cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2021): September" : 16 Documents clear
Penilaian Aspek Palemahan sebagai Bagian Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi Subak Anastasia Febriana; Sumiyati Sumiyati; I Wayan Widia
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p05

Abstract

ABSTRAK Subak merupakan modal sosial bagi masyarakat Bali yang merupakan warisan irigasi dan pengolahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dari aspek palemahan. Lokasi penelitian di Subak Meliling, Subak Sungsang dan Subak Gadungan di Kabupaten Tabanan; Subak Bugbug, Subak Tohpati dan Subak Selat berada di Kabupaten Karangasem; Subak Yeh Santang, Subak Yeh Anakan dan Subak Air Sumbul di Kabupaten Jembrana. Komponen Tri Hita Karana dinilai dari nilai evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kuesioner terhadap 9 kepala subak (pekaseh), observasi dan dokumentasi ke lokasi subak yang akan diteliti hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketercapaian skor Subak Meliling 4.2 berada pada kategori baik; di Subak Gadungan memperoleh skor 4.5 termasuk kategori baik; dan di Subak Sungsang skor 3.9 termasuk kategori baik; di Subak Tohpati skornya 3.8 dengan kategori baik; pada Subak Bugbug skor 3.7 termasuk dalam kategori baik; dan di Subak Selat skor 4.2 dengan kategori baik; sedangkan di Subak Air Santang mendapatkan skor 3.4 dengan kategori cukup baik; di Subak Yeh Anakan skor 4.1 kategori baik; dan di Subak Air Sumbul skor 4,2 dangan kategori baik. ABSTRACT Subak is a social capital for Balinese, which is a legacy for irrigation and agricultural processing. The purpose of this research was to determine an existing condition of the palemahan aspects. The location of research was in the Meliling subak, the Sungsang Subak and the Gadungan Subak of Tabanan Regency; subak Bugbug, subak Tohpati and subak Selat of Karangasem regency; subak Yeh Santang, subak Yeh Anakan, and subak Air Sumbul of Jembrana Regency. The Tri Hita Karana’s component was assessed by the evaluation score. These datas were collection by questionnaire interviews, observation and documentation of the 9 heads of the subak (pekaseh). The evaluation results show that the achievement of the Subak Meliling score of 4.2 is in good category; at Subak Gadungan was getting score 4.5, belong to a good category; and at Subak Sungsang the score was 3.9, including in good category; in the Tohpathi Subak, the score was 3.8 in the good category; at the Subak Bugbug the score was 3.7, including in the good category; and in the Subak Selat, the score was 4.2 in the good category; while in Subak Air Santang the score was 3.4 in the pretty good category; In Yeh Anakan Subak, the score was 4.1 in the good category; and in Subak Air Sumbul the score was 4.2 in the good category
Strategi Pengembangan Agrowisata di Soewan Garden dengan Menggunakan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threads) Ida Bagus Made Adi Dharma Yuda Pramana; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara; I Nyoman Sucipta
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p10

