cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019): September" : 11 Documents clear
Dampak Dosis Kompos Kotoran Sapi Terhadap Profil Suhu Tanah di Zona Perakaran dan Produktivitas Tanaman Pakcoy (Brassica rafa L) I Made Andi Purnama Wijaya; Yohanes Setiyo; I Wayan Tika
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.953 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p05

Abstract

Suhu tanah adalah salah satu sifat fisik tanah yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman pakcoy. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis suhu di zona perakaran, (2) menganalisis hubungan antara dosis pemupukan mempergunakan kompos dengan suhu di zona perakaran dan (3) untuk menganalis suhu yang optimum untuk produktivitas dan kualitas pakcoy yang dihasilkan saat panen. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan acak lengkap, dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0 : dosis kompos 0 kg/m2, P1 : dosis kompos 1 kg/m2, P2 : dosis kompos 2 kg/m2, P3 : dosis kompos 3 kg/m2, dan P4 : dosis kompos 4 kg/m2. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah suhu udara, suhulingkungan, kadar air tanah dan produktivitas. Padamalam hari suhu tanah di zona perakaran lebih tinggi 0,59 oC dari pada suhu lingkungan. Suhu tanah di zona perakaran terendah dan tertinggi adalah 18,02 oC dan 21,94 oC. Suhu tanah malam hari dan siang hari untuk dosis 0-5kg/m2 masih toleran pada tanaman pacoy. Berat kering tanaman pakcoy tertinggi pada perlakuan dosis kompos 4kg/m2 denganberat 92,21 gram/tanaman dan terendah pada perlakuan kontrol dengan berat 71,82 gram/tanaman. The temperature of the soil is one of the physical properties of the soil, this soil physical properties direc2tly affect plant growth pakcoy. The purpose of this research are (1) to analyze the temperature at root zone, temperature inside and out of the mini greenhouse, (2) analyze the relationship between temperature at root zone with doses of compost fertilizer application and 3) to analyze the optimum dose of compost based on productivity and quality of the pakcoy is generated when the harvest. The design of the research used randomized complete design, with five treatments and three replicates. The treatment is P0: a dose of compost 0 kg/m, P1: a dose of compost 1 kg/m2, P2: a dose of compost 2 kg/m2, P3: the dose of compost 3 kg/m2, and P4: a dose of compost 4 kg/m2. The parameters observed in this research is the air temperature, the temperature of the environment, ground water levels and productivity. At night the temperature of the soil rooting zone higher at 0.59 ÂșC than at the temperature of the environment. Soil temperature at root zone the lowest and the highest are 18.02 oC and 21.94 oC. The temperature of the soil the night and during the day for dose 0-5 kg/m2 was still tolerant plants pakcoy. Dry weight of the plant the highest pakcoy on the treatment dose of compost 4 kg/m2 with a weight of 92.21 grams/lowest at the treatment plant and the control by the weight of 71.82 grams/plant.
Perancangan Alat Distribusi Ikan Segar Menggunakan Media Pendingin Ice Pack untuk Pedagang Ikan Keliling Nyoman Dhira Prayasa; I Wayan Widia; I Made Anom S. Wijaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.535 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p01

