cover
Contact Name
-
Contact Email
untagtekniksipil@gmail.com
Phone
+62541743390
Journal Mail Official
untagtekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 80 P 75124 Samarinda, East Kalimantan 75124
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : 23392665     EISSN : 25028448     DOI : 10.31293/teknikd
Core Subject : Engineering,
Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil (p-ISSN 2339-2665) and (e-ISSN 2502-8448) published three time in a year, in April, August and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article. The format of writing scientific articles for publication in scientific journals should follow the guidelines of scientific article writing, which is located on the back of this scientific journal.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017)" : 5 Documents clear
Perencanaan Overlay Pada Perkerasan Fleksibel Pavement di Jalan Patimura Samarinda Seberang Zony Yulfadli
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.963 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v4i2.2015

Abstract

ABSTRACTPavement performance is a function of the relative ability of the pavement to serve traffic in a given period. The purpose of this study to find the value of subgrade bearing capacity, the carrying capacity of the aggregate base course, the stability of the rest of the old asphalt layer, the trajectory of the average daily start and end.Methodology of calculation of thick layers of flexible pavement highways using component analysis method SNI 03-1732-1989. The calculation and analysis of flexible pavement layer thickness for overlay work in 2010 with a thickness of 4.00 cm, while the five years to come, namely in 2015 carried out by construction ACWC with 5.00 cm thick. Key-words : Component Analysis, JalanPattimura, SamarindaSeberang. ABSTRACTKinerja perkerasan adalahmerupakanfungsidarikemampuanrelativedariperkerasanuntukmelayanilalulintasdalamsuatuperiodetertentu. Tujaunpenelitianiniuntukmencarinilaidayadukungtanahdasar, dayadukung lapis pondasiagregat, stabilitassisa lapis aspal lama, lintasanharian rata-rata awaldanakhir.Metodologiperhitungantebal lapis perkerasaanlenturjalanrayadenganmenggunakanmetodeanalisakomponen SNI 03-1732-1989.Hasilperhitungandananalisatebal lapis perkerasanlenturuntukpekerjaanoverlaytahun 2010 dengantebal 4,00 cm, sedangkan lima tahun yang akan dating yaitupadatahun 2015 dilakukandengankonstruksiacwcdengantebal 5,00 cm. Kata Kunci :AnalisaKomponen, JalanPatimura, SamarindaSeberang.
Alternatif Perencanaan Jalan Beton Semen (Rigid Pavenment) di Jalan Yos Sudarso Kota Samarinda Zulfan Syahputra
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.704 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v5i1.2648

Abstract

Berdasarkan pengamatan terhadap aktifitas transportasi di jalan Yos Sudarso di muka pelabuhan Samarinda dimana padatnya lalu lintas agkutan barang dengan kendaaraan yang beroperasi adalah dengan muatan yang melebihi kapasitas jalan dan mengakibatkan tingkat kerusakan jalan yang lebih tinggi. Melihat kondisi yang ada, penulis merasa tidak efisien jika menggunakan perkerasan jalan dengan perkerasan lentur (Flexible Pevement).      Dari pengamatan dan penelitian yang telah dilakukan, penulis mengambil kesimpulan bahwa pengguna Perkerasan jalan beton bemen (Rigid Pavement) bersambung tanpa tulangan cocok dipakai sebagai solusi mengganti jalan yang sudah ada dengan mempertimbangkan sering terjadinya banjir dan pengerjaan jalan dengan type perkerasan beton semen tanpa tulangan dimana pelaksanaannya dilapagan relative singkat dibandingkan jenis perkerasan beton semen yang lain biaya konstruksinya pun lebih murah.
Optimasi Tuned Mass Damper Pada Bangunan di Daerah Gempa Menggunakan Algoritma Genetika Deni Ariadi
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.472 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v4i2.2011

Abstract

ABSTRAKTuned mass damper (TMD) telah banyak digunakan untuk mengendalikan getaran dalam sistem teknik mesin. Dalam beberapa tahun terakhir teori TMD telah diadopsi untuk mengurangi getaran pada gedung-gedung tinggi dan struktur teknik sipil lainnya. Peredam dinamis dan tuned mass damper adalah realisasi dari untuk aplikasi mengontrol getaran struktur. Unsur-unsur inersia, daktail dalam perangkat tersebut adalah: massa, pegas dan dashpot (atau redaman material). Konfigurasi lain seperti pendulum/peredam, dan peredam cair (liquid), juga telah digunakan untuk aplikasi pengurangan getaran.TMD melekat pada struktur untuk mengurangi respon dinamik dari struktur. Frekuensi damper disetel ke frekuensi struktural tertentu sehingga ketika frekuensi yang kuat, damper akan beresonansi dengan gerakan struktural. Massa biasanya melekat pada bangunan melalui sistem pegas - dashpot dan energi diuraikan oleh dashpot sebagai gerak relatif berkembang antara massa dan struktur. Konsep yang dipergunakan dalam algoritma genetika adalah mengikuti apa yang dilakukan oleh alam. Hasil optimasi pada aplikasi ini menunjukkan bahwa, optimasi TMD pada struktur bangunan menggunakan algoritma genetika dapat mengoptimalkan sifat peredam dengan efektif. Pada penelitian ini menggunakan bentuk struktur portal sederhana 2D dengan derajat kebebasan tunggal. Dapat dilihat bahwa ketika rasio massa meningkat maka frekuensi rasio menurun seiring meningkatnya rasio massa, begitu pula sebaliknya rasio redaman TMD naik seiring meningkatnya rasio massa.Frekuensi alami naik maka frequency rasio akan naik. ketika frekuensi alami naik maka frequency rasio akan naik, sebaliknya rasio redaman TMD akan menurun. Penggunaan TMD yang disimulasikan pada struktur yang mengalami gempa El Centro 1940, Hachinohe 1968, Kobe 1995 dan Northridge 1994. Menunjukkan bahwa TMD yang digunakan mampu mengurangi atau meredam getaran-getaran dan perpindahan pada struktur.        Kata kunci: optimasi, tuned mass damper, algoritma genetika, gempa. 
Analisa Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan Pada Proyek Pembangunan Balai Riset dan Standarisasi Industri Samarinda Purwanto Purwanto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.492 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v4i2.2013