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan kajian analisis SWOT karena, mempermudah suatu perusahaan untuk mengkombinasikan strategi yang tepat dikembangkan untuk menjalankan perusahaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal serta menyusun dan merekomendasikan strategi pengembangan agrowisata di Soewan Garden Desa Pancasari. Penelitian ini mengambil data dari penyebaran kuisioner yang dibagi menjadi 2, yaitu kuisioner internal ( pemilik dan pengunjung agrowisata), dan kuisioner eksternal (Pakar dan usaha sejenis yang sudah berkembang). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 kekuatan, 6 kelemahan, 4 peluang, dan 3 ancaman. Hasil pembobotan dan rating menunjukan bahwa nilai terbobot untuk matriks Internal Factor Evaluation (IFE) adalah 3,02 dan matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE) adalah 2.65. Nilai ini menunjukan posisi yang kuat pada matriks Internal Eksternal (IE) dengan strategi yang harus dilakukan adalah strategi intensif dan integratif. Sedangkan berdasarkan Analisis matriks SWOT terdapat 8 alternatif strategi yang dapat disusun untuk mengembangkan usaha agrowisata Soewan Garden. ABSTRACT This research was conducted with a SWOT analysis study for a decision-maker in a company to combine the right strategies to run the company. This study aims to analyze internal and external conditions and recommend development strategies in the agrotourism Soewan Garden at Pancasari village. This study took data from the distribution of questionnaires which were divided into 2, namely internal commissioners (agro-tourism owners and visitors) and external commissioners (experts and similar businesses that have developed). The results showed that there were 3 strengths, 6 weaknesses, 4 opportunities, and 3 threats. The weighting and assessment results show that the weighted value for the Internal Factor Evaluation matrix (IFE) is 3,02 and the External Factor Evaluation matrix (EFE) is 2,65. This value indicates a strong position in the Internal External Matrix (IE) with a strategy that must be done is an intensive and integrative strategy. Meanwhile, based on the SWOT matrix analysis there are 8 alternative strategies that can be developed to develop Soewan Gardenagro-tourism.
Karakteristik Pengeringan dan Sifat Fisik Bubuk Jahe Merah Kering (Zingiber Officinale Var.rubrum) dengan Variasi Ketebalan Irisan dan Suhu Pengeringan Ni luh Devi Widyanti; Ni Luh Yulianti; Yohanes Setiyo
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Pengolahan jahe merah dalam bentuk bubuk merupakan salah satu cara untuk mengawetkan hasil panen jahe merah yang memiliki kadar air yang tinggi. Pengolahan jahe merah dalam bentuk bubuk perlu dilakukannya pengeringan pada bahan sehingga mampu mengeluarkan kandungan air yang terdapat pada bahan. Dalam pengeringan suatu bahan suhu dan ketebalan merupakan hal berpengaruh pada pengeringan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pengeringan, sifat fisik bubuk jahe merah serta perlakuan yang menghasilkan kualitas bubuk jahe kering yang paling baik dengan variasi suhu dan ketebalan irisan selama pengeringan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor yang pertama yaitu suhu pengeringan 50oC, 60oC, dan 70oC dan faktor kedua yaitu ketebalan irisan jahe merah 1 mm, 3 mm, 5 mm. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kerapatan curah, sudut curah, indeks keseragaman, dan laju penurunan kadar air jahe merah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antar perlakuan suhu dan ketebalan irisan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter kadar air, kerapatan curah, sudut curah, dan laju penurunan kadar air jahe merah. Selanjutnya perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan (N3S5) dari jahe merah yang dikeringkan dengan ketebalan irisan 3 mm yang dikeringkan dengan suhu 50oC dengan nilai kadar air 10,05% bb, kerapatan curah 790Kg/m3, sudut curah 43,34o. ABSTRACT Processing red ginger in powder form is one way to preserve the red ginger crop, which has a high moisture content. Processing of red ginger in powder form requires drying of the material so it can remove the water content in the material. In drying a material, the temperature and thickness influence drying. The purpose of this study was to determine the drying characteristics, the physical properties of red ginger powder and the treatment that produced the best dry ginger powder quality with variations in temperature and slice thickness during drying. The design used in this study was a factorial randomized block design (RBD) with two factors and three replications. The first factor is the drying temperature of 50oC, 60oC, and 70oC and the second factor is the thickness of the red ginger slices 1 mm, 3 mm, 5 mm. The parameters observed were moisture content, bulk density, angle of bulk, uniformity index, and rate of reduction in water content of red ginger. The results showed that the interaction between the temperature treatments and the thickness of the slices had a significant effect on the parameters of moisture content, bulk density, angle of bulk, and the rate of reduction in water content of red ginger. The best treatment was obtained in treatment (N3S5) of dried red ginger with a thickness of 3 mm slices dried at a temperature of 50oC with a moisture content value of 10.05% bb, bulk density 790Kg/m3, angle of bulk 43.34o.
Efektivitas Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Studi Kasus: Desa Sanur Kaja Kota Denpasar) Ni Putu Amelia Panida Dewi; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; I Wayan Tika
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p15

