cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam
ISSN : 19791399     EISSN : 25483889     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal OASIS adalah jurnal ilmiah kajian Islam dibawah pengelolaan program pascasarjana IAIN Syekh Nurjati, kehadirannya ditujukan sebagai wadah aktualisasi karya para akademisi maupun praktisi dengan fokus kajian terkait ilmu Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan Islam. Jurnal ini terbit dua kali selama satu tahun yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
INTEGRASI NILAI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SAINS (IPA) DI SEKOLAH DASAR NEGERI SADAMANTRA KUNINGAN Pudin Saripudin
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.202 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.2665

Abstract

AbstractThis study analyzes the relationship between science and religion in the view of Islam, and describes the integration between science and religion or science and technology in science learning activities (IPA) at Sadamantra State Elementary School, Jalaksana, Kuningan, West Java.This article confirms that the integration of Islamic values in science education education (IPA) at Sadamantra State Elementary School is real, done and so inevitably. This conclusion is contrary to the assumption that some scientists are doubting the integration of science and denying Islamic scholarship. The assumption that denying the integration of Islam and science is answered by the author by presenting normative, historical, and empirical evidence.The facts prove that the separation of religion with science will only complicate the learning process itself. After all, students must be equipped with Islamic values in science learning to stimulate student behavior as a learner as well as community in their environment.Keywords: Integration, Islamic values, Science, SDN Sadamantra  AbstrakPenelitian ini menganalisis hubungan sains dan agama dalam pandangan Islam, dan mendeskripsikan integrasi antar sains dan agama atau iptek dan imtak dalam kegiatan pembelajaran sains (IPA) di Sekolah Dasar Negeri Sadamantra, Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat.Artikel ini menegaskan bahwa integrasi nilai Islam dalam pembelajaran pendidikan sains (IPA) di Sekolah Dasar Negeri Sadamantra nyata, terlaksana dan sebau keniscayaan. Kesimpulan ini bertolak belakang dengan anggapan beberapa ilmuan yang menyangsikan integrasi keilmuan dan menafikan keilmuan Islam. Anggapan yang menafikan integrasi Islam dan sains dijawab oleh penulis dengan menghadirkan bukti-bukti normatif, historis, dan empiris.Fakta membuktikan bahwa pemisahan agama dengan sains hanya akan mempersulit proses pembelajaran itu sendiri. Bagaimana pun siswa harus dibekali dengan nilai-nilai keislaman dalam pembelajran IPA untuk memacu perilaku siswa sebagai pembelajar sekaligus komunitas  di lingkungannya. Kata kunci: Integrasi, nilai-nilai Islam, Sains, SDN Sadamantra  
PENGARUH MEDIA PORNOGRAFI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWASMA-SMK MANDIRI CIREBON Hannah Yukhi Primita
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.027 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.2667

Abstract

In the era of technology like today, pornography is very easily accessed through the media, especially the virtual media. The prices of Internet rent are affordable by teenagers and children, moreover the mobile phone that have internet applications, making pornography easily accessed through the virtual media. From the interview results of 25 students of SMA-SMK Mandiri Cirebon, obtained an information that they often to see the pornography through the internet media, tabloids, magazines and comics. Five of these 25 students also keep the pornographic video on their mobile phones. Of these 25 students, 12 students have kissed with their boy/girlfriends, 8 students have already held hands. While the rest 5 students said that they never consume pornography through any media, has never kissed lips, but had held hands with his boy/girlfriend. By the technology advance, the teenagers are often searching for the wrong information such as pornographic movies and pornographic images. Di era teknologi seperti saat ini, pornografi sangat mudah diakses melalui media, terutama media maya. Harga rental internet yang terjangkau oleh remaja dan anak-anak hingga media telepon seluler yang mempunyai aplikasi internet, membuat pornografi semakin mudah di akses melalui media maya. Dari hasil wawancara terhadap 25 peserta didik di sekolah SMA-SMK Mandiri Cirebon, diperoleh informasi mereka sering melihat pornografi melalui media internet, tabloid, majalah dan komik. Lima diantara 25 siswa ini juga menyimpan film porno dalam handphone mereka. Dari 25 siswa ini, 12 siswa pernah berciuman dengan pacar mereka, 8 siswa sudah pernah berpegangan tangan. Sedangkan dari 5 siswi SMA-SMK Mandiri Cirebon, semuanya mengatakan tidak pernah mengkonsumsi pornografi melalui media apapun, belum pernah berciuman bibir, tapi pernah berpegangan tangan dengan pacarnya. Semakin meningkatnya tekhnologi sering para remaja mencari informasi yang salah seperti info film porno dan gambar porno. 
REPRESENTASI MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN BERPIKIR DAN KEAGAMAAN PESERTA DIDIK (Telaah terhadap Buku PAI dan Budi Pekerti SMP Kelas VII terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Khusnul Khotimah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.87 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.1814

