cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam
ISSN : 19791399     EISSN : 25483889     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal OASIS adalah jurnal ilmiah kajian Islam dibawah pengelolaan program pascasarjana IAIN Syekh Nurjati, kehadirannya ditujukan sebagai wadah aktualisasi karya para akademisi maupun praktisi dengan fokus kajian terkait ilmu Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan Islam. Jurnal ini terbit dua kali selama satu tahun yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
Aspirasi Perempuan Pedesaan Terhadap Pendidikan Islam (Studi Kasus Di Desa Harjawinangun Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal) Ikbal Faizal
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.066 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4601

Abstract

Rural women are a community unit that has certain characteristics and uniqueness, especially when associated with geographic and psychological conditions in the countryside. Therefore, it becomes interesting and has its own value to study. This study aims to reveal the educational background of rural women, what factors influence the existence of rural women and how the aspirations of rural women towards Islamic education. This type of research is a field research using a qualitative descriptive analysis approach. The techniques used for collecting data are observation, interviews, and documentation, and triangulation. Data analysis was carried out comprehensively from the beginning of the study and during the research process to the conclusion. Research conclusion: In accordance with the background of the status of the research subjekts (Housewives, Teachers, Village Devices, Organizational and Student Administrators) In general, these life backgrounds influence the views of their aspirations towards Islamic education. Factors that influence the aspirations of rural women towards Islamic education include the still crisis of awareness in studying, lack of public awareness of education, limited costs, environment and insufficient income for parents. The aspirations of women towards Islamic education in Harjawinangun Village are quite high, especially those who believe that human demands are not only intellectually intelligent but must have good morals.Perempuan pedesaan merupakan satu kesatuan masyarakat yang memiliki ciri khas dan keunikan tertentu apalagi jika dikaitkan dengan geogerafis dan psikologis tertentu dalam hal ini di pedesaan. Karenanya menjadi menarik dan nilai tersendiri untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan latar belakang pendidikan perempuan pedesaan, faktor apa saja yang mempengaruhi keberadaan perempuan pedesaan dan bagaimana aspirasi perempuan pedesaan terhadap pendidikan islam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan field research dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan triangulasi. Adapun  analisis data dilakukan secara komprehensif dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian sampai kepada akhir kesimpulan. Kesimpulan penelitian: Sesuai dengan latar belakang status subjek penelitian (Ibu rumah tangga, Guru, Perangkat Desa, Pengurus Organisasi dan Pelajar) Secara umum, latar belakang hidup tersebut mempengaruhi pandangan aspirasinya terhadap pendidikan Islam. Faktor yang mempengaruhi aspirasi perempuan pedesaan terhadap pendidikan Islam antara lain masih krisisnya kesadaran menuntut ilmu, minimnya kepedulian masyarakat pada pendidikan, keterbatasan biaya, lingkungan dan penghasilan orang tua yang tidak mencukupi. Aspirasi perempuan terhadap pendidikan Islam di Desa Harjawinangun cukup tinggi terlebih ada yang berpandangan bahwa Tuntutan kedepan manusia tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi harus memiliki akhlak (afektif) yang baik.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inquiry Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Keterampilan Berpikir Dan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas VII Di SMPN Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu Lilah Kholilah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.634 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4220

Abstract

This study aims to provide proof of the description of the implementation of the inquiry learning model in Islamic learning at the Junior High School of Sindang, Indramayu Regency, to the skills of learning thinking and independence. This study uses a quasy-experimental method with the type of non equivalent post-test only control group design research design. Data collection techniques used questionnaire distribution techniques to 59 respondents consisting of 30 respondents in the experimental class and 29 respondents in the control class.The statistical analysis used was the independent t-test analysis. Based on the results of linear regression analysis, it was concluded that: The application of the inquiry learning model in Islamic learning was good. This can be seen from the average response of respondents in the experimental class) in the good category of 77.98%. 2) There is a difference in the average score of students' thinking skills with a value of t. positive count of 4.162, sig value. (2-tailed) of 0,000, and the mean difference of 5.552. 3) There are differences in the average score of learning independence with the value of t. positive count of 3.922, sig value. (2-tailed) of 0,000 and the mean difference of 6,268.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pembuktian tentang gambaran penerapan model pembelajaran inquiry pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII di junior high school Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu, terhadap keterampilan berfikir dan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan jenis desain penelitian non equivalent post-test only control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penyebaran angket kepada 59 responden terdiri atas 30 responden di kelas eksperimen dan 29 responden di kelas kontrol.Analisis statistik yang digunakan adalah analisis independent t-test. Berdasarkan hasil analisis regresi linear, disimpulkan bahwa: Penerapan model pembelajaran inquiry dalam pembelajaran PAI adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata jawaban responden di kelas eksperimen)  dalam kategori baik sebesar 77,98%. 2) Terdapat perbedaan rata-rata skor keterampilan berpikir peserta didik dengan nilai t. hitung positif sebesar 4,162, nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000, dan mean difference sebesar 5,552. 3) Terdapat perbedaan rata-rata skor  kemandirian belajar  dengan nilai t. hitung positif sebesar 3,922, nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 dan mean difference sebesar 6,268
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Model Jamaah Tabligh (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-Madani Purwasari Garawangi Kuningan) Yayan Sopyan
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.137 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4375