Abstract

ABSTRAK Desa Sanur Kaja memiliki satu depo pengelolaan sampah khusus untuk menangani sampah yang dihasilkan oleh masyarakat desa yang bernama Depo Cemara. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui bahwa kegiatan yang berjalan di Depo Cemara menjadi kurang efisien karena tidak semua masyarakat desa memilah dan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana efektivitas sistem pengelolaan sampah yang sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Sanur Kaja dengan membandingkan jumlah sampah yang dikelola oleh rumah tangga dengan prinsip 3R dengan jumlah sampah yang terbuang sehingga diperoleh persentase reduksi sampah. Pengumpulan data diperoleh dengan menyebar kuesioner kepada responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dihitung dengan analisis kesetimbangan massa sampah lalu dianalisis lebih lanjut dengan metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian terhadap 96 rumah tangga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat memiliki efektivitas yang rendah karena reduksi sampah yang terjadi hanya 22,5 persen dalam satu hari dan responden yang melakukan pemilahan sampah rumah tangga sebanyak 44 persen. Masyarakat menyatakan setuju terhadap rencana penerapan prinsip 3R dalam pengelolaan sampah rumah tangga serta menganggap penting ditambahkannya fasilitas-fasilitas pendukung pengelolaan sampah. ABSTRACT Sanur Kaja Village has a special waste management facility for processing waste produced by the village community, namely Depo Cemara. Based on previous research, it is known that activities that are running at Depo Cemara are less efficient because not all village communities sort waste and apply the 3R (reduce, reuse, and recycle) principle in household waste management. This study aims to identify the effectiveness of the waste management system that has been implemented by the people of Sanur Kaja Village by comparing the amount of waste managed by households with the 3R principle with the amount of waste wasted in order to obtain a percentage of waste reduction. Data collection was obtained by distributing questionnaires to respondents who were determined by purposive sampling technique. The data obtained were then calculated by analyzing the mass balance of waste and then further analyzed using descriptive statistical analysis methods. The results of research on 96 households show that community-based waste management is still not effective because the percentage of waste reduction that occurs in one day only 22,5 percent and respondents who sort household waste are 44 percent. The community agreed to the plan to implement the 3R principle in household waste management and considered it important to add supporting facilities for waste management.
Karakteristik Briket Biomassa dengan Variasi Geometri dan Jenis Bahan Baku yang Berbeda I Putu Dharma Putra Ritzada; Ni Luh Yulianti; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik briket biomassa dengan variasi geometri dan jenis bahan baku briket biomassa yang berbeda dan menentukan perlakuan manakah yang menghasilkan briket dengan kualitas yang paling baik. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) Faktorial menggunakan 2 faktorial dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis bahan baku (A) yang terdiri dari tiga taraf yaitu bambu tabah (A1), sekam padi (A2) dan campuran bambu tabah sekam padi (A3). Faktor kedua yaitu bentuk geometri briket (B) yang terdiri dari dua taraf yaitu balok (B1) dan silinder (B2). Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga didapatkan 18 data pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang signifikan, maka dilanjutkan dengan uji BNT terhadap rata-rata perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi antar perlakuan jenis bahan baku dan bentuk geometri memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter mutu briket yang dihasilkan, Perlakuan briket yang dibuat dari sekam padi dengan bentuk silinder (A2B2) merupakan perlakuan yang menghasilkan briket dengan kualitas paling baik dengan nilai kadar air sebesar 2,64% bb, kadar abu sebesar 6,60%, laju pembakaran sebesar 73,16 (gr/menit) dan volatille matter sebesar 13,86 %. ABSTRACT This study aims to analyze the characteristics of biomass briquettes with different geometry variations and types of biomass briquette raw materials and determine which treatment produces the best quality briquettes.This research uses block design (RAK) using 2 factorials and 3 replications.The first factor is the type of raw material (A) which consists of three levels, namely tabah bamboo (A1), rice husk (A2) and a mixture of tabah bamboo rice husk (A3). The second factor is the geometric shape of the briquette (B) which consists of two levels, namely beams (B1) and cylinders (B2). All treatments were repeated 3 times in order to obtain 18 observational data. The data obtained were analyzed by means of variance and if there was a significant treatment effect, then it was followed by the BNT test on the average treatment.The results showed that the interaction between treatments. Types of raw materials and geometric shapes had a significant effect on the quality parameters of the resulting briquettes.The treatment of briquettes made from rice husks in a cylindrical shape (A2B2) is a treatment that produces the best quality briquettes with a moisture content value of 2.64% bb.ash content was 6.60%, combustion rate was 73.16 (gr / minute) and volatile matter was 13.86%.
Persepsi Konsumen Terhadap Bahan dan Disain Kemasan Jambu Kristal (Psidium guajava) Ramah Lingkungan Anak Agung Gede Angga Surya Mayura; I Nyoman Sucipta; Pande Ketut Diah Kencana
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p11

