cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2021): September" : 16 Documents clear
Modifikasi Kotak Polistiren untuk Penyimpanan Dingin Sayur Kubis dengan Menggunakan Es Kering sebagai Media Pendingin Bagus Made Brahmanda Diputra; Ida Bagus Putu Gunadnya; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p08

Abstract

ABSTRAK Penelitian telah dilakukan pada kotak modifypolystyrene sebagai kotak pengiriman kubis segar menggunakan es kering sebagai media pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kotak yang dimodifikasi untuk mengetahui kotak yang paling cocok dimodifikasi untuk menjaga kesegaran sayuran. Kotak polystyrene yang dimodifikasi dibuat dengan memisahkan kotak menjadi dua kompartemen, satu kompartemen untuk menempatkan es kering sebagai media pendingin, dan kompartemen lain untuk menyimpan kubis segar. Itu dibuat lima jenis kotak dimodifikasi, dua jenis media pendinginan mondar-mandir di bawah sayuran segar, sedangkan jenis sisanya menempatkan media pendingin di atas sayuran. Tes yang dilakukan selama 7 jam terdiri dari suhu di sekitar kotak, suhu di dalam kotak, dan suhu pusat kubis segar. Pengukuran lain yang dilakukan adalah berat es kering yang digunakan selama penyimpanan dingin, penurunan berat kubis segar, pengamatan visual kerusakan kubis segar, dan perhitungan keseimbangan energi. Menempatkan es kering di bawah kubis segar menyebabkan suhu tengah kubis segar jauh di atas suhu penyimpanan yang disarankan, 0oC, sementara menempatkan media pendingin di atas sayuran memberi dampak negatif pada sayuran di mana suhu tengah kubis segar di bawah 0oC untuk dua jenis kotak yang dimodifikasi, kecuali es kering yang ditempatkan di baskom yang terbuat dari piring zink. Berdasarkan perhitungan energi, terungkap bahwa hampir lebih dari 75% energi pendingin digunakan untuk mengatasi beban pendinginan di sekitarnya. Ditemukan bahwa kotak modifikasi yang paling cocok untuk menyimpan kubis segar adalah jenis kelima. ABSTRACT Research had been carried out to modify polystyrene box as fresh cabbage delivery box using dry ice as a cooling medium. The research aims were to find out the most suitable model box to maintain the freshness of the vegetables. Modified polystyrene box was made by separating the box into two compartments, one compartment for placing dry ice, and another compartment for storing the fresh cabbage. The box was modified into five types which consisted of two types of the box where the cooling medium was placed below the fresh vegetable, while for the rest, the cooling medium was placed above the vegetable. The tests were performed for 7 hours with the hourly observation that consisted of the temperature surrounding the model box, temperature inside the box, and temperature of the center of the fresh cabbage. Other conducted measurements were the weight of dry ice used during cold storage, weight loss of fresh cabbage, visual observation on the deterioration of the fresh cabbage, and energy equilibrium calculation. Placing dry ice below the fresh cabbage caused the center temperature of the fresh cabbage to far above the recommended storing temperature, 0oC, while placing the cooling medium above the vegetable gave a negative impact on the vegetable where the center temperature of the fresh cabbage was below 0oC for the two types of model boxes, except for the fifth type box where dry ice was placed in a basin made of zink plate. Based on energy calculation it was revealed that almost more than 75% of cooling energy was used to overcome the surrounding cooling load. It was found that the most suitable model box for storing the fresh cabbage was the fifth type.
Pengaruh Komposisi Larutan Pulsing dan Lama Perendaman Terhadap Kesegaran Bunga Potong Mawar Putih (Rosa Hybride L.) Selama Penyimpanan David Romario Sipayung; Ida Ayu Rina Pratiwi Pratiwi; Pande Ketut Diah Kencana
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p13