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian terkait perancangan dan pembuatan alat distribusi ikan segar menggunakan media pendingin ice pack untuk pedagang ikan keliling. Penelitian dilaksakana bertujuan untuk merancang dan membuat alat distribusi ikan segar yang dapat mempertahankan suhu ikan segar selama transportasi dan penjualan. Penelitian ini terdiri dari dari beberapa tahapan diantaranya identifikasi kebutuhan, perancangan fungsional, perancangan structural dan uji kinerja. Alat distribusi ikan segar yang dibuat tersusun atas ruang penyimpanan ikan, media pendingin ice pack, dan dudukan ruang penyimpanan. Sedangkan untuk pengujian kinerja terdiri dari capaian suhu ruang penyimpanan ikan dalam kondisi kosong, capaian lama waktu alat distribusi ikan dalam mempertahankan suhu rendah ikan, pengukuran nilai Coefficient of Performance (COP), dan penilaian mutu ikan sebelum dan sesudah transportasi dan penjualan dengan uji organoleptik. Hasil pengujian kinerja menunjukkan bahwa capaian suhu terendah ruang penyimpanan ikan adalah -12.30C dengan lama pendinginan hingga batas atas 50C adalah 14.3 jam. Alat distribusi ikan segar yang dibuat dapat mempertahankan suhu rendah ikan dengan batas atas 50C selama 32,03 jam, dengan nilai COP sebesar 0.67. Berdasarkan uji mutu ikan didapatkan bahwa nilai mutu ikan yang dijual sebelum, setelah transportasi dan setelah penyimpanan adalah 8.0, 7.4, dan 6.2. Research on fresh fish distribution tool using ice pack as cooling media for small-scale fresh fish retailer was conducted. The research aimed to design fresh fish distribution system for small-scale fresh fish retailer which can maintain the quality of fresh fish during transportation. This research was carried out through several stages, i.e. identification of needs, functional design, structural design and performance test. Fresh fish distribution tool using ice pack as cooling media for fresh fish small-scale retailer consisted fish storage room, fish storage room cover, ice pack, rack and fish storage stand. Performance test was carried out by observing the room temperature of fish storage room in unloaded condition and fish temperature during 4 hours transportation, determining the coefficient of performance (COP) value and observing the fish quality during transportation with organoleptic test. The result showed that the room temperature of fish storage room in unloaded condition could reach -12.30C after 24 minutes operation and maintain temperature with 50C upper limit for 14,3 hours, the distribution tool using ice pack as cooling media could maintain the fish temperature with 50C upper limit for 32.03 hours and organoleptic quality values before transportation, after transportation and after 12 hour storage were 8.0, 7.4, and 6.2. Values of COP was 0.67. This result has fulfilled the requirement of fish quality standard according to national standardization institution.
Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen dan Minyak Sereh terhadap Mutu dan Massa Simpan Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis lour) Andri Frans Kalvin Gurning; I Made Supartha Utama; Ni Luh Yulianti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.544 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p03

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh campuran konsentrasi yang berbeda antara minyak wijen dan minyak sereh dalam air sebagai bahan pelapis pada kualitas buah jeruk selama penyimpanan pada suhu kamar. Konsentrasi emulsi minyak wijen bervariasi 0%, 0.5%, dan 1% dalam kombinasi minyak serah 0%, 0.5%, 1%, dan 1.5%. Bahan tambahan yang digunakan untuk membuat emulsi adalah 1% dari tween 80, 0.5% asam oleat, dan alkohol 3%. Buah kontrol tanpa perlakuan juga disiapkan untuk perbandingan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan campuran minyak wijen dan minyak sereh signifikan mempengaruhi mutu dan masa simpan buah jeruk. Konsentrasi gabungan dari 0.5% minyak wijen dan 0.5% minyak sereh memberikan hasil terbaik yang mampu mengurangi susut bobot, kerusakan pembusukan, perubahan pH dan total padatan terlarut jus buah, dan kekerasan buah. Kata kunci : jeruk, mutu, masa simpan, konsentrasi, pelapisan emulsi.
Intensitas Serangan Hama Tikus Tanaman Padi Menggunakan Metode Pengamatan Keliling Berhubungan Linier dengan Luas Serangan Hasil Analisi Foto Udara I Ketut Satria Rahadi; I Made Anom Sutrisna Wijaya; I Wayan Tika
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.027 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p08