Abstract

Abstrak Kemasan sudah diketahui sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan. Kemasan meliputi tiga jenis, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label. Tujuan dilakukannya pengemasan selain sebagai pelindung terhadap produk agar tidak mudah rusak, juga bertujuan agar memiliki daya tarik bagi konsumen agar tertarik untuk menikmati produk tersebut. Adapun penelitian bertujuan untuk: (1) Menentukan persepsi konsumen terhadap kualitas kemasan. (2) Menentukan persepsi konsumen terhadap disain kemasan. (3) Menentukan persepsi Konsumen terhadap harga kemasan primer dan sekunder. (4) Menentukan persepsi konsumen terhadap kepuasan pada kemasan. Tempat penelitian dilakukan di pasar Badung dan pasar Sukawati. Sampel penelitian adalah konsumen/pengunjung di pasar Badung dan pasar Sukawati pada periode bulan Juli 2020 sampai dengan bulan Agustus 2020 sebanyak 50 konsumen. Pengolahan data menggunakan alat bantu SPSS 25 dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif..Dari hasil penelitian yang dapat disimpulkan, kemasan yang dominan menurut perpsepsi 50 responden dari segi kualitas adalah kemasan daun kelapa dengan hasil 29 orang/(58%) memilih setuju. Dari segi bahan dan disain adalah kemasan anyaman bambu dengan hasil, 29 orang/(58%) memilih setuju. Dari segi harga adalah kemasan anyaman bambu dengan hasil 31 orang/(62%) memilih sangat setuju (5). Dari segi kepuasan adalah kemasan daun kelapa dengan hasil, 40 orang/(80%) memilih setuju (4). Kata kunci: Persepsi Konsumen, Kualitas Produk, Disain Kemasan Abtract Packaging has been known since humans knew about food storage systems. Packaging includes three things, namely the brand, the packaging itself and the label. The purpose of packaging is not only to protect the product from being easily damaged, but also to attract consumers to be interested in enjoying the product. The research aims to: (1) Determine consumer perceptions of packaging quality. (2) Determine consumer perceptions of packaging design. (3) Determine consumer perceptions of primary and secondary packaging prices. (4) Determine consumer perceptions of satisfaction with packaging. The research site was conducted in Badung market and Sukawati market. The research sample is consumers / visitors in Badung market and Sukawati market in the period from July 2020 to August 2020 as many as 50 consumers. Data processing used the SPSS 25 tool using quantitative descriptive analysis method. From the results of the study it can be concluded that the dominant packaging according to the perceptions of 50 respondents in terms of quality is coconut leaf packaging with the results 29 people / (58%) chose to agree. In terms of material and design, the packaging was woven bamboo with the result, 29 people / (58%) agreed. In terms of price, the packaging was woven bamboo with the result that 31 people / (62%) strongly agreed (5). In terms of satisfaction, the packaging of coconut leaves with results, 40 people / (80%) chose to agree (4). Keywords: Consumer Perception, Product Quality, Packaging Design
Pengaruh Pelapisan Gel Lidah Buaya dengan Campuran Asam Askorbat dan Kalium Sorbat terhadap Susut Bobot, pH dan Organoleptik Buah Melon Potong Segar Ni Wayan Sulasmi; I Made Supartha Utama; I Gusti Ketut Arya Arthawan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p02

