cover
Contact Name
akhmad khalimy
Contact Email
jurnalinklusif@gmail.com
Phone
+6281312460012
Journal Mail Official
jurnalinklusif@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Inklusif: Jurnal Pengkajian Penelitian Syariah dan Ilmu Hukum
ISSN : 23032669     EISSN : 25489631     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal INKLUSIF is a journal organized by Department of Syari’ah, Post Graduate Programe Syekh Nurjati State Islamic University. It only publishes original papers (no plagiarism) of literature and field research related to the Study and Research of Economics and Islamic Law. It focuses on the theme and topic of Islamic law: Islamic Criminal Law; Islamic Civil Law; Islamic Family Law; Application of Islamic Law in Indonesia; Islamic Economics; Islamic Banking, Sharia Accounting; and Issues of Contemporary Islamic Economics.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018" : 7 Documents clear
PEMANFAATAN DANA REMITANSI TENAGA KERJA INDONESIA DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2012-2016 (Studi Kasus Pada Pemanfaatan Dana Remitansi TKI Di Kabupaten Indramayu) Samsul Maarif
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.609 KB) | DOI: 10.24235/inklusif.v3i1.2654

Abstract

Based on data from the Center for Research and Information Development of the National Agency for Placement and Protection of Indonesian Migrant Workers (BNP2TKI) in 2016, Indramayu Regency occupies the second position of the largest Indonesian migrant workers in West Java province after East Lombok, which amounted to 16,625 thousand inhabitants. However, when viewed from the Human Development Index (HDI) in Indramayu District from the Year 2012-2016 the lowest average among the neighboring areas in the region Ciayumajakuning, as well as the level of poverty, the highest average.This study aims to identify the utilization of remittance funds of Indonesian workers (labor migrants) in Indramayu District Year 2012-2016 and examine the inhibiting factors and factors supporting the utilization of remittance funds of Indonesian workers (TKI) on regional development in Indramayu District.This research uses qualitative research with field study. Data collection is done by observation, interview, and documentation to get information about the problem under study. While the data analysis is done to provide descriptive description and draw conclusions from the description.Keywords: Remittance, TKI, Consumtive, Productive, and Ukhrawiyah
PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL DAN PENDAPATAN FINANSIAL TERHADAP GAYA HIDUP DAN POLA KONSUMSI SERTA IMPLIKASINYA PADA PERSEPSI KEBAHAGIAAN (Studi pada Guru dan Karyawan MTs Negeri Brebes) Nok Uripah
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.503 KB) | DOI: 10.24235/inklusif.v3i1.2473

Abstract

AbstrakBahagia adalah harapan semua orang. Tuhan memberikan kebahagiaan kepada semua manusia pada berbagai kondisi, ada yang banyak syarat, ada yang dengan beberapa syarat, bahkan ada yang tanpa syarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh kecerdasan spiritual terhadap gaya hidup, (2) pengaruh pendapatan finansial terhadap gaya hidup, (3) pengaruh kecerdasan spiritual terhadap pola konsumsi, (4) pengaruh pendapatan finansial terhadap pola konsumsi. (5) pengaruh kecerdasan spiritual terhadap persepsi kebahagiaan, (6) pengaruh pendapatan finansial terhadap persepsi kebahagiaan, (7) pengaruh gaya hidup terhadap persepsi kebahagiaan dan (8) pengaruh pola konsumsi terhadap persepsi kebahagiaan. Populasi penelitian adalah guru dan karyawan MTs Negeri Brebes, jumlah 128 orang, pengambilan sampel dengan metode purposive sampel yaitu dari semua guru dan karyawan secara proporsional, jumlah 57 orang. Ada tiga struktur dalam penelitian ini. Struktur kesatu pengaruh antara kecerdasan spiritual dan pendapatan finansial terhadap terhadap gaya hidup, struktur kedua pengaruh antara kecerdasan spiritual dan pendapatan finansial terhadap pola konsumsi dan struktur ketiga pengaruh kecerdasan spiritual, pendapatan finansial, gaya hidup dan pola konsumsi terhadap persepsi kebahagiaan. Hasil penelitian (1) terdapat pengaruh antara kecerdasan spiritual bersama-sama dengan pendapatan finansial terhadap terhadap gaya hidup sebesar 19,00%, namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan spiritual terhadap gaya hidup (2) terdapat pengaruh secara langsung pendapatan finansial terhadap gaya hidup sebesar 21,81% (3) terdapat pengaruh antara kecerdasan spiritual bersama-sama dengan pendapatan finansial terhadap pola konsumsi sebesar 10,90%, namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan spiritual terhadap pola konsumsi (4) terdapat pengaruh pendapatan finansial terhadap pola konsumsi sebesar 9,12%. (5) terdapat pengaruh kecerdasan spiritual terhadap persepsi kebahagiaan sebesar 19,01% (6) terdapat pengaruh antara pendapatan finansial terhadap persepsi kebahagiaan sebesar 7,67% (7) terdapat pengaruh gaya hidup bersama semua variabel yang lain terhadap persepsi kebahagiaan sebesar 52,10%, namun tidak terdapat pengaruh signifikan antara gaya hidup terhadap persepsi kebahagiaan (8) terdapat pola konsumsi bersama semua variabel yang lain terhadap persepsi kebahagiaan sebesar 52,10%, namun tidak terdapat pengaruh signifikan antara pola konsumsi terhadap persepsi kebahagiaan.
NAFKAH RUMAH TANGGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Abdul Fatakh
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.887 KB) | DOI: 10.24235/inklusif.v3i1.2766