Abstract

Hama tikus adalah hama yang dapat menyebabkan kegagalan panen tanaman padi. Metode yang digunakan untuk mengukur besaran serangan hama tikus adalah metode pengambilan contoh dan pendekatan foto udara. Namun dari kedua metode ini tingkat serangan yang dihasilkan belum diketahui korelasinya. Maka dari itu dilakukannya penelitian ini untuk mendapatkan hubungan antara intensitas dan luas serangan hama tikus tanaman padi. Tahapan penelitian ini adalah survei lokasi yang terserang hama tikus, persiapan alat, pengambilan foto udara, pengambilan sampel untuk perhitungan intensitas serangan, pengolahan citra, perhitungan luas serangan, analisis regresi dan validasi. Intensitas serangan dihitung menggunakan perhitungan secara mutlak, sedangkan luas serangan dihitung menggunakan metode pengolahan citra foto udara yang dikembangkang oleh Widodo. Analisis regresi menunjukan bahwa hubungan antara intensitas serangan dengan luas serangan memiliki koefisien determinasi 0,889 dan persamaan regresi yang diperoleh y = 1,138x dengan faktor kesalahan 8,947%. Intensitas serangan hama tikus tanaman padi menggunakan metode pengambilan contoh berhubungan linier dengan luas serangan hasil analisis foto udara yang dikembangkan oleh Widodo. Rat pests are pests that can cause crop failure in rice plant. The method used to calculate the number of rodent pest attacks is the method of sampling and obtaining aerial photographs. But from these two methods the level of attack produced is not known to correlate. So this study purpose to obtain a relationship between intensity of attack with area of attack rat pest of rice plants. The stages of this study were location surveys that were attacked by rat pests, preparation of tools, aerial photography, and sampling for the calculation of attack intensity, image processing, area attack, regression analysis and validation. The intensity of attacks is calculated using total calculations, while broad attacks are calculated using the aerial image processing method developed by Widodo. Regression analysis shows the relationship between the intensity of ??attack with the area of ??attack has a determination coefficient of 0.889 and the regression coefficient obtained y = 1.138x with an error factor of 8.947%. The intensity of rat pest attacks using linear related sampling methods with broad attack results from aerial photo analysis developed by Widodo.
Pendugaan Intensitas Serangan Penyakit Blas pada Tanaman Padi Melalui Pendekatan Citra NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) I Made Prasetia Candra Andika; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.314 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p09

Abstract

Penyakit blas merupakan salah satu penyakit yang berbahaya bagi tanaman padi. Penyakit ini bisa menyerang di setiap fase pertumbuhan. Perhitungan intensitas serangan penyakit blas saat ini masih dilakukan secara manual. Diperlukan pengembangan teknologi dalam pendugaan intensitas serangan penyakit blas melalui citra NDVI. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mendapatkan ketinggian foto udara NDVI terbaik, (2) untuk mendapatkan umur tanaman padi dengan intensitas serangan penyakit blas tertinggi, (3) untuk mendapatkan hubungan antara intensitas serangan penyakit blas dengan nilai NDVI tanaman padi. Penelitian ini menggunakan Drone DJI Phantom 4 dengan lensa NDVI. Pengolahan data menggunakan Web Drone Deploy dan software Arc Gis 10.3. Berdasarkan dari hasil analisis, detail terbaik dari pembesaran 200% mendapatkan akuisisi ketinggian dari citra NDVI adalah 20 meter dengan ukuran piksel 1,4732 cm/pixel. Pertumbuhan intensitas serangan penyakit blas tertinggi terjadi pada umur 98 hari setelah tanam. Hubungan antara intensitas serangan penyakit blas dengan nilai NDVI memiliki koefisien determinasi sebesar 0,986. Persamaan regresi didapatkan dalam penelitian ini adalah y = -23345x3 + 21191x2- 6416,8x + 665,07 dengan akurasi sebesar sebesar 91,74%. Blast is one of disease that is dangerous for rice plants. This disease can attack in every phase of growth. Calculation of the intensity of blast disease attacks is still done manually. Technology development is needed in estimating the intensity of blast disease attacks through NDVI imagery. This study purpose (1) to get the best NDVI aerial photo altitude, (2) to get the age of rice plants with the highest attack intensity of blast disease, (3) to get a relationship between the intensity of blast disease and the NDVI value of rice plants. This study use Drone DJI Phantom 4 with lens NDVI. Processing data using Web Drone Deploying and Arc Gis 10.3 software. Based on the analysis results, the best detail of 200% zooming results obtained altitude of the NDVI image acquisition that is 20 m with pixel density of 1,4732 cm/pixel. The highest intensity of blast disease attacks occurs at the age of 98 days after planting. The relationship between the intensity of blast disease and NDVI value has a determination coefficient of 0.986. The regression equation obtained in this study is y = -23345x3 + 21191x2- 6416,8x + 665,07 with an estimated accuracy of 91,74%.
Pendugaan Umur Simpan Benih Padi (Oryza sativa L) Menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) dengan Pendekatan Model Kadar Air Kritis I Putu Mas Pradnyana Wibawa; Ida Bagus Putu Gunadnya; I Made Anom Sutrisna Wijaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.322 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p02