Abstract

The reality of students who have distinctive characteristics with other pesantren in Kuningan, from the way of dress and programs owned by Pesantren Al-Madani, with the model approach of worshippers Tabligh. This research aims to reveal theoretically and empirically the process of planting religious values of the model of pilgrims Tabligh, and how success and what are the supporting factors and the termination. This type of research is a field study with a qualitative descriptive analysis approach. Data collection Techniques: observation, interviews, documentation, and triangulation. The data analysis is done comprehensively conducted since the beginning of research and during the research process until the end of the conclusion. In conclusion: Internalization of religious values Tabligh model is done through the six basic principles: realizing the shahadatain, prayer with solemnity and Khudu, science and dhikr, glorify fellow Muslims, correcting intentions, and Khuruj fi Sabilillah. Then the success found in instilling the religious values of the model of worshippers Tabligh. The supporting factors, including Streangths are; The existence of Pesantren, an Islamic environment, Kyai leadership style, classical and modern methods. Chances There is a form of support and recognition from the government, Islamic educational institutions that open themselves to all circles. The inhibitory factor includes its weakness; The double role that Kyai has, the lack of awareness to apply what has been learned in the hut, facility facilities, infrastructure that still lacks support. Challenge Cultural influences and the flow of information globally as well as the background of the different students.Realita santri yang mempunyai ciri khas yang berbeda dengan pesantren lain yang ada di Kabupaten Kuningan, dari mulai cara berpakaian dan program yang dimiliki Pondok Pesantren Al-Madani, dengan menggunakan pendekatan model jamaah tabligh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan secara teoritis dan empiris proses penanaman nilai-nilai agama model jamaah tabligh yang dilakukan Kiai di Pondok Pesantren Al-Madani, dan bagaimana keberhasilannya serta apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis  penelitian ini merupakan penelitian lapangan field research dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Adapun  analisis data dilakukan secara komprehensif dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian sampai kepada akhir kesimpulan. Kesimpulan penelitian: Pertama, internalisasi nilai-nilai agama model jamaah tabligh dilakukan melalui enam prinsip dasar yaitu, merealisasikan kalimah tayyibah/syahadatain, shalat dengan khusu dan khudu, ilmu dan dzikir, memuliakan sesama muslim, mengoreksi niat/ikhlas, dan khuruj fi sabilillah. Kedua, keberhasilan ditemukan dalam menanamkan nilai-nilai agama model jamaah tabligh di pondok pesantren Al-Madani. Ketiga, faktor pendukungnya, meliputi Streangths adalah; eksistensi Pondok Pesantren Al-Madani, lingkungan pondok pesantren yang Islami,  gaya kepemimpinan Kyai, metode yang klasik dan modern. Adapun Peluangnya; Adanya bentuk dukungan dan pengakuan dari pemerintahan, lembaga pendidikan Islam yang membuka diri untuk seluruh kalangan. Faktor penghambat meliputi kelemahanya adalah; peran ganda yang dimiliki Kyai, kurangnya kesadaran santri untuk mengaplikasikan apa yang telah dipelajari di pondok, fasilitas sarana, prasarana dan lainnya yang masih kurang mendukung. Tantanganya; pengaruh budaya dan arus informasi yang global serta latar belakang keberagamaan santri yang berbeda.
Manajemen Bimbingan Konseling dalam Menangani Kenakalan Siswa di Madrasah Tsanawiyah Mafatihul Huda Cirebon Asep Kurniawan
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.948 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4493

