cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2020): September" : 24 Documents clear
Pengaruh Variasi Dimensi Wadah dan Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Biji Kakao (Theabroma cacao L.) Kering Hasil Fermentasi Nyoman Arinata; Ni Luh Yulianti; Gede Arda
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.736 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p04

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi dimensi wadah dan lama fermentasi terhadap pengeringan biji kakao dari hasil fermentasi dengan dimensi wadah yang berbeda dan untuk mengetahui perlakuan terbaik dari hasil pengeringan biji kakao setelah proses fermentasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor pertama adalah dimensi wadah yang berupa kotak kayu yang terdiri dari tiga dimensi yang berbeda yaitu kotak kayu berukuran 19,5 cm x 19,5 cm x 25,5 cm dengan kapasitas biji kakao segar 5,5 kg, kotak kayu berukuran 21,5 cm x 21,5 cm x 28 cm dengan kapasitas biji kakao segar 7,5 kg, dan kotak kayu berukuran 23,5 cm x 23,5 cm x 29,5 cm dengan kapasitas biji kakao segar 9,5 kg. Faktor kedua adalah lama fermentasi, yang terdiri dari tiga taraf yaitu 5 hari, 6 hari dan 7 hari. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah suhu fermentasi, kadar air, jumlah biji per 100 gram, kadar kulit dan uji belah/ cut test yang meliputi biji tidak terfermentasi, biji setengah terfermentasi, biji terfermentasi sempurna, biji berkecambah, biji berjamur dan biji berserangga. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa perlakuan wadah dan lama fermentasi berpengaruh terhadap suhu fermentasi, jumlah biji per 100 gram, kadar air, kadar kulit dan hasil uji belah yaitu biji tidak terfermentasi dan biji terfermentasi sempurna. Perlakuan proses fermentasi yang menggunakan dimensi wadah terbaik adalah dimensi kotak kayu berukuran 23,5 cm x 23,5 cm x 29,5 cm dengan kapasitas 9,5 kg yang difermentasikan selama 6 hari yaitu dengan suhu maksimal fermentasi yang dicapai sebesar 45,50 oC, jumlah biji per 100 gram sebesar 83, kadar air sebesar 7,4% Bb, kadar kulit sebesar 10,97%, hasil uji belah biji tidak terfermentasi 2%, biji setengah fermentasi 15%, biji terfermentasi sempurna 82% dan biji yang berjamur 0%, berkecambah 0% dan berserangga 0%. Kata kunci: kakao, dimensi wadah, lama fermentasi, pengeringan biji kakao. The purpose of this study was to determine the effect of variations in container dimensions and fermentation time on drying cocoa beans from fermented products with different container dimensions and to determine the best treatment of the results of drying cocoa beans after the fermentation process. This research uses a factorial complete random design with two factors, the first factor is the dimensions of the container in the form of a wooden box consisting of three different dimensions, namely a wooden box measuring 19.5 cm x 19.5 cm x 25.5 cm with the capacity of cocoa beans fresh 5.5 kg, wooden boxes measuring 21.5 cm x 21.5 cm x 28 cm with a capacity of fresh cocoa beans 7.5 kg, and wooden boxes measuring 23.5 cm x 23.5 cm x 29.5 cm with the capacity of fresh cocoa beans is 9.5 kg. The second factor is fermentation time, which consists of three levels, namely 5 days, 6 days and 7 days. The parameters observed in this study were fermentation temperature, water content, number of beans per 100 grams, skin content and cut test which included unfermented beans, semi-fermented beans, perfectly fermented beans, germinated beans, moldy beans and insects. The results of the research conducted showed that the treatment of the container and the fermentation time affected the fermentation temperature, the number of beans per 100 grams, moisture content, skin content and the results of the split test ie not fermented and perfectly fermented seeds. The fermentation process that uses the best container dimensions is the dimension of a wooden box measuring 23.5 cm x 23.5 cm x 29.5 cm with a capacity of 9.5 kg fermented for 6 days, with a maximum temperature of fermentation achieved at 45.50 oC , the number of beans per 100 grams is 83, water content of 7,4% Bb, the skin content is 10.97%, the test results are not fermented 2%, half fermented beans 15%, 82% fermented beans and 0% moldy beans, 0% germination and 0 insects %. Keywords: cocoa, container dimensions, fermentation time, cocoa beans drying.
Analisis Kualitas Sifat Fisik Tanah Pada Lahan Subak di Bali Widyalis Rani Tamara; Sumiyati Sumiyati; I Made Anom S. Wijaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.594 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p21

