cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017" : 10 Documents clear
Pengembangan Media Utama (Ular Tangga Matematika) dalam Pemecahan Masalah Matematika Materi Luas Keliling Bangun Datar Kelas III SD/MI Sigit Widhi Atmoko; Fajar Cahyadi; Ikha Listyarini
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1476

Abstract

AbstrakLandasan penelitian ini didasari dari adanya siswa yang masih kebingungan terhadap materi tentang bangun datar yakni tentang rumus luas dan keliling bangun persegi dan persegi panjang. Dari permasalahan tersebut tindak lanjut guru tentang permasalahan tersebut masih belum maksimal karena keterbatasan alat dan media untuk meningkatkan minat belajar siswa, sehingga guru masih menggunakan pembelajaran ceramah dan menggunakan LKS sebagai acuan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa UTAMA (Ular Tangga Matematika) dengan pokok bahasan keliling dan luas bangun datar untuk siswa kelas III sekolah dasar yang layak digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) menurut Borg dan Gall namun dibatasi sampai uji coba produk terbatas. Subjek penelitian adalah 57 siswa kelas III SDN 1 Pungangan, SDN 2 Pungangan, SDN Larangan Kulon Wonosobo.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi dengan teknik analisis data berupa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil pengembangan ini berupa media UTAMA dengan hasil penilaian akhir dari ahli media sebesar 95% termasuk kategori sangat baik dan hasil penilaian akhirdari ahli materi sebesar 90% termasuk kategori sangat baik. Hasil tes evaluasi siswa rata-rata sebesar 88,84. Hasil analisis tangggapan siswa terhadap media sebesar 94,4% dan pada angket keberterimaan media oleh guru sebesar 90%. Hal ini menunjukan bahwa media UTAMA telah dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.Kata kunci: pengembangan, media utama, pemecahan masalah matematika.AbstractThe study is based on the existence of students who are still confused about the material about the wake flat about the formula area and circumference of building square and rectangle.From the problems above, teachers’ follow-up of the problems still had not maximal due to limitations of tools and medias to increase students interest, so that teachers still used communicative learning and worksheets as students references. This study aimed to produce teaching media in the form Snakes and Ladders Mathematics with the subject were areas and circumferences of two-dimentional figure for third grade of elementary school which the teaching media proper to used. This research is a development (Research and Development) by Borg and Gall but it was restricted to the limited product trials. The subjects of the study were 57 students of third grade in SDN 1 Pungangan, SDN 2 Pungangan, SDN Larangan Kulon Wonosobo. The data collection techniques used observations, interviews, questioners and documentations which the data analysis techniques in the form of descriptive quantitative and descriptive qualitative. The result of this development was Snakes and Ladders Mathematics with the results of the final assessment from media experts was 95% included in the category of very good results and the result of the final assessment from media experts was 90% included in the category of very good results, the results of evaluation of students' test averaged of 88.84. The analysis results of students’ response to the media was 94.4% and in the media acceptance questionnaire by teachers was 90%, this showed that Snakes and Ladders Mathematics as teaching media had been declared valid and proper to used in learning at  elementary school.Keywords: the development, snakes and ladders media, mathematical problem solving
Pengaruh Metode Drill dan Metode Bermain Terhadap Keterampilan Bermain Bola Voli Mini (Studi Eksperimen Pada Siswa SD Negeri 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang) Yuni Astuti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1276