Abstract

Students’ pregnancy cases in SMAN 8 Cirebon had occurred several times. It urged school to drop out those female students. In order to prevent this case raising up another time, the school should apply a policy.This study was aimed at describing students’ sex education, portraying students’ sex behaviors, and discovering whether sex education influences students’ sex behavior.There were two variables included in this study: 1) sex education (X) as the independent variable, 2) students’ sex behaviors (Y) as the dependent variable. It was an experimental study which involved 30 students of grade X in SMAN 8 Cirebon. This study applied proportional random sampling. A rating scale test was administered to find out how sex education influenced students’ sex behaviors.  The result of this study showed that there were 23 students or 76,7% of students assumed that the implementation of sex education was categorized good, 7 students or 23,3% of students rated adequate, while no one of the students rated sex education poor. Meanwhile 57% of the students indicated had positive sex behavior and 13% of them had negative sex behavior. Therefore, The implementation of sex education at school is needed for the improvement of students’ positive sex behaviors. This effort can lead students to be aware of religion and social norms.  Kasus kehamilan siswa di SMAN 8 Cirebon telah terjadi beberapa kali. Ini mendesak sekolah untuk mengeluarkan siswa perempuan tersebut. Untuk mencegah kasus ini muncul lagi, sekolah harus menerapkan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan seks siswa, menggambarkan perilaku seksual siswa, dan menemukan apakah pendidikan seks mempengaruhi perilaku seksual siswa. Ada dua variabel yang termasuk dalam penelitian ini: 1) Pendidikan seks (X) sebagai variabel bebas, 2) perilaku seks siswa (Y) sebagai variabel dependen. Ini adalah studi eksperimental yang melibatkan 30 siswa kelas X di SMAN 8 Cirebon. Penelitian ini menggunakan proportional random sampling. Uji skala penilaian dilakukan untuk mengetahui bagaimana pendidikan seks mempengaruhi perilaku seks siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 23 siswa atau 76,7% siswa beranggapan bahwa pelaksanaan pendidikan seks dikategorikan baik, 7 siswa atau 23,3% siswa dinilai cukup, sementara tidak ada siswa yang menilai pendidikan seks. miskin. Sementara 57% siswa menunjukkan perilaku seks positif dan 13% di antaranya memiliki perilaku seks negatif. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan seks di sekolah sangat dibutuhkan untuk peningkatan perilaku seks positif siswa. Upaya ini bisa membuat siswa sadar akan norma agama dan sosial.
PENGARUH PENDIDIKAN SEKS TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PESERTA DIDIK SMA NEGERI 8 CIREBON (PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM) Novi Tridayani
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.111 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.1947