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan perlakuan yang terbaik dari larutan pulsing dan lama perendaman sebagai larutan perendam untuk memperpanjang masa kesegaran bunga potong Mawar Putih (Rosa hybrida L.). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor percobaan. Faktor pertama adalah komponen larutan pulsing terdiri 3 bagian yaitu: Sukrosa 5% + 250 ppm AgNO3 + Asam Sitrat 75 ppm, Sukrosa 10% + 500 ppm AgNO3 + Asam Sitrat 150 ppm dan Sukrosa 15% + 650 ppm AgNO3 + Asam Sitrat 300 ppm. Faktor kedua adalah lama perendaman terdiri dua bagian yaitu: 4 jam dan 8 jam. Analisa dilakukan setiap dua hari sekali dengan penggantian air setiap dua hari sekali yang disimpan dalam suhu ruang (27±1)0C selama 12 hari. Kombinasi perlakuan larutan pulsing dan lama perendaman berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadapan serapan total serta tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap perubahan berat, uji skor warna, kelayuan, bent neck dan tingkat kemekaran. Kombinasi perlakuan terbaik adalah larutan pulsing Sukrosa 15% + 650 ppm AgNO3 + Asam Sitrat 300 ppm dengan lama perendaman 8 jam menghasilkan rata-rata serapan total 10,48 ml, rata-rata perubahan berat 9,8%, rata-rata uji skor warna 3,2, rata-rata uji skor tingkat kelayuan 3,6, rata-rata uji skor bent neck 3,6 dan rata-rata tingkat kemekaran bunga 63,89%. ABSTRACT The research aims to determine the effect of pulsing solutions and soaking time to extend the freshness of the white roses cut flower (Rosa hybrida L.) as well as to obtain the best treatments combination of the two variables. The research consists of 8 treatment combinations, each treatment was repeated 3 times to obtain 24 treatments. The research uses a completely randomized design (CRD) method with two experiment factors. The first factor is the component of the pulsing solution consisting of 3 parts: Sucrose 5% + 250 ppm AgNO3 + Citric Acid 75 ppm, Sucrose 10% + 500 ppm AgNO3 + Citric Acid 150 ppm and Sucrose 15% + 650 ppm AgNO3 + Citric Acid 300 ppm. The second factor is the immersion time consists of two parts, namely: 4 hours and 8 hours. The analysis was carried out every two days with replacement of water every two days stored at room temperature (27 ± 1)0C for 12 days. The combination of pulsing solution treatment and soaking time had a very significant effect (p<0.01) on the total absorption and had no significant effect (p>0,05) on changes in weight, color score test, withered, bent neck, and efflorescence of level. The best combination of treatments solution pulsing treatment is 15% sucrose + 650 ppm AgNO3 + 300 ppm Citric Acid with 8 hours immersion resulting in an average total absorption of 10,48 ml, an average rate of weight changes 9,8 %, the average color test score was 3.2, the average wilt level test score was 3.6, the average bent neck test score was 3.6 and average rate of flowering 63,89%. It can be concluded that white roses are affected by the concentration of the pulsing solution because the concentration of the pulsing solution gives changes to white rose cut flowers.
Peramalan Penjualan Rebung Bambu Betung (Dendrocalamus asper) dengan Menggunakan Metode Triple Exponential Smoothing Ni Putu Murtini; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p04

