cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): Februari" : 4 Documents clear
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN USAP ABUR DI TK POTEUMEUREUHOM BANDA ACEH Ulfa, Nazirah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2019): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan kemampuan menjiplak bentuk dan mengotrol gerakan tangan dalam melakukan kegiatan. Perkembangan motorik halus adalah pengorganisasian penggunaan otot-otot kecil seperti jari-jemari dan tangan yang sering membutuhkan kecermatan koordinasi antara mata dan tangan. Perkembangan motorik halus anak dapat berkembang melalui kegiatan yang berhubungan dengan gerakan tubuh. Dari gerakan tangan dan jari-jemari anak dapat mengembangkan motorik halusnya melalui kegiatan usap abur. Usap abur adalah salah satu cara untuk melatih kemampuan motorik halus anak yang dalam kegiatannya anak melakukan olah tangan yang berulang-ulang. Kemampuan yang dikembangkan melalui kegiatan usap abur adalah kemampuan anak dalam menjiplak bentuk dan kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tangan. Rumusan masalah apakah kemampuan motorik halus anak dapat berkembang melalui kegiatan usap abur di TK Poteumeureuhom Banda Aceh. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan usap abur. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi. Observasi dilakukan setelah diberikan perlakuan (treatment) dengan menggunakan kegiatan usap abur. Hasil penelitian menunjukkan 4 subjek dari 6 subjek penelitian mengalami peningkatan dalam kemampuan motorik halus dalam menjiplak bentuk dan mengontrol gerakan tangan dengan menggunakan motorik halus. Dengan demikian kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Poteumeureuhom dapat berkembang melalui kegiatan usap abur.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN USAP ABUR DI TK POTEUMEUREUHOM BANDA ACEH Nazirah . Ulfa; Fakhriah . .; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2019): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan kemampuan menjiplak bentuk dan mengotrol gerakan tangan dalam melakukan kegiatan. Perkembangan motorik halus adalah pengorganisasian penggunaan otot-otot kecil seperti jari-jemari dan tangan yang sering membutuhkan kecermatan koordinasi antara mata dan tangan. Perkembangan motorik halus anak dapat berkembang melalui kegiatan yang berhubungan dengan gerakan tubuh. Dari gerakan tangan dan jari-jemari anak dapat mengembangkan motorik halusnya melalui kegiatan usap abur. Usap abur adalah salah satu cara untuk melatih kemampuan motorik halus anak yang dalam kegiatannya anak melakukan olah tangan yang berulang-ulang. Kemampuan yang dikembangkan melalui kegiatan usap abur adalah kemampuan anak dalam menjiplak bentuk dan kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tangan. Rumusan masalah apakah kemampuan motorik halus anak dapat berkembang melalui kegiatan usap abur di TK Poteumeureuhom Banda Aceh. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan usap abur. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi. Observasi dilakukan setelah diberikan perlakuan (treatment) dengan menggunakan kegiatan usap abur. Hasil penelitian menunjukkan 4 subjek dari 6 subjek penelitian mengalami peningkatan dalam kemampuan motorik halus dalam menjiplak bentuk dan mengontrol gerakan tangan dengan menggunakan motorik halus. Dengan demikian kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Poteumeureuhom dapat berkembang melalui kegiatan usap abur.
MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTRAPERSONAL ANAK MELALUI BERMAIN PUZZLE DI PAUD QUR’ANI NURUL ILMI GAMPONG REUDEUP KECAMATAN MONTASIK ACEH BESAR Fadhliana . Zahra; Fakhriah . .; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2019): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan seseorang dalam memahami dirinya sendiri. Kecerdasan intrapersonal dapat dikembangkan melalui bermain puzzle. Puzzle adalah permainan yang terdiri atas kepingan-kepingan dari satu gambar tertentu. kecerdasan intrapersonal yang dikembangkan melalui bermain puzzle yaitu kemampuan dalam bertanggung jawab dan kemampuan dalam mentaati peraturan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah kecerdasan intrapersonal anak dapat berkembang melalui kegiatan bermain puzzle di PAUD Qur’ani Nurul Ilmi Gampong Reudeup Kecamatan Montasik Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kecerdasan intrapersonal anak melalui bermain puzzle di PAUD Qur’ani Nurul Ilmi Gampong Reudeup Kecamatan Montasik Aceh Besar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Subjek penelitian ini berjumlah 5 orang anak berusia 4-5 tahun, yang keseluruhannya berjenis kelamin laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi awal (pretest) dan Observasi akhir (posttest). Observasi awal dilaksanakan sebelum diberikannya perlakuan (treatment) dengan menggunakan media puzzle dan observasi akhir dilaksanakan setelah diberikannya perlakuan (treatment). Hasil dari penelitian menunjukkan 4 dari 5 orang subjek kemampuan dalam bertanggung jawab, dan kemampuan dalam mentaati peraturan mencapai nilai 3 dari 4 nilai yaitu dengan keterangan BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Dengan demikian kecerdasan intrapersonal anak usia 4-5 tahun di PAUD Qur’ani Nurul Ilmi Gampong Reudeup Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar dapat berkembang melalui bermain puzzle. Kata Kunci: Kemampuan, Interpersonal, Bermain, Puzzle
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN PUZZLE LANTAI DI PAUD NURUL HIDAYAH DESA LAMPUUK KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Dina . Fitri; Amsal . Amri; Dina . Amalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2019): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Kognitif adalah kemampuan anak mengenal berbagai macam lambang bilangan 1-10 dan merepresentasikan berbagai macam benda dalam bentuk gambar atau tulisan, sesuai kegiatan yang  ingin disampaikan pada hari itu melalui permainan menyusun puzzle lantai. Permainan puzzle lantai adalah permainan bongkar pasang yang terbuat dari sponge eva, memiliki bentuk dan kepingan yang sama dan memiliki motif dan warna yang berbeda-beda dan akan disusun menjadi bentuk sempurna. Permasalahan yang dijumpai di PAUD Nurul Hidayah yaitu anak belum mampu menghubungkan suatu media pembelajaran dengan benda-benda di sekitar baik melalui gambar maupun tulisan serta sulit menyebutkan lambang bilangan 1-10. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan kognitif anak melalui permainan puzzle lantai di PAUD Nurul Hidayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilakukan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B usia 5-6 berjumlah 10 anak, 5 laki-laki dan 5 perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan unjuk kerja. Puzzle lantai dalam penelitian ini dengan cara mengenal, menyebutkan, menggunakan konsep bilangan, serta merepresentasikan berbagai benda dan imajinasinya dalam bentuk gambar dengan menyusun media permainan puzzle lantai. Dari Siklus I tindakan I  anak yang mendapat bintang (***) dan bintang (****) belum ada. Pada Siklus I tindakan II anak  mendapat bintang (***) 6 orang, bintang (****) belum ada. Siklus II bintang (***) 3, dan bintang (****) 7 orang. Hasil yang diperoleh perkembangan kognitif anak sudah berkembang sesuai dengan indikator pencapaian anak.Kata Kunci: Kemampuan Kognitif, Permainan Puzzle Lantai

Page 1 of 1 | Total Record : 4