Abstract

Students’ pregnancy cases in SMAN 8 Cirebon had occurred several times. It urged school to drop out those female students. In order to prevent this case raising up another time, the school should apply a policy.This study was aimed at describing students’ sex education, portraying students’ sex behaviors, and discovering whether sex education influences students’ sex behavior.There were two variables included in this study: 1) sex education (X) as the independent variable, 2) students’ sex behaviors (Y) as the dependent variable. It was an experimental study which involved 30 students of grade X in SMAN 8 Cirebon. This study applied proportional random sampling. A rating scale test was administered to find out how sex education influenced students’ sex behaviors.  The result of this study showed that there were 23 students or 76,7% of students assumed that the implementation of sex education was categorized good, 7 students or 23,3% of students rated adequate, while no one of the students rated sex education poor. Meanwhile 57% of the students indicated had positive sex behavior and 13% of them had negative sex behavior. Therefore, The implementation of sex education at school is needed for the improvement of students’ positive sex behaviors. This effort can lead students to be aware of religion and social norms.Kasus kehamilan siswa di SMAN 8 Cirebon telah terjadi beberapa kali. Ini mendesak sekolah untuk mengeluarkan siswa perempuan tersebut. Untuk mencegah kasus ini muncul lagi, sekolah harus menerapkan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan seks siswa, menggambarkan perilaku seksual siswa, dan menemukan apakah pendidikan seks mempengaruhi perilaku seksual siswa. Ada dua variabel yang termasuk dalam penelitian ini: 1) Pendidikan seks (X) sebagai variabel bebas, 2) perilaku seks siswa (Y) sebagai variabel dependen. Ini adalah studi eksperimental yang melibatkan 30 siswa kelas X di SMAN 8 Cirebon. Penelitian ini menggunakan proportional random sampling. Uji skala penilaian dilakukan untuk mengetahui bagaimana pendidikan seks mempengaruhi perilaku seks siswa.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 23 siswa atau 76,7% siswa beranggapan bahwa pelaksanaan pendidikan seks dikategorikan baik, 7 siswa atau 23,3% siswa dinilai cukup, sementara tidak ada siswa yang menilai pendidikan seks. miskin. Sementara 57% siswa menunjukkan perilaku seks positif dan 13% di antaranya memiliki perilaku seks negatif. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan seks di sekolah sangat dibutuhkan untuk peningkatan perilaku seks positif siswa. Upaya ini bisa membuat siswa sadar akan norma agama dan sosial.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MENURUT Al-QUR’AN SURAT AL-KAHFI AYAT 60-82 (Kajian Tafsir al-Misbah dan Tafsir al-Maraghi) Opik Taopikurohman
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.815 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.1915

Abstract

Al-Qur'an as a source of Islamic thought is very much provide educative inspiration that needs to be developed philosophically and scientifically, as the basis of preparation. Among the methods used by the Qur'an to teach humanity is to describe events in the past in the form of stories.This research is literature research or ordinary. Research Library with descriptive-analytical approach that is related to the concept and analysis of interpretation as well as differences and similar interpretations of Islamic values in the QS. Al-Kahf verses 60-82 contained in tafsir al-Misbah and al-Maraghi.The research results show 1) There are different interpretations of M. Quraish Shihab by using the method of writing tahlili and maudhu'i (thematic) tafsir and explaining the content of a single content with themes related to other themes related to the same theme theme While al-Maraghi Using ijmali and tahlili methods and explaining in detail incidents and events per verse. In his interpretation, he often associates events or words in the verse in a structured manner. 2) The Values of Islamic Education can be drawn from the story of Prophet Musa. And Khidr is education for several lines of education. Educational Aspects for Educators or Teachers, about strategies that can enhance students' learning spirit and character must-have. Aspects of education for students, about the nature and morality of a learner who must possess the persistence, the nature of curiosity, modesty, and ready to learn on the rank without regard to rank and degree. Al-Qur’an sebagai sumber pemikiran Islam sangat banyak memberikan inspirasi edukatif yang perlu dikembangkan secara filosofis maupun ilmiah, sebagai kerangka dasar dalam membangun sistem nilai-nilai pendidikan Islam. Di antara metode yang digunakan oleh al-Qur’an untuk memberi pelajaran bagi manusia adalah dengan menguraikan peristiwa-peristiwa pada masa lalu dalam bentuk kisah-kisah.Penelitian ini merupakan penelitan kepustakaan atau biasa dikatakan Library Research dengan pendekatan deskriptif-analitis yaitu yang berkaitan dengan konsep dan analisis tafsir serta perbedaan dan persamaan penafsiran tentang nilai-nilai pendidikan Islam dalam QS. al-Kahfi ayat 60-82 yang terkandung dalam tafsir al-Misbah dan al-Maraghi.Hasil penelitan menunjukkan 1) Terdapat perbedaan penafsiran M. Quraish Shihab menggunakan metode penulisan tafsir tahlili dan maudhu’i (tematik) dan menjelaskan isi kandungan ayat satu persatu terlebih dahulu mengulas secara global isi kandungan surat secara umum dengan mengaitkan ayat lain yang berkaitan yang memiliki tema yang sama. Sedangkan al-Maraghi menggunakan metode ijmali dan tahlili dan menjelaskan secara detail kejadian dan peristiwa per ayat. Pada penafsirannya, ia sering mengaitkan peristiwa atau kata dalam ayat secara logis sehingga kisah pada ayat terkesan runtut dan detail. 2) Nilai-Nilai Pendidikan Islam yang dapat diambil dari kisah Nabi Musa as. dan Khidir yaitu nilai pendidikan untuk beberapa lini pendidikan. Aspek nilai pendidikan untuk pendidik atau pengajar, tentang strategi membuat desain pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta karakter sabar dan tegas yang harus dimiliki. Aspek nilai pendidikan untuk pelajar, tentang sifat dan akhlak seorang pelajar yang harus dimiliki yaitu kegigihan, sifat rasa ingin tahu, kesopanan, dan siap berguru pada siapapun tanpa memandang pangkat dan derajat.  
PESANTREN DI ANTARA GENERASI ALFA DAN TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Erfan Gazali
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.361 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.2893