Abstract

Subak merupakan organisasi kemasyarakatan yang ada di Bali yang khusus mengatur sistem pembagian air secara tradisional di sawah untuk bercocok tanam padi. Dengan perkembangan jaman yang pesat ini, keberadaan subak terancam karena adanya alih fungsi lahan ke penggunaan lain di luar sektor pertanian yang menyebabkan ruang terbuka hijau akan semakin berkurang. Jasa lingkungan merupakan jasa yang diberikan oleh fungsi ekosistem yang memiliki manfaat langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas tanah yang ada di subak pada saat sebelum tanam dan sesudah panen untuk melihat kontribusi subak terhadap lingkungan. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan uji laboratorium untuk menganalisis sifat fisik dan kimia tanah. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan lokasi subak sampel yaitu Subak Kerdung, Subak Jatiluwih dan Subak Lotunduh. Kualitas tanah dinilai dengan menggunakan teknik penilaian berdasakan parameter fisik dan kimia tanah. Parameter yang diamati yaitu sifat fisik tanah yang meliputi tekstur, porositas, kapasitas lapang, berat jenis dan berat volume. Sifat kimia tanah yang dianalisis meliputi pH, N-total, K-tersedia, P-tersedia, KTK dan C-Organik. Hasil analisis menunjukkan perubahan kualitas tanah pada lahan subak sangat baik. Dari segi sifat fisik tanah yaitu meningkatnya porositas menjadikan meningkatnya kemampuan tanah dalam mengikat air. Penurunan berat volume tanah pada masing – masing subak sampel menjadikan tanah lebih gembur sehingga tidak menghambat proses perakaran. Kontribusi subak bagi lingkungan yaitu mampu memberikan stok karbon bagi lingkungan melalui kandungan C-organik yang tersimpan dalam tanah. Subak is a social organization in Bali that specifically regulates traditional water distribution system in rice fields to grow rice. With the rapid development of this epoch, the existence of subak is threatened because of the conversion of land to other uses outside the agricultural sector which causes open green space to be increasingly reduce. Environmental services are the services provided by the ecosystem functions that have direct and indirect benefits to human well being. This research analyzed to changes in soil quality in subak, in the conditions before planting and after harvest an to saw subak contribution to the environment. This study used survey method, physical and chemical soil test in the Laboratory of Soil Science and Environment. The samples were taken by purposive sampling, from Subak Kerdung, Subak Jatiluwih and Subak Lodtunduh. The soil qualities were assessed using scoring technique based on the physical parameters and chemical parameters. The soil physical parameters observed were texture, porosity, roomy capacity and bulk density. The soil chemical parameters observed were pH, N-total, P-available, K-available, CEC and C-Organik. The result of research showed that the change in soil quality on the subak land was very good. In terms of the physical of the soil, the increase in porosity makes the soil ability to bind water increased. Reduction in soil volume weight makes the soil more loose, it does not distrub the rooting process. Contribution of subak to the environment is being able to provide carbon stock to the environment through the C-Organic content stored in the soil as well as meritorius in regulating watter systems and preventing soil erosion.
Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Karakteristik Kimia serta Sensori Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ.) I Kadek Wirawan; Pande Ketut Diah Kencana; I Made Supartha Utama
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.121 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik kimia dan sensorik teh daun bambu Tabah. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor suhu pengeringan (50o C dan 60o C) dan faktor waktu pengeringan (1 jam, 2 jam, dan 3 jam). Perlakuan diulang tiga kali untuk mendapatkan 18 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar air, pH, total asam, total fenol, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi suhu dan lama pengeringan daun teh bambu Tabah memiliki pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air, pH, total asam, total fenol, warna, penerimaan keseluruhan, tetapi tidak memiliki pengaruh yang berbeda nyata terhadap aroma dan rasa, dengan perlakuan terbaik ini, kadar air, pH, asam total, fenol total, warna, aroma, rasa dan penerimaan keseluruhan ditemukan kadar air 6,881%, pH 6,6, total asam 0, 73%, total fenol 84,01mg / 100g, warna 4,33, aroma 4,40, rasa 3,93, dan penerimaan keseluruhan 4,07. This study aimd to determine the effect of temperature and drying time on the chemical and sensory characteristics of Tabah bamboo leaf tea. This study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, namely the drying temperature factor (50oC and 60oC) and the drying time factor (1 hour, 2 hours, and 3 hours). The treatment was repeated three times to obtain 18 experimental units. The parameters observed were water content, pH, total acid, total phenol, color, aroma, taste, and overall acceptance tested organoleptically. The results showed that the interaction of temperature and duration of drying of Tabah bamboo tea leaves had significantly different effects on water content, pH, total acid, total phenol, color, overall reception, but did not have a significantly different effect on aroma and taste. with this combained best treatment, the water content, pH, total acid, total phenol, color, aroma, taste and overall acceptance were found water content 6,881 %, pH 6,6, total acid 0, 73%, total phenol 84,01mg / 100g,color 4,33, aroma 4.40, taste 3,93, and overall acceptance 4,07.
Tingkat Kepuasan Petani Bawang Prei (Allium ampeloprasum L.) terhadap Penggunaan Pupuk Organik di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. Ni Luh Rani Sulasti; I Made Anom Sutrisna Wijaya; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p01