Abstract

Tujuan dari dilakukanya penelitian Ini adalah untuk menduga umur simpan benih padi menggunakan metode ASLT (Accelerrated Shelf Life Testing) dengan pendekatan model kadar air kritis. Adapun benih yang digunakan adalah benih varietas Ciherang dan varietas Inpari 30. Kemasan dari benih padi adalah plastic jenis Polipropilen (PP). Benih padi disimpan pada kondisi lingkungan (suhu 290C dan RH 75%). Pengamatan benih dianggap kritis ketika persentase daya berkecambah di bawah 80%. Ditemukan dari hasil pengukuran bahwa nilai permeabilitas kemasan (k/x) dari plastic PP adalah 0,013 gH2O/m2.day.mmHg. Pengamtan kadar air awal (Ma) adalah 13 %, kadar air kritis (Mc) adalah 29 %, total padatanya (WS) adalah 8,8 kg, dan perbedaan tekanan (?P) 1,15 mmHg. Sementara Inpari 30 memiliki nilai kadar air awal (Ma) 14%, kadar air kritis 29%, total padatannya (WS) 8,7 kg, dan ?P 0,9 mmHg. Dari nilai tersebut dapat diduga umur simpan dua varietas benih bersertifikat yang dikemas dalam plastik PP dan disimpan pada suhu 29oC dan RH 75% adalah 156 hari (5,03 bulan) untuk varietas Ciherang dan 254 hari (8,19 bulan) untuk 30 varietas Inpari. The purpose of this study was to prediction the shelf life of certified rice seeds using the ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) method based on the critical moisture content approach. The varieties of rice seeds used in this research were Ciherang and Inpari 30 varieties which packed with polypropylene (PP) plastic packaging. The rice seeds packages were stored at environmental condition (temperature of 29oC and RH of 75%). Observation on seeds germination was done daily until the seeds have a germination percentage below 80%. When the seeds under this condition, moisture content of the seeds was measured and refer as critical moisture content. It was found that the packaging permeability (k/x) of PP plastic was 0.013 g H2O/m2.day.mmHg. Observation on rice seed of Ciherang variety revealed that its values of initial moisture content (Ma) was 0.133 %, its critical moisture content (Mc) was 0.291 %, its total solid (Ws) was 8.8 kg, and pressure difference (?P) was 1,15 mmHg. While, for Invary 30 variety the values of its shelf life parameters were as follows: Ma 0.144 %, Mc 0.293 %, Ws 8.7 kg, and ?P 0.9 mmHg. The prediction of shelf life the two certified rice seeds which were packed in PP plastic and stored at 29oC and RH of 75% were 156 days (5.03 months) for Ciherang variety and 254 days (8.19 months). ) for Inpari 30 variety.
Karakteristik Asap Cair Batang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) yang Dipirolisis pada Suhu yang Berbeda I Gusti Ngurah Agung Yogi Angga Diatmika; Pande Ketut Diah Kencana; Gede Arda
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.842 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p07

