cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 13, No.1, Mei 2015" : 33 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT PEREMPUAN INDONESIA UNTUK MENIKAH DENGAN PRIA WARGA NEGARA ASING: STUDI KASUS DI YOGYAKARTA Perdana, Marita Putri; Nuryanti, Lusi
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2308

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat perempuan Indonesia  menikah dengan pria warga Negara asing di Yogyakarta. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumen  pada 3 perempuan yang menjalin hubungan dengan Warga Negara Asing yang ditentukan dengan purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi memengaruhi minat subjek untuk menikah dengan pria warga negara asing dengan pria warga negara asing dibedakan menjadi dua faktor, yaitu faktor intrinstik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu, yang meliputi kepribadian, pengetahuan (menghargai kesetaraan dan kebebasan kepada pasangan), keyakinan, persepsi, harga diri (rasa bangga), memiliki masa depan yang lebih baik, dan untuk memperbaiki keturunan. Adapun faktor ekstrinsik meliputi faktor ekonomi, keluarga, dan status sosial.
KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA Permanawati, Yustina; Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2324

Abstract

Kanker payudara sangat ditakuti karena payudara bagi wanita bukan hanya  organ  yang  memiliki  fungsi  biologis  semata  melainkan  juga  memiliki fungsi psikologis dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kesejahteraan subjektif pada penyandang kanker payudara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu data yang diperoleh di lapangan  melalui  observasi  dan  wawancara.Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang penyandang kanker payudara yang  telah  menjalani  operasi  pengangkatan.  Sedangkan  untuk  informan pendukung adalah 5 orang keluarga terdekat informan dan seorang perawat dari pihak  rumah  sakit.  Hasil  penelitian  ini menunjukkan  bahwa  sebagian kesejahteraan  subjektif  pada  penyandang  kanker  payudara  ditunjukkan   dengan kemampuan mengelola emosi negatif menjadi positif, dimana  penyandang kanker payudara  yang  menerima  keadaan  sebagai  penyandang  kanker  payudara  selalu berusaha  berpikir  positif  dan  berusaha  menjalani  kehidupan  sebagai  takdir  dari Yang  Maha  Kuasa. Kesejahteraan  subjektif dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor,  diantaranya  penerimaan  diri,  dukungan  dari keluarga  dan  lingkungan  sosial,  keyakinan  agama,  tingkat  pendidikan,  serta  ciri kepribadian.
KECEMASAN PADA PENGANGGURAN TERDIDIK LULUSAN UNIVERSITAS Nikmah Sari Nur Isnaini; Rini Lestari
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh lulusan universitas yang menganggur dan mengetahui kondisi pengangguran terdidik lulusan universitas. Metode kuantitatif deskriptif dipilih oleh peneliti untuk mencapai tujuan penelitian ini. Responden penelitian ini adalah lulusan universitas yang sedang aktif mencari pekerjaan di ACEC (Alumny Career Employment Center) Universitas Muhammadiyah Surakarta, minimal 2 bulan dinyatakan lulus dan usia lebih dari 23 tahun. Penelitian ini menggunakan skala kecemasan TMAS dan menggunakan kuesioner terbuka tentang pengangguran terdidik lulusan universitas. Hasil menunjukkan bahwa pengangguran terdidik lulusan universitas tidak mengalami kecemasan dalam menghayati keadaannya sebagai pengangguran. Hal ini berdasarkan hasil prosentase yang menunjukkan bahwa 94% pengangguran terdidik lulusan universitas tidak mengalami kecemasan, 6% untuk kategori agak cemas, 0% cemas tinggi dan 0% sangat cemas. Pengangguran terdidik lulusan universitas yang aktif mencari lowongan pekerjaan 58% adalah laki-laki, 46% anak pertama dan 38% lulusan universitas yang jumlah penghasilan orang tuanya kurang dari 2,5 juta rupiah. Soft skill yang diperoleh sebagian besar lulusan universitas semasa kuliah, yaitu 94% memperoleh ketrampilan di bidang komputer dan Bahasa Inggris, 58% responden memperoleh pelatihan enterpreneurship, leadership dan ketenagakerjaan. Mayoritas lulusan universitas merasa cemas/khawatir saat saat melamar pekerjaan dengan prosentase 58%.
SENSE OF HUMOR SEBAGAI LANGKAH MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI GURU PPL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Yuslam Sungkar; Partini partini
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sense of Humor yang dimiliki guru PPL terhadap tingkat kepercayaan diri mereka pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Di mana pada awal penelitian sebesar 80% dari 20 orang guru PPL menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah. Subjek penelitian adalah 338 mahasiswa FKIP UMS yang sedang menjalani proses PPL yang  dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling (Area Sampling) yaitu teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel bilamana subjek yang akan diteliti berbentuk kelompok. Penelitian ini menggunakan  instrument ukur berupa skala kepercayaan diri yang disusun berdasarkan Lauster (1997) dan skala Sense of Humor yang diadaptasi dari The Multidimensional Sense of Humor Scale (MSHS). Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPS dengan analisis product moment untuk mengukur hubungan antara sense of humor dengan kepercayaan diri.  Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara Sense of Humor dengan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,512 dengan p=0,000 (p0,01) artinya semakin tinggi Sense of Humor maka semakin tinggi kepercayaan dirinya atau sebaliknya semakin rendah Sense of humor maka semakin rendah pula kepercayaan diri seseorang. Bobot sumbangan efektif (SE) dari variabel Sense of humor terhadap kepercayaan diri sebesar 26,2 %, berarti masih terdapat 73,8 % variabel-variabel lain yang mempengaruhi kepercayaan diri di luar variabel Sense of Humor.
KEPERCAYAAN DIRI PADA TUNA NETRA (STUDI KASUS PENGGUNA ILMU GETARAN PERGURUAN PENCAK SILAT BELADIRI TANGAN KOSONG MERPATI PUTIH) Afif Nur Rasyidah
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2323