Abstract

Bawang prei merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Candikuning sejak 10 tahun terakhir. Salah satu pupuk organik yang di gunakan oleh petani bawang prei adalah pupuk organik Postal yang terbuat dari campuran kotoran ayam dan sekam (kulit gabah). Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan petani dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan petani sebagai konsumen pupuk. Data yang dikumpulkan melalui survei acak mengunakan kuisioner dan wawancara pada 50 orang petani bawang prei yang menggunakan pupuk organik Postal di Desa Candikuning pada bulan April-Mei 2019. Analisis dilakukan dengan metode Deskriptif, Importance-Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna pupuk organik postal didominasi oleh petani kelompok umur produktif (58%), tingkat pendidikan setingkat SD-SMP (84%), Pekerjaan sampingan di bidang pertanian (66%). Rata-rata tingkat kesesuaian antara harapan dan kinerja produk sebesar 100,17 %. Petani merasa puas (CSI : 72,27%) pada kinerja pupuk organik Postal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepuasan petani pengguna pupuk organik pada tanaman bawang prei sebesar 72,27 % yang berarti petani merasa puas. Kepuasan petani dipengaruhi oleh kemampuan meningkatkan hasil, harga produk dan kemasan produk. Leek is one of the horticultural crops that is widely cultivated by farmers in Candikuning Village since the last 10 years. One of the organic fertilizers used by leek farmers is postal organic fertilizer made from a mixture of chicken manure and husks (grain husks). The research aims to analyze the level of satisfaction of farmers and identify the factors that influence the satisfaction of farmers as consumers of fertilizer. Data collected through a random survey using questionnaires and interviews with 50 farmers of leeks using organic fertilizer Postal in Candikuning Village in April-May 2019. Analysis was conducted using descriptive methods, Importance-Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index ( CSI). The results of this study indicate that postal organic fertilizer users are dominated by productive age farmers (58%), elementary-junior high school level education (84%), side jobs in agriculture (66%). Farmers were satisfied (CSI: 72.27%) on the performance of Postal organic fertilizer. The conclusion of this study is the satisfaction of farmers who use organic fertilizer on leek plants by 72.27%, which means farmers are satisfied. Farmer satisfaction is influenced by the ability to increase yields, product prices and product packaging.
Rancang Bangun Unit Pemotong dan Pengarah pada Mesin Panen Padi (Oryza sativa l.) Tipe Carry Harvester Ida Bagus Komang Edo Setiawan; I Made Anom S. Wijaya; I Nyoman Sucipta
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.908 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p23