Abstract

AbstrakBerdasarkan pengamatan penulis di lapangan bahwa 19 siswa dari 32 siswa (59%)  siswa belum memiliki keterampilan bermain bola voli mini yang baik. Masalah tersebut kemungkinan terjadi karena kurang tepatnya metode latihan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh metode drill dan metode bermain terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa SD Negeri 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu (quasi-exsperiment. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli mini yang berjumlah 64 siswa, sedangkan sampel diambil dengan purposive sampling sehingga sampel yang digunakan berjumlah 35 orang. Tes yang digunakan adalah tes keterampilan bermain bola voli mini yang terdiri dari tes servis, passing bawah dan passing atas. Data dianalisis dengan menggunakan uji – t. Hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) metode drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa (thitung = 19,23 > ttabel = 2,13). Nilai rata-rata tes awal metode drill diperoleh 50,00 dan tes akhir 78,92. Artinya terdapat peningkatan sebesar 28,92. (2) metode bermain memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa (thitung = 13,01 > ttabel = 2,13). Nilai rata-rata tes awal metode bermain diperoleh 50,00 dan tes akhir 63,65. Artinya terdapat peningkatan sebesar 13,65. (3) terdapat perbedaan antara metode drill dan metode bermain terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa (thitung = 7,02 > ttabel = 2,13). Nilai rata-rata tes akhir metode drill adalah 78,92 dan metode bermain 63,65. Artinya terdapat perbedaan sebesar 15,27.Kata kunci:  metode drill, metode bermain, keterampilan bermain bola voli miniAbstractThe field observations conducted by the writer reveal that 19 out of 32 students (59%) elementary students have less skill in playing mini volley ball. This problem might be because of using inappropriate training method. This research aimed at uttering the effect of drill method and play method on skills of playing mini volleyball for students at elementary school 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. The type of this research is quasi experiment. The population was 64 students who attended extracurricular in mini volley ball program. Samples were drawn with purposive sampling technique, eventually, this study had 35 samples. The data were analysed by t-test score of mini volleyball skills, which consists of test of service, forearm pass dan overhead pass. Analysed of data using by t-test. The result of the data analysis showed that (1) drill method significantly affected on skills of playing mini volleyball for students (tscore = 19,23 > ttable = 2,13). The mean of pre test of drill method is 50,00 and post test 78,92. It means there is a significant improvement 28,92. (2) play method significantly affected on skills of playing mini volleyball for students (tscore = 13,01 > ttable = 2,13). The mean of pre test of play method is 50,00 and post test 63,65. It means there is a significant improvement 13,65 (3) there was a different effect between drill method and play method on skills of playing mini volleyball for students at elementary school 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang (tscore = 7,02 > ttable = 2,13). The mean of post test of drill method is 78,92 and play method is 63,65. It means there is a difference 15,27.Keyword: drill method, play method, skills of playing mini volley ball
Studi Terapi Bioreligy Pal Apalan Peserta Ngaji Al-Quran Kelompok Belajar SD/MI Di Langgar Kiai Kampung Madura Zaitur Rahem
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1469

Abstract

AbstrakPergerakan dunia sekolah di negeri ini terus meningkat. Namun, sejumput masalah menghadirkan warna setiap tahap perkembangan. Korbannnya adalah pesera didik. Peserta didik di setiap kelompok memiliki karakter yang berbeda. Studi ini mengungkapkan realitas kelompok belajar untuk mempelajari kelompok usia anak. Karena itu, usia anak sering menjadi masalah orang dewasa. Entah karena disengaja atau tidak disengaja (tidak tahu). Berkaitan dengan kenyataan yang terungkap hari ini, dunia belajar di masa depan persekolahan tanah air bisa bercermin dari kelompok belajar perkampungan di pulau Madura. Karena itu, ada fakta humanis, tanpa dipaksa. Yakni, melalui teknik Pal Apalan. Pal apalan mencakup pengetahuan, tindakan, dan pemahaman praktis yang bisa dikategorikan bioreligy. Studi dalam makalah ini mencoba untuk memilih fakta fenomenologis, strategi belajar mengajar di sebuah institusi pendidikan tradisional, dan telah mampu menghasilkan (siswa) yang berkualitas. Melalui metode kualitatif, dan teknik pengumpulan data snawball sampling, sumber data dapat dilacak dengan mudah. Faktanya dapat ditemukan, metode pembelajaran yang diimplementasikan Pal Apalan di langgar Kiai Kampung di Madura mampu memberi manfaat kepada siswa untuk menerima bahan ajar. Kata kunci: bioreligy, pal apalan, kiai kampungAbstractThe movement of the world's schooling in the country continue to rise. However, a pinch of problems present color every stage of development. The victim, learners. Learners in each group studied different. These studies reveal the reality of learning groups to learn the child's age group. Therefore, the child's age is often a matter of trial adults. Either due to accidental or deliberate (do not know). Relating of reality are revealed today, the world learned study groups in the township could to be Madura island mirror the world's future homeland  school. Therefore, There are facts humanist, you know without being forced. Namely, through techniques apalan pal. Pal apalan manifested knowledge, action, and practical understanding that can be categorized bioreligy. Studies in this paper tries to pick a phenomenological facts, teaching and learning strategies in a traditional educational institution, and have been able to produce (students) qualified. Through qualitative methods, and data collection techniques snawball sampling, data sources can be tracked easily. The fact can be found, the learning method implemented pal apalan violated kijaji village dimensional Madura able to provide benefits to the students to receive teaching materials.Keyword: bioreligy, pal apalan, madura
Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam Buku 100 Cerita Anak Pilihan dan Kesesuaiannya Sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di SD/MI Agus Kichi Hermansyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1368