Abstract

ABSTRAK Rebung bambu betung (Dendrocalamus asper) merupakan salah satu olahan produk segar yang dijual di Tiara Dewata Supermarket, dimana olahan tersebut terbagi menjadi tiga yaitu rebung mentah, rebung rajang, dan rebung biasa. Masa simpan rebung tergolong sangat singkat, hanya 1 – 3 hari. Lebih lanjut, penjualan yang terjadi setiap bulan untuk ketiga produk segar ini berfluktuasi dan sulit diduga kecenderungannya. Oleh karena itu, diperlukan metode peramalan agar dapat memperkecil kerugian yang akan terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menemukan nilai alfa terbaik yang dapat digunakan untuk memperoleh data runtun waktu peramalan yang terbaik untuk periode satu tahun mendatang terhadap ketiga jenis olahan rebung bambu betung dengan metode Triple Exponential Smoothing. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data aktual penjualan ketiga olahan rebung bambu betung dari bulan Maret 2019 – Mei 2020. Nilai alfa terbaik yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan yaitu perhitungan data runtun waktu dengan nilai alfa 0,1 – 0,9 yang memiliki nilai kesalahan (error) terkecil, dimana alfa 0,3 pada rebung mentah dengan nilai kesalahan MSE 20,146, RSME 4,488, MAPE 19%, alfa 0,4 pada rebung rajang dengan nilai kesalahan MSE 120,281, RMSE 10,967, MAPE 5%, dan alfa 0,4 pada rebung biasa dengan nilai kesalahan MSE 1306,619, RMSE 36,147, MAPE 5%. Dari perhitungan menggunakan nilai alfa tersebut dapat disimpulkan bahwa metode triple exponential smoothing valid digunakan untuk meramalkan data runtun waktu penjualan ketiga olahan rebung bambu betung dari periode Juni 2020 – Mei 2021. ABSTRACT Betung bamboo shoots (Dendrocalamus asper) is one of the processed fresh products sold at Tiara Dewata Supermarket, where the processing is divided into three, namely raw bamboo shoots, chopped bamboo shoots, and ordinary bamboo shoots. The shelf life of bamboo shoots is very short, only 1 - 3 days. Furthermore, the monthly sales for these three fresh products fluctuate and it is difficult to predict the trend. Therefore, a forecasting method is needed in order to minimize the losses that will occur. The purpose of this study was to find the best alpha value that can be used to obtain the best time series forecasting data for the next one year for the three types of Betung bamboo shoots using the Triple Exponential Smoothing method. The data used in this study is the actual sales data of the three processed bamboo bamboo shoots from March 2019 - May 2020. The best alpha value that can be used for forecasting is the calculation of time series data with an alpha value of 0.1 - 0.9 which has a value the smallest error, where alpha 0.3 in raw shoots with an error value of MSE 20.146, RSME 4.488, MAPE 19%, alpha 0.4 in chopped bamboo shoots with an error value of MSE 120.281, RMSE 10.967, MAPE 5%, and alpha 0,4 on ordinary shoots with an error value of MSE 1306,619, RMSE 36,147, MAPE 5%. From the calculation using the alpha value, it can be concluded that the triple exponential smoothing method is valid to predict the sales time series data of the three processed Betung bamboo shoots from the period June 2020 - May 2021.
Pengaruh Emulsi Minyak Wijen dan Ekstrak Daun Kecombrang sebagai Bahan Pelapis terhadap Atribut Mutu Buah Salak Madu selama Penyimpanan I Gusti Ngurah Karisma Maheswara; I Made Supartha Utama; I Gusti Ketut Arya Arthawan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p09

Abstract

Buah salak madu merupakan buah perishable dan memiliki umur simpan yang singkat sehingga menyebabkan sulitnya buah dipasarkan. Penelitian ini, bertujuan untuk mencari kombinasi emulsi terbaik dari penambahan ekstrak daun kecombrang dan minyak wijen sehingga mampu untuk menjaga mutu dan memperpanjang masa simpan. %. Penelitian ini, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu ekstrak daun kecombrang (K) dengan taraf konsentrasi (0%, 4% dan 8%) dan faktor kedua yaitu minyak wijen (W) dengan taraf konsentrasi (0%, 0,5% dan 1%) dengan parameter yang diuji yaitu susut bobot, warna, total asam, total padatan terlarut, tekstur dan intesitas kerusakan. Pengamatan dilakukan selama 16 hari dengan penyimpanan pada suhu ruang (28-31oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal minyak wijen berpengaruh terhadap total asam tertitrasi sedangkan perlakuan tunggal ekstrak daun kecombrang berpengaruh terhadap perbedaan warna. Interaksi minyak wijen dan ekstrak daun kecombrang berpengaruh terhadap susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut dan intensitas kerusakan. Perlakuan K2W2 (ekstrak daun kecombrang 8% dan minyak wijen 1%) merupakan emulsi terbaik karena mampu menghambat laju perubahan mutu buah salak madu. Perlakuan tersebut mampu menghambat perubahan kekerasan buah, total padatan terlarut dan susut bobot buah tetapi belum mampu menghambat laju perubahan total asam dan perbedaan warna. Berdasarkan nilai intensitas kerusakan, perlakuan K2W2 mampu menghambat penurunan bobot dan kekerasan hingga hari ke 10 sedangkan menghambat pertumbuhan jamur hingga hari ke 9. Shelf life of salak madu fruit is relatively short and easily spoile during storage, it makes difficult to sell. This study aimed to find the best emulsion combination from the addition of kecombrang leaf extract and sesame oil as an edible coating so it could preserve quality and extend the shelf life of the fruit. This study used a Randomized Block Design using two factors. The first factor was kecombrang leaf extract (K) with concentrations level are (0%, 4% and 8%) while the second factor was sesame oil (W) with concentrations level are (0%, 0,5% and 1%). with the parameters tested were weight loss, color difference, total acid, total dissolved solids, texture and damage intensity. Observations were carried out for 16 days and all sample were storage at room temperature (28-31oC). The results showed that the single treatment of sesame oil has an effect on the total acid while the single treatment of kecombrang leaf extract has an effect on the color difference. The interaction of sesame oil and kecombrang leaf extract affects weight loss, hardness, total dissolved solids and damage intensity. The emulsion K2W2 (kecombrang leaves extract 8% and sesame oil 1%) was the best to inhibit the deterioration of salak madu’s fruit. This combination was able to inhibit the rate of change on texture, total dissolved solids and weight loss, but the combination has not been able to inhibit the rate of change on total acid and the color of the fruit. Based on the value of damage intensity, the treatment was able to inhibit weight loss and hardness until day 10, while inhibiting fungal growth until day 9.
Kajian Proses Fermentasi Limbah Sayur dan Buah dari Pasar Tradisional Kintamani I Wayan Edy Wirawan; Yohanes Setiyo; Ida Ayu Gede Bintang Madrini
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p14