Abstract

Terraced agricultural field with an area of ??less than 0.1 ha per plot is difficult to reach by large size and large capacity agricultural machines. A medium type rice harvester (carry harvester) is an agricultural machine that can be used on small and terraced field. The aim of this research is to design a cutting unit and guiding unit of paddy harvesting machine for easy to use on small and terraced paddy field. The parameters engine performance test are effective field capacity (EFC), cutting unit effectiveness, guiding unit effectiveness, fuel consumption and harvesting rice losses. The performance test of the cutting and guiding unit is running well, which is shown by the percentage of cutting effectiveness and guiding effectiveness is 99% on average. The guiding of carry harvester are directed to the left side of the machine. The performance test results show the EFC harvesting of this machine is 0.05 ha / hour. Fuel consumption of 1.2 l / hour. The average losses at harvest is 3.1%. These factors can be taken into consideration in the selection of harvesting methods, especially in terraced rice fields that cannot be reached by other harvesting machines to overcome the shortage of harvesting labor. Lahan pertanian yang berteras dan memiliki luasan per petak kurang dari 0.1 ha, sulit dijangkau oleh mesin-mesin pertanian yang berukuran dan berkapasitas besar. Mesin pemanen padi tipe menengah (carry harvester) merupakan mesin pertanian yang dapat digunakan pada lahan kecil dan berteras. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang unit pemotong dan pengarah mesin pemanen padi yang mudah digunakan pada lahan kecil dan berteras. Parameter uji kinerja mesin yang diukur adalah kapasitas lapang efektif (KLE), Efektifitas unit pemotong, efektivitas unit pengarah, kosnsumsi bahan bakar dan susut padi pemanenan. Hasil kerja menunjukan unit pemotong dan pengarah berjalan dengan baik, yang ditunjukkan oleh presentase efektivitas pemotongan dan pengarahan rata-rata 99%. Hasil potongan padi diarahkan ke sisi kiri mesin. Hasil uji kinerja menunjukkan KLE pemanenan mesin ini adalah 0,05 ha/jam. Konsumsi bahan bakar sebesar 1,2 l/jam. Rata-rata susut saat panen mesin sebesar 3,1%. Faktor-faktor tersebut dapat dijadikan pertimbangan pemilihan metode pemanenan terutama di lahan sawah berteras yang tidak dapat dijangkau mesin pemanen lainnya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja pemanen.
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus : PT. Bali Maya Permai Food Canning Industry) Tessa Apriani Aruan; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara; I Nyoman Sucipta
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.621 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p12

Abstract

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan dan mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang disebarkan kepada 80 karyawan di PT. Bali Maya Food Canning Industry. Hasil Uji Regresi Linear menunjukkan pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) sebesar 68,28% dan pengaruh variabel X2 (kesehatan kerja) sebesar 75,39% terhadap variabel Y (kinerja karyawan). Hal tersebut menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Occupational Safety and Health Program is a system of programs created for both workers and entrepreneurs as an effort to prevent occupational accidents and illnesses caused by working relationships within the working environment. The research aims to determine the influence of occupational safety and health to employee performance and to know how much the impact of occupational safety and health is the employee performance. This method of research uses questionnaires as a data collection tool distributed to 80 employees at PT. Bali Maya Food Canning Industry. Linear regression test results show the effect of the X1 variable of 68,28% and the effect of the X2 variable of 75,39% against the Y variable. It shows that occupational safety and health have a positive effect on the employee’s performance.
Pengaruh Konsentrasi Asap Cair Batang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) terhadap Karakteristik Ikan Lele (Clarias Sp) Asap I Ketut Agus Sandi Andika; Pande Ketut Diah Kencana; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.847 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p19