Abstract

Asap cair merupakan asam cuka (vinegar) yang diperoleh dengan cara pirolisis seperti kayu, tempurung kelapa, cangkang kelapa sawit dan serabut kelapa yang kemudian diikuti dengan proses kondensasi dalam kondensor berpendingin air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rendemen dan karakteristik asap cair yang dihasilkan dari proses pirolisis batang bambu tabah dengan perlakuan suhu yang berbeda. Penelitian ini menggunakan batang bambu tabah yang sudah dipotong dengan panjang 5 cm. Masing-masing perlakuan menggunakan 3 kg batang bambu tabah. Alat yang digunakan dalam penelitian yaitu, reaktor pirolisis berbentuk tabung dengan diameter 38 cm dan tinggi 50 cm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan suhu pirolisis yang berbeda yaitu perlakuan suhu pirolisis 200oC, 300oC dan 400oC. Karakteristik asap cair yang diamati adalah pH, rendemen, total fenol, total asam dan densitas asap cair. Penelitian menunjukan bahwa perlakuan suhu pirolisis berpengaruh terhadap rendemen, total asam serta total fenol, namun suhu pirolisis tidak berpengaruh pada pH dan densitas asap cair. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen asap cair tertinggi sebesar 46,11% pada pirolisis suhu 400oC namun total asamnya paling rendah dibandingkan dengan pirolisis pada suhu 200oC yang total asamnya mencapai 13,774% sedangkan untuk total fenol tertinggi terdapat pada suhu pirolisis 300oC sebesar 24,19 mg/L. Liquid smoke is an acetic acid (vinegar) which is obtained by pyrolysis of such as wood, coconut shell, palm shells and coconut fibers which are then followed by a condensation process in a water-cooled-condenser. The purpose of this study is to determine yield and characteristics of the liquid smoke produced from the pyrolysis of "Tabah" bamboo stems with different temperature treatments. This study uses "Tabah" bamboo stems that have been cut into 5 cm length. The treatment used 3 kg of "Tabah" bamboo sticks. A tubular pyrolysis reactor with 38 cm in diameter and height of 50 cm was used in this research. This study used a completely randomized design (CRD) with 3 different pyrolysis temperature treatments, namely 200oC, 300oC and 400oC. The observed characteristics of liquid smoke were pH, yield, total phenol, total acid and liquid smoke density. Research shows that treatment of pyrolysis temperature affects total yield and total phenol, but has no effect on pH and density of liquid smoke. The highest liquid smoke yield (46.11%) was obtained at pyrolysis temperature of 400oC (12,354% total acid) but its total acid is lower than of 200oC which reached 13.774%. However the highest total phenol is producid at pyrolysis temperature of 300oC (24.19 mg /l).
Kebutuhan Air Irigasi pada Budidaya Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dengan Sistem Polybag yang Menggunakan Berbagai Jenis Media Tanam I Made Surya Adnyana Putra; I Wayan Tika; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.077 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p11

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pola kebutuhan air irigasi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dari usia tanam sampai tanaman berbunga dengan sistim polybag dan (2) mengetahui pola kebutuhan air irigasi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dengan berbagai tingkat kandungan organik tanah yang sejalan dengan usia tanaman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap masing-masing terdiri dari lima perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu perlakuan menggunakan tanah sawah 100%, perlakuan menggunakan tanah sawah 80% dan pupuk kandang 20%, perlakuan tanah sawah 60% dan pupuk kandang 40%, perlakuan tanah sawah 40% dan pupuk kandang 60%, perlakuan tanah sawah 20% dan pupuk kandang 80%. Data kebutuhan air irigasi yang diperoleh diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel untuk memperoleh grafik dan dilanjutkan analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian jumlah kebutuhan air irigasi pada perlakuan menggunakan tanah sawah 100% rata-rata 25,29 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 80% dan pupuk kandang 20% rata-rata 24,26 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 60% dan pupuk kandang 40% rata-rata 22,06 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 40% dan pupuk kandang 60% rata-rata 21,27 ml/hari, pada perlakuan tanah sawah 20% dan pupuk kandang 80% rata-rata 19,32 ml/hari. Pada perlakuan tanah sawah 20% dan pupuk kandang 80% menunjukkan kebutuhan air paling sedikit diantara perlakuan yang lainnya. Kata kunci : irigasi, cabai rawit, tanah sawah, pupuk kandang.
Efektifitas Emulsi Lilin Lebah Sebagai Bahan Pelapis Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis Lour var. microcarpa) terhadap Mutu Selama Penyimpanan Made Nanda Saputra; I Made Supartha Utama; Ni Luh Yulianti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.48 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p06