Abstract

Pada kenyataannya tuna netra tidak dapat melihat secara normal, tetapi melalui pelatihan ilmu getaran yang di perkenalkan oleh Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih mereka mampu mengoptimalkan panca inderanya yang lain. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri pada tuna netra pengguna ilmu getaran PPS Betako Merpati Putih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, serta skala pengukuran psikologi yaitu skala kepercayaan diri. Pada penelitian ini hanya terdapat satu orang yang berkedudukan sebagai informan utama, yaitu seorang tuna netra yang mengikuti pelatihan di PPS Betako Merpati Putih. Hasil yang diperoleh yaitu keikutsertaan informan berlatih ilmu getaran di Merpati Putih membuat informan mendapatkan sedikit banyak peningkatan, baik dalam penglihatan, kesehatan tubuh, maupun interaksi sosialnya dan semakin banyak pula kepercayaan yang diberikan orang lain kepada informan.
STRES PADA PENYINTAS GEMPA YANG MENGALAMI CACAT FISIK Siti Urbayatun
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah stress pada penyintas  yang mengalami cacat fisik. Subyek penelitian ini adalah dua penyintas gempa yang mengalamicacat fisik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, yakni menggunakan pendekatan fenomenologis dengan thematic analysis. Sebagai pelengkap, data diuji lagi dengan triangulasi melalui FGD dengan kelompok penderita cacat.  FGD dilakukan 1 kali dengan 7 responden. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan FGD ditemukan beberapa stresor yang sekarang dihadapi penyandang cacat adalah: a) masalah fisik, antara lain badan masih sakit dan nyeri; b) masalah psikologis, seperti sedih, jengkel; c) mobilitas yang terganggu akibat kecacatannya; d) masalah pekerjaan, yakni terputusnya subyek dengan pekerjaan sebelumnya; dan e) kurangnya modal untuk kelanjutan hidup mereka.
STRES PADA PENYINTAS GEMPA YANG MENGALAMI CACAT FISIK Siti Urbayatun
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah stress pada penyintas  yang mengalami cacat fisik. Subyek penelitian ini adalah dua penyintas gempa yang mengalami cacat fisik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, yakni menggunakan pendekatan fenomenologis dengan thematic analysis. Sebagai pelengkap, data diuji lagi dengan triangulasi melalui FGD dengan kelompok penderita cacat.  FGD dilakukan 1 kali dengan 7 responden. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan FGD ditemukan beberapa stresor yang sekarang dihadapi penyandang cacat adalah: a) masalah fisik, antara lain badan masih sakit dan nyeri; b) masalah psikologis, seperti sedih, jengkel; c) mobilitas yang terganggu akibat kecacatannya; d) masalah pekerjaan, yakni terputusnya subyek dengan pekerjaan sebelumnya; dan e) kurangnya modal untuk kelanjutan hidup mereka.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT PEREMPUAN INDONESIA UNTUK MENIKAH DENGAN PRIA WARGA NEGARA ASING: STUDI KASUS DI YOGYAKARTA Marita Putri Perdana; Lusi Nuryanti
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2308