Abstract

Ikan lele adalah makanan kesehatan yang mengandung nilai gizi yang baik. Oleh karena itu penting untuk menemukan metode untuk melestarikan ikan ini untuk meningkatkan konsumsi mereka. Asap cair batang bambu tabah dapat digunakan sebagai metode untuk membuat produk olahan lele. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan suhu pemasakan terhadap kualitas ikan lele yang direndam dalam larutan asap cair bambu yang tabah. Dan juga untuk mengetahui konsentrasi dan suhu terbaik untuk kualitas organoleptik terbaik dari lele asap yang direndam dalam larutan asap cair bambu tabah. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi asap cair, yang terdiri dari 1%, 2%, dan 3%. Faktor kedua adalah suhu memasak, yang terdiri dari suhu 600C, 800C, dan 1000C. Kombinasi perawatan terbaik adalah konser bambu tabah 3% dan suhu pemanasan 1000C, pemanasan selama 4 jam menghasilkan nilai pH 5,61, kadar air 56,78%, kadar abu 2,17%, kadar protein 13,46% , kadar lemak 5,55%, warna 4,67 (coklat keemasan), aroma 4,80 (aroma cukup) rasa 4,93 (testeful), tekstur 4,53 (padat). Catfish is a health food that contains good nutritional value. It is therefore important to find methods to conserve these fish to increase their consumption. Liquid smoke of stoic bamboo stems can be used as a method for making processed catfish products. The purpose of this study was to determine the effect of cooking concentration and temperature on the quality of smoked catfish soaked in a stoic bamboo liquid smoke solution. And also to find out the best concentration and temperature for the best organoleptic quality of smoked catfish soaked in a stoic bamboo liquid smoke solution. The method used is a complete factorial randomized design with two factors. The first factor is the concentration of liquid smoke, consisting of 1%, 2%, and 3%. The second factor is the cooking temperature, consisting of 600C, 800C, and 1000C temperature. The best combination of treatments is a 3% stoic bamboo concert and a heating temperature of 1000C, heating for 4 hours produces a pH value of 5.61, a moisture content of 56.78%, an ash content of 2.17%, a protein content of 13.46%, a fat content of 5.55%, a color 4,67 (golden brown) ,aroma 4.80 (smells enough) taste 4.93 (testeful), texture 4.53 (solid).
Kualitas Air pada Irigasi Subak di Bali I Gede Dumia Saputra; Sumiyati Sumiyati; I Nyoman Sucipta
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.483 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p09

Abstract

Air irigasi sangat berpengaruh pada subak, oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran terhadap pencemaran yang terjadi agar kualitas air tersebut baik untuk subak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air pada irigasi subak di Bali dan dilaksanakan pada tanggal 09 April 2019 pada 9 Subak di 3 (tiga) kabupaten yang ada di Bali, yaitu Subak Air Sumbul, Yeh Anakan dan Air Satang berada di Kabupaten Jembrana, Subak Guama, Subak Selan Bawak dan Jatiluwih berada di Kabupaten Tabanan dan Subak Tegal Kauh Selat, Subak Tohpati dan Subak Bugbug berada di Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan laboratorium, dimana hasil yang didapatkan akan dibandingkan dengan baku mutu air Peraturan Gubernur Bali Nomor 16 tahun 2016 tanggal 14 maret 2016 kualitas air golongan IV. Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik yaitu pada Saluran Inlet dan Outlet. Sempel diteliti berdasarkan parameter BOD, COD, DHL (Daya Hantar Listrik), pH, Nitrit (NO2), Fosfat (PO4), dan TDS (Total Padatan Terlarut). Hasil uji paling tinggi pada parameter BOD menunjukan angka 8,078 mg/L terdapat di saluran Inlet subak Selat, COD menunjukan angka 21,735 mg/L di saluran Inlet subak Selat, DHL menunjukan nilai 308 µmhos/cm ada pada saluran Inlet subak Guama dan Selan Bawak, pH menunjukan nilai pH 8,40 di saluran Inlet Subak Bugbug, Nitrit menunjukan angka 2,606 mg/L di saluran Outlet Subak Guama, Fosfat menunjukan nilai 0,214 mg/L disaluran Inlet Subak Guama, TDS menunjukan nilai 238 mg/L pada saluran Inlet dan Outlet Subak Guama. Hasil uji keseluruhan masih sesuai dengan baku mutu air irigasi golongan IV. Irrigation water is very influential on subaks, therefore it is necessary to measure the pollution that occurs so that the water quality is good for subaks. This study aims to determine the quality of water in subak irrigation in Bali and was carried out on April 9, 2019 on 9 subaks in 3 (three) districts in Bali, namely Subak Air Sumbul, Yeh Anakan and Air Satang located in Jembrana Regency, Subak Guama , Subak Selan Bawak and Jatiluwih are in Tabanan Regency and Tegal Kauh Strait Subak, Tohpati Subak and Bugbug Subak are in Karangasem Regency. This research is a field and laboratory research, where the results obtained will be compared with the water quality standard Bali Governor Regulation Number 16 of 2016 dated March 14, 2016 water quality group IV. Sampling is done at two points, namely the Inlet and Outlet Channels. Seals were examined based on the parameters of BOD, COD, DHL (Electrical Conductivity), pH, Nitrite (NO2), Phosphate (PO4), and TDS (Total Dissolved Solids). The highest test results on the BOD parameter showed the figure of 8.078 mg/L was found in the subak Strait Inlet channel, COD showed the number 21.735 mg/L in the Strait subak Inlet channel, DHL showed the value of 308 µmhos/cm in the Guama subak channel and the Selan bawak channel, pH shows a pH value of 8.40 in the Bugbug Subak Inlet channel, Nitrite shows 2.606 mg/L in the Subak Guama Outlet channel, Phosphate shows a value of 0.214 mg/L in the Guama Subak Inlet channel, TDS shows a value of 238 mg/L in the Inlet and Outlet channels Subak Guama. Overall test results are still in accordance with Group IV irrigation water quality standards.
Analisis Kepuasan dan Efektivitas Kerja Petani pada Penggunaan Hand Tractor di Lahan Kering Ananda Pradnyasuari; I Made Anom S. Wijaya; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.639 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p22

