cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019" : 23 Documents clear
Analisis kesulitan mahasiswa bimbingan dan konseling dalam melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Saleha Saleha; M. Husen; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.969 KB)

Abstract

Abstract: This research is entitled "Analysis of Difficulties of Guidance and Counseling Internship Students in Implementing the Internship Program ". The purpose of this study was to determine the difficulties of guidance and counseling students in carrying out the practice of field experiencein internship program. The research method is a descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were internship students from the Counseling Guidance Department who implemented the 2015/2016 internship program. The research data was obtained from students through the interview. Data analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation and data verification. The results of this study indicate that, some students have difficulty in making syllabus, compiling annual, semester, and daily programs, some students are able to develop material, only using media and learning resources that are suitable to be applied to students, in preparing student lesson plans difficulties as well as in the implementation of learning activities and assessment of learning outcomes or evaluating student learning outcomes, feeling inadequate in setting materials and learning objectives as well as in selecting and organizing materials, media, and student learning resources, difficulties in managing routine tasks, learning facilities, and time, classroom management, as well as the use of learning strategies and in using language and behavior, as well as being less able to foster positive attitudes of studentsKeywords: Student difficulties, internship program Abstrak: Penelitian ini berjudul “Analisis Kesulitan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling dalam Melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesulitan mahasiswa bimbingan dan koseling dalam melaksanakan praktik pengalaman lapangan. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah Mahasiswa PPL Jurusan Bimbingan Konseling yang melaksankan PPL tahun 2015/2016. Data penelitian ini diperoleh dari mahasiswa melalui wawacara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, sebagian mahasiswa kesulitan dalam membuat silabus, menyusun program tahunan, semesteran, dan harian, beberapa dari mahasiswa mampu dalam mengembangkan materi, hanya saja kurang menggunakan media dan sumber belajar yang cocok untuk diterapkan kepada siswa, dalam penyusunan RPP mahasiswa merasa kesulitan begitu juga dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan penilaian hasil belajar atau mengevaluasikan hasil belajar siswa, merasa kurang mampu dalam menetapkan bahan dan tujuan pembelajaran begitu juga dalam memilih dan mengorganisasi materi, media, dan sumber belajar siswa, kesulitan dalam pengelolaan tugas rutin, fasilitas belajar, dan waktu, pengeloaan kelas, begitu juga dalam penggunaan strategi pembelajaran dan dalam menggunakan bahasa dan perilaku, serta kurang mampu dalam menumbuhkan sikap positif pada siswa.Kata kunci: Kesulitan mahasiswa BK-Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 
Gambaran pengunjung Warnet Andezka di Desa Kajhu Aceh Besar pada tahun 2018 Ahmad Danil; Nurhasanah Nurhasanah; Khairiah Khairiah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.023 KB)