Abstract

Pesantren as an educational institution-based religion that has the main task of transmission of Islamic knowledge, maintenance of Islamic tradition and reproduction of 'ulama' has been faced with the challenges of changing times and the character of generations that live in the present. This study is descriptive explorative which analyzes the challenges of pesantren in the aspects of education and da'wah in the fourth industrial revolution era (RI 4.0) and the presence of students from alpha generation with all their characteristics as digital natives. This paper uses generation categorization theory by Bencsik, Juhász, & Horváth-Csikós (2016), industrial revolution by Schwab, K. (2016), i-scoop. (2018) and pesantren studies by Azra and Jamhari (2006) Ahmad (2010). Pesantren sebagai Sebagai lembaga pendidikan berbasis agama yang memiliki tugas pokok yaitu transmisi ilmu-ilmu dan pengetahuan Islam, pemeliharaan tradisi Islam, dan  reproduksi (calon-calon) ulama telah dihadapkan pada tantangan perubahan zaman dan karakter generasi yang hidup pada masa sekarang. Kajian ini bersifat deskriptif eksploratif yang menganalis tantangan pesantren dalam aspek pendidikan dan dakwah di era revolusi industri keempat (RI 4.0) dan kehadiran peserta didik dari generasi alfa dengan segala karakteristik mereka sebagai penduduk asli digital. Tulisan ini mengunakan teori kategorisasi generasi oleh  Bencsik, Juhász, & Horváth-Csikós (2016), revolusi industri oleh Schwab, K. (2016, i-scoop. (2018) dan kajian pesantren oleh Azra dan Jamhari (2006) dan Ahmad, 2010)
POLA PENERAPAN TRAINING GUARDIAN ANGEL DALAM MENGADVOKASI SISTEM PENDIDIDKAN DI LEMBAGA TK AWLIYA CIREBON Didi Rosadi
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.758 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.2758

Abstract

It is unfortunate that many children who have talent, are not awarded, School only emphasizes the ability of logic and language. The result of research by using case study technique and field with interview method, it can be concluded that: Guardian Angel guidance pattern is education accompaniment by using design that involves institution, teacher, parents, community around. With Guardian Angel guidance teaching system at Awliya Cirebon Kindergarten become more innovative and creative.So fun and comfortable for educators in institutionalized Kindergarten Awliya Cirebon. Implementation of a socialized system in every activity from start understanding the system, how to work and evaluation in the application of the system continues to be accompanied. Among the system design paradigm learning, making product learning outcomes, authentic assessment, process-based assessment. The barrier factor is divided into two, internal factors lack of teacher awareness in receiving the fund system running the teacher system is not fully ready with the new system, especially the detailed lesson plan. external factors is the low socialization activities to parents and the surrounding environment. Pola pendampingan Guardian Angel merupakan pendampingan pendidikan dengan menggunakan desain yang melibatkan lembaga, guru, orang tua, masyarakat sekitar.Dengan pendampingan Guardian Angel sistem pengajaran di TK Awliya Cirebon menjadi lebih inovatif dan kreatif. Sehingga menyenangkan dan nyaman bagi pelaku pendidikan dilembaga TK Awliya Cirebon. Implementasi sistem yang disosialisasikan disetiap kegiatan dari mulai pemahaman sistem, cara kerja serta evaluasi dalam penerapannya sistem terus didampingi. Diantaranya desain sistemnya yaitu: paradigm belajar, modalitas belajar, memori jangka panjang, membuat produk hasil belajar, penilaiana utentik, penilaian berbasis proses. Adapun faktor hambatan terbagi dua, faktor internal kekurangan siapnya guru dalam menerima sistem dana menjalankan sistem guru belum sepenuhnya siap dengan sistem yang baru, terutama lesson plan yang detail. faktor eksternal adalah rendahnya kegiatan sosialisasi kepada orang tua dan lingkungan sekitar. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7