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yakni sebagai berikut: (1) mengetahui pengaruh kombinasi antara limbah sayur dan limbah buah untuk dibuat pupuk organik cair, dan (2) mengetahui perlakuan yang terbaik pada proses fermentasi limbah sayur dan buah dari pasar tradisional Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan sebagai berikut : perlakuan A0 = sayur 100 %, A1 = sayur 90 % dan buah 10 %, perlakuan A2 = sayur 80 % dan buah 20 %, perlakuan A3 = sayur 70 dan buah 30 %. Campuran sayur dan buah dari setiap perlakuan adalah 10 kg dan dihancurkan dengan blender, hasil pengecilan ukuran kemudian di ditambahkan dengan air 20 liter dan molase masing masing 1 kg . Sayur adalah sawi putih, kobis, sayur hijau,sedangkan buah : Tomat.Parameter yang diamati yaitu : perubahan warna, derajat keasaman (pH) dan Daya hantar listrik (EC), (TDS), BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), C-organik dan N-total. Secara umum, kualitas pupuk cair yang dihasilkan dari keempat perlakukan sesuai dengan Standar SNI No.70/Permentan/SR.140/10/2011. ABSTRACT The objectives of this study were to: (1) determine the effect of a combination of waste vegetables and fruit waste to make liquid organic fertilizer, and (2) find out the best treatment in the fermentation process of vegetable and fruit waste from the traditional market of Kintamani. This study uses 4 treatments as follows: A0 treatment = 100% vegetables, A1 = 90% vegetables and 10% fruit, A2 treatment = 80% vegetables and 20% fruit, A3 treatment = 70 vegetables and 30% fruit. The mixture of vegetables and fruit from each treatment is 10 kg and crushed with a blender, the size reduction results are then added with 20 liters of water and molasses 1 kg each. Vegetables are chicory, cabbage, green vegetables, whole fruit: Tomatoes. The observed parameters are changes in color, degree of acidity (pH) and electrical conductivity (DHL), (TDS), BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), C-organic, and N-total. In general, the quality of liquid fertilizer produced from the four treatments is in accordance with SNI Standard No.70 / Permentan / SR.140 / 10/2011
Estimasi Produksi Tandan Kelapa Sawit Berdasarkan Analisis Ketersediaan Air dengan Teknik Oil Palm Dissection Sukarman Sukarman; Herry Wirianata; Kadarwati Budiharjo; Septa Primananda; Susiana Purwantisari
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p16

Abstract

Jika faktor genetik, tanah dan teknik budidaya bukan merupakan faktor pembatas, maka fluktuasi hasil panen dipengaruhi oleh faktor iklim atau lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan air (defisit air, curah hujan dan hari hujan) terhadap sex ratio termasuk model hasil panen kelapa sawit. Penelitian telah dilakukan pada bulan November 2016 hingga Oktober 2017 di wilayah Wilmar International Plantation Kalimantan Tengah. Analisis menggunakan regresi berganda dan uji korelasi termasuk uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinieritas dan heteroskedastisitas) untuk analisis statistik dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan hari hujan berpengaruh nyata terhadap perkembangan sex ratio selama 23 bulan sebelum panen (MBH), saat defisit air berpengaruh nyata terhadap sex ratio pada 24 MBH. Estimasi distribusi produksi bulanan, anggaran produksi dan produksi aktual menunjukkan bahwa tidak signifikan. Estimasi distribusi produksi bulanan, anggaran produksi dan realisasi produksi menunjukkan bahwa tidak signifikan, dapat digunakan keakuratan distribusi produksi bulanan kelapa sawit. Kata kunci: sex ratio, curah hujan, hari hujan, defisit hujan, bunga betina

Page 2 of 2 | Total Record : 16