Abstract

Abstract: This research with title “The 2018th Visitor Description Of Andezka Internet Cafe In The Village Of Kajhu, Aceh Besar”. The purpose of this study was to explain the description of visitors to Andezka cafe in Kajhu village. This research method is descriptive with a quantitative approach. The location of this study took place at andeska cafe kajhu village kec. Baitussalam kab. Aceh is large with a population of all visitors to andezka cafe. Data collection is done by using documentation studies. Data analysis using quantitative descriptive analysis. The results showed that the description of visitors to Andeska cafe consisted of four categories. The first category in the form of visitor overview based on education level is known that internet cafe users are domiciled at the high school level of education with a total of 10 respondents or 38.5%, while internet users are at least at the level of college education (PT) with a total of 3 people or at 11.5%. The description of internet cafe users based on age / age level category is known that internet cafe users are dominated by respondents with an age range between 12 to 16 years with a total of 9 people or 34.6%, whereas internet cafe users are seen based on age / age who are at least in the age range between 36 to 45 years, amounting to 0 people or 0%. The description of internet cafe users based on the number of billing (in a matter of hours) is known that the number of billing that is most widely used by respondents is 4 hours as many as 10 people or by 38.5%, while internet cafe users with the least number of billing is in 7 hours billing with 1 person or 3.8%. The description of internet cafe users based on gender is known to the most users in men with a total of 26 people or 100%. Thus it can be concluded that the description of visitors to Andezka cafe in Kajhu village is found at the level of adolescents with the number of billing that is often used as much as 4 hours a day and internet cafe users are all male.Keywords: Study of documentation, description of Visitor of Internet Cafe Abstrak: Penelitian ini berjudul “Gambaran Pengunjung Warnet Andezka di Desa Kajhu Aceh Besar pada Tahun 2018”. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan gambaran para pengunjung warnet Andezka di desa Kajhu. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini bertempat di warnet andezka desa kajhu kec. Baitussalam kab. Aceh besar dengan jumlah populasi semua pengunjung warnet andezka. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengunjung warnet andezka terdiri atas empat kategori. Kategori pertama berupa gambaran pengunjung berdasarkan tingkat pendidikan diketahui bahwa pengguna warnet berdominan pada tingkat pendidikan SMA dengan jumlah responden 10 orang atau sebesar 38,5%, sedangkan pengguna warnet paling sedikit berada pada tingkat pendidikan perguruan tinggi (PT) dengan jumlah 3 orang atau sebesar 11,5%. Gambaran pengguna warnet berdasarkan kategori tingkat usia/umur diketahui bahwa pengguna warnet didominasi oleh responden dengan rentang usia antara 12 sampai 16 tahun dengan jumlah 9 orang atau sebesar 34,6%, sedangkan pengguna warnet di lihat berdasarkan usia/umur yang paling sedikit berada pada rentang usia antara 36 sampai 45 tahun berjumlah 0 orang atau sebesar 0%. Gambaran pengguna warnet berdasarkan jumlah billing (dalam hitungan jam) diketahui bahwa jumlah billing paling banyak digunakan oleh responden adalah 4 jam sebanyak 10 orang atau sebesar 38,5%, sedangkan pengguna warnet dengan jumlah billing paling sedikit terdapat pada billing 7 jam dengan jumlah 1 orang atau sebesar 3,8%. Gambaran pengguna warnet berdasarkan jenis kelamin diketahui pengguna paling banyak terdapat pada laki-laki dengan jumlah 26 orang atau sebesar 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gambaran pengunjung warnet Andezka di desa kajhu terdapat pada tingkat remaja dengan jumlah billing yang sering digunakan sebanyak 4 jam dalam sehari dan para pengguna warnet semuanya berjenis kelamin laki-laki.  Kata kunci: Studi dokumentasi, gambaran pengunjung Warnet
Hubungan konformitas kelompok sebaya dan motivasi berprestasi remaja (Suatu penelitian pada siswa di SMA Negeri 8 Banda Aceh) Juliansyah Juliansyah; Dahliana Abd; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.793 KB)

