kelompoknya (PolaPemasangan  1) menghasilkan tahanan geser tanah yang relatif lebih besar daripada arah tegak lurus terhadap baris kelompoknya (Pola Pemasangan 2). Selain itu bahwa kemampuan kelompok cerucuk dalam menahan geseran horisontal juga dipengaruhi oleh faktor efisiensi. Dimana kemampuan kelompok cerucuk dalam menahan geseran horisontal tidak akan sama dengan kemampuan masing-masing cerucuk dikalikan dengan jumlah cerucuk dalam kelompok yang bersangkutan.
Efek Waktu Pemeraman Terhadap Karakteristik Sifat Fisik Tanah Gambut dengan Bahan Stabilisasi Serbuk Kayu M. Afief Ma'ruf; Isna Syauqiah
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3041

Abstract

Tanah gambut adalah jenis tanah lunak dengan daya dukung yang rendah dan kemampumampatan yang tinggi. Tanah gambut memiliki tekstur terbuka dimana selain pori-pori makro, tekstur tanah gambut juga didominasi oleh pori-pori mikro yang berada di dalam serat-serat gambut. Dengan sistem pori ganda dan tingkat homogenitas yang tidak merata tersebut, serta berat isi tanah yang mendekati berat isi air, maka masalah pemampatan (compressibility) yang besar bisa mengakibatkan penurunan (settlement) yang besar juga. Selain itu karena tanah gambut ini sangat lembek pada umumnya mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang rendah, bahkan menurut penelitian Jelisic, Leppanen (1993) bahwa daya dukung tanah gambut lebih rendah dari pada tanah soft clay sehingga bisa mengakibatkan kelongsoron/keruntuhan (bearing capacity failure)  hal ini menjadi masalah utama bagi struktur yang akan dibangun di atasnya.
Perencanaan Fondasi MAT pada Gedung-Gedung Tinggi Steffie Tumilar
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3035

Abstract

Pada masa sekarang telah kita saksikan hadirnya berbagai gedung-gedung pencakar langit dengan besmen-besmen yang dalam yang sudah dan sedang dibangun dengan berbagai macam jenis fondasi, seperti fondasi rakit (raft/compensated foundation), fondasi dalam dengan tiang-tiang pancang dan tiang-tiang bor, serta kombinasi raft dan tiang (pile-raft foundation).
Problematika Pembangunan Infrastuktur pada Tanah Lempung Lunak dan Alternatif Metoda Penanganannya Wahyu P. Kuswanda
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3037

Abstract

Problema utama pembangunan infrastruktur pada tanah lempung lunak adalah daya dukung tanah dasarnya yangrelatif rendah dan pemampatan tanah dasarnya yang relatif besar serta berlangsung relatif lama. Apabila tanpadilakukan perbaikan pada tanah dasarnya terlebih dahulu maka infrastruktur yang dibangun berpotensi akanmengalami kerusakan sebelum mencapai umur yang direncanakan. Untuk menangani problema tersebut diantarabeberapa alternatif yang bisa dilakukan adalah melakukan perbaikan tanah dasar dengan metoda preloading denganpenggunaan prefabricated vertical drain dan metoda vacuum consolidation.
Permasalahan Geoteknik pada Pembangunan di Lahan Basah Indrasurya B. Mochtar
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3036

Abstract

Ada dua masalah besar pada bangunan di atas tanah lunak yaitu masalah daya dukung yang kecil dan masalah penurunan tanah (settlement)
Performance Jalan Menggunakan Urugan Biasa dengan Perkuatan Geotekstil di Atas Tanah Lunak Muhammad Arsyad
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3040

Abstract

Banjarmasin dan daerah sekitarnya, kondisi wilayah yang keadaan tanah dengan daya dukung rendah, karena daerah terendam dan tanahnya sangat lunak. Kerusakan jalan yang lebih cepat pada kondisi tanah dasar lunak. Pada umumnya urugan menggunakan urugan biasa. Tapi umumnya dengan urugan di atas tanah lunak ini, jalan akan rusak dengan cepat, biaya maintenance tinggi. Diperlukan waktu antara 5-10 tahun baru badan jalan mulai stabil.  Sudah ada contoh di tempat lain, urugan dengan material pilihan diperkuat dengan geotextile ternyata membuat badan jalan lebih stabil dan tahan lama, maintenance relatif rendah, tapi dengan menggunakan material pilihan dari lokasi lain, akan memerlukan biaya (transportasi, waktu), menimbulkan masalah lingkungan, dan juga kesulitan mendapatkan material.
Pondasi Dalam (Deep Foundation) Drajat Hoedajanto
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3034

Abstract

Untuk melimpahkan beban ke tanah di bawahnya, utamanys untuk tanah lunak atau beban berat
Studi Kebutuhan Air Perkotaan Banjarmasin sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan Ulfa Fitriati; Novitasari Novitasari; M. Robiyan Noor M
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3039