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam buku 100 Cerita Anak Pilihan dan kesesuaiannya sebagai bahan pembelajaran sastra di SD/MI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah studi kepustakaan dengan subjek penelitian buku 100 Cerita Anak Pilihan karya Ammy dan Rani. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai kemanusiaan dan kesesuaiannya sebagai bahan pembelajaran sastra. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengumpulan dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya: (1) nilai-nilai kemanusiaan dalam buku 100 Cerita Anak Pilihan yang terdiri atas nilai moral kepribadian dan moral sosial, dan (2) buku 100 Cerita Anak Pilihan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra di sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah.Kata Kunci: cerita anak, nilai-nilai kemanusiaan, pembelajaran sastra. AbstractThis research aimed to describe the values of humanity contained in 100 Cerita Anak Pilihan book and appropriate as literary learning materials at elementary schools. The Method of this research is literature review with subjects were 100 Cerita Anak Pilihan book created by Ammy and Rani. The object of this study is values of humanity and their appropriate as learning materials in literature. The approach used is a pragmatic approach. Data collection method used a method of collecting documents. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. Results from this study is the discovery of: (1) the values of humanity in the 100 Cerita Anak Pilihan book consisting of personality morals values and social morals, and (2) 100 Cerita Anak Pilihan book can be used as a learning material literature in elementary schools.Keywords: story child, values of humanity, literary learning.
Pengaruh Metode Drill Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Perkalian Pada Siswa Kelas III MIN Kota Cirebon Aceng Jaelani; Siti Aisyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1472

Abstract

AbstrakMatematika adalah pelajaran yang dianggap sangat sulit dan membosankan. Dalam proses pembelajaran matematika di MIN Kota Cirebon, peneliti menemukan bahwa hasil belajar matematika masih rendah. Nilai rata-ratanya adalah 51,  lebih rendah dari KKM sebesar 65. Hal ini dimungkinkan karena proses pembelajaran yang dilakukan masih konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang bagaimana hasil belajar matematika materi perkalian kelas III MIN Kota Cirebon sebelum menggunakan metode drill, untuk memperoleh data tentang bagaimana penerapan metode drill dalam pembelajaran matematika materi perkalian kelas III MIN Kota Cirebon, untuk memperoleh seberapa besar pengaruh metode drill terhadap  hasil belajar matematika  materi perkalian siswa kelas III MIN Kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain one-group pre-test - post-test design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan tes. Sedangkan analisis data menggunakan uji regresi. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan Metode Drill dalam pembelajaran matematika menurut responden yang memilih jawaban selalu sebesar 16 responden (67%). Hasil belajar Matematika pada kelas III melalui penggunaan Metode Drill menunjukan kategori baik (diperoleh hasil rata-rata sebesar 85,8 %). Sedangkan besarnya angka pengaruh penggunaan metoda Drill terhadap hasil belajar Matematika sebesar 56%. Artinya, 56 % hasil belajar matematika di kelas ini dipengaruhi oleh Metode Drill. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan t hitung (5,295) lebih besar dari t tabel (1.72074) maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh metode drill (X) terhadap hasil belajar (Y) matematika materi perkalian siswa kelas III MIN Kota Cirebon.Kata kunci: metode drill, hasil belajar. AbstractMathematics is a lesson that is considered very difficult and boring. In the process of learning mathematics in MIN Cirebon City, researchers found that the results of learning mathematics is still low. The average score is 51, lower than the KKM of 65. This is possible because the learning process is still conventional. The purpose of this research is to get data about how the result of learning mathematics of material of grade III MIN of Cirebon City before using drill method, to get data about how the application of drill method in learning mathematics material grade III MIN Cirebon City, to obtain how much influence drill method Toward the result of learning mathematics material of student of grade III MIN of Cirebon City. The method used in this research is an experimental method using one-group pre-test - post-test design. Data collection techniques used were questionnaires and tests, and data analysis using regression test. From the results of this study, we know that the use of Drill Method in mathematics learning according to respondents who choose the answer is always for 16 respondents (67%). Mathematics learning outcomes in grade III through the use of Drill Method showed good category (obtained an average result of 85.8%). While the magnitude of the influence of the use of Drill method of learning achievement of Math is 56%. That is, 56% of mathematics learning outcomes in this class is influenced by Drill Method. Because the significant value is smaller than 0.05 and t arithmetic (5.295) is greater than t table (1.72074) then H0 is rejected and Ha accepted, it means there is influence of drill method (X) on the learning outcome (Y) MIN Kota CirebonKey words: drill methods, learning outcomes.
Model Kepemimpinan Guru dalam Proses Pembelajaran Di Kelas pada Jenjang SD/MI Azamul Fadhly Noor Muhammad
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1443