Abstract

Abstract: This research with title “The Correlation Between The Conformity In Teenage Peer Group Towards Teenager Performance Motivation” (A research that was conducted in SMA Negeri 8 Banda Aceh) would explain how the comformity in teenegaepeer group affects the teenager performance motivation at SMA Negeri 8 Banda Aceh, the study will describe the whole image of conformity within the teenage peer group and teenager performance motivation and the correlation between both. This research use quantitative method with correlational technique. The populations of subject are teenge students at class XI in SMA Negeri 8 Banda Aceh which are 97 students. The research samples are pulled randomly using simple random sampling technique. The total number of samples are 78 students with their ages amongs 15-16 years. The data collection were collected by using the quetionaire method and likert scale. The result of the research shows that the conformity within teenage peer group and teenager performance motivation based on the categorization of the students do not prove a positive result. The analysis ends up with the information that most of the teenager are in the conformity of teenage peer group at the medium stage wich are 60 students (76,9%) and less af half of the number posses the performance motivation at the medium stage which are 37 students (47,7%). This shows a correlation value of -0,145 which lesser than the value of rtabel = 0.220 (rxy rtabel (0.05) (78)). For this the alternate hipotesis was rejected, this means no significant correlation between peer group conformity and achievement motivation in teenage of SMA Negeri 8 Banda Aceh.Keyword : Peer Group Conformity, Achievement Motivation. Abstrak: Penelitian yang berjudul “Hubungan Konformitas Kelompok Sebaya terhadap Motivasi Berprestasi Remaja (Suatu penelitian pada siswa di SMA Negeri 8 Banda Aceh)” ini mengangkat masalah bagaimana kaitan atau hubungan antara konformitas kelompok sebaya dengan motivasi berprestasi remaja di SMAN 8 Banda Aceh, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konformitas kelompok sebaya dan motivasi berprestasi remaja serta hubungan konformitas kelompok sebaya dengan motivasi berprestasi remaja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 8 Banda Aceh yang berjumlah 97 orang siswa. Penarikan sampel dilakukan secara acak (probability sampling) dengan menggunakan teknik simple random sampling. Total sampel sebanyak 78 orang siswa pada usia 15-16 tahun. Pengumpulan data menggunakan metode quesioner (angket) dengan model skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran konformitas kelompok sebaya dan motivasi berprestasi remaja berdasarkan kategorisasi diperoleh hasil analisis bahwa sebagian besar remaja memiliki tingkat konformitas kelompok sebaya pada taraf sedang yaitu sebanyak 60 siswa (76,9%) dan sementara motivasi berprestasi juga berada pada taraf sedang yaitu sebanyak 37 siswa (47,4%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rhitung = -0.145 lebih kecil dari nilai rtabel = 0.220 (rxy rtabel (0.05) (78)). Dengan demikian hipotesis alternatif ditolak, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara konformitas kelompok sebaya dan motivasi berprestasi remaja di SMA Negeri 8 Banda Aceh.Kata kunci: Konformitas kelompok sebaya, Motivasi Berprestasi.
Gambaran penerimaan diri anak panti asuhan dan faktor yang mempengaruhinya Witri Ronica; Nurhasanah Nurhasanah; Dahliana Abd.
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.417 KB)

Abstract

Abstract: Self-acceptance is the ability of individuals to be able to have a positive view of themselves and be willing to live with all the characteristics that exist in themselves without feeling uncomfortable with themselves. Without an individual's self-acceptance it would be difficult to accept a good state of self that relates to weaknesses and strengths. This study aims to describe the self-acceptance of Budi Luhur orphanage children and the factors that influence it. The approach used in this study is descriptive qualitative with the subject of the research are orphanage children who still have parents. The results showed that children lacked self-acceptance or lacked understanding, were unable to regulate emotions, and were unable to interact harmoniously with the environment. While the factors that influence it are not being able to understand the condition of themselves, feeling uncomfortable, family problems and being negative about the future. It is expected that the orphanage will improve facilities for self-development, so that foster children feel happy living in the orphanage. Furthermore, to always supervise foster children, provide good guidance, and give more attention to children, so that they can understand their true self. To parents to be able to work with caregivers to be able to convince their children, parents leave their children to orphanages not because they are not loved anymore.Keywords: Self-Acceptance, Influencing Factors, orphanage children Abstrak: Penerimaan diri adalah kemampuan individu untuk dapat memiliki pandangan positif mengenai diri sendiri dan bersedia untuk hidup dengan segala karakteristik yang ada pada diri tanpa merasa ketidaknyamanan terhadap diri sendiri. Tanpa adanya penerimaan diri individu akan sulit untuk menerima keadaan diri baik yang berhubungan dengan kelemahan maupun kelebihannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri anak panti asuhan Budi Luhur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu anak-anak panti asuhan yang masih memiliki orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak kurang memiliki penerimaan diri atau kurang memahami dirinya, kurang dapat mengatur emosi, dan kurang dapat berinteraksi secara harmonis dengan lingkungan. Sedangkan faktor yang mempengaruhinya adalah tidak bisa memahami kondisi diri, merasa tidak nyaman, permasalahan keluarga dan bersikap negatif terhadap masa depan. Diharapkan kepada pihak panti asuhan untuk meningkatkan fasilitas untuk pengembangan diri, sehingga anak-anak asuh merasa senang tinggal di panti. Selanjutnya agar selalu mengawasi anak-anak asuh, memberikan pembinaan yang baik, serta memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anak, agar mereka dapat memahami keadaan diri yang sebenarnya. Kepada orangtua agar dapat bekerja sama dengan pengasuh untuk dapat meyakinkan anak-anak bahwasannya, orangtua menitipkan anak ke panti asuhan bukan karena tidak disayang lagi.Kata Kunci: Penerimaan Diri, Faktor yang mempengaruhi, Anak panti asuhan 
Analisis faktor penyebab terjadinya kejenuhan belajar pada siswa dan usaha guru BK untuk mengatasinya Poppy Agustina; Syaiful Bahri; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.04 KB)

