cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 1 (2021)" : 5 Documents clear
POTRET BERNEGARA: MENAKAR KEMAJUAN DUNIA ISLAM DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DAN TEOLOGI Muhammadong Muhammadong
Sulesana Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v15i1.23595

Abstract

Pemikiran politik Islam dan teologi merupakan bentuk wajah lama dalam dunia Islam dalam mengakselerasikan kemajuan Islam dengan formatnya sendiri. Sistem kenabian yang dicetuskan Muhammad saw dalam bernegara merupakan potret masa depan terbentuknya pemerintahan sampai pada masa khalifah. Namun, potret itu menjadi suram dan berubah drastis setelah sistem khilafah diangkat dipermukaan, pro dan kontra mulai bermunculan dalam sistem pemerintahan dan berujung pada pengambil alihan kekuasaan yang dilakukan oleh oleh kelompok Muawiyah melalui arbitrasi sehinga menjadi cikal bakal munculnya para teoloq aliran beragama. Namun kesuksesan dapat diraih dengan adanya gagasan cemerlan yang dimotori oleh pemerintahan Abbasiyah. Melalui ekspansi wilayah dan pengembangan ilmu pengetahuan, Islam mendapatkan kejayaannya sehingga mampu menyaigi dunia Barat.
AKHLAK DAN EGO (Dalam Individu, Masyarakat dan Kebangsaan) Akilah Mahmud
Sulesana Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v15i1.23597

Abstract

Akhlak merupakan sebuah sistem yang mengatur tindakan dan pola sikap manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran agama Islam, sistem nilai tersebut merupakan sumber ijtihad sebagai salah satu metode berpikir secara Islami. Akhlak  sebagai jembatan terjadinya tindakan dan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, dan hubungan manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan alam sekitarnyaDalam Islam, keberadaan Ego tetap diakui, namun dijaga dan di atur sehingga tidak berkembang menjadi Illa bagi manusia. Seorang Muslim harus sadar dengan keberadaan dirinya, Namun keberadaannya hanya ada karena Allah yang menciptakan dirinya. Di hadapan Allah, manusia adalah makhluk hina yang senantiasa menyungkurkan wajahnya ketanah sebagai bukti kerendahan dan pengabdian  manusia kepada Allah swt, bukan apa-apa, tidak ada yang dimilikinya selain kelemahan dan ketidakmampuan mereka.
KONSEP IJTIHAD (Studi Atas Pandangan Muhammad Arkoun) Muh. Taufiq; Darmawati H.; Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v15i1.23599

Abstract

Persoalan umat Islam di zaman modern memang semakin sulit dipulihkan kembali kepada misi Islam yang Rahmatan lil Alamin, ketika terlalu mensakralkan hal-hal yang selama ini menjadi pedoman umat. Seperti halnya ketika wahyu Tuhan yang telah ditafsirkan oleh para penafsir-penafsir terdahulu  dilegitimasi oleh suatu kelompok yang kemudian tidak bisa dikritisi dan tidak memberikan ruang untuk mengembangkan penafsiran baru. Karena kebutuhan sosial dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat cenderung berbeda, maka harus ada ketetapan bagi pemikiran kreatif dan reinterprestasi ketetapan Ilahi. Maka dari itu Muhammad Arkoun dalam salah satu langkahnya dalam mengembangkan ijtihad menekankan pentingnya hermeneutika dan analisis historis khususnya dalam menginterprestasikan hal yang berhubungan dengan teologis. Ijtihad atas pandangan Muhammad Arkoun ialah segala upaya untuk menyadarkan umat Islam untuk memiliki kesadaran sejarah serta memahami sejarah atau kultur itu dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Demikian itulah yang kemudian dijadikan sebagai kritik sejarah untuk merekonstruksi pemikiran Islam yang mandek dan tidak inovatif. Maka dari itu konsep ijtihad Muhammad Arkoun adalah segala upaya intelektual yang dilakukan untuk menginterpretasikan hal-hal yang sifatnya masih diselimuti kesamaran yang membingungkan sebagai upaya memajukan umat Islam. Sehingga cita-cita agama sebagai agama kemanusiaan, spiritual dan Rahmatallil alamin bagi setiap ciptaan Tuhan bisa terwujud.
PERJANJIAN WESTPHALIA DAN MOMENTUM PENDIRIAN NEGARA MODERN Ahmad Abdi Amsir
Sulesana Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v15i1.23600

Abstract

The Treaty of Westphalia in 1648 opened a new history for the political constellations of Europe and the world. Based on the results of the Westphalia agreement, the legal concept of sovereignty of the nation-state (state-nation) and the institutionalization of military power and diplomacy were mutually agreed upon by the rulers in Europe through consensus. After the emergence of the Westphalia Treaty, the new structure of the international community was based on national states and was no longer based on kingdoms, empires, and churches. In addition, the composition of the international community is also based on the nature of the state together with its government, which is to separate state power and government from the influence of the church. Various changes in the post-Westphalia international relations system include the growth of representative government, the occurrence of the industrial revolution, the development of international law, the development of diplomacy methods in addition to military strategy, the growth of interdependence among nation states in the economic field, and the birth of procedures - procedures for resolving conflicts peacefully. In short, the Westphalia Treaty has laid the foundation for this form and nature in the composition of the new international community.
PROGRAM SUMUR WAKAF SEBAGAI SOLUSI KRISIS AIR BERSIH DI NEGARA-NEGARA AFRIKA Kaslam Kaslam; Mubarak Mubarak
Sulesana Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v15i1.18805

Abstract

Ketersediaan air yang tidak mencukupi akan mengancam keberlangsungan hidup manusia di suatu wilayah. Negara – Negara yang ada di Afrika dikenal sebagai wilayah yang tandus dan memiliki iklim panas yang ekstrim. Krisis air bersih yang terus menerus terjadi telah menelan korban yang sangat besar. Islam sebagai rahmatan lil alamiin sudah seharusnya memiliki peran yang besar untuk mengurai permasalahan ini. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pembuatan sumur wakaf. Penelitian ini bermaksud mengkaji tentang manajemen pengelolaan sumur wakaf, kondisi kelangkaan air negara – negara di Afrika dan bagaimana peran lembaga wakaf di Indonesia untuk mengatasi kelangkaan air bersih di Afrika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan kajian literatur dan menelusuri informasi di media online yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasilnya, kami mendapati salah satu lembaga kemanusiaan (Aksi Cepat Tanggap), yang cukup aktif menerapkan program sumur wakaf di beberapa negara di Afrika. Secara umum, program yang dijalankan mendapatkan respon positif dari penerima manfaat sumur wakaf tersebut. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5