Abstract

permasalahan yang sering terjadi konstruksi adalah mengalami kesulitan perkiraan, melalui beberapa tingkat kepastian, mungkin durasi bagian kerja, ataupun sebagai usaha menentukan tim konstruksi dan tahapan pelaksanaan konstruksi. Ini berarti bahwa biaya juga di karenakan untuk variasi yang dapat dipertimbangkan dan bukan mudah diprediksi. Manajemen konstruksi yang meliputi metoelogi dan tata cara pelaksanaan pekerjaan merupakan salah satu hal yang sangat penting, oleh sebab itu pada saat pelaksanaanya harus benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan untuk menghindari keterlambatan dan kerugian akibat biaya yang harus dikeluarkan.Sebagai contoh permasalahan pada Proyek Pembangunan Balai Riset dan Standarisasi Industri Samarinda yang mengalami keterlambatan pelaksanaan, dari hasil analisi yang dilakukan maka dapat diketahui penyebab keterlambatan pelaksanaan, dari hasil analisi yang di lakukan maka dapat diketahui penyebab keterlambatan dan biaya tambahan yang harus di keluarkan pelaksana ditinjau dari pembayaran upah pekerja dari perkerjaan yang belum terlaksana
Perhitungan Dimensi Saluran Drainase Pada Daerah Persawahan Separi III dan IV Kabupaten Kutai Kartanegara Zulfan Syahputra
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.343 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v4i2.2014

Abstract

ABSTRACT            The agricultural sector always get the attention and priority to each lamp carried out, an irrigated land needed careful planning of drainage on irrigated to prevent flooding or inundation on irrigated land.The development of irrigation network planning techniques require saluaran irrigation network which includes primary and secondary irrigation channels. The data used in planning is that the meteorological data of rainfall data, maps Contur, and data topogragrafi. The study provides the magnitude of channel dimensions trapezoidal return period of 2 years dngean dimensions W = 0.410 m, T = 2,203 m, b = 1,203 m, h = 0.746 m, while the return period of 5 years with channel dimensions W = 0.410 m, T = 2221 m, b = 1.213 m, h = 0.746 m, and when the channel dimensions 10years W = 0411 m, T = 2.232 m, b = 1.219 m, h = 0749 m.Drainage on the rice fields Separi III and IV functioned as the discharge channel rainwater runoff and excess water from the tertiary. surface drainage system open channel with trapezoidal cross-section. Trapezoidal channel shape selected for the stability of the slope of the walls can be adjusted with the material / material forming the body of the channel. Key-words : Dimension channels, primary and secondary irrigation canals, form a trapezoidal channel.ABSTRACTSector pertanian senantiasa mendapatkan perhatian dan prioritas pada setiap pelita yang dilaksanakan,  suatu lahan sawah beririgasi diperlukan adanya perencanaan yang matang drainase pada sawah beririgasi untuk mencegah terjadinya banjir atau genangan  pada lahan beririgasi.Pengembangan jaringan irigasi teknik memerlukan perencanaan jaringan saluaran irigasi yang meliputi saluran irigasi primer dan sekunder.Data yang digunakan dalam perencanaan adalah data meteorologi yaitu data curah hujan, peta contur, dan data topogragrafi. Hasil studi memberikan besaran dimensi saluran berbentuk trapesium kala ulang 2 tahun dngean dimensi W = 0.410 m, T = 2.203 m, b = 1.203 m, h = 0.746 m, sedangkan kala ulang 5 tahun dengan dimensi saluran W = 0.410 m, T = 2.221 m, b = 1.213 m, h = 0.746 m, dan dimensi saluran kala ulang 10 tahun W = 0.411 m, T = 2.232 m, b = 1.219 m, h = 0.749 m.Drainase pada daerah persawahan Separi III dan IV difungsikan sebagai saluran pembuang limpasan air hujan dan kelebihan air dari petak tersier.sistem drainase permukaan saluran terbuka dengan penampang trapesium. Bentuk saluran trapesium dipilih karena stabilitas kemiringan dindingnya dapat disesuaikan dengan material/bahan pembentuk tubuh saluran. Kata kunci : Dimensi saluran, saluran irigasi primer dan  sekunder, bentuk saluran trapesium.

Page 1 of 1 | Total Record : 5