Abstract

Abstract: Saturation of learning can hit a student who loses motivation in learning, if left prolonged can lead to stress on students. This study aims to determine the factors that influence learning saturation experienced by students, to determine the efforts of guidance and counseling teachers in overcoming the tendency of learning saturation in students, and to find out the obstacles faced. The research used a qualitative approach with a descriptive type. The subjects in this study were 33 students and 3 GC teachers. The data collected using observations, interviews, and documentation. Data processing is narrative. Based on the results of the study, it was found that the factors that influence learning saturation experienced by students are caused by lack of resting time which makes it difficult for students to focus on learning, lack of rest due to the number of assignments given by the teacher, and the use of methods that are not varied such as the use of lecture methods, taking notes, summarizing, and without being interspersed with other methods. The BK teacher's business overcomes the tendency of student learning to saturate by providing special motivation and attention to students and providing counseling services with role playing techniques, assignments and assertive techniques, and working together between parents, homeroom teachers, and subject teachers. Constraints faced by BK teachers in overcoming the tendency of learning saturation in students in terms of communication. Keywords: Saturation of learning, Superior High School students, GC teacher effort, GC teacher constraints Abstrak: Kejenuhan belajar dapat melanda seorang siswa yang kehilangan motivasi dalam belajar, apabila hal ini dibiarkan berkepanjangan dapat mengakibatkan stres pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejenuhan belajar yang dialami peserta didik, untuk mengetahui usaha guru BK mengatasi kecenderungan kejenuhan belajar pada siswa, dan kendala yang dihadapi dalam mengatasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini siswa dan guru BK yang berjumlah 33 orang. Pengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data bersifat naratif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa faktor yang mempengaruhi kejenuhan belajar yang dialami pada siswa disebabkan oleh kurangnya waktu beristirahat yang menyebabkan siswa sulit fokus pada saat belajar, kurangnya waktu istirahat disebabkan oleh banyaknya tugas yang diberikan oleh guru, dan penggunaan metode yang tidak bervariasi seperti penggunaan metode ceramah, mencatat, merangkum, dan tanpa diselingi dengan metode yang lain. Usaha guru BK mengatasi kecenderungan kejenuhan belajar pada siswa dengan memberikan motivasi dan perhatian khusus kepada siswa serta memberikan layanan konseling dengan teknik bermain peran, penugasan dan teknik assertif, dan bekerja sama antara orang tua siswa, wali kelas, dan guru mata pelajaran. Kendala yang dihadapi oleh guru BK dalam mengatasi kecenderungan kejenuhan belajar pada siswa dalam hal berkomunikasi.Kata kunci :Kejenuhan belajar, siswa  SMA Unggul, usaha guru BK, Kendala guru BK
Penggunaan media sosial dan kaitannya dengan interaksi sosial Siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh Mirsadi Mirsadi; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.486 KB)

Abstract

 Abstract: The study aimed to describe social media usage and social interaction of SMPN Banda Aceh 4 students and the link between the two variables. This study used quantitative approach. The population of this study was 116 students of class VIII with the sample of 90 students. Data collected using social media usage and social interaction scales. Results showed that the use of social media by students at the moderate level was 48.9% and at the high level wass 46.7%. Students' social interaction in the high category was as much as 55.6%. The test of the correlation between the use of social media and the social interaction of students of SMPN 4 Banda Aceh produced a calculated value of 0.418 which was greater than rtable at df of 89 and α 0.05, which was 0.207. That is, the use of social media is positively and significantly related to the social interaction of students with the correlation category which is in the medium category. Because the correlation coefficient is positive, it can be said that the better or the controlled intensity of the use (access) of social media in students, the better the social interaction and vice versa. Therefore, it is expected that BK teachers continue to provide guidance and counseling services that are related so that students are able to use social media as needed and in place and can interact socially well.Keywords: Social Media Usage, Social Interaction, StudentsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan media sosial dan interaksi sosial siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh serta kaitan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 116 siswa kelas VIII. Adapun yang menjadi sampel yaitu 90 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan media sosial siswa pada tingkatan sedang adalah 48,9% dan tinggi adalah 46,7%. Interaksi sosial siswa berada pada kategori tinggi sebanyak 55,6%. Uji korelasi antara penggunaan media sosial dengan interaksi sosial siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh menghasilkan nilai rhitung sebesar 0,418 yang lebih besar dari rtabel pada df 89 dan α 0,05 yaitu 0,207. Artinya, penggunaan media sosial berkaitan secara positif dan signifikan dengan interaksi sosial siswa dengan kategori korelasi yang berada pada kategori sedang. Oleh karena koefisien korelasi bertanda positif, maka dapat dikatakan semakin baik atau terkontrol intensitas penggunaan (akses) media sosial pada siswa, maka akan semakin baik pula interaksi sosialnya dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, diharapkan kepada guru BK untuk terus memberikan layanan bimbingan dan konseling yang berkaitan agar siswa mampu menggunakan media sosial sesuai keperluan dan pada tempatnya serta dapat berinteraksi sosial dengan baik.Kata kunci: Penggunaan Media Sosial, Interaksi Sosial, Siswa
Analisis dukungan orangtua terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra Yuni Astuti; Martunis Yahya; Dahliana Abd.
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.534 KB)

Abstract

Abstract: Blind teenagers are able to adjust themselves well to home, school and community environment, and seen from the achievement of blind teenagers, which blind teenagers are able to compete in education like teenagers in general. The subject of this research is blind parents parenting. While the object of this study is parental support to adolescent self-adjustment of visual impairment. This study aims to find out the description of parental support to adolescent adjustment of visual impairment in high school Blind LB Banda Aceh. Specifically, this study describes the parental support of adolescent self-adjustment with visual impairment. The method used in this research is descriptive qualitative. This research data comes from observation of blind teenagers and through direct interviews with blind teen parents. The results showed that parents can provide good support so that blind teenagers are able to adjust, then viewed from the social side of parental support to blind teenagers there are two family characters, the first family who dare not release their children to interact, the second more freedom to children to interact with the environment so that children have friends and feel like other normal children. Therefore, parents as the first and principal educator for children in the family should be expected to always support and pay attention to the child both in terms of physical and spiritual, so that the lack of possessed can develop the talent and potential that exist in him.Keyword: Parental Support, Self-Adjusment, Visually Impaired, Adolescent. Abstrak: Remaja tunanetra mampu menyusuaikan diri dengan baik dilingkungan rumah, sekolah maupun masyarakat, dan dilihat dari prestasi remaja tunanetra, yang mana remaja tunanetra mampu bersaing dalam dunia pendidikan layaknya seperti remaja pada umumnya. Subjek penelitian ini adalah orangtua remaja tunanetra Sedangkan objek penelitian ini adalah dukungan orangtua terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan orangtua terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra di SMA LB kota Banda Aceh. Secara khusus, penelitian ini mendeskripsikan tentang dukungan orangtua terhadap penyesuaian diri remaja tunanetra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari observasi terhadap remaja tunanetra dan melalui wawancara langsung dengan orangtua remaja tunanetra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua dapat memberikan dukungan yang baik sehingga remaja tunanetra mampu menyesuaikan diri, kemudian ditinjau dari segi sosial dukungan orangtua terhadap remaja tunanetra terdapat dua karakter keluarga, yang pertama keluarga yang tidak berani melepas anaknya untuk berinteraksi, yang kedua lebih memberikan kebebasan terhadap anak untuk melakukan interaksi dengan lingkungannya supaya anak memiliki teman dan merasa seperti anak normal lainnya. Oleh karena itu orangtua  selaku pendidik pertama dan utama bagi anak dalam keluarga diharapkan hendaknya selalu berusaha mendukung dan memperhatikan anak baik dalam segi jasmani maupun rohani, sehingga dengan kekurangan yang dimiliki bisa mengembangkan bakat dan potensi yang ada pada diri nya.Kata kunci : Dukungan Orang Tua, Penyesuaian Diri, Remaja, Tunanetra.
Analisis faktor penyebab perilaku tidak disiplin pada siswa SMP Negeri 3 Banda Aceh Ana Fiara; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.564 KB)

Abstract

Abstract: Discipline is an important aspect that students must have in order to complete education well and support their success. This study aims to determine the types of violations of student discipline, the factors causing violations of student discipline and the services provided by the counseling teacher to overcome violations of student discipline. The approach used in this study is qualitative with narrative methods. The research subjects were students who committed disciplinary violations and counseling teachers. Data collection is done through in-depth interviews and data analysis with narrative methods. The results showed that the types of disciplinary violations committed were incomplete attributes, various types of truant behavior, not doing assignments, going out of class, using e-cigarettes and fighting. While the factors that cause students' undisciplined behavior are low self motivation factors, poor time management, family factors, teacher factors, a supportive environment and peer influence. As well as the services provided by counseling teachers are information services, group counseling services, individual services and other activities such as home visits, and case conferences.Keywords: disciplinary violations, causal analysis, guidance and counseling services Abstrak: Kedisiplinan merupakan aspek penting yang harus dimiliki siswa agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan menunjang kesuksesannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pelanggaran disiplin siswa, faktor penyebab pelanggaran disiplin siswa dan layanan yang diberikan oleh guru BK untuk mengatasi pelanggaran disiplin siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode naratif. Subjek penelitian adalah siswa yang melakukan pelanggaran disiplin dan guru BK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis data dengan metode naratif. Hasil yang diperoleh mengenai pelanggaran disiplin siswa SMP Negeri 3 Banda Aceh terdapat jenis pelanggaran disiplin seperti atribut kurang lengkap, terlambat datang kesekolah, tidak mengerjakan tugas, tidak hadir kesekolah, membolos, keluar masuk kelas, menggunakan rokok elektrik dan berkelahi. Sedangkan faktor penyebab perilaku tidak disiplin siswa adalah faktor motivasi diri rendah, manajemen waktu yang kurang baik, faktor keluarga, faktor guru, lingkungan yang mendukung dan pengaruh teman sebaya. Serta layanan yang diberikan oleh guru bimbingan konseling adalah layanan informasi, layanan konseling kelompok, layanan individual dan kegiatan lain seperti home visit (kunjungan rumah), dan konferensi kasus. Kata kunci: pelanggaran disiplin, analisis penyebab, layanan bimbingan dan konseling
Penerimaan diri remaja di panti asuhan LPI Markaz Al-Ishlah Banda Aceh Teuku Hery Setyawan Hf; Nurhasanah Nurhasanah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.358 KB)

Abstract

Abstract: This research with title “Teenager Self Acceptance Of LPI Markaz Al-Ishlah Orphanage In Banda Aceh” raised the issue of how self-acceptance in adolescents at the Islamic Education Institution Markaz Al-Ishlah Banda Aceh. This study aims to find out the picture of self-acceptance in adolescents in the future. The approach used is quantitative with the type of descriptive correlational research. The population in this study is all students in Islamic Education Day Markaz Al-Ishlah Banda Aceh, amounting to 162 students. Random sampling (probability sampling) using simple random sampling technique. A total sample of 115 santri aged 15-16 years. Data collection used questionnaire method with likert scale model and self disclosure inventory by Jeanette Murrad Lesmana which was adapted. To determine the level of self-acceptance in adolescents based on the categorization obtained the results of the analysis that generally adolescents have a very high level of self-acceptance as many as 103 students (89%). The results of this study indicate that there is a positive, strong and significant relationship between self-acceptance in adolescents with = 0.564 at a significance level of 0.05.Keywords : Self Acceptance, Teenager, Orphanage Abstrak: Penelitian yang berjudul “Penerimaan Diri Pada Remaja di Panti Asuhan LPI Markaz Al-Ishlah Kota Banda Aceh” mengangkat masalah bagaimana penerimaan diri pada remaja di Panti Asuhan Lembaga Pendidikan Islam Markaz Al-Ishlah Banda Aceh, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada remaja kedepannya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua santri di Dayah Pendidikan Islam Markaz Al-Ishlah Banda Aceh yang berjumlah 162 orang santri. Penarikan sampel secara acak (probability sampling) dengan menggunakan teknik simple random sampling. Total sampel sebanyak 115 orang santri usia 15-16 tahun. Pengumpulan data menggunakan metode quesioner (angket) dengan model skala likert dan self disclosure inventory oleh Jeanette Murrad Lesmana yang diadaptasi. Untuk mengetahui tingkat penerimaan diri pada remaja berdasarkan kategorisasi diperoleh hasil analisis bahwa umumnya remaja memiliki tingkat penerimaan diri yang sangat tinggi yaitu sebanyak 103 siswa (89%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada kaitan yang positif, kuat dan signifikan antara penerimaan diri pada remaja dengan = 0.564 pada taraf signifikan 0.05.Kata kunci: Penerimaan Diri, Remaja, Panti Asuhan
Persepsi siswa terhadap perilaku altruisme guru di SMA Negeri Kabupaten Nagan Raya Murni Murni; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.456 KB)

Abstract

Abstract: Good relationship between teacher and student will present a good perception of students towards the teacher and become a supporting factor in planting good value to students. The purpose of this study is to describe students' perceptions of the behavior of teacher altruism in Nagan Raya District Public High Schools. The research method used was the survey approach. The study population was 1240 students from three schools in Nagan Raya Regency while the study sample was 184 students. Data collected using questionnaires. The data analysis technique used was descriptive statistical analysis. The results showed that in general students had the perception that at least teachers in general had altruism behavior, but when traced based on the items it turned out that there were still students who had negative perceptions, namely assuming only a little or no teacher who had altruistic behavior. Thus it is considered important to continue to improve teacher behavior in schools, especially concerning altruism so that it can later be a way of planting altruistic behavior in students.Keywords: Student Perceptions, Teacher Altruism Behavior Abstrak: Hubungan yang baik antara guru dan siswa, akan menghadirkan persepsi yang baik dari siswa terhadap guru dan menjadi faktor penunjang dalam penanaman nilai yang baik kepada siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan persepsi siswa terhadap perilaku altruisme guru di SMA Negeri Kabupaten Nagan Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan survey. Populasi penelitian ini berjumlah 1240 siswa dari tiga sekolah di Kabupaten Nagan Raya sedangkan sampel penelitian 184 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki persepsi bahwa paling sedikit pada umumnya guru memiliki perilaku altruisme, namun ketika ditelusuri berdasarkan butur soal maka ternyata masih ada siswa yang memiliki persepsi negatif, yaitu menganggap hanya sidkit atau bahkan tidak ada guru yang memiliki perilaku artruis. Dengan demikian dipandang penting untuk terus memperbaiki perilaku guru di sekolah terutama menyangkut dengan altruisme agar selanjutnya dapat menjadi jalan penanaman perilaku altruis pada siswa. Kata Kunci : Persepsi Siswa, Perilaku Altruisme Guru

Page 1 of 3 | Total Record : 23