Abstract

AbstrakHakekat kepemimpinan di kelas adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Guru juga dapat menjadi seorang pemimpin pada saat pelaksanaan pembelajaran  berlangsung, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Tujuannya diharapkan guru dapat memimpin siswa sesuai dengan fungsi kepemimpinan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Seorang guru juga harus memahami model-model kepemimpinan yang baik, hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang baik sal ah satunya ditentukan oleh gaya kepemimpinan yang identik dengan model kepemimpinan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Pada proses pembelajaran di kelas tingkat sekolah dasar sangat berbeda dengan tingkat menengah, terutama dalam hal menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Otomatis gaya kepememimpinan guru juga harus disesuaikan dengan keadaan siswa di tingkat sekolah dasar.Kata Kunci: kepemimpinan di kelas, model kepemimpinan, guru AbstractThe nature of classroom leadership is the ability of influencing and motivating students to achieve learning goal at school. Teachers can also be a leader during the learning process, either inside or outside the classroom. The expected goal is the teacher role in leading students should be in line with the leadership function which is related to the learning goal. A teacher should also understand good models of leadership, because good teaching and learning process is determined by the leadership style which relects the teachers’ leadership model in in-class teaching-learning process. The learning system of primary level is very different from that of secondary level, especially in the way of delivering the teaching material to students. Therefore, teachers’ leadership style should be adjusted to the condition of students at primary school.Keywords: classroom leadership, leadership style, teacher
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pembagian di Kelas IV MIN Gebang Udik Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon Latifah Latifah; Nurlaeli Nurlaeli
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1474