Abstract

Hand tractor adalah salah satu teknologi alat dan mesin pertanian yang telah banyak digunakan petani dalam mengolah lahan pertanian sebagai pengganti tenaga manusia dan tenaga ternak. Penggunaan hand tractor di Kecamatan Baturiti, khususnya di Desa Candikuning sudah diterapkan kurang lebih 5-10 tahun dikarenakan waktu mengolah tanah lebih cepat daripada menggunakan tenaga kerja manual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan dan efektivitas kerja petani pada penggunaan hand tractor di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sample. Jumlah responden 30 petani dengan kriteria petani yang memiliki lahan pertanian, memiliki hand tractor, serta menggunakan hand tractor. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2019. Analisis menggunakan metode Deskriptif untuk menguraikan karakteristik petani. Analisis kepuasan konsumen menggunakan Important Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI), serta Analisis Efektivitas untuk mengukur efektivitas kerja petani. Penelitian menunjukkan bahwa pengguna hand tractor didominasi oleh petani kelompok umur produktif (50%), tingkat Pendidikan setingkat SD-SMP (73.34%), dengan pekerjaan sampingan sebagai buruh tani (60%). Hasil Importance Performance Analysis didapatkan tingkat kesesuaian rata-rata antara kinerja dan kepentingan sebesar 87.85% dengan rentang nilai berkisar antara 54.84% pada atribut harga hand tractor sampai dengan 100% pada atribut mudah dalam pengoperasian mesin. Hasil analisis Customer Satisfaction Index didapatkan sebesar 68.10%. Efektivitas kerja petani pada penggunaan hand tractor sebesar 100%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa petani merasa puas pada penggunaan hand tractor dan kerja petani pada penggunaan hand tractor tergolong efektif. Kata kunci: hand tractor, kepuasan petani, efektivitas. Hand tractor is one of the technology tools and agricultural machinery that has been widely used by farmers in processing agricultural land as a substitute for human labor and livestock power. The use of hand tractors in Kecamatan Baturiti, especially in Desa Candikuning has been implemented for approximately 5-10 years due to the time to process land faster than using manual labor. This study aims to analyze the satisfaction and effectiveness of farmer's work on the use of hand tractors in Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. Determination of the sample using the purposive sampling method. The number of respondents is 30 farmers with the criteria of farmers who own agricultural land, own hand tractors, and use hand tractors. The study was conducted in April - May 2019. The analysis used descriptive methods to describe the characteristics of farmers. Analysis of consumer satisfaction using Important Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI), as well as Effectiveness Analysis to measure the effectiveness of farmers' work. Research shows that users of hand tractors are dominated by productive age farmers (50%), education level is at the level of elementary-junior high school (73.34%), with side jobs as farm laborers (60%). Importance Performance Analysis results obtained an average suitability level between performance and importance of 87.85% with a range of values ??ranging from 54.84% in the price attribute of hand tractors to 100% in the easy attribute in machine operation. Customer Satisfaction Index analysis results obtained by 68.10%. The effectiveness of farmers' work on the use of hand tractors is 100%. From the results of the study concluded that farmers were satisfied with the use of hand tractors and the work of farmers on the use of hand tractors was classified as effective. Keyword: hand tractor, farmer’s satisfaction, effectiveness.
Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Distribusi Air di Subak Kabupaten Tabanan Yuda Arnanda; I Wayan Tika; Ida Ayu Luh Gede Bintang Madrini
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.515 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p13