Abstract

Problematic and naughty students can almost be found in every school, especially the development of children who tend to want to try something new.  This is a trigger factor for student delinquency.Handling students’ delinquency is the task of the guidance and counseling teacher.Therefore, madrasa must have its management to deal with students’ problems. The purpose of the study was to reveal in depth the management of guidance and counseling in dealing with MTs Mafatihul Huda students’ delinquency.This is a case studies-qualitative research.The results of the study revealed that student delinquency were ditching, smoking, riding truck. The causes were family, environment and peers. This situation was responded to by MTs Mafatihul Huda through management of counseling and guidance. The stages were planning, organizing, implementing and evaluating. This is not in accordance with its implementation, however, because it was not strict in handling students’ delinquency. In addition, guidance and counseling teachers did not intensively overcome students’ delinquency.
Pembelajaran Model Inquiry Training Berbantu Metode Debat Untuk Meningkatkan Kemampuan Berargumentasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas XI SMA Negeri 7 Cirebon Salamah Fauziyah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.018 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4288

Abstract

This research is backed by a low level of students ' ability. This is evidenced by the students still experiencing difficulties in revealing ideas/ideas, the ability to ask is still low, and students have difficulty in solving learning problems. The purpose of this research is 1) to know how much of the study training model is assisted by the debate method in improving the ability to argue, 2) to know how to learn a large model learning inquiry training method Debate in improving student learning outcomes, 3) to know how to learn about the learning model of inquiry training assisted by debate in improving the ability to argue and student learning outcomes. The method used is the Quasy method of experimentation. Simple random sampling can be sampled in 2 classes, each of which amounted to 25 students for the experimental class and 25 students for the control class. The research instruments used are the task and of argument skills, multiple choice tests for learning outcomes, teacher activity observation sheets. The data analysis techniques used are test normality, homogeneity test and hypothesis testing. Based on the results of the T-test data analysis in pairs and the results of the hypothesized test analysis showed that the application of the model inquiry Islam in the class of XI SMA Negeri 7 Cirebon.. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan beragumentasi siswa masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan siswa masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide/gagasan, kemampuan bertanya masih rendah, dan siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui seberapa besar pembelajaran model inquiry training berbantu metode debat dalam meningkatkan kemampuan berargumentasi, 2) untuk mengetahui sebarapa besar pembelajaran model inquiry training berbantu metode debat dalam meningkatkan hasil belajar siswa, 3) untuk mengetahui sebarapa besar pembelajaran model inquiry training berbantu metode debat dalam meningkatkan kemampuan berargumentasi dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode quasy eksperimen. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling di dapat 2 kelas yang masing masing berjumlah 25 siswa untuk kelas eksperimen dan 25 siswa untuk kelas kontrol. Instrument penelitian yang digunakan adalah task dan rubric kemampuan berargumentasi, tes pilihan ganda untuk hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data uji t berpasangan dan Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan penerapan model inquiry training berbantu metode debat dapat meningkatkan kemampuan berargumentasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMA Negeri 7 Cirebon.
Teologi Pembebasan Dalam Pendidikan Islam Perspektif Asghar Ali Engineer Dedeh Azizah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.435 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4128