Abstract

ABSTRAK Buah melon yang telah mengalami pengolahan minimal memiliki sifat mudah rusak (perishable) dengan masa simpan yang relative singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh pelapisan gel lidah buaya dengan campuran asam askorbat dan kalium sorbat terhadap susut bobot, pH dan organoleptik buah melon potong segar atau proses minimal. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi asam askorbat (0%, 1.5% dan 3%) dan kalium sorbat (0%, 0.2% dan 0.4%). Percobaan ini diulang sebanyak tiga kali dengan suhu penyimpanan 5±2?C. Hasil penelitian menunjukkan asam askorbat dan kalium sorbat berpengaruh nyata terhadap nilai susut bobot, pH dan atribut organoleptik buah melon potong segar. Asam askorbat dan kalium sorbat mampu menghambat kehilangan bobot, mempertahankan nilai organoleptik dan menurunkan nilai pH sehingga aktivitas pertumbuhan jamur dan kapang terhambat pada buah potong tersebut. Gel lidah buaya dengan penambahan asam askorbat 3% dan kalium sorbat 0,2% merupakan perlakuan yang memberikan nilai atribut organoleptik terbaik selama penyimpanan. Kombinasi ini mampu mempertahankan nilai warna dan tekstur hingga hari ke 14 serta mempertahankan aroma hingga hari ke 10. ABSTRACT Melon fruit which is undergone a minimal process is easy to damage (perishable) with short shelf life. This study aims to determine the effect of coating aloe vera gel with a mixture of ascorbic acid and potassium sorbate on weight loss, pH, and organoleptic of fresh-cut melons. This study using a completely randomized design (CRD consisted of two treatment factors, namely ascorbic acid (0%, 1.5%, and 3%) and potassium sorbate (0%, 0.2% and 0.4%)). The experiment was replicated three times with a storage temperature of 5 ± 2?C. The results showed that ascorbic acid and potassium sorbate significantly affected the weight loss, pH, and organoleptic values ??of fresh-cut melons. Ascorbic acid and potassium sorbate can inhibit weight loss, maintain organoleptic values ??, and reduce the pH value of fresh-cut melons so that the activity of fungal and mold growth is inhibited. Aloe vera gel with the addition of 3% ascorbic acid and 0.2% potassium sorbate was the treatment that gave the best organoleptic value during storage. This combination can maintain the value of color and texture up to day 14 and maintain aroma until day 10.
Karakteristik Briket Biomassa dari Variasi Bahan Baku dan Persentase Perekat yang Berbeda Agnesia Arista Wijaya AK; Ni Luh Yulianti; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p07

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik dan pengaruh jenis bahan baku dan persentase perekat yang berbeda terhadap mutu briket biomassa yang dihasilkan dan menentukan perlakuan manakah yang memberikan hasil terbaik terhadap karakteristik briket yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama (A) adalah jenis bahan baku yang terdiri dari 3 taraf yaitu bambu tabah ( A1), sekam padi (A2) dan campuran bambu tabah dan sekam padi (A3). Faktor kedua (B) adalah persentase perekat yang terdiri dari 3 taraf yatu konsentrasi 10%, ( B1) 15% (B2) dan 20%(B3) . Parameter penelitian yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan laju pembakaran. Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga didapatkan 27 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang signifikan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Test (DMRT). Berdasarakan hasil penelitian diketahui bahwa, interaksi perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan laju pembakaran. Selanjutnya Kadar air yang didapat berkisar antar 2,30% bb - 4,78%,bb kadar abu 5,88% - 34,85%, kadar zat menguap 31,30% - 51,59% dan laju pembakaran 73,20 gr/menit – 106,00 gr/menit. Kualitas briket yang paling baik diperoleh pada perlakuan A2B3 (sekam 80 gram perekat 20 gram) dimana kadar air yang dihasilkan sebesar 2,30%bb, kadar abu 32,29%, kadar zat menguap 32,01% dan laju pembakarannya selama 92,60 gr/menit. ABSTRACT This study aims to analyze the characteristics and effects of different types of raw materials and adhesive percentages on the quality of the briquettes of the biomass produced and to determine which treatment gives the best results for the characteristics of the resulting briquettes. This study used a factorial randomized block design (RBD) using 2 factors and 3 replications. The first factor (A) is the type of raw material which consists of 3 levels, namely tabah bamboo (A1), rice husk (A2) and a mixture of tabah bamboo and rice husk (A3). The second factor (B) is the adhesive percentage consisting of 3 levels, namely 10% concentration, (B1) 15% (B2) and 20% (B3). The research parameters observed were moisture content, ash content, volatile substance content and combustion rate. All treatments were repeated 3 times in order to obtain 27 experimental units. The data obtained were analyzed using variance and if there was a significant treatment effect, it was followed by the Duncan Multiple Test (DMRT). Based on the results of the study, it is known that the treatment interaction has a significant effect on the parameters of moisture content, ash content, volatile substance content and combustion rate, then the moisture content obtained ranges from 2.30% bb - 4.78%, bb ash content 5, 88% - 34.85%, the volatile substance content was 31.30% - 51.59% and the combustion rate was 73.20 grams/minutes - 106.00 grams/minutes. The best quality of briquettes was obtained in A2B3 treatment (80 grams of rice husk 20 grams of adhesive) where the water content produced was 2.30%, the ash content was 32.29%, the vaporizing substance content was 32.01% and the burning rate was 92.60 grams. /minute.
Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Mutu Organoleptik Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Semi Kering Indri Novia Santi; I Made Supartha Utama; Ida Ayu Gede Bintang Madrini
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p12