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi siswa yang belum mencapai kepada kata memuaskan, juga adanya kesulitan belajar yang dihadapai siswa dan kesulitan guru dalam mengajarkan matematika masih sangat rendah. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut, tentu saja banyak faktor yang menyebabkkan, misalnya masalah klasik tentang penerapan metode pembelajaran matematika yang masih berpusat pada guru (techer center), sementara siswa cenderung pasif mendengarkan penjelasan guru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Terhadap Hasil Belajar Matematika antara kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) di MIN Gebang Udik Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen yaitu suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti. Analisis data yang digunakan berupa analisis komparatif dengan menggunakan uji “t”.Hal ini Berdasarkan dari nilai R Square sebesar 0,604 (kuadrat dari koefisien korelasi 0,777). Dari data tersebut dapat diartikan bahwa 60,4% pengaruh penggunaan penggunaan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) terhadap variable y (hasil belajar) sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Pada tabel  hasil t hitung sebesar 6 5,919  serta signifikan 0,000. Untuk t tabel dicari pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 25-2-1 = 22. Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi =0,05) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar  1,717. Karena t hitung (5,919  ) lebih besar dari t tabel (1,717) maka Ho ditolak, artinya bahwa ada pengaruh Penggunaan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) terhadap Hasil Belajar.Kata Kunci: Model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR)ABSTRACTThe research was motivated students who have not reached to a satisfactory word, also their learning difficulties faced by students and teachers in teaching mathematics difficulties are still very low. Low student learning outcomes are, of course many factors that menyebabkkan, for example, the classic problem of the application of mathematics learning method is still centered on the teacher (techer center), while students tend to passively listening to the teacher's explanation.This study aims to determine whether there is influence learning model application Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) on the Result of Math between the experimental group using model Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) with a control group who did not use learning models Auditory, Intellectually, repetition (AIR) in MIN Udik Gebang Gebang District of Cirebon.This study is a research experiment is a way to find a causal relationship between the two factors is intentionally inflicted by the researcher. Analysis of the data used in the form of comparative analysis using the test "t".It is Based on the value of R Square of 0.604 (the square of the correlation coefficient 0.777). From these data it can be interpreted that the 60.4% effect of the use of Auditory learning model, Intellectually, Repetition (AIR) to variable y (the learning outcomes) while the rest influenced by other factors. T count in the results table for six as well as significant 5.919 0.000. For t table sought the significant level of 5% with degrees of freedom (df) n-k-1 or 25-2-1 = 22. By testing the two sides (significance = 0.05) results obtained for t table of 1.717. Because t arithmetic (5.919) is greater than t table (1.717), then Ho is rejected, it means that there is the influence of Use Auditory learning model, Intellectually, Repetition (AIR) against the Learning Outcomes. Keywords: Auditory learning model, Intellectually, Repetition (AIR)
Strategi Guru Kelas dalam Mumbuhkan Nilai-nilai Karakter Pada Peserta Didik (Study Kasus : SDN Pondok Dalem 01 Semboro dan MI Fathus Salafi Ajung Jember) Syaiful Rizal; Abdul Munip
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1462

Abstract

AbstrakGuru kelas menjadi “Ujung Tombak” dalam menumbuhkan nilai-nilai pendidikan karakter pada siswa di sekolah dasar. Dari tugas, peran dan kegiatan peroses pembelajaran di sekolah dasar guru kelas memiliki waktu interaksi yang paling sering dengan siswa dari pada guru mata pelajaran. Kenyataanya guru kelas sebagian besar hanya mengetahui bahwa tugasnya adalah menata dan mengelola kelas; mengontrol kehadiran siswa; menyusun administrasi kelas dan melaksanakan bimbingan dan konseling kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Penelitian ini untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan guru kelas dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter pada siswa di dua lembaga pendidikan yang keduanya sama-sama mengimplementasikan pendidikan karakter akan tetapi memiliki Background yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan multi teknik dan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deksriptif analisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Peneliti memberikan gambaran bahwa strategi pendidikan karakter guru kelas yang ideal adalah menjadikan pendidikan yang mampu memberikan kesadaran dari berbagai pihak. Strategi yang dapat dilakukan oleh guru kelas adalah : 1) Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran (RPP), 2) pembelajaran intrakulikuler (Pengalaman Belajar), 3) proses pengembangan diri atau pembelajaran ekstakulikuler 4) pembudayaan atau pembiasaan baik yang di lakukan dalam kelas maupun luar kelas, dan 5) kerjasama yang dilakukan guru kelas dengan semua pihak baik di sekolah maupun dengan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci : Strategi, Guru Kelas, Nilai-nilai Karakter, Peserta DidikAbstractClassroom teacher as “Stakeholder” in fostering the character values of education of student in elementary school. According to the responsibility, role and learning process of elementary school, classroom teacher has the most interaction time with student than subject teacher. In fact, most of classroom teachers only handled their responsibility to organize and manage class, control the student’s present, prepare the administrative matters of class and apply the guidance and counceling functions. This research was to examine how the implementation of classroom teacher in fostering the values of student character in two educational institutions that have a purpose to implement character education value with different background.This research is a qualitative research. The research source of this research is porposive sampling. The data collecting technique using multiple technique and in this research using descriptive data analysis technique. Afterwards, the data will be analize step by step by data collection, data reduction, data presentation and conclusion.The researcher suggested that the proper strategy of character education of classroom teacher to make an education capable of providing awareness to all of sides. The strategues that can be applied by classroom teacher were : 1. Integrating the values in every subject (RPP) 2. Intracullicular learning (experience learning) 3. Self-development or extracurricular learning 4. Habituation of excellent behaviour both in the classroom and outside, and 5. The cooperation between all of sides including classroom teacher, student’s family and comunity. Keyword : Strategy, Classroom Teacher, Character Value, Student
Pengembangan Media Pokari Pokabu (Pop-Up dan Kartu Ajaib Pengelompokkan Tumbuhan) Untuk Siswa Kelas III SD/MI Lulut Sugiarti; Diana Endah Handayani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1475