Abstract

AbstractThe problem of living in domestic life is very important.  Household problems arise due to understanding and paying a living that is not ideal. For example, the disappearance of responsibility, affection, love, to the point of divorce. In fact, the divorce, though lawful, is an act that is hated by Allah ta'ala.In this simple article, the author will explore thoroughly the problem maintenance from the perspective of Islamic law by referring to the opinions of scholars who trusted. Will stick because the issue of the concept of livelihood in Islam is very wide and to obtain a more focused and deeper description, then the above theme is limited only to the discussion about the scholars' view of the law of livelihood.Keywords: Livelihood, Mahar, Wife, Husband AbstrakPersoalan nafkah dalam kehidupan rumah tangga sangat penting. Tidak jarang permasalahan rumah tangga bermunculan akibat pemahaman dan pembayaran nafkah yang tidak ideal. Misalnya, menghilangnya rasa tanggungjawab, rasa sayang, rasa kasih, hingga sampai berujung pada perceraian. Padahal, perceraian itu, meski halal, merupakan tindakan yang dibenci Allah ta’ala. Dalam artikel sederhana ini penulis akan mengupas tuntas pesoalan nafkah dalam perspektif hukum Islam dengan merujuk pendapat-pendapat ulama yang mu’tabar. Akan tetapi karena persoalan mengenai konsep nafkah dalam Islam sangat  luas  dan untuk memperoleh uraian yang lebih fokus dan mendalam,  maka tema di atas dibatasi hanya pada pembahasan seputar  pandangan ulama tentang hukum nafkah.Kata kunci: Nafkah, Mahar, Isteri, Suami
SIDANG ISBAT PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH PRESPEKTIF HUKUM ISLAM (Kajian Terhadap penetapan Kementerian Agama RI selaku Ulil Amri) Khaerun Nufus
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.226 KB) | DOI: 10.24235/inklusif.v3i1.2476

Abstract

ABSTRAKHingga saat ini, upaya Pemerintah c.q Kementerian Agama RI guna mewujudkan penyatuan dalam penentuan awal bulan Kamariah di tanah air masih belum sepenuhnya berhasil, hal ini tampak dengan masih sering terjadinya perbedaan penetapan awal bulan Kamariah di kalangan masyrakat muslim maupun ormas Islam. Padahal, penetapan awal bulan Kamaraiah merupakan suatu persoalan yang sangat penting baagi umat Islam, dikarenakan menyangkut permasalahan ibadah dan penetapan hari libur nasional.Penelitian ini, penulis tertarik untuk mengkaji tentang bagaimana mekanisme penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal oleh Kementerian Agama, serta bagaimana kedudukan putusan Kementerian Agama RI serta penetapkan 1 Ramadan dan 1 Syawal dalam kajian Hukum Islam.Penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, yang lebih difokukskan pada penelitian pustaka (library research), dengan data primer buku Keputusan-keputusan Menteri Agama terkait penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal, sedangkan data sekunder yang digunakan berupa beberapa buku terkait pedoman hisab rukyat maupun hukum Islam, kaidah fikih, serta beberapa makalah. Melalui data yang ada, penulis menganalisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjawab rumusan masalah yang dikaji.Temuan dalam penulisan ini adalah bahwa Kementerian Agama selaku wakil dari pemerintah yang menangani permasalahan keagamaan di Indonesia, berusaha sesuai aturan dan memutuskan sesuai kebenaran ilmiah yang disepakati. Penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal dalam prespektif hukum Islam menyangkut kemaslahatan umum (maslahat al-’amah) yang berdampak pada semua aspek kehidupan, oleh sebab itu pemerintah dibenarkan ikut campur tangan dan ketika pemerintah sudah menetapkan, maka keputusan tersebut mengikat bagi warganya.Kata kunci: Sidang Isbat, Awal Bulan Kamariah, Ulil Amri. ABSTRACT The efforts of the Government in which case is Religion Ministry of Indonesia to realize unification in the early months of the determination of Kamariah are still not entirely successful, it can be seen from the distinction of beginning of the month Kamariah decision in among the moslem people as well as Islamic organizations. In fact, the determination of the beginning of the month Kamariah is a very important issue for Muslims, due to concerns the issue of worship, especially in terms of the first day of Ramadan and Syawal month decision, this is related to the start and end time of fasting, Idul Fitri and Idul Adha. The determination of the beginning of Kamariah is related to the determination of national holiday.The authors are interested in reviewing a determination of the mechanisms of how the first day of Ramadan and Syawal by the Ministry of Religion, as well as how the position of the Religious Ministry of Indonesia, the first day of Ramadan and Syawal month decision in studies of Islamic law.The author uses qualitative research methods in this research, which are more focused on library research, with primary data book decisions of the Religion Minister related to the first day of Ramadan and Syawal month decision while the secondary data used in the form of several related books or sighting reckoning guidelines of Islamic law, rule of jurisprudence, and several papers. Through the data, the authors analyzed the data using qualitative descriptive method to answer the problem formulation.The findings in this writing are that the Religion Ministry as the representative of the Government handle the problem of religion in Indonesia, trying to run the Government's rules, and decide according an agreed scientific truth. The decision of the first day of Ramadan and Syawal in the perspective of Islamic law is concerning to public benefit (Affairs of al-' amah) which have an impact on all aspects of life, therefore, government intervention is justified and when the Government is already set, then the decision is binding for its citizens.Keywords: Council of theIsbat, beginning of the month Kamariah, Ulil Amri.
DAMPAK PEMBEKUAN PRODUK SAJADAH EKSTRA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI NASABAH DI KSPPS BMT CSI SYARIAH SEJAHTERA ADE FATONAH
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.507 KB) | DOI: 10.24235/inklusif.v3i1.2830

Abstract

ABSTRACTInvestment is a common thing done by the community as a form of financial management, of course with a variety of options that can be taken. In conventional economic management, the available investment is generally not according to sharia principles so that, as a Muslim, it becomes imperative to always be vigilant in investing so as not to get caught in an investment that contains ribawi elements.Based on the results of research on the freezing of BMT CSI Syariah Sejahtera has social and economic impact. The following social impacts are fear, severe and prolonged stress, loss of confidence as part of community members, loss of comfort when having to interact with the environment, divorce, slander or negative views of society, and crime. Theemerging economic impact is the first increase in the unemployment rate because people who rely on the results of BMT without having another job, after being frozen will automatically be dismissed and unemployment arise. Secondly, the increased number of children who dropped out of school because their assets were used up to cover the debts to third parties used to invest in the company. Third, the number of children who are malnourished because parents who can not provide adequate nutrition due to economic limitations after the freezing of CSI. Fourth, bankrupt because the capital of its business is invested to BMT and not return.Keywords: Sajadah Ekstra, Social, Economy, Customer, CSI Syariah Sejahtera ABSTRAKInvestasi menjadi hal yang lazim dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk pengelolaan finansial, tentu dengan beragam pilihan yang bisa diambil. Dalam pengelolaan ekonomi konvensional, investasi yang tersedia umumnya tidak sesuai kaidah syariah sehingga, sebagai seorang Muslim menjadi suatu keharusan untuk selalu waspada dalam berinvestasi agar tidak terjebak dalam investasi yang mengandung unsur ribawi.Berdasarkan hasil penelitian atas pembekuan dana BMT CSI Syariah Sejahtera memiliki dampak sosial dan ekonomi. Dampak  sosial berikut adalah rasa takut, stress yang berat dan berkepanjangan, hilangnya kepercayaan diri sebagai bagian dari anggota masyarakat, hilangnya rasa nyaman ketika harus berinteraksi dengan lingkungannya, perceraian, timbul fitnah atau pandangan-pandangan negatif dari masyarakat, dan kriminalitas. Adapun dampak ekonomi yang timbul adalah pertama bertambahnya tingkat pengangguran karena orang yang mengandalkan hasil dari BMT tanpa mempunyai pekerjaan lain, setelah dibekukan otomatis akan diberhentikan dan timbulah pengangguran. Kedua, bertambahnya anak yang putus sekolah karena harta bendanya habis untuk menutupi utang-utang kepada pihak ketiga yang digunakan untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Ketiga, banyaknya anak yang kekurangan gizi karena orang tua yang tidak bisa memberi asupan gizi yang cukup karena keterbatasan ekonomi setelah dibekukannya CSI. Keempat, bangkrut karena modal usahanya diinvestasikan kepada BMT dan tidak kembali.Kata Kunci: Sajadah Ekstra, Sosial, Ekonomi, Nasabah BMT CSI Syariah Sejahtera
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA SYARIAH BERBASIS BUDAYA DI KOTA CIREBON Anggara Disuma
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.277 KB) | DOI: 10.24235/inklusif.v3i1.2872

Abstract

ABSTRACTIn line with the world tourism trend that leads to the comfort of worship for Muslim tourists as an important element in the tour. The transformation of tourism development in Cirebon city is expected to be aligned and take a significant role as the center of the development of sharia tourism located in West Java. From the in-depth study using SWOT analysis (Strenght, Weaknesses, opportunities, threats) Cirebon city has the advantage of tourism, especially in the field of history, art, culture and culinary that sucked the interest of tourists visiting, therefore there are some recommendations that can be done by the parties to be used as a reference strategy in developing the existing cultural based tourism in the city of Cirebon: (1) Hopefully the realization of cooperation between parties involved in developing Islamic tourism in the city of Cirebon. (2) Increasing the capacity of managers and human resources in the vicinity of sharia tourism by holding seminars, training, guidance, comparative study, socialization and movement of conscious Islamic tourism community. (3) The management and the surrounding community must have changed the mindset that syariah tourism is built and offered based on the satisfaction and comfort of tourists, especially Muslim tourists who want comfortable travel that includes the fulfillment of the activities of worship according to Islamic Shari'a.Keywords:  Development of Sharia Tourism, Art Tourism, Cultural Tourism, Historical Tourism, Culinary Tourism, Swot Analysis ABSTRAKSejalan dengan tren pariwisata dunia yang mengarah kepada kenyamanan beribadah bagi wisatawan muslim sebagai unsur penting dalam berwisata. Trasformasi perkembangan pariwisata di kota Cirebon pun diharapkan selaras dan mengambil peran signifikan sebagai pusat perkembangan wisata syariah yang berada di kawasan Jawa Barat. Dari kajian mendalam menggunakan analisis SWOT (Strenght, Weaknesses, opportunities, threats) kota Cirebon memiliki keunggulan wisata terutama dalam bidang sejarah, seni, budaya dan kuliner yang banyak menyedot animo wisatawan berkunjung,  karenanya ada beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan pihak terkait guna dijadikan acuan strategi dalam  mengembangankan wisata syariah berbasis budaya yang ada di Kota Cirebon : (1) Diharapkan terwujudnya kerjasama antar pihak terkait dalam mengembangkan wisata syariah di Kota Cirebon. (2)  Meningkatan kapasitas pengelola dan sumber daya manusia di sekitar daerah wisata syariah dengan mengadakan seminar, pelatihan, pembinaan, studi banding, sosialisasi dan gerakan masyarakan sadar wisata syariah. (3) Pihak pengelola dan masyarakat sekitar harus sudah merubah mindset bahwa pariwisata syariah dibangun dan ditawarkan  berdasarkan kepuasan dan kenyamanan wisatawan terutama wisatawan muslim yang menginginkan kenyaman berwisata yang mencakup pemenuhan aktifitas ibadah menurut syariat Islam.Kata Kunci : Pengembangan Wisata Syariah, Wisata Seni, Wisata Budaya, Wisata Sejarah, Wisata Kuliner, Analisis Swot 
Praktik Taklik Talak dan Gugat Cerai serta Hubungannya dengan Tujuan Pernikahan (Studi Kasus di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon) DIDIN KOMARUDIN
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.941 KB) | DOI: 10.24235/inklusif.v3i1.1562

Abstract

Abstract In order to prevent violations of taklik talak not only the duties and obligations of the husband, but a wife also has a big enough role. The reality that occurred in Gegesik sub-district shows that the purpose of marriage that should be realized through marriage can not be achieved, especially if it is associated with higher divorce cases than talak. In the cultural context, the wife who is supposed to be the household manager and the creator of the pleasant atmosphere in the family, precisely as the party who took the initiative to do divorce. This research uses descriptive-qualitative research type. The conclusion is that taklik talak is something that hangs on the occurrence of something mentioned in the pledge of talak .. The divorce lawsuit is the breaking of marriage bonds due to the petition filed by the wife to the Religious Court, among the causes is a breach of taklik talak done by the husband. In Gegesik sub-district, generally shitat taklik talak is read out after qobul's consent. For husbands, the reading of taklik talak is understood as a commitment to mu'asyaroh bil ma'ruf by carrying out duties and duties as a husband well, and not being arbitrary to wife. It is important to socialize the concept of taklik talak to the community in depth. With this socialization, a true and complete understanding of the concept of taklik talak is required. So the number of divorce lawsuits with taklik talak violations will be minimized and the purpose of marriage can be realized.Keywords: Taklik Talak, Divorce Lawsuit, Marriage Destination  Abstrak Dalam rangka menjaga agar tidak terjadi pelanggaran terhadap taklik talak bukan hanya tugas dan kewajiban suami, tetapi seorang istri juga mempunyai peran yang cukup besar. Realita yang terjadi di Kecamatan Gegesik menunjukan bahwa tujuan berkeluarga yang semestinya terwujud melalui perkawinan tidak dapat tercapai, terutama jika dikaitkan dengan lebih tingginya perkara gugat cerai dibanding gugat talak. Pada konteks budaya, istri yang seharusnya sebagai pengelola rumah tangga dan pencipta suasana menyenangkan di keluarga, justru sebagai pihak yang berinisiatif melakukan gugatan cerai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif-kualitatif. Kesimpulannya adalah taklik talak yaitu sesuatu yang digantungkan pada terjadinya sesuatu yang disebutkan dalam ikrar talak.. Gugat cerai ialah putusnya ikatan perkawinan akibat permohonan yang diajukan oleh istri ke Pengadilan Agama, diantara penyebabnya adalah adanya pelanggaran taklik talak yang dilakukan oleh suami. Di Kecamatan Gegesik, pada umumnya shighat taklik talak dibacakan setelah ijab qobul. Bagi suami, pembacaan taklik talak dipahami sebagai komitmen untuk mu’asyaroh bil ma’ruf dengan melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang suami dengan baik, serta tidak bersikap sewenang-wenang terhadap istri. Penting dilakukan sosialisasi konsep taklik talak kepada masyarakat secara mendalam. Dengan sosialisasi ini, diharapkan muncul pemahaman yang benar dan lengkap tentang konsep taklik talak. Sehingga angka gugat cerai dengan pelanggaran taklik talak akan dapat diminimalisir dan tujuan pernikahan dapat terwujud.Kata Kunci:  Taklik Talak, Gugat Cerai, Tujuan Pernikahan

Page 1 of 1 | Total Record : 7