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap mutu organoleptik buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) semi kering, serta menemukan kombinasi terbaik dari kedua perlakuan tersebut. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu suhu (40°C, 50°C dan 60°C) dan waktu (15 jam, 20 jam dan 25 jam) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan waktu pengeringan berinteraksi dan secara sangat nyata berpengaruh terhadap mutu visual, tekstur, aroma, rasa dan penerimaan secara keseluruhan. Kombinasi terbaik adalah perlakuan suhu 60°C dan waktu pengeringan 20 jam dengan nilai organoleptik yaitu mutu visual 3.84 (suka), tekstur 3.96 (suka), aroma 3.69 (suka), rasa 4.04 (suka) dan penerimaan secara keseluruhan 4.24 (suka). ABSTRACT This study aims to determine the effect of temperature and drying time on the organoleptic quality of semi-dry red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) and to find the best combination of the two treatments. The study was designed with a completely randomized design with two factors, namely temperature (40°C, 50°C, and 60°C) and time (15, 20, and 25 hours) with three replications. The results showed that the treatment temperature and drying time interacted and significantly affected the visual quality, texture, aroma, taste, and overall acceptance. The best combination is a temperature treatment of 60°C and drying time of 20 hours with organoleptic values ??such as the visual quality value of 3.84 (favorable), texture value of 3.96 (favorable), aroma value of 3.69 (favorable), taste value of 4.04 (favorable) and overall acceptance of 4.24 (favorable).
Analisis Persentase Kelebihan Air Irigasi pada Subak DAS Ho Saat Musim Hujan Dian Dwi Cahyo Pangestu; I Wayan Tika; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p03

Abstract

ABSTRAK Berlebihnya ketersediaan air irigasi yang disebabkan oleh debit air yang melimpahpada saat musim hujan dan sifatnya tidak merata, dimana pada bagian hulu ketersediaan air cenderung berlebih dan di hilir cenderung kekurangan. Dengan adanya kondisi seperti itu maka perlu dilakukan penelitian mengenai kelebihan air irigasi pada saat musim hujan agar dapat dilakukan pengelolaan air secara proporsional pada (DAS) Ho. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase kelebihan air irigasi yang ada pada setiap subak dan menentukan teknik pengelolaan air irigasi agar proporsional pada setiap bagian subak. Perolehan data primer dilakukan dengan metode wawancara, pengamatan, dan pengukuran sedangkan data sekunder diperoleh dari (BMKG) Wilayah III Denpasar. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan CROPWAT 8.0 untuk mencari persentase kelebihan air irigasi yang terjadi pada saat musim hujan dan untuk menentukan proposi distribusi air irigasi. Hasil penelitian menunjukan persentase kelebihan air irigasi pada subak (DAS) Ho saat musim hujan rata-rata pada daerah hulu 207,31%, tengah 417,78%, hilir 239,05%. Teknik pengelolaan distribusi air pada hulu, tengah, hilir saat musim hujan agar kelebihan bersifat proporsional yaitu dengan cara mengubah debit awal sesuai dengan debit rekayasa. ABSTRACT The excess of water availability is caused by excessive water discharge during the rainy season, and it doesn’t distribute evenly between upstream and downstream, where upstream water availability tends to be oversupply and downstream is deficient. With such conditions, research is needed on excess irrigation water during the rainy season in order to perform an optimal water management in Ho Watershed. Research was conducted to determine the percentage of excess irrigation water available in each subak and determine irrigation water management techniques to be proportionate to each subak section. The acquisition of primary data is done by interview, observation, and measurement methods, while secondary data is obtained from (BMKG) Region III Denpasar. The data obtained was further analyzed with CROPWAT 8.0 to find the percentage of excess irrigation water that occurs during the rainy season and to determine the distribution portion of irrigation water. The results showed the percentage of excess irrigation water in the Ho watershed during the rainy season averaged 207,31%, middle 417,78%, downstream 239,05%. Water distribution management techniques in the upstream, middle, downstream during the rainy season so that the excess is proportional by changing the initial discharge in accordance with the approximation discharge.

Page 1 of 2 | Total Record : 16