Abstract

Sistem subak adalah merupakan salah satu bentuk sistem irigasi yang mampu mengakomodasikan dinamika sistem sosio-teknis masyarakat setempat. Air irigasi dikelola dengan prinsip-prinsip keadilan, keterbukaan, harmoni dan kebersamaan, melalui suatu organisasi yang fleksibel yang sesuai dengan kepentingan masyarakat. Sistem irigasi erat kaitannya tentang pendistribusian air irigasi pada subak yang berdasarkan luas lahan. Salah satu aspek yang akan dinilai dalam sistem irigasi adalah Rasio Prestasi Manajemen (RPM) irigasi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi RPM di suatu subak dengan pemberian skor pada masing-masing klasifikasi RPM. Perolehan data sekunder dilakukan dengan metode survey, pengamatan secara langsung dan pengukuran. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis menggunakan metode Rasio Prestasi Manajemen (RPM) Irigasi. RPM irigasi setiap subak dinilai dengan menggunakan empat rentang nilai yaitu Baik bila 0.75 < RPM <1.25, Cukup bila 0.60 < RPM < 0.75 atau 1.25 < RPM < 1.40, Kurang 0.40 < RPM< 0.60 atau 1.40 <RPM<1.60 dan Sangat kurang bila RPM < 0.40 atau RPM >1.60 Hasil metode analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada distribusi air di subak diperoleh RPM daerah hulu yaitu Pama Palian, Aya I dan Aya II memiliki RPM yang Baik yaitu rata-rata 100%. Ketersediaan air yang begitu melimpah karena subak daerah hulu, subak yang pertama kali mengambil air di daerah irigasi. Dan yang paling penting adalah sistim pengaturan pemberian air yang sudah optimal. Untuk subak daerah tengah RPM sedikit berbeda dengan di daerah hulu. Rata-rata RPM daerah irigasi tengah yang mempunyai kreteria Cukup yaitu sebesar 15,5% sedangkan Baik 84,5%. Untuk daerah irigasi tengah yang memiliki kriteria RPM cukup dengan nilai 15,5% disebabkan oleh pendistribusian air tidak seoptimal seperti daerah irigasi hulu. Untuk Subak daerah irigasi hilir rata-rata RPM secara keseluruhan yaitu 100% baik, ini disebabkan karena pembagian pendistribusian air daerah irigasi hilir sudah optimal sesuai dengan luas lahan. Subak system is one form of irrigation system that is able to accommodate the dynamics of the socio-technical system of the local community. Irrigation water is managed with the principles of justice, openness, harmony and togetherness, through a flexible organization that is in accordance with the interests of the community. Irrigation systems are closely related to the distribution of irrigation water in subaks based on land area. One aspect that will be assessed in an irrigation system is the Irrigation Management Achievement Ratio (RPM). The purpose of this study is to determine the RPM classification in a subak by scoring in each RPM classification. Secondary data acquisition is done by survey method, direct observation and measurement. The collected data will then be analyzed using the Irrigation Management Achievement Ratio (RPM) method. Irrigation RPM for each subak is assessed using four ranges of values, namely Good if 0.75 <RPM <1.25, Enough if 0.60 <RPM <0.75 or 1.25 <RPM <1.40, Less 0.40 <RPM <0.60 or 1.40 <RPM <1.60 and Very less if RPM <0.40 or RPM> 1.60 The results of the analysis method of irrigation management achievement ratio in the distribution of water in the subak obtained by the upstream area RPM namely Pama Palian, Aya I and Aya II have a good RPM that is an average of 100%. The availability of water is so abundant due to the upstream subak, the first subak to take water in an irrigation area. And the most important thing is the optimal water supply management system. For the subak area the RPM is slightly different from the upstream area. The average RPM of the central irrigation area that has sufficient criteria is 15.5% while 84.5% is good. For the central irrigation area which has sufficient RPM criteria with a value of 15.5% caused by the distribution of water is not as optimal as the upstream irrigation area. For Subak downstream irrigation areas the overall average RPM is 100% good, this is because the distribution of downstream irrigation water distribution is optimal according to the area of ??land.

Page 2 of 3 | Total Record : 24