Abstract

Penelitian memproyeksikan penduduk Kota Banjarmasin dan kebutuhan air Kota Banjarmasin dari tahun 2014 hingga 20 tahun ke depan lalu dibandingkan kapasitas intake yang ada memenuhi kebutuhan di tahun mendatang.Dalam memproyeksikan pertumbuhan penduduk Kota Banjarmasin menggunakan 5 macam metode, yaitu metode aritmatika, metode geometrik, metode regresi linier, metode eksponensial dan metode logaritmik. Metode yang paling tepat untuk memproyeksikan pertumbuhan penduduk yaitu yang mempunyai nilai standar deviasi yang paling rendah dan nilai korelasi yang paling mendekati 1. Kebutuhan air di hitung dengan faktor kebutuhan air rata – rata, faktor kebutuhan air hari maksimum, dan kebutuhan air jam puncak. Membandingkan kapasitas intake yang ada dengan proyeksi kebutuhan air.Proyeksi penduduk Kota Banjarmasin menggunakan metode geometrik karena mempunyai nilai standar deviasi paling rendah dari metode yang lain dan nilai korelasi yang mendekati 1. Kapasitas intake yang dimiliki PDAM Bandarmasih cukup untuk mencakupi proyeksi kebutuhan air bersih Kota Banjarmasin hingga tahun 2033, namun kapasitas intake masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih jam puncak

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2025): INFOTEKNIK VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2025 Vol 25, No 2 (2024): INFOTEKNIK VOL. 25 NO. 2 DESEMBER 2024 Vol 25, No 1 (2024): INFOTEKNIK VOL. 25 NO. 1 JULI 2024 Vol 24, No 2 (2023): INFOTEKNIK VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2023 Vol 24, No 1 (2023): INFOTEKNIK VOL. 24 NO. 1 JULI 2023 2023: PROSIDING SEMNAS TAHUNAN X 2023 Vol 23, No 2 (2022): INFOTEKNIK VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2022 Vol 23, No 1 (2022): INFOTEKNIK VOL. 23 NO. 1 JULI 2022 Vol 22, No 2 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2021 Vol 22, No 1 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 1 JULI 2021 Vol 21, No 2 (2020): INFOTEKNIK VOL. 21 NO. 2 DESEMBER 2020 Vol 21, No 1 (2020): INFOTEKNIK VOL. 21 NO. 1 JULI 2020 Vol 20, No 2 (2019): INFOTEKNIK VOL. 20 NO. 1 DESEMBER 2019 Vol 20, No 1 (2019): INFOTEKNIK VOL. 20 NO. 1 JULI 2019 Vol 19, No 2 (2018): INFOTEKNIK VOL. 19 NO. 2 DESEMBER 2018 Vol 19, No 1 (2018): INFOTEKNIK Vol. 19 No. 1 Juli 2018 Vol 18, No 2 (2017): INFOTEKNIK VOL. 18 NO.2 2017 Vol 18, No 1 (2017): INFOTEKNIK Vol. 18 No. 1 2017 Vol 17, No 2 (2016): INFOTEKNIK VOL. 17 NO. 2 2016 Vol 17, No 1 (2016): INFOTEKNIK Vol. 17 No. 1 2016 2016: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2016 Vol 16, No 2 (2015): INFOTEKNIK VOL. 16 NO. 2 2015 Vol 16, No 1 (2015): INFOTEKNIK VOL. 16 NO. 1 2015 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015 Vol 15, No 2 (2014): INFOTEKNIK VOL. 15 NO. 2 2014 Vol 15, No 1 (2014): INFOTEKNIK VOL. 15 NO. 1 2014 Vol 14, No 2 (2013): INFOTEKNIK VOL. 14 NO. 2 2013 Vol 14, No 1 (2013): INFOTEKNIK VOL. 14 NO. 1 2013 Vol 13, No 2 (2012): INFOTEKNIK VOL. 13 NO. 2 2012 Vol 13, No 1 (2012): INFOTEKNIK VOL. 13 NO. 1 2012 Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011 Vol 12, No 1 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 1 2011 Vol 11, No 1 (2010): INFOTEKNIK VOL. 11 NO. 1 2010 Vol 10, No 1 (2009): INFOTEKNIK VOL. 10 NO. 1 2009 Vol 9, No 2 (2008): INFOTEKNIK VOL. 9 NO. 2 2008 Vol 8, No 2 (2007): INFOTEKNIK VOL. 8 NO. 2 2007 Vol 8, No 1 (2007): INFOTEKNIK VOL. 8 NO. 1 2007 Vol 7, No 2 (2006): INFOTEKNIK VOL. 7 NO. 2 2006 Vol 7, No 1 (2006): INFOTEKNIK VOL. 7 NO. 1 2006 Vol 6, No 2 (2005): INFOTEKNIK VOL. 6 NO. 2 2005 Vol 6, No 1 (2005): INFOTEKNIK VOL. 6 NO. 1 2005 Vol 5, No 2 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 2 2004 Vol 5, No 1 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 1 2004 Vol 4, No 2 (2003): INFOTEKNIK VOL. 4 NO. 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): INFOTEKNIK VOL. 4 NO. 1 2003 Vol 3, No 1 (2002): INFOTEKNIK VOL. 3 NO. 1 2002 Vol 2, No 1 (2001): INFOTEKNIK VOL. 2 NO. 1 2001 Vol 1, No 1 (2000): INFOTEKNIK VOL. 1 NO. 1 2000 More Issue