Abstract

According to the view of liberation theology, Islamic education must be able to produce people who take a role in the social system that promotes justice as citizens and citizens of the world in the view of religion (just, not oppressed) who are damaged by humans themselves. From the explanation, the author was interested in conducting a study "Liberation Theology in Islamic Education Perspective of Asghar Ali Engineer".The formulation of the research problem is: 1. What is the meaning of Liberation Theology? 2. What is the Asghar Ali Engineer's Perspective  Liberation Theology? 3. How is the Liberation Theological Implication for Islamic Education Asghar Ali Engineer Perspective? This research was conducted with literature research. His research methods include data sources, data collection and data analysis. The results of the study concluded that the Liberation Theology according to Asghar Ali Engineer was interpreted as freedom that emphasizes the aspect of reason or construct of thinking in interpreting the book (holy text). For him, theology is a reflection of existing social conditions, and thus a theology is socially constructed. Asghar's method of thinking is normative and transcendental. Theological Implications of Liberation for Islamic Education include; Islamic Education is a practice of liberation, curriculum development is carried out in line with the development of non-curriculum factors, including the effects of economic, political, social, cultural, legal and other changes, including the academic factors of the kurikuluym, Asghar Ali Engineer views the Qur'an, as well as the text other texts, can be interpreted by various methods.Menurut  pandangan teologi pembebasan, pendidikan Islam harus mampu menghasilkan manusia yang mengambil peran dalam sistem sosial yang mengedepankan keadilan sebagai warga negara dan warga dunia dalam pandangan agama (manusia yang adil, tidak tertindas) yang dirusak oleh manusia sendiri. Dari paparan tersebut penulis merasa tertarik untuk melakuakan penelitian “Teologi Pembebasan dalam Pendidikan Islam Perspektif Asghar Ali Engineer”. Rumusan masalah penelitian ini adalah : 1. Apa makna Teologi Pembebasan? 2. Bagaimana Teologi Pembebasan Persepektif Asghar Ali Engineer? 3. Bagaimana Implikasi Teologi Pembebasan Bagi Pendidikan Islam Persepektif Asghar Ali Engineer? Penelitian ini dilakukan dengan penelitian literatur (Library research). Metode penelitiannya mencakup sumber data, pengumpulan data, dan analisis data. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Teologi Pembebasan menurut Asghar Ali Engineer adalah diartikan sebagai kebebasan yang menitik beratkan pada aspek akal atau konstruk berpikir dalam menafsirkan kitab (teks suci). Baginya, teologi adalah refleksi dari kondisi sosial yang ada, dan dengan demikian suatu teologi adalah dikonstruksi secara sosial. Metode pemikiran Asghar bersifat normatif, kontekstual dan transendental. Implikasi Teologi Pembebasan Bagi Pendidikan Islam diantaranya; Pendidikan Islam Merupakan Praktik Pembebasan, Pengembangan kurikulum dilakukan searah dengan perkembangan faktor Non-Kurikulum, antara lain akibat perubahan ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum dan lain-lain, termasuk faktor akademik kurikuluymnya, Asghar Ali Engineer memandang Qur’an, sebagaimana teks-teks lain, bisa diinterpretasikan dengan berbagai metode.
Pelaksanaan Sistem Full Day School (Study Kasus Di SD Islam Mumtaz Cidahu Kuningan Jawa Barat) Rima Melati
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.73 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.3958

Abstract

Islamic Elementary School of Mumtaz has implemented a full day learning system since 2014. This research is a manifestation of the researchers' curiosity about the full day school system at Mumtaz Islamic Elementary School. This study used a qualitative approach, the location of his research at Mumtaz Cidahu Islamic Elementary School, Kuningan, West Java. Data collection techniques with observation, in-depth interviews, and documentation analysis. Islamic Elementary School of Mumtaz  includes having two integrated curricula, the Ministry of Education and Culture curriculum and the Imam Nawawi foundation curriculum in Islamic education (tauhid, morality, jurisprudence, dzikir do'a, hifdzul hadith, al-quran, tahfidz quran and Arabic reading). The learning method is made easy fun. The implementation of a full day school system at Mumtaz Islamic Elementary School in Islamic education subjects has been successful, as seen from the grades of the class above 83, the attitude of the students who are better, memorization, the achievements of the race and the number of students who continue to increase Sekolah Dasar Islam Mumtaz  melaksanakan sistem full day school sejak tahun 2014. Penelitian ini adalah wujud  dari rasa keingintahuan  peneliti akan  pelaksanaan sistem full day school di SD Islam Mumtaz. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif, lokasi penelitiannya di SD Islam Mumtaz Cidahu Kuningan Jawa Barat. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, serta analisis dokumentasi. Kurikulum SD Islam Mumtaz yaitu kurikulum kemendikbud dan kurikulum yayasan Imam Nawawi  di mata pelajaran PAI (tauhid, akhlak, fiqih, dzikir do’a, hifdzul hadits, al-qur’an, halaqoh, tahfidz quran dan membaca arab gundul). Metode pembelajaranya dibuat  mudah  menyenangkan. Pelaksanaan sistem full day school  di  SD Islam Mumtaz pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam sudah berhasil, terihat dari nilai raport rata rata kelas di atas 83, sikap siswanya yang lebih baik, hafalan,  prestasi hasil perlombaan serta jumlah siswanya yang terus meningkat

Page 1 of 1 | Total Record : 7