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya siswa yang menyukai bidang kajian IPA, namun beberapa menganggap sukar karena jarang menggunakan media dalam pembelajaran, keterbatasan guru dalam menyiapkan media, atau karena keterbatasan koleksi media di sekolah. Meskipun demikian mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik, efisien, dan efektif. Sesuai dengan masalah tersebut, tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengembangkan media pembelajaran POKARI POKABU (Pop-Up dan Kartu Ajaib Pengelompokkan Tumbuhan) pada pembelajaran IPA materi Pengelompokkan tumbuhan kelas III Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data validasi ahli media dan data validasi ahli materi. Instrumen pengumpulan data berupa angket soal. Data yang di peroleh dari angket dianalisis secara deskriptif. Hasil pengembangan berupa media POKARI POKABU dengan hasil validasi ahli media pembelajaran tahap 1 sebesar 91,67% dan pada tahap 2 sebesar 97,62%, hasil validasi ahli materi tahap 1 sebesar 95% dan pada tahap 2 sebesar 97%, hal ini menunjukan bahwa media POKARI POKABU telah dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.Kata kunci : pengembangan, media, pokari pokabu. AbstractMost of the students was interested in learning sains, but some of them assume that it was difficulft because they seldom used media in learning process, the limitedness of the teacher in preparing media, or because of the limitedness of the media collection in the schooll. All of the problems above was being the background of this study. However, they still hoped that learning sains in school could be served in attractive, efficient, and effective. Based on the problems, the objectives of the study which be achieved was to develop the learning media POKARI POKABU (Pop-Up and Magic Card Grouping Plants) in learning sains, on the chapter grouping plants of the third grades of elementary school. This research was research development. The data which collected in this research was the data validation of the expert of media and the data validation of the expert of the subject. The instrument to collect the data was the questionnaire of question. The data which collected from the questionnaire then it was analyzed descriptively. The result of the development on POKARI POKABU media and the validation result of learning media expert on cycle 1 was 91,67% and on the cycle 2 was 97,62%, the validation result of the subject expert on cycle 1 was 95%and on the cycle 2 was 97%, it showed that POKARI POKABU media had stated valid and suitable to be used in learning in elementary school.Keywords: development, media, pokari pokabu
Pengembangan Lembar Kerja Pembelajaran IPA Berbasis Al Quran untuk siswa MI Pipih Nurhayati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1463

Abstract

                                    AbstractThis study aims to provide a reference to  developing science worksheet based on Quran. This study using the Research and Development (RnD) method with limited implementation. Subject of this study were 33 students SD / MI in Cimahi who determined purposively. The research data came from observations, expert judgment, questionnaires and interviews. Plant is science theme which used which is divided into several sub-themes: the classification of plants, growth and reproduction of plants. Worksheets learning assessed from several aspects,the effectiveness of lab work, pedagogy, content, technical, and aesthetic. The results obtained show that the worksheet has the practical effectiveness value was excellent (93.3%). Strong technical aspects (81.25%), as well as aspects of pedagogy, content and aesthetic is very strong (87.5%). After following the learning, students gave positive responses (93%) of the science worksheet based Quran.Keywords: worksheet, based Quran, MI  

Page 1 of 1 | Total Record : 10