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ragam konsentrasi emulsi lilin lebah sebagai bahan pelapis buah jeruk siam terhadap mutu selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ragam perlakuan konsentrasi lilin lebah 0% (K0), 2% (K2), dan 4% (K4). Buah tanpa perlakuan disediakan sebagai kontrol (K). Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi lilin lebah berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap susut bobot, intensitas kerusakan, total padatan terlarut, kekerasan buah, color difference, vitamin C, dan uji organoleptik. Perlakuan konsentrasi lilin lebah 4% merupakan perlakuan terbaik untuk memperlambat perubahan mutu pada buah jeruk siam selama penyimpanan pada suhu kamar. The purposes of this research was to determine the effects of various concentrations of beeswax emulsion as a coating material on the quality of Siam citrus fruits during storage. The research used completely randomized design (CRD) with three different concentration of beeswax emulsion in water consisted of 0%, 2%, and 4%. Fruit without treatment provided as a control. The analysis of variance showed that the emulsion concentrations of significantly (P<0.05) affected the weight loss, damage intensity, total soluble solid, texture, color difference, vitamin C, total acid and organoleptic prefrences (peel color, texture, flavor, and overall acceptance) of the fruits. The concentration of 4% was the best beeswax emulsion to delay quality deterioration of citrus fruits during storage at the room temperature.
Strategi Peningkatan Kinerja Rantai Pasokan Ikan Tribang (Upeneus moluccensis) dari Pasar Lelang Ikan Gunung Agung sampai Konsumen Rumah Tangga Kota Denpasar I Gusti Putu Angga Wira Dananjaya; I Wayan Widia; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.281 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p04

Abstract

Sistem rantai pasokan ikan tribang saat ini belum memberikan kesejahteraan kepada para pelaku usaha khususnya pedagang kecil. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui struktur, mekanisme, dan kelembagaan rantai pasokan ikan tribang; (2) menemukan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja rantai pasokan ikan tribang. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama mengetahui struktur, mekanisme, kelembagaan rantai pasokan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan tahap kedua mengetahui prioritas rekomendasi menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Pengambilan sampel pelaku rantai pasokan menggunakan metode purposive sampling, snowball sampling, dan non probability sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa rantai pasokan ikan tribang terdiri dari sembilan pola aliran rantai dimana mekanisme rantai pasokan ikan tribang bersifat tradisional dan kelembagaan rantai pasokan ikan tribang bersifat perdagangan umum. Berdasarkan metode AHP, prioritas rekomendasi dalam meningkatkan kinerja rantai pasokan ikan tribang yaitu kriteria meningkatkan nilai tambah produk, alternatif responsiveness (kemampuan reaksi rantai pasok), dan indikator siklus waktu pemenuhan pesanan menjadi prioritas yang paling berperan penting. Supply chain system of tribang fish currently does not provide welfare to people business, especially small traders. The purpose of this study are (1) to know the structure, mechanism, and institutional supply chain of tribang fish; (2) find strategic steps to improve the performance of tribang fish supply chains. This study consisted of two stages, the first stage knowing the structure, mechanism, institutional supply chain using qualitative descriptive analysis, and the second stage knowing the priority recommendations using the Analitycal Hierarchy Process (AHP) method. Sampling of supply chain actors uses purposive sampling, snowball sampling, and non probability sampling methods. The results showed that tribang fish supply chain consisted of nine chain flow patterns where the tribang fish supply chain mechanism was traditional and the tribang fish supply chain institution was general trading. Based on AHP method, priority recommendations to improving the performance of tribang fish supply chains are criteria of increasing product added value, alternative of responsiveness (supply chain reaction capabilities), and indicator of cycle order fulfillment are the most important priorities.

Page 1 of 2 | Total Record : 11