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat perempuan Indonesia  menikah dengan pria warga Negara asing di Yogyakarta. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumen  pada 3 perempuan yang menjalin hubungan dengan Warga Negara Asing yang ditentukan dengan purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi memengaruhi minat subjek untuk menikah dengan pria warga negara asing dengan pria warga negara asing dibedakan menjadi dua faktor, yaitu faktor intrinstik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu, yang meliputi kepribadian, pengetahuan (menghargai kesetaraan dan kebebasan kepada pasangan), keyakinan, persepsi, harga diri (rasa bangga), memiliki masa depan yang lebih baik, dan untuk memperbaiki keturunan. Adapun faktor ekstrinsik meliputi faktor ekonomi, keluarga, dan status sosial.
KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA Yustina Permanawati; Wisnu Sri Hertinjung
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2324

Abstract

Kanker payudara sangat ditakuti karena payudara bagi wanita bukan hanya  organ  yang  memiliki  fungsi  biologis  semata  melainkan  juga  memiliki fungsi psikologis dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kesejahteraan subjektif pada penyandang kanker payudara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu data yang diperoleh di lapangan  melalui  observasi  dan  wawancara.Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang penyandang kanker payudara yang  telah  menjalani  operasi  pengangkatan.  Sedangkan  untuk  informan pendukung adalah 5 orang keluarga terdekat informan dan seorang perawat dari pihak  rumah  sakit.  Hasil  penelitian  ini menunjukkan  bahwa  sebagian kesejahteraan  subjektif  pada  penyandang  kanker  payudara  ditunjukkan   dengan kemampuan mengelola emosi negatif menjadi positif, dimana  penyandang kanker payudara  yang  menerima  keadaan  sebagai  penyandang  kanker  payudara  selalu berusaha  berpikir  positif  dan  berusaha  menjalani  kehidupan  sebagai  takdir  dari Yang  Maha  Kuasa. Kesejahteraan  subjektif dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor,  diantaranya  penerimaan  diri,  dukungan  dari keluarga  dan  lingkungan  sosial,  keyakinan  agama,  tingkat  pendidikan,  serta  ciri kepribadian.
HAPPINESS ORIENTATIONS AMONG ADOLESCENTS RAISED IN URBAN AND RURAL AREAS Anisti Anggraeny; Kwartarini Wahyu Yuniarti; Moordiningsih moordiningsih; Uichol Kim
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2312

Abstract

Researcher takes particular interest to discover the respondents’ orientation towards happiness based on where the respondent was raised. The study involves 467 senior high school students with ages ranging from 14-17 years old. The data is analyzed using an adapted society psychological approach. The results shows that adolescents raised in rural areas are consider the family to be a factor that contributes to their happiness. Second, achievement is also a factor that leads to happiness. However for the category, to love and be loved, adolescents growing in urban areas place this as a factor that leads to happiness. Similar with spirituality, friends and leisure time are factors that make adolescents raised in urban areas to become happy. Nevertheless, the results of cross tabulation with Pearson chi square test scoring demonstrates that no correlations exist between adolescent happiness raised from urban or rural areas.

Page 3 of 4 | Total Record : 33


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol 3, No 2 (2018): November Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol 1